Anda di halaman 1dari 24

KEKUATAN JANGKA

PANJANG PADA MASSA


BATUAN
KRISTIAN ZAHLI
212150016
GEOMEKANIKA 2

Definisi
Kekuatan jangka panjang adalah
perwujudan dari sifat kekuatan
batuan bergantung waktu yang
dapat ditunjukkan pada fenomena
rayapan (creep).

kekuatan jangka panjang (time


dependent
strength), sebagai ketahanan
maksimum yang dapat ditahan oleh
batuan tanpa menyebabkan failure
selama waktu tertentu (Vutukuri,
1978).
Penentuan kekuatan jangka panjang
yang paling sering dilakukan adalah
dengan uji rayapan di laboratorium
menggunakan intact rock (metode
tidak langsung).

Rayapan (creep) didefinisikan


sebagai regangan atau deformasi
bergantung terhadap waktu yang
terjadi
sebagai
akibat
adanya
tegangan aksial yang konstan. Pada
batuan,
rayapan
dapat
dilihat
sebagai fenomena proses terjadinya
dan penambahan regangan sebagai
akibat adanya pembebanan konstan
secara terus menerus selama suatu
kurun waktu tertentu. (ASTM, D
4406-84)

Tegangan yang diberikan pada


conto batuan dalam uji rayapan
biasanya lebih kecil daripada
tegangan yang dikenakan pada uji
UCS.
Pemberian beban konstan pada
pengujian creep adalah sekitar
40%c 90%c. Variasi beban
konstan diberikan secara konstan
sampai sampel mengalami
keruntuhan.

Uji Rayapan Metode Langsung


Beban Konstan, memberi beban konstan yang
berbeda-beda pada beberapa sampel dan nilai
beban konstan tertinggi hingga waktu yang
ditentukan tidak terjadi runtuhan diambil sampai
kekuatan jangka panjang (Lama & Vutukuri,
1978)
Beban Konstan Multitahap, hanya
memerlukan satu sampel dan dibebani secara
bertahap dari 0,5c 0,9c. Jika tidak terjadi
deformasi yg signifikan (relatif konstan) pada
setiap tahap, beban dinaikkan satu tahap, begitu
seterusnya sampai sampel mengalami runtuhan.

Metode Rayapan Primer,


mengasumsikan bahwa kuat tekan jangka
panjang dinyatakan dengan tingkat
tegangan dimana hanya terjadi rayapan
primer dan laju rayapan sekunder adalah
nol. Metode ini didapatkan dari hasil
pengujian rayapan tekan uniaksial namun
ketelitiannya tergantung pada sensitifitas
peralatan pengukur regangan dan
membutuhkan waktu. Hal ini diperlukan
karena sangat sulit menentukan secara
tepat titik yang mewakili laju rayapan
sekunder adalah nol.

Uji Rayapan Metode Tidak Langsung

Metode Dilatansi, metode ini


didapatkan dari pengujian UCS. Kuat
tekan jangka panjang atau tingkat
rekahan merayap (creep fracture
level) adalah tegangan saat mulai
terjadi permbatan rekahan tidak
stabil, yang dicirikan dengan mulai
meningkatnya regangan volume
pada kurva tegangan-regangan dan
berlanjut hingga mengalami
penurunan. Regangan volumetik

Metode Log Tegangan-Log Regangan,


dari prinsip dilatansi, dibuat kurva hubungan
antara log tegangan-log regangan aksial dan
didapatkan
tiga
garis
lurus
dengan
kemiringan
yang
berbeda
sehingga
didapatkan dua titik pertemuan. Pertama
pada posisi 15% - 25 % kuat tekan
merepresntasikan penutupan rekahan dan
kedua pada posisi 70% - 90% kuat tekan
merepresentasikan
kuat
tekan
jangka
panjang (Singh, 1977). Titik pertemuan
kedua ini merepresentasikan saat mulai
terjadi peningkatan deformasi secara cepat
(perambatan rekahan tidak stabil).

Metode Laju Pembebanan, Didapatkan dari


hasil pengujian kuat tekan uniaksial dengan laju
pembebanan konstan serta deformasi aksial
dan lateral selama pembebanan dicatat secara
kontinu dan simultan. Kurva linier yang
ditunjukkan dalam kurva tegangan dan
deformasi aksial merepresentasikan deformasi
elastik. Tahap berikutnya adalah kurva mulai
mengalami
deviasi
dari
linier
yang
direpresentasikan dengan menurunnya laju
pembebanan. Bahwa pada suatu titik dalam
kurva beban waktu yang mengindikasikan
pengurangan laju pembebanan ini dianggap
merepresentasikan kuat tekan jangka panjang
(Singh, 1977), karena pada saat tersebut mulai
terjadi pembentukan rekahan mikro.

Faktor-faktor yang mempengaruhi


rayapan
Jenis Beban, UCS dan Kuat Tarik
Tingkat Tegangan, dipengaruhi
besar kecilnya tegangan awal yang
diberikan.
Kandungan Air dan Kelembaban
Faktor Struktur, contoh ukuran
butir.
Temperatur

Dalam mencirikan perilaku bergantung waktu dari


batuan umumnya dilakukan dengan dua macam
cari yaitu menggunakan :
1 . Persamaan Empiris
Percobaan rayapan dengan menggunakan beban
konstan :
= + (t)+ At + tersier(t)
Rumus empiris telah berkembang terutama untuk
menyatakan kondisi rayapan primer dan sekunder,
sedangkan rayapan tersier tidak. Untuk kepentingan
praktek yang diambil umumnya sampai pada tahap
sekunder karena berhubungan dengan kekuatan
jangka panjang.

2. Model Reologi
Reologi adalah ilmu yang membahas
fenomena aliran atau deformasi dari suatu
zat, yang merupakan studi mengenai
perilaku rayapan atau regangan sebagai
fungsi waktu dalam padatan dan cairan.
Batuan secara umum dianggap sebagai
material elastik dan kebanyakan masalah di
dalam mekanika batuan didekati dari teori
elastisitas, akan tetapi perlu diperhatikan
bahwa secara umum pada semua material
padat seperti batuan mempunyai sifat
reologi umum yaitu elastis, plastis, dan
viskos.

KEKUATAN JANGKA PANJANG

Kekuatan batuan berdasar kurva kekuatan jangka


panjang

Kekuatan seketika (0), kekuatan


maksimum yang dapat ditahan oleh
material dalam waktu singkat (t0), dikenal
dengan UCS (c)
Kekuatan jangka panjang (t), tegangan
yang menimbulkan runtuhan material dalam
kurun waktu tertentu.
Kekuatan jangka panjang ultimate (),
tegangan yang tidak menimbulkan runtuhan
dalam waktu yg lama (t= ). Tegangan ini
dicapai pada kondisi dimana laju regangan
() sama dengan nol (0).

TERIMA KASIH