Anda di halaman 1dari 6

Hadits

Dicky Dectaviansyah
Pengertian Hadits

 Hadits adalah segala pekataan (sabda), perbuatan dan ketetapan dan


persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan
ataupun hukum dalam agama Islam. Hadits dijadikan sumber hukum
dalam agama Islam selain Al-Qur'an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam hal
ini, kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-
Qur'an.
 Menurut bahasa, hadits berarti ucapan atau perkataan. Adapun
menurut istilah, hadits adalah ucapan, perbuatan, atau takrir
Rasulullah saw. yang diikiuti oleh umatnya dalam menjalani kehidupan.
Kedudukan Hadits

Sebagai sumber hukum Islam, kedudukan hadits setingkat di bawah al-Qur’an. Allah
berfirman dalam surah al-Hasyr [59] ayat 7 sebagai berikut.

‫وه َو َما ن َ َهاك ُْم َعن ْ ُه َفانْتَ ُهوا‬


ُ ‫خ ُذ‬
ُ ‫ول َف‬ َّ ‫َو َما آَتَاك ُُم‬
ُ ‫الر ُس‬
“…Apa Yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan
apa yang dilarangnya bagi kamu maka tinggalkanlah…”
Selain itu, hadits yang diriwayatkan Imam Malik dan Hakim menyebutkan bahwa
Rasulallah meninggalkan dua hal yang jika berpegang teguh kepada keduanya nanusia
tidak akan tersesat Dua hal tersebut, yaitu al-Qur’an dan Sunah Rasulullah saw. atau
Hadits.
Hadits merupakan sumber hukum Islam kedua setelah al-Qur’an. Dalam perkembangan
dunia yang serba global ini, berbagai ketidakpastian selalu menerpa kehidupan umat
manusia sehingga banyak orang yang bingung dan menemui kesesatan. Rasulullah sudah
mengantisipasinya dengan menurunkan atau mewasiatkan dua pusaka istimewa, yaitu
Kitabullah (al-Qur’an) dan Sunah (Hadits). Barangsiapa yang memegang kedua pusaka
tersebut, dia akan selamat di dunia dan di akhirat. Manusia yang berpedoman kepada
hadits akan selamat, maksudnya, ia senantiasa menjalankan kehidupan ini sesuai dengan
hadits Rasulullah saw.
Fungsi Hadits Terhadap Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan kitab suci terakhir yang diturunkan Allah. Kitab Al-Qur’an adalah
sebagai penyempurna dari kita-kitab Allah yang pernah diturunkan sebelumnya.
Dalam menjelaskan ajaran yang ditrunkan Allah melalui al-Qur’an kepada umat manusia.
Sunah Rasulullah tersebut adakalanya mendukung atau menguatkan hukum yang ada
dalam al-Qur’anm adakalnya juga menjelaskan hukum yang ada dalam al-Qur’an.
Fungsi Hadits terhadap al-Qur’an meliputi tiga fungsi pokok, yaitu :

1. Menguatkan dan menegaskan hukum yang terdapat dalam al-Qur’an.


2. Menguraikan dan merincikan yang global (mujmal), mengkaitkan yang mutlak dan
mentakhsiskan yang umum(‘am), Tafsil, Takyid, dan Takhsis berfungsi menjelaskan
apa yang dikehendaki al-Qur’an. Rasulullah mempunyai tugas menjelaskan al-Qur’an
sebagaimana firman Allah swt. dalam QS. An-Nahl ayat 44: “Dan Kami
turunkan kepadamu al-Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang
telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan”.
3. Menetapkan dan mengadakan hukum yang tidak disebutkan dalam al-Qur’an. Hukum
yang terjadi adalah merupakan produk Hadits/Sunnah yang tidak ditunjukan oleh al-
Qur’an. Contohnya seperti larangan memadu perempuan dengan bibinya dari pihak
ibu, haram memakan burung yang berkuku tajam, haram memakai cincin emas dan
kain sutra bagi laki-laki.
Macam-Macam Hadits

1. Hadits Mutawatir Hadits


mutawatir adalah hadits yang diriwayatkan oleh banyak sahabat,
kemudian diteruskan oleh generasi berikutnya yang pada setiap
generasi tidak memungkinkan mereka sepakat untuk berdusta
disebabkan banyaknya orang yang meriwayatkannya.
2. Hadits Masyhur Hadits masyhur
adalah hadits yang diriwayatkan oleh dua orang sahabat atau lebih
yang tidak mencapai derajat mutawatir, tetapi setelah itu tersebar dan
diriwayatkan oleh sekian banyak tabi’in yang mencapai derajat
mutawatir sehingga tidak memungkinkan jumlah tersebut akan
sepakat berbohong.
3. Hadits Ahad Hadits ahad adalah
hadits yang diriwayatkan oleh satu dua orang sehingga tidak mencapai
derajat mutawatir.
Hadits dari Segi Perawinya

a. Hadits Shahih Hadits shahih adalah hadits


yang diriwayatkan oleh perawi yang adil, kuat hafalannya, tajam
penelitiannya, sanad yang bersambung, tidak cacat, dan tidak
bertentangan dengan riwayat orang yang lebih terpercaya.
b. Hadits Hasan Hadits hasan adalah
hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang adil, tetapi kurang kuat
ingatannyam sanadnya bersambung, tidak cacat, dan tidak
bertentangan.
c. Hadits Dhaif Hadits dhaif adalah
hadits yang tidak memenuhi syarat-syarat yang dipenuhi hadits shahih
atau hasan.
d. Hadits Maudhu Hadits maudhu adalah
hadits palsu yang dibuat orang atau dikatakan orang sebagai hadits,
padahal bukan hadits.