Anda di halaman 1dari 20

Kekerasan fisik

(penganiayaan)
Dr Ida Bagus Putu Alit,SpF, DFM

Aspek legal :
penganiayaan
WHO :
penderitaan fisik atau mental
Sengaja, sistematik atau sewenang-wenang
Sendiri atau perintah kekuasaan
KUHP :
dengan sengaja melukai atau menimbulkan rasa nyeri

pada seseorang

Delik Material
Akibat sebagai pertanggung jawaban (fisik dan
mental)
Memerlukan pemeriksaan lengkap dan adequat

Aspek Hukum
Lex generalis (KUHP)
Penganianyaan
Ringan (pasal 352 ayat(1))
Penganiayaan (pasal 351 ayat (1) )
Berat ( pasal 351 ayat (3) )

Lex spesialis (UU PKDRT & UU Perlindungan

Anak)
Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( fisik)
Kekerasan anak (fisik)

Akibat penganiayaan
KEMATIAN
Homicide
Manslaughter

LUKA
Luka ekternal
Keparahan: luka, fraktur, kerusakan organ

dalam
Akibat kekerasan berulang
DEFECT

PENYEMBUHAN

KELAINAN MENTAL

Bukti medis penganiayaan


PERLUKAAN
deformitas

TANDA KERACUNAN
Membuat orang tidak berdaya adalah
penganiayaan (pasal 89 KUHP)
AKIBAT DARI PERLUKAAN (Derajat atau

kualifikasi )
Penyakit

Aspek mediko legal-Luka


Aspek Medis :
Kerusakan pada suatu bagian tubuh yang diakibatkan
kekerasan mekanik,fisika maupun kimiawi
Dua hal penting :
Biomekanika
Respon tubuh terhadap luka

Bukti medis :
Transient
Kontak
Pola
Kondisional :
Kondisi kesehatan dan umur
Lokasi kekerasan
Pengobatan dan tindakan medis atas luka

Traumatologi Forensik
Trauma mekanik
Kekerasan tajam
Luka iris (scissum/sectum)
Luka tusuk (punctum/ictum)
Luka bacok (chop)

Kekerasan tumpul
Luka lecet (abrasio/eksoriasi)
Memar ( contusio/hematom)
Luka robek (laceratio)
Luka tembak (sclopectorum)

Trauma fisik
Suhu
Elektrik
Barotrauma
mikrowave
Trauma kimia
Asam
Basa

Aspek Hukum luka


Delik material
Delik Formal (perbuatan)
Delik material (akibat)
Legal cause : a cause which is sufficient to result a liability
(the person initiating the events deserves to be held
responsible to the consequence)
Konsep Actus Rheus- Mens Rhea
Actus rheus (evil doing)
Mens Rhea (evil mind)

Dolus (intentional) : sengaja


Recklessness : ceroboh
Negligence : kealpaan
Bela diri

BUKTI MEDIS LUKA


BUKTI TRANSIENT
Cepat berubah dokumentasi
Fotografi
Interpretasi mediko legal
BUKTI KONTAK
BUKTI POLA
Pola luka tertentu
Cigarette burn
Immersion Syndrome (punished Child)

BUKTI KONDISIONAL
Dipengaruhi berbagai faktor
Usia korban atau kondisi kesehatan

Penulisan luka sesuai dengan


interpretasi Mediko legal
REGIO ANATOMI
KOORDINAT
SUMBU X, SUMBU Y, SUMBU Z
Manner of injury
Rekonstruksi

JENIS LUKA
UKURAN
GAMBARAN LUKA
Perkiraan senjata penyebab
Umur luka (wound timing)
DI SEKITAR LUKA

Reasoning penulisan luka


Regio dan koordinat
Rekonstruksi
Mode of injuries :
Kecelakaan (accidental)
Bunuh diri (suicide) / self implicted
penganiayaan

Jenis luka : bukti medis


Ukuran
Kehilangan jaringan

Gambaran
Perkiraan kekerasan
Perkiraan senjata penyebab
Perkiraan umur luka (wound timing )
Berulang (abuse)

Derajat atau Kualifikasi


Luka
Luka menimbulkan akibat tergantung

keparahannya
Penyakit dari pandangan hukum : Ziekte
terganggunya keadaan teratur dalam
badan (pengadilan Gerechtshof tahun 1890)
Kelainan fisiologis
Kelainan tingkat seluler
Reaksi sistemik

Derajat atau Kualifikasi


Luka
Medis dibedakan berdasarkan keparahannya

(severity)
Empiris dan obyektif (fakta medis)
Derajat pertama : kualifikasi luka ringan
Derajat kedua
: kualifikasi luka sedang
Derajat ketiga : kualifikasi luka berat

Dasar pertimbangan
Penyakit : gangguan fisiologis organ
Halangan terhadap pekerjaan atau jabatan
Estetika
Paralysis
sifat permanen atau sementara
Fungsi indera
Kehidupan janin intra-uterin
Gangguan mental yang lama
Gangguan mental berulang
Gangguan fungsi reproduksi

Derajat Luka
MEDIS

HUKUM

LUKA PENGANIAYAAN
Ringan
Penganiayaan ringan
pasal 352
Sedang
Penganiayaan
pasal 351(2)
Berat
Penganiayaan Berat
pasal 351 (2)

Aspek Medis
Penganiayaan
Penganiayaan Ringan ( psl 352 KUHP )

* Pidana 4 Bulan.
Penganiayaan ( psl 351 KUHP ayat 2 )
* Pidana 2 Tahun 8 Bulan
Penganiayaan Berat (Psl 351 KUHP ayat 2)
* Pidana 5 Tahun.

Kesalahan Interpretasi Medis menentukan


kualifikasi luka
Kesalahan hakim
menjatuhkan hukuman

Derajat luka berat


Pasal 90 KUHP
1. Mendatangkan bahaya maut
2. Tidak bisa diharapkan sembuh
3. Verlamming
4. Verminking
5. Kehilangan salah satu panca indera
6. Gugur bayi dalam kandungan
7. Gangguan mental lebih dari 4 minggu
UU PKDRT& UU Perlindungan Anak
.Gangguan mental berulang
.Gangguan fungsi reproduksi

ACUAN MEDIS BAKU


Trauma Related Injuries Severity Score

( TRISS )
Pediatric Trauma Score ( PTS )
Mangled Extremities Severity Score ( MESS ).
Katagori Beratnya Luka Bakar menurut American Burn
Association.
Simplified Probability chart Total Body Surface Area
( TBSA )
Lefort
Post Traumatic Stress Disorder ( PTSD )

TRISS score.htm