Anda di halaman 1dari 6

ASUHAN KEPERAWATAN PERIOPERATIF

PADA NY.Y DENGAN GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI


KANKER SERVIKS
RUANG OK (INSTALASI BEDAH SENTRAL) RSUD Dr. SOEDARSO

A. Identitas Klien
Inisial Klien
Umur
Tanggal Operasi
Diagnosa Medis
Jenis Tindakan Operasi
Operator, Ansisten Operator, Anastesi

: Ny. Y
: 33 tahun
: Kamis, 29 Oktober 2015
: Kanker Serviks
: Radikal Histrektomi Bilateral Limfadinektomi
: dr. Bedah
: dr. Manuel, Sp.OG (K)
Perawat Bedah
: Hartati, S.Kep., Ners
Suyanto, Amk
dr. Anastesi
: dr. Komang Sp.An
Perawat Anastesi
: Paskah, Amk
Rahmad, Amk

B. Pre Operatif
Sebelum dibawa ke ruang OK, klien dirawat di ruang Nifas, mulai dari tanggal 26
Oktober 2015, klien mengatakan kankernya sudah stadium 2, klien mengatakan sudah
kemoterapi 5 kali, pada tanggal 20 Oktober 2015 klien konsul kemoterapi ke-6, tapi dokter
mengatakan tidak jadi kemoterapi, tapi diinstruksikan untuk operasi. Saat dalam masa
perawatan klien telah konsul ke dr. penyakit dalam, dr. jantung, dr. bedah dan dr. anastesi,
setelah konsultasi ke dr. anastesi klien digolongkan ke dalam ASA (American Society of
Anesthesiologists) klasifikasi nomor 2, yang berarti klien tergolong ke dalam kategori
pasien-pasien dengan penyakit sistemik ringan, setelah itu klien dijadwalkan operasi
tangga pada tanggal 29 Oktober 2015.
Klien masuk ruang OK jam 08:00, klien diantar oleh perawat ruangan nifas serta
keluarga, setelah klien di masuk ruang OK pakaian klien langsung diganti dengan pakaian
operasi, klien diinstruksikan untuk melepas perhiasan dan barang berharga, seperti gelang,
jam, cincin. Selama menunggu klien terlihat cemas, karena ini adalah operasi pertamanya.
Setelah pakaian klien diganti dan perhiasan klien telah dilepas, dilakukan pemeriksaan
kelengkapan klien sebagai berikut.
1. Identitas klien (terlampir)
2. Inform consern dr. bedah dan dr. anastesi (terlampir)
3. Surat persetujuan untuk dilakukan operasi (terlampir)
4. Surat persetujuan untuk dilakukan anastesi (terlampir)
5. Hasil USG daerah serviks (terlampir)
1

6.
7.
8.
9.
10.
11.

Hasil pemeriksaan labaoratorium (terlampir)


Sediaan darah 6 kantong (1500 ml) di bank darah RSUD Soedarso
Gelang indentitas (Terpasang)
Instruksi puasa mulai dari jam 00:00 29 Oktober 2015
Infus RL 20 TPM
TTV terakhir sebelum operasi, TD : 100/70 mmHg, TN : 92 kali / menit, RR : 21
kali / menit, S : 36oC, BB : 45 kg

Setelah diperiksa kelengkapan klien dan klien sudah siap, klien langsung dibawa ke
ruang operasi (OK VIII)
Asuhan Keperawatan Pre-Operatif
a. Data Subjektif
1) Klien mengatakan cemas
2) Klien mengatakan takut karena belom pernah dilakukan operasi sebelumnya
b. Data Objektif
1) Klien tampak tegang
2) Klien tampak gelisah
3) Klien tampak cemas
4) TD : 100/70 mmHg
5) TN : 92 kali / menit
c. Diagnosa Keperawatan
Ansietas b/d rencana operasi dan perubahan status kesehatan
d. Intervensi (Rencana Tindakan)
1) Jelaskan proses operasi dan semua tindakan yang akan dilakukan di dalamnya
2) Jelaskan semua sensasi yang akan dirasakan didalamya
3) Berikan motivasi kepada klien
e. Implementasi
1) Menjelaskan proses operasi dan semua tindakan yang akan dilakukan di dalamnya
H : Klien mengatakan mengerti tentang tahapan dan proses operasi
2) Menjelaskan semua sensasi yang akan dijelaskan didalamnya
H : Klien mengatakan mengerti tentang sensasi yang akan dirasakan didalamnya
3) Memberikan motivasi kepada klien
H : Klien mengatakan lebih siap menghadapi operasi
f. Evaluasi
S : Klien mengatakan cemas berkurang
O : Klien tampak lebih tenang dan siap menghadapi operasi
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi ke fase intra operatif.
1) Jelaskan proses operasi dan semua tindakan yang akan dilakukan di dalamnya
2) Jelaskan semua sensasi yang akan dirasakan didalamnya
3) Berikan motivasi kepada klien

C. Intra Operatif
Berikut adalah kronologi proses pasien selama berada di fase intra operatif
Pasien menuju dan masuk ke kamar operasi (OK VIII) di bantu oleh perawat dengan
1.
2.
3.

berjalan kaki,
Pasien di posisikan supine
Menghidupkan monitor pemeriksaan tekanan darah (TD), tekanan (TN) dan frekuensi
nafas (RR). Pemeriksaan TD, TN, dan RR dilakukan setiap 3 menit sekali selama

4.

5.
6.

7.
8.
9.

operasi berlangsung.
Memasang manset di tangan kiri pasien dan memasang pulse oksimetri di jempol kiri
pasien.
Memasang infus RL 30 TPM
Perawat anastesi mulai melakukan pembiusan via intravena (IV), bius yang diberikan
adalah bius total (general anastesi/GA)
Pasien diposisikan hiper-ekstensi
Memasang ETT, lalu dilakukan intubasi, lalu dihubungkan ke O2
Melakukan antiseptik pada daerah insisi dengan cara sirkuler (melingkar), antiseptik
dilakukan dalam 2 tahap, yang pertama membersihkan daerah insisi dengan betadin,

10.

kemudian yang selanjutnya menggunakan alkohol


Melakukan draffing (menutupi daerah yang akan di insisi dengan mengunakan duk

11.

steril)
Melakukan insisi mulai dari lapisan kulit epidermis, dermis, subkutan, fasia, otot,
hingga ke lapisan peritonium menggunakan pisau bisturi + skalpel, couter, dan pinset

12.

sirugis.
Menutup usus dan bagian tubuh lain yang bukan menjadi fokus operasi dengan

13.

menggunakan big hass.


Melakukan pengangkatan uterus, ovarium, dan tuba falopi yang telah terkontaminasi

14.

CA dan bagian di sekitarnya.


Melakukan irigasi dengan aquades pada organ yang berada disekitar daerah insisi,

15.

irigasi dilakukan 3 kali dengan jumlah aquades yang digunakan sebanyak 2 liter.
Membuat saluran drainase pada abdomen, fungsi drainase untuk mengalirkan cairan
sisa irigasi keluar tubuh pasien.
3

16.

Melakukan penjahitan pada daerah insisi dimulai dari lapisan peritonium, fasia, otot,
subkutan, dermis, hingga ke lapisan epidermis. Melakukan penjahitan pada lapisan
fasia dengan menggunakan assucryl 1.0 tapper. Dokter melakukan penjahitan pada

17.
18.

lapisan subcutan, dermis dan epidermis menggunakan polysorb 6.0 cutting.


Melakukan pembersihan area insisi dengan menggunakan aquades.
Melakukan penutupan luka insisi dengan menggunakan sofratulle 1.5x20cm,
kemudian dilapisi dengan kassa steril, hingga ke lapisan terakhir menggunakan

19.
20.
21.

hypafix.
Perawat instrumen merapikan alat yang telah di pakai untuk disterilkan kembali.
Perawat anastesi melakukan ekstubasi (membangunkan pasien).
Setelah pasien sadar, pasien ditranfesr ke RR jam 15:10.

Alat/instrumen yang digunakan selama proses operasi:


a. Tajam
1) Bisturi 1
2) Gunting jaringan 1
3) Gunting benang 2
b. Penjepit
1) Klem duk 6
2) Klem arteri 8
3) Koher 2
4) Klem 90 1
5) Klem pean lurus 2
c. Pemegang
1) Penser klem 4
2) Badcock 1
3) Pinset bakar 2
4) Pinset sirugis 2
5) Pinset anatomis 2
6) Nelpuder 2
7) Skalpel no.4 1
d. Penarik
1) Hook abdomen 2
2) Hook blader 1
3) Hook L
4) Retraktor abdomen 1
e. STATICS
1) Scope (stetoscope dan laringoscope)
2) Tube (ETT dan LMA)
3) Airway device (Masker sungkup dan mayo
4) Tape (Plaseter)
5) Inducer (Stilet, forceps margill)
6) Connestion (selang yang menghubungkan dari masker ke mesin)
7) Suction
Obat yang digunakan selama proses operasi
1. Fentanyl 100 mg
2. Fresofol 100 ml
4

3.
4.
5.
6.
7.
8.

Kalnex 10 ml
Dexametasone 10 mg
Mizol 5 ml
Tramadol 2 ml
Atropin 0.25 mg
Neostigmin-Hameln 0.5 mg

Bahan habis pakai yang digunakan selama proses operasi


1. Kassa kecil 5
2. Big hass 2
3. Alkohol 50 cc
4. Betadin 50 cc
Asuhan Keperawatan Intra Operatif
a. Data Subjektif
()
b. Data Objektif
1) Terdapat luka insisi di bagain amdomen 20 cm
2) Terpasang drainase pada daerah insisi
3) Prosedur invasif pembedahan
4) Proses operasi selama 6 jam
c. Diagnosa Keperawatan
Resiko infeksi berhubungan dengan luka insisi dan proses operasi yang lama
d. Intervensi (Rencana Tindakan)
1) Terapkan prinsip steril (gunakan skot, handscoon, masker, dan topi operasi).
2) Cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan dan kontak ke pasien
3) Sterilkan alat sebelum dan sesudah di gunakan
4) Bersihkan lingkungan/ruang operasi sebelum dan sesudah digunakan
e. Implementasi
1) Menerapkan prinsip steril (gunakan skot, handscoon, masker, dan topi operasi).
H : Mengurangi risiko kontaminasi patogen dari perawat ke pasien dan sebaliknya
2) Mencuci tangan sebelum dan sesudah tindakan dan kontak ke pasien
H : Memusnahkan mikroorganisme dan sporanya, dan memperkecil risiko infeksi
3) Mensterilkan alat sebelum dan sesudah di gunakan
H : Memusnahkan mikroorganisme dan sporanya, dan memperkecil risiko infeksi
4) Membersihkan lingkuan atau ruang operasi sebelum dan sesudah digunakan
H : Memusnahkan mikroorganisme dan sporanya, dan memperkecil risiko infeksi
f. Evaluasi
S : ()
O : Mikroorganisme dan sporanya telah bersih
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi ke RR
1) Terapkan prinsip steril
2) Dressing luka insisi dengan kasa steril dan hypafix

D. Post Operatif
Pasien di transfer ke Recovery Room (RR) jam 15:10, pasien berada di RR 30 menit,
pada jam 15:40 pasien di bawa keruangan perawatan ruang nifas. Pada pasien berada di
RR, pasien di observasi dengan memasang alat untuk mengukur TD, TN, dan SO 2. Saat
pasien berada di RR, kesadaran pasien composmentis. Infus RL 20 TPM, nilai Aderete
Skor pasien saat masuk RR: aktivitas 1, sirkulasi 2, pernafasan 2, kesadaran 2, warna kulit
2, dan skor pasien saat keluar RR: aktivitas 1, sirkulasi 2, pernafasan 2, kesadaran 2,
warna kulit 2. Saat pasien di jemput oleh perawat ruang nifas, observasi di RR selesai.
Asuhan Keperawatan Fase Post Operatif
a. Data Subjektif
Klien mengatakan nyeri :
P : Saat diam dan bergerak, pada daerah luka insisi
Q : Seperti ditusuk
R : Daerah hipogastrium
S:7
T : Setiap saat
b. Data objektif
Klien tampak mengernytikan dahinya saat berusaha berpindah posisi
- Klien tampak mempertahankan posisi supine-nya
c. Diagnosa Keperawatan
Nyeri akut b/d luka insisi dan penetrasi saraf daerah insisi
d. Intervensi (Rencana Tindakan)
1) Ajarkan teknik napas dalam
2) Pertahankan posisi supine
3) Kolaborasi : Pemberian Tramadol, Ketorolac dan Ondansentron drip RL 20 TPM
e. Implementasi
1) Mengajarkan teknik napas dalam
H : klien mengatakan nyeri berkurang setelah dilakukan relaksasi
2) Mempertahankan posisi supine
H : Klien mengatakan nyeri tida terasa saat dalam posisi supine
3) Memberikan Tramadol, Ketorolac dan Ondansentron drip RL 20 TPM
H : Klien mengatakan nyeri berkurang setelah obat masuk
f. Evaluasi
S : Klien mengatakn nyeri berkurang
O : Klien tampak lebih tentang
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi ke ruang perawatan
1) Ajarkan teknik napas dalam
2) Pertahankan posisi supine
3) Kolaborasi : Pemberian Tramadol, Ketorolac dan Ondansentron drip RL 20 TPM