Anda di halaman 1dari 15

ANALISA JURNAL

ASI

Disusun Oleh :
Jendra Annisa Zen
Khedtik Khusuryawiani
Lia Nurjana
Listina Laili Ulfah
Madihah Meyrindar Huda
Nabilah Putri Nadiah
Natika Dini
Nita Adhani Pasundhani
Nursilmi Kafiyanti
Nur Iftika
Poppy Wulandari
Putri Anita

201510104026
201510104026
201510104027
201510104028
201510104029
201510104030
201510104031
201510104032
201510104033
201510104034
201510104035
201510104036

PROGRAM STUDI KEBIDANAN JENJANG DIPLOMA IV


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
AISYIYAH YOGYAKARTA
2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemberian ASI setelah bayi di lahirkan sampai bayi berusia 2 tahun
sungguh merupakan fondasi pembentukan sumber daya manusia yang
berkualitas. ASI merupakan makanan yang terlengkap bagi anak yang
memenuhi syarat-syarat keselamatan dan kesehatan. Karena itu seorang ibu
hendaknya menyui anaknya dari air susunya. Para dokter sepakata bahawa
cara yang terbaik dalam memberikan makanan pada bayi, pada usia 0 - 2
tahun pertama adalah dengan memberikan ASI secara alami. Kebiasaan
menyusui sudah ada sejak Siti Hawa, istri Nabi Adam.as. melahirkan Kabil
dan Habil kemudian kebiasaan tersebut di jalankan terus menerus secara turun
menurun oleh para ibu. Kebiasaan memberikan air susu ibu ( ASI ), ini sangat
penting artinya untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, hal ini di
karenakan ASI memiliki keutamaan, kelebihan, dan manfaat yang tidak dapat
disamakan dengan makanan atau minuman lainnya. Menyusui juga
merupakan perwujudan rasa kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya.
Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh
jumlah ASI yang diperoleh termasuk energi dan zat gizi lainnya yang
terkandung di dalam ASI tersebut. ASI tanpa bahan makanan lain dapat
mencukupi kebutuhan pertumbuhan sampai usia sekitar empat bulan. Setelah
itu ASI hanya berfungsi sebagai sumber protein vitamin dan mineral utama
untuk bayi yang mendapat makanan tambahan yang tertumpu pada beras.
Dalam pembangunan bangsa, peningkatan kualitas manusia harus dimulai
sedini mungkin yaitu sejak dini yaitu sejak masih bayi, salah satu faktor yang
memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas manusia adalah
pemberian Air Susu Ibu (ASI). Pemberian ASI semaksimal mungkin
merupakan kegiatan penting dalam pemeliharaan anak dan persiapan generasi

penerus di masa depan. Akhir-akhir ini sering dibicarakan tentang


peningkatan penggunaan ASI.
Menyusui akan menjamin bayi tetap sehat dan memulai kehidupannya
dengan cara yang paling sehat. Menyusui sebenarnya tidak saja memberikan
kesempatan pada bayi untuk tumbuh menjadi manusia yang sehat secara
fisik,tetapi juga cerdas,mempunyai emosional yang lebih stabil,perkembangan
spiritual yang positif,serta perkembangan social yang lebih baik.
Berdasarkan Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 233 Para ibu
hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang
ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan
pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf.
Manusia merupakan bagian dari kehidupan yang ada di muka bumi dalam
kehidupannya manusia terjadi proses regenerasi.Dalam hal ini peran seorang
ibu memegang peranan yang sangat penting untuk menciptakan generasi atau
keturunan yang berkualitas, untuk itu diperlukan pengetahuan dan wawasan
kepada calon ibu untuk memberikan ASI yang baik kepada calon bayinya.
ASI eksklusif sudah dikenal di zaman Rasulullah shallallahu alaihi
wa sallam, kita mengetahuinya dari penelitian dan kesimpulan yang luar
biasa para ulama terhadap beberapa hadits. Perlu dijelaskan sebelumnya
bahwa ada permaslahan fiqh mengenai cara bersuci dari najis berupa air
kencing bayi laki-laki dan bayi wanita yang belum memakan apapun selain
ASI (ASI Ekslusif). Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Kencing bayi perempuan dicuci (dibilas) dan kencing bayi laki-laki cukup
dipercikkan saja dengan air.
Adapun jika bayi laki-laki sudah makan makanan yang lain selain asi
(disapih) maka status kencingnya sama seperti kencing orang dewasa yaitu

cara bersucinya dengan dicuci atau dibilas. Kemudian ada beberapa terdapat
hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
menerapkan hal ini, artinya beliau mengetahui bahwa bayi laki-laki yang
mengencingi pakaian beliau adalah bayi yang belum disapih atau masih
minum ASI eksklusif, maka beliau sekedar memercikkan.




( : ( ) : [ )
]

*
Dari Aisyah isteri Nabi Shallallahu alaihi wa sallam (ia berkata):
Bahwasanya pernah dibawa kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam
beberapa anak laki-laki, kemudian Beliau mendoakan keberkahan atas
mereka dan mentahnik mereka. Lalu dibawa kepada Beliau seorang anak lakilaki yang masih menyusu, lalu anak itu mengencingi Beliau. Dalam riwayat
yang lain: Lalu anak itu kencing di pangkuan Beliau. Dalam riwayat yang
lain: Lalu anak itu mengencingi pakaian Beliau. Kemudian Beliau meminta
air, lalu Beliau memercikkan kencing bayi laki-laki itu dan Beliau tidak
mencucinya.
B. Rumusan Masalah
Apa manfaat ASI bagi bayi dan interkoneksi dalam islam ?
C. Tujuan
1. Dapat mengetahui manfaat ASI bagi bayi.
2. Mampu memberikan asuhan pada ibu menyusui mengenai manfaat asi.
3. Dapat mengetahui interkoneksi agama memberikan ASI pada bayi.

D. Manfaat

1. Bagi ibu menyusui


Dapat mengetahui kandungan, manfaat, serta keterkaitan dengan agama
mengenai ASI dan dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.
2. Bagi Masyarakat
Dapat mengetahi kandungan ASI dan keterkaitan dengan agama serta dapat
diterapkan dalam kehidupan.
3. Bagi STIKES Aisyiyah Yogyakarta
Sebagai referensi, bahan bacaan dan menambah pustaka untuk perpustakaa.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Air Susu Ibu

Air Susu Ibu (ASI) adalah satu jenis makanan yang mencukupi seluruh
unsur kehidupan bayi baik fisik, psikologi, sosial maupun spiritual. ASI
mengandung nutrisi, hormon, uunsur kekebalan faktor pertumbuhan,
antialergi, serta anti inflamasi (Purwanti. 2004).
ASI adalah suatu emulsi lemamk dalam larutan protein, laktosa dan
garam-garam organik yang disekresi oleh kedua kelenjar payudara ibu yang
berguna sebagai makanan utama bagi bayi (Haryono dan Setyaningsih. 2014).
B. Pengertian ASI Eksklusif
ASI Eksklusif adalah pemberian ASI sedini mungkin setelah
persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun
hanya air putih, sampai bayi berumur 6 bulan. Setelah 6 bulan, bayi mulai
dikenalkan dengan makann lain dan tetap diberikan ASI sampai bayi berumur
2 tahun (Purwanti. 2004)
ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan cairan lain
seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih tanpa tambahan makanan
padat seperti pisang, pepaya,bubur susu, biskuit dan nasi tim. Pemberian ASI
ini dianjurkan dalam jangka waktu 6 bulan (Haryono dan Setyaningsih. 2014).
C. Kandungan Gizi di dalam ASI
1. Hidrat Arang/Karbohidrat
a. Jenis karbohidrat yang terkandung di dalam ASI adalah Laktosa.
b. Laktosa meningkatkan penyerapan magnesium dan fosfor yang sangat
penting untuk pertumbuhan tulang, terutama untuk pertumbuhan gigi
dan perkembangan tulang.
c. Produk dari laktosa adalah Galaktosa dan Glukosamin. Galaktosa
merupakan nutrisi vital dalam perkembangan otak diantaranya
menutrisi kebutuhan medula spinalis dan membentuk mielin.
d. Laktosa di dalam usus diubah menjadi asam laktat, asam ini membantu
mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya dan menjadikan tempat
yang subur bagi bakteri baik yaitu Lactobacillus Bifidus.
2. Protein
a. Protein dalam ASI adalah bahan baku untuk pertumbuhan dan
perkembangan bayi.

b. Protein dalam ASI merupakan kelompok protein Whey (Protein yang


halus, lembut dan mudah dicerna) sehingga lebih mudah dicerna dan
terserap oleh sistem pencernaan.
3. Lemak
a. Kandungan elemak di dalam ASI berubah-ubah sesuai dengan
kebutuhan kalori bayi yang sedang tumbuh.
b. Jenis lemah yang terdapat di dalam ASI merupakan lemak rantai
panjang yangmerupakan lemak kebutuhan sel jaringan otak dan sangat
mudah dicerna serta mempunyai jumlah yang cukup tinggi.
c. Lemak dalam bentuk Omega 3, Omega 6, DHA (docoso hexaconic
acid) dan achachidonit acid merupakan komponen penting dalam
proses mielinasi dengan bantuan Asam Linoleat.
d. Asam Linoleat terdapat didalam ASI dalam jumlah yang cukup tinggi.
Asam Linoleat membantu memperbaiki mielin.
4. Mineral
a. ASI mengandung mineral lengkap dalam jumlah yang relatif rendah,
namun cukup untuk bayi sampai umur 6 bulan.
b. Jumlah mineral dalam ASI lebih rendah dibandingkan dengan jumlah
mineral dalam susu sapi, namun mineral ASI lebih banyak dan mudah
diserap dalam usus bayi dibandingkan dengan mineral susu sapi.
c. Zat besi dalam ASI dapat diserta hingga 50%-75% oleh usus bayi
sedangkan zat besi dalam susu sapi hanya 4%-10% saja.
d. Kadar mineral yang tidak terserap dalam usus akan memperberat kerja
usus, mengganggu keseimbangan ekologi dalam usus, meningkatkan
pertumbuhan bakteri merugikan sehingga kontraksi usus bayi
terganggu.
5. Vitamin
a. Vitamin di dalam ASI dapat dikatakan lengkap dan cukup untuk
memenuhi kebutuhannya sampai umur 6 bulan.
D. Manfaat Air Susu Ibu
1. ASI merupakan imunisasi pasif bagi bayi, nutrisidan faktor pertumbuhan.
2. Setiap stadium ASI mempunyai peran yang sangat berbeda baik sebagai
nutrisi,

pelindung,

pembersih,

pertumbuhan.
7

penghabgat

dan

sebagai

faktor

3. ASI berperan penting pada kecerdasan anak (Purwanti. 2004).


a. Komposisi ASI dan berbagai faktor pertumbuhan yang ada didalam
ASI sangat menentukan proses pertumbuhan dan perkembangan
jaringan otak bayi.
b. Pertumbuhan dan perkembangan pada masa janin sampai usia balita
merupakan masa krotis yang tidak dapat diganti oleh kesempatan lain.
c. Bila seorang anak mengalami gangguan gizi setelah perkembangan
otak yang pesat, ia tidak akan mengalami gangguan intelegensia.
Dalam hal ini, ternyata ASI banyak berperan karena komposisi ASI
setelah membangun dendrit (serabut saraf otak) dengan sempurna,
walaupun setelah umur 3 tahun anak tersebut mengalami kekurangan
gizi.
4. Berdasarkan hasil penelitian Giri (2013) yang berjudul Hubungan
Pemberian ASI Ekskusif dengan Status Gizi Balita Usia 6-24 Bulan di
Kampung Kajanan, Buleleng, terdapat hubungan antara pemberian ASI
Eksklusif dengan status gizi balita usia 6-24 bulan, dimana ibu yang
memberikan ASI Eksklusif akan semakin baik status gizi balitanya dari
pada ibu yang tidak memberikan ASI Eksklusif kepada balita yang berusia
6-24 bulan (Giri, DKK. 2013).
E. Interkoneksi dengan Ayat Al-quran
Dari Ibnu Umar rodhiyallohu anhuma, Rosululloh shollallohu alaihi
wa sallam bersabda :

Ketahuilah! Setiap dari kalian adalah orang yang diberi


amanah,

maka

setiap

kalian

akan

ditanya

tentang

amanahnya. Seorang amir (pemimpin suatu negri, pent) yang


memimpin manusia adalah orang yang diberi amanah, dan ia
akan ditanya tentang mereka. Dan seorang laki-laki adalah
orang yang diberi amanah terhadap keluarganya, dan ia akan
ditanya tentang mereka. Dan seorang wanita adalah orang
yang diberi amanah terhadap rumah dan anak suaminya, dan
ia akan ditanya tentang mereka. Dan seorang budak adalah
orang yang diberi amanah terhadap harta majikannya, dan ia
akan ditanya tentangnya. Ketahuilah! Setiap dari kalian
adalah orang yang diberi amanah, maka setiap kalian akan
ditanya tentang amanahnya. [HR. al-Bukhori no. 2416,
Muslim no. 1829, dll]
Berdasarkan hadits diatas, Rasulullah SAW sangat
menekankan

kepada

kaum-kaumnya

agar

melaksanakan

amanah yang telah dipikulkan terhadap kita. Bagi seorang


wanita yang telah melahirkan, maka kepadanya diberikan
amanah terhadap anaknya yakni menyusuinya dan amanah
ini akan dimintai pertanggungjawabannya.

Ibnu Masud rodhiyallohu anhu berkata :



Tidaklah dikatakan persusuan kecuali apa-apa yang menguatkan tulang
dan menumbuhkan daging. [ HR. Abu Dawud no. 2059]
Pada sub bab sebelumnya telah banyak diuraikan tentang manfaat dari
ASI, begitu pula pada hadits riwayat Abu Dawud juga dijelaskan bahwa ASI
sangat membantu menaikkan status gizi bayi.

BAB III
PEMBAHASAN
A. Pendahuluan
Secara umum masalah gizi di Indonesia terutama KEP (Kekurangan
Energi Protein) masih lebih tinggi daripada Negara Asean lainnya. Pemberian
ASI, khususnya ASI eksklusif prevalensinya masih terbilang rendah di
Indonesia. SDKI tahun 2007 menyebutkan hanya 32,3% ibu yang
memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan kepada bayinya. Masalah kurus di
Indonesia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Daerah
perkotaan diwakili oleh wilayah kerja puskesmas Buleleng I dimana
Kelurahan Kampung Kajanan tentunya merupakan kelurahan di wilayah
perkotaan. Di wilayah kerja puskesmas Buleleng I, data yang diperoleh
berdasarkan pencatatan BB (Berat Badan) / umur balita usia 1-3 tahun pada

10

bulan Juni tercatat balita dengan status gizi kurang sebanyak 32 anak
sementara 20 anak dalam status gzi buruk.
Kelurahan kampung Kajanan merupakan suatu kelurahan yang terletak
di wilayah kota Singaraja adalah emukiman yang padat penduduk dengan luas
wilayah 39,6 ha/m2 terbagi dalam 12 Rukun Warga (RW). Kelurahan
kampung Kajanan dihuni oleh 1361 kepala keluarga dengan jumlah penduduk
seluruhnya yakni sejumlah 4681 penduduk. Jumlah balita di kelurahan ini
seluruhnya 366 anak dimana balita yang berusia 6-24 bulan sejumlah 98 anak.
Mata pencaharian penduduk di wilayah ini sebagian besar adalah pedagang
dengan tingkat pendidikan bervariasi mulai dari lulus SD sampai perguruan
tinggi. Faktor-faktor yang terkait dengan status gizi balita seperti karakteristik
ibu, karakteristik bayi, pengetahuan dan sikap ibu tentang gizi, peran kader
posyandu dan bidan desa, media informasi serta riwayat pemberian ASI
eksklusif dan susu non ASI serta makanan pendamping ASI (MP ASI). Faktor
karakteristik ibu sepperti suku, umur, tingkat pendidikan, dan agama serta
jenis kelamin bayi berpengaruh terhada keputusan ibu untuk melakukan ASI
eksklusif, namun sulit untuk dirubah dalam waktu singkat maupun pada
tingkat individu.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan gizi ibu
berhubungan nyata dengan cara pemberian ASI. Kurangnya pengetahuan ibu
tentang ASI menjadi salah satu penghambat keberlangsungan pemberian ASI.
Ibu yang menganggap bahwa ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi
berencana untuk memberikan ASI selama 6 bulan. Inisiasi menyusui dini
adalah proses membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah kelahiran.
Bayi yang mengalami skin to skin contact beberapa menit setelah kelahiran
akan mencari puting susu dengan kecepatan yang berbeda-beda.
B. Hasil dan Pembahasan
ASI merupakan makanan yang higenis, murah, mudah diberikan, dan
sudah tersedia bagi bayi. ASI menjadi satu-satunya makanan yang dibutuhkan

11

bayi selama 6 bulan pertama hidupnya agar menjadi bayi yang sehat. Ibu yang
memberikan ASI Eksklusif cenderung memiliki balita dengan status gizi yang
lebih baik dari pada ibu yang tidak memberikan ASI Eksklusif. ASI lebih
unggul dibandingkan makanan lain untuk bayi seperti susu formula, karena
kandunga protein pada ASI lebih rendah dibandingkan dengan susu sapi
sehingga tidak memberatkan kerja ginjal, dan jenis proteinnya mudah dicerna.
Komposisinya yang dinamis dan sesuai dengan kebutuhan bayi menjadikan
ASI sebagai asupan gizi yang optimal bagi bayi. ASI dan plasma memiliki
konsentrasi ion yang sama sehingga bayi tidak memerlukan cairan atau
makanan tambahan.
Berdasarkan Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 233 Para ibu
hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang
ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan
pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf.
Manusia merupakan bagian dari kehidupan yang ada di muka bumi
dalam kehidupannya manusia terjadi proses regenerasi.Dalam hal ini peran
seorang ibu memegang peranan yang sangat penting untuk menciptakan
generasi atau keturunan yang berkualitas, untuk itu diperlukan pengetahuan
dan wawasan kepada calon ibu untuk memberikan ASI yang baik kepada
calon bayinya.
Dalam sebuah hadist dkatakan Tidaklah dikatakan persusuan kecuali
apa-apa yang menguatkan tulang dan menumbuhkan daging. [ HR. Abu
Dawud no. 2059]. Dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa ASI sangat
membantu menaikkan status gizi bayi.

12

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari jurnal dan materi yang sudah di sampaikan pada bab sebelumnya
kandungan ASI sangatlah penting bagi pertumbuhan dan perkebangan bayi
dimana dalam kandungan Asi sudah sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap
komponen dan nutrisi untuk bayi. Dalam Al-Quran juga sudah menjelaskan
bahwa untuk menyusukan bayinya selama 2 tahun dimana masa-masa itu
merupakan masa yang terpenting untuk pertumbuhan bayi. Menyusui akan
menjamin bayi tetap sehat dan memulai kehidupannya dengan cara yang
paling sehat. Menyusui sebenarnya tidak saja memberikan kesempatan pada
bayi untuk tumbuh menjadi manusia yang sehat secara fisik,tetapi juga
cerdas,mempunyai emosional yang lebih stabil,perkembangan spiritual yang
positif,serta perkembangan social yang lebih baik. Berdasarkan jurnal
dijelaskan

bahwa

dengan

memberikan

13

ASI

secara

ekslusif

dapat

meningkatkan status gizi bayi dan bayi dapat memperoleh kekebalan tubuh
secara alami dengan bail.
B. Saran
1. Bagi ibu menyusui
Diharapkan dengan adanya maklah ini ibu menyusui dapat mengetahui
kandungan, manfaat, serta keterkaitan dengan agama mengenai ASI dan
dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayinya sehingga dapat
memberikan ASI selama 2 tahun.
2. Bagi Masyarakat
Diharapkan masyarakat D apat mengetahi kandungan ASI dan keterkaitan
dengan agama serta dapat diterapkan dalam kehidupan. Sehingga
mendukung progam ASI Ekslusif dan menyusui selama 2 tahun.
3. Bagi STIKES Aisyiyah Yogyakarta
Diharakan dapat dijadikan referensi, bahan bacaan dan menambah pustaka
untuk menambah daftar bacaan.

14

DAFTAR PUSTAKA

Haryono, Rudi & Setyaningsih, Sulis. 2014. Manfaat ASI Eksklusif untuk Buah Hati
Anda. Gosyen Pusblishing : Yogyakarta.
Purwanti, Hubertin. 2004. Konsep Penerapan ASI Eksklusif. Jakarta : EGC
Giri, Kurnia., Muliarta., Wahyuni, Dewi. 2013. Hubungan Pemberian ASI Ekskusif
dengan Status Gizi Balita Usia 6-24 Bulan di Kampung Kajanan, Buleleng.
Universitas Pendidikan Ganesha Bali : Bali. (jurnal) vol. 2, No. 1, April 2013
ISSN: 2303-3142 diakses ejournal.undiksha.ac.id > JST > download.
Sunardi. Ayah Beri Aku ASI. Aqwamedika. Solo : 2008
Baskoro, Anton . 2008 . ASI Panduan Praktis Ibu Menyusui . Yogyakarta : Banyu
Medika.
Jan, Riordan dan Kathleen G Auerbach. 2000. Menyusui dan Laktasi. Buku
kedokteran ECG

15