Anda di halaman 1dari 43

Laporan Kasus

DISPEPSIA
Diajukan Kepada :
Pembimbing : dr. Hascaryo Nugroho, Sp. PD
Sheilla Ratnasari
141 022 1082

KASUS
Nama : Ny. LS
Umur : 45 th
Alamat : Sumurup
Pekerjaan : Swasta
Nomor Rekam Medis :
074418

Pasien datang ke IGD RSUD


Ambarawa dengan :
KU keluhan
nyeri perut pada
bagian ulu hati
sejak 4 hari SMRS,
keluhan dirasakan
hilang timbul
seperti ditusuk tusuk dan
menjalar sampai
ke punggung.
Mual (+), Muntah
(+), BAB dan BAK
seperti biasa.

KT : Sesak napas
(-), batuk (-). Nafsu
makan menurun

RPD :
Riwayat DM (-)
Riwayat
Hipertensi (-)
Riwayat Penyakit
jantung (-)
Riwayat keluhan
serupa (-)
Riwayat asma (-)

RPO : RPK :
Riwayat DM (-)
Riwayat Hipertensi
(-)
Habit : tidak ada
masalah pribadi
maupun keluarga,
makanan sehari-hari
olahan sendiri, suka
gorengan, tidak
merokok, tidak
konsumsi alkohol

Pemeriksaan Fisik
Kesadaran : compos mentis, GCS E4V5M6
Keadaan Umum : baik
TD : 120/80 mmHg
Nadi : 80 x/mnt
RR : 22 x/mnt
S : 37
Kepala
Rambut : hitam, tidak rontok
Mata : sklera ikterik -/-, konjungtiva
anemis -/-, penglihtan normal
Hidung : tak tampak deviasi septum
nasi, sekret (-)
Mulut : sianosis (-)
Leher : pembesaran KGB (-)

Thorax
Cor : irama reguler, S1>S2, bising (-),
gallop (-)
Pulmo :
Inspeksi : tak tampak striktur,
pergerakan dada simetris kanan kiri
Palpasi : fremitus taktil simetris kanan
kiri, tak teraba massa/benjolan
Perkusi : sonor seluruh lapang paru
Auskultasi : vesikuler, ronkhi (-),
wheezing (-)

Abdomen
Inspeksi : perut datar, tak tampak
jaringan parut
Auskultasi : bisisng usus (+)
Palpasi : teraba supel, nyeri tekan
(+), massa (-), hepar dan limpa tak
teraba
Perkusi : timpani pada seluruh
kuadran abdomen

Assesment
Dispepsia

Planning
Medikamentosa
Infus RL 20 tpm
Injeksi ranitidin 2x1 ampul
Ulsafat 2 x 1 tab
Scobutrin 3 x 1 tab

Pemeriksaan Penunjang :
Lab darah rutin
SGPT/SGOT
Ureum Creatinin
GDS
Gastroscopi
EKG

Pemeriksaan Laboratorium
Darah Rutin :
Hb 14,3 (12-16) g/dL
Leukosit 8,3 (4-10) ribu
Eritrosit 4,66 (4,2-5,4) juta
Hematokrit 44,8 (37-43) %
Trombosit 328 (200-400) ribu
MCV 97.0 (80-90) mikro m3
MCH 31.0 (27-34) pg
MCHC 31.9 (32-36) g/dL
RDW 14.2 (10-16) %
MPV 9.0 (7-11) mikro m3

Limfosit 1,4 (1,7-3,5) 10^3/mikro L


Monosit 5.0 (2-8) 10^3/mikro L
Limfosit % 16.6 (25-35) %
Monosit % 5,0 (4-6)%
Eosinofil% 5,1 (2-4) %
Basofil % 0.2 (0-1)%
Neutrofil% 73.1 (50 - 70)
PCT 0,187 L (0,2-0,5) %
PDW 12,0 (10-18) %

Kimia Klinik :
Gula darah puasa 125 (82-115)
mg/dL
Ureum 50.0 (10-50) mg/dL
Kreatinin 1.08 H (0,62 1.1) mg/dL
SGOT 23 (0-50) U/L
SGPT 29 (0-50) IU/L

EK
G

Hasil
Gastr
oscop
i

DIAGNOSIS :
GASTRITIS

Terapi :
Infus RL 20 tpm
Injeksi ranitidin 2x1 ampul
Ulsafat 2 x 1 tab
Scobutrin 3 x 1

FOLLOW UP
27 Februari 2016:
TD 120/80 mmHg
RR : 20x/menit
HR : 72x/menit
Suhu : 36.8
Nyeri ulu hati sudah berkurang
Perut terasa sebah
Mual dan muntah (-)
Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri
tekan abdomen

Assesment : dispepsia
Planning :

Infus RL 20 tpm
Injeksi ranitidin 2x1 ampul
Ulsafat 2 x 1 tab
Scobutrin 3 x 1

28 Februari 2016 :
TD 120/90 mmHg
RR : 20x/menit
HR : 76x/menit
Suhu : 36.6
Nyeri ulu hati (+)
Perut terasa sebah
Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri
tekan abdomen

Assesment : dispepsia
Planning :
Lansoprazole 3 x 1 tab
Ulsafat 2 x 1 tab
Scobutrin 3 x 1

SINDROMA DISPEPSIA

Kumpulan keluhan / gejala klinis


(sindrom) rasa tidak nyaman atau nyeri
yang dirasakan di daerah abdomen
bagian atas yang disertai dengan keluhan
lain seperti rasa panas di dada dan perut,
regurgutasi, kembung, perut terasa
penuh, cepat kenyang, sendawa,
anoreksia, mual, muntah dan banyak
mengeluarkan gas asam dari mulut.

Klasifikasi
DISPEPSIA ORGANIK

Dispepsia tukak
Refluks Gastroesofageal
Ulkus Peptik
Penyakit Saluran Empedu
Karsinoma
Pankreatitis
Dispepsia Akibat Obatobatan
Gangguan Metabolisme
Dispepsia Akibat Infeksi
H.pylori

DISPEPSIA NONORGANIK
(Fungsional)
Peningkatan Sekresi
Asam Lambung
Dismotilitas
Gastrointestinal
Diet dan Faktor
Lingkungan
Psikologik

Etiologi
Esofago-gastro duodenal (tukak peptik, gastritis
kronis, gastritis NSAID, keganasan)
Obat-obatan (anti inflamasi non steroid, teofilin,
digitalis, antibiotik)
Hepatobilier (hepatitis, kolesititis, kolelitiasis,
keganasan, disfungsi sfingter Odii)
Pankreas (pankreatik, kegansan)
Penyakit sistemik lain (DM, penyakit tiroid, gagal
ginjal, kehamilan, PJK)

Gambaran Klinis
DISPEPSIA
ORGANIK

DISPEPSIA NONORGANIK / Fungsional


Keluhan nyeri ulu hati
bersifat dominan dan
disertai nyeri pada malam
hari dispepsia tipe
seperti ulkus
Keluhan kembung, mual,
cepat kenyang merupakan
keluhan yang paling sering
timbul dispepsia tipe
seperti dismotilitas
Bila tidak ada keluhan yang
bersifat dominant
dispepsia non-spesifik.

A
I
S
P
E
DISP
K
I
N
A
ORG
Dispepsia Tukak
Nyeri ulu hati, berkurang atau
bertambah dengan adannnya
makanan
Refluks Gastroesofageal
Rasa panas di dada dan
regurgitasi asam terutama
setelah makan
Ulkus Peptik
Pankreatitis
Nyeri timbul mendadak dan
menjalar ke punggung, perut
terasa semakin tegang dan
sakit
Penyakit Saluran Empedu
Nyeri dari perut kanan dan ulu
hati serta menjalar ke
punggung dan bahu kanan

Rasa nyeri perut,


bertambah dengan
adanya makanan,
anoreksia, dan
penurunan BB
Dispepsia pada sindrom
malabsorbsi
Nyeri perut, nausea,
sering flatus, kembung
Dispepsia Akibat obatobatan
co/ NSAIDs, teofilin,
digitalis
Gangguan Metabolisme
DM Neuropati
pengosongan lambung
yang lambat nausea,
vomitus, cepat kenyang
Dispepsia Akibat H.pylori
Merusak pertahanan
pejamu dan merusak

PATOFISIOLOGI

Hipersekresi Lambung
Infeksi H.pylori
Dismotilitas gastrointestinal
Disfungsi Otonom
Hormonal
Psikologis

Pemeriksaan
Laboratorium : Darah rutin, Feses, Urin
Barium enema : u/ pasien yang kesulitan
menelan atau menelan, penurunan BB /
mengalami nyeri yang membaik atau
memburuk dgn makan
Endoskopi : u/ biopsi jaringan
Foto Polos Abdomen
Serologi H pylori
Urea Breath Test

Penatalaksanaan
Non farmakologi
Menghindari
beberapa makanan
berikut : kopi,
alkohol, merokok,
dan
Melakukan diet
tinggi lemak
Makanan kecil
rendah lemak
mengurangi
intensitas gejala
Tidak makan terlalu

Farmakologi
Antasida
Antikolinergik
Antagonis Reseptor
H2
PPI
Sitoprotektif
Golongan Prokinetik
Psikoterapi dan
Psikofarmaka (obat
anti depresi dan
cemas)

GASTRITIS
Definisi:
Proses inflamasi pada mukosa dan
submukosalambung.

Etiologi:
Infeksi Helicobacter pylori
Infeksi beberaapa jenis virus, seperti enteric
rotavirus dan calcivirus
Infeksi jamur (pada penderita
imunocompromized); seperti Candida sp,
Histoplasma capsulatum, Mukonaceae.
Obat inflamasi non-steroid

PENATALAKSANAAN GASTRITIS
Non farmakologi :
Diet :
Pemberian makanan yang konsistensinya
biasa, mudah dicerna dan sedikit-sedikit tapi
sering
Makan tepat waktu, jangan telat makan
Hindari makanan pedas, asam, dan beralkohol
Hentikan merokok
Hindari factor pencetus psikologis.
Istirahat yang cukup

Farmakologi :
Obat-obat sindrom dyspepsia :
Antasida :
Merupakan obat yang digunakan untuk menetralkan
asam lambung.
Obat ini akan meningkatkan pH lambung, sehingga
aktivitas pepsin akan diturunkan.
Mula kerja, bergantung pd :
Kelarutan obat
Kecepatan netralisir asam
Kecepatan pengosongan lambung masa kerja obat.
Antasid mengandung senyawa oksi-alumunium yang
termasuk basa lemahnya sukar untuk meningkatkan
pH lambung > 4.

Antagonis reseptor H2
Antagonis reseptor H2 bekerja menghambat
sekresi asam lambung.
Menghambat reseptor H2 secara selektif
dan reversibel.
Nama Obat

Dosis

Simetidin
2x800 mg
Ranitidin
4x150 mg
Famotidin
2x20 mg
Nizatidin
2x150 mg

Obat-obatan prokinetik
Karakteristik

Metoklopramid
Antagonis

reseptor

Domperidon

Cisapride

Antagonis

antagonis reseptor 5HT4

dopamin, tidak berperan

reseptor

Mempercepat

dalam penyembuhan lesi

dopamin

pengosongan

Dapat

serta

meningkatkan

tekanan tonus LES

Mekanisme kerja

lambung

meningkatkan

tonus LES serta


mempercepat
pengosongan
lambung
mengantuk, pusing,

Efek samping

agitasi,

tremor,

diskinesia
Dosis

3x10 mg

3x10-20 mg

3x10 mg/hari

Sukralfat (sitoprotektif)
Adalah garam alumunium dan sukrosa oktosulfat
yang dapat meningkatkan PGE2, meningkatkan
sekresi mucus dan bikarbonat sehingga dapat
meningkatkan daya protektif mukosa
Dosis : 4x1 gram

Penghambat pompa proton (proton


pump inhibitor)
Mekanisme kerja dengan menghambat secara
ireversibel pompa proton (H+/K+ ATPase) di sel
parietal lambung tagap akhir pembentukan
asam lambung
Pengobatan diberikan selama 6-8 minggu (terapi
inisial), dosis pemeliharaan (maintenance
therapy) selama 4 bulan

Nama Obat

Dosis

Omeprazole

2x20 mg

Lansoprazole

2x30 mg

Pantoprazole

2x40 mg

Esomeprazole

2x40 mg

TERIMA KASIH

Diagnosis H pylori
Pemeriksaan NonInvasif
Breath Urea Test (UBT)
melihat aktivitas
urease
H pylori, dpt digunakan
sbg alat diagnostik
Serologi IgG H pylori
Stool Antigen Test
u/ melihat ada tidaknya
infeksi H pylori pd tinja
menggunakan antibodi
monoklonal atau
poliklonal

Pemeriksaan Invasif
Rapid Urea Test
u/ menemukan adanya
urease bakteri
Pemeriksaan Histologi
Kultur
u/ menemukan H pylori dan
mengetahui keresistensian
terhadap antibitoik

Beberapa tempat di ambilnya


jaringan biospi :
a. 2 dari bagian antrum
b. 2 dari korpus
c. 1 dari incisura angularis

Pengobatan H pylori
Lini pertama :
PPI + Amosksisilin + Klaritromisin
Dosis PPI : Omeprazole 2x20 mg/hari
Dosis Amoksisilin : 2x1 gr/hari
Dosis Klaritromisin : 2x500 mg/hari
Digunakan selama 7-14 hari

Lini Kedua :
Quadruple therapy
PPI + Bismuth subsalisilat +
Metrpnidazole + Tetrasiklin
Dosis Omeprazole : 2x20 mg/hari
Bismuth subsalisilat : 4x525 mg/hari
Metronidazol : 4x250 mg/hari
Tetrasiklin : 4x500 mg/hari
Diberikan selama 10-14 hari

Lini Ketiga
Levofloksasin + Amoksisilin + PPI
Dosis Levofloksasin : 2x500 mg/hari
Dosis Amoksisilin : 2x1 gr/hari
Dosis Omeprazole : 2x20 mg/hari
Diberikan selama 10 hari
Konfirmasi keberhasilan pengobatan :
- Urea Breath Test (UBT) atau Stool Antigen Test (SAT)
setelah 4 minggu penghentian obat
- Endoskopi ulang
- Jika eradikasi I gagal dilakukan pengulangan dengan
antibiotik yang berbeda