Anda di halaman 1dari 3

I.

Grafik Percobaan
A, Pengaruh Kadar Air terhadap Kekuatan Tekan

F. Pengaruh Kadar AditifTerhadapKekuatan


Geser

cetak lain, kekuatan juga cukup tinggi dan ketahanan kimia


yang baik.
Distribusi dan ukuran dari pasir secara keseluruhan sangat
menentukan kehalusan pasir cetak. Kedua hal tersebut akan
mempengaruhi sifat permeabilitas, titik lebur, ekspansi panas,
dan kekuatan ikatan dari cetakan. Pasir yang ukuran butirnya
yang besar memiliki permukaan yang kasar, permeabilitas
yang tinggi, dan memiliki titik lebur yang tinggi. Sedangkan
pada pasir dengan ukuran butir yang kecil memiliki
permukaan yang halus, permeabilitas yang rendah, dan titik
lebur yang rendah. Dengan memiliki distribusi pasir yang
baik diharapkan cetakan tersebut memiliki permeabilitas
yang diinginkan, sifat permukaan yang halus serta flowability
yang baik.
Pengujian distribusi besar butir pasir cetak dilakukan untuk
memperoleh Grain Finest Number (GFN). GFN yang
dihasilkan pada pengujian ini adalah 84,378.

B. Pengaruh Kadar bentonit terhadap Kekuatan Tekan

Jika kita bandingkan hasil yang kita dapat dengan literatur,


maka dengan nilai GFN sebesar itu pasir cetak ini dapat
digunakan untuk pengecoran paduan magnesium.
Aplikasi
GFN (AFS)
Grey Cast Iron
60 75
Steel
40 60
Aluminum alloy
130 140
Magnesium
65 80
alloy
Untuk menghasilkancetakan yang ideal, distribusipasir yang
idealadalahsekitar 2/3 total jumlahpasirberadapada 3
nomorayakan yang berurutan. Pada pengujian ini,ukuran
mesh yang berurutan tersebut yaitu mesh 50, 80 dan 100
dimana distribusi yang dihasilkan adalah:

C. Pengaruh Kadar Aditif terhadap Kekuatan Tekan

D. Pengaruh Kadar Air Terhadap Kekuatan


Geser

E.
Pengaruh
BentonitTerhadapKekuatan Geser

Kadar

II.
Analisa Percobaan
Analisa Distribusi Pasir Cetak
Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi distribusi
pasir yang akan digunakan untuk membuat cetakan pasir.
Proses pengujian dilakukan dengan mengambil sampel pasir
seberat500 gram kemudiandiayak selama 15 menit dengan
menggunakan mesin ayakan.Ayakandisusun darimeshterkecil
di bagian paling atas hingga yang mesh terbesar di paling
bawah. Data hasil ayakan berupadistribusi pasir yang paling
kasar berada di ayakan teratas hingga distribusi pasir yang
paling halus berada di ayakan yang paling bawah.Pada
pengujian ini, jenis pasir yang digunakan adalah pasir silika.
Keuntungan dari pasir silika sebagai cetakan pasir adalah
lebih murah dan mudah didapatkan dibandingkan jenis pasir

Sifat Mekanis
Pengaruh Kadar Air tehadap kekuatan tekan
Kekuatan tekan dari cetakan pasir sangat berperan
dalam mengompensasi tekanan yang berasal dari logam
cair dan menjaga bentuk cetakan agar tidak mengalami
perubahan bentuk atau deformasi. Pada pengujian ini,
sampel sebelumnya dipersiapkan dengan alat rammer.
Berdasarkan grafik percobaan yang diperoleh, Nilai
kekuatan tekan yang tertinggi secara berturut-turut dari
kelompok kami adalah dry sand, holding sand dan
green sand. Hal ini dikarenakan kadar air yang
menyelimuti butir pasir sudah berkurang sehingga zat
pengikat dapat mengikat lebih baik. Selain itu, adanya
efek sintering akan meningkatkan densitas dari pasir
sehingga
nilai
porositasnya
menurun
serta
meningkatkan kekuatan tekan. Selain itu, hal ini juga
berkaitan dengan sifat-sifat kering dari pasir cetak, yaitu
pasir yang dikeringkan memiliki permeabilitas dan
kekuatan yang meningkat dibandingkan dalam keadaan
basah.

Gambar III.1 Pengaruh Kadar Air dan Bentonit


terhadap Kekuatan
Pasir Cetak[4].

Namun dengan penambahan air pada dry sand malah akan


menurunkan kekuatan tekan dari pasir cetak. Hal ini tidak
sesuai dengan literatur. Hal ini dapat saja terjadi dengan
memperhitungkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi
yaitu kadar bentonit dan juga kadar aditif pada campuran.
Pengaruh Kadar Bentonit terhadap kekuatan tekan
Terlihat pada grafik bahwa dengan penambahan bentonit
dapat menambah kekuatan tekan dari pasir cetak. Hal ini
karena bentonit adalah binder, yaitu bahan untuk mengikat
partikel-partikel pasir. Selain itu dari grafik kita juga dapat
mengetahui kekuatan tertinggi dimiliki oleh dry sand, diikuti
holding lalu wet. Hal ini Sudah sesuai literatur, karena ketika
dry sand air yang berguna sebagai aktivator binder sudah
bekerja, begitu pula dengan holding air juga sudah mulai
bekerja sebagai aktivator. Dengan begitu kadar air juga
mempengaruhi
seberapa
efektifkah
bentonit
akan
mempengaruhi kekuatan tekan pasir cetak. Namun pada
kadar 7% kekuatan sedikit menurun, hal ini bisa saja
disebabkan oleh variabel lain yaitu pengotor atau pun tingkat
kehomogenan ketika dilakukan pengadukan campuran.
Pengaruh Kadar Aditif terhadap kekuatan Tekan
Bertambahnya mollases diharapkan dapat meningkatkan
collapsability dari pasir cetak sehingga pasir dapat
direklamasi dan digunakan kembali. Bersadarkan grafik yang
didapatkan kekuatan tertinggi berada pada kadar 3% pada
semua jenis pasir. Lalu menurun dengan pertambahan kadar
pada dry dan wet. Sedangkan pada wet turun pada 5% lalu
naik pesat pada 7%. Menurut literatur yang kami temukan,
seharusnya dengan penambahan kadar dari mollases akan
menaikkan kekuatan dari pasir cetak. Penurunan ini mungkin
terjadi dikarenakan komposisi campuran yang diberikan
kurang sesuai dengan jumlah aditif yang seharusnya
ditambahkan. Kemungkinan lainnya adalah terdapat
kesalahan ketika melakukan proses perhitungan kekuatan
tekan ini.
Pengaruh Kadar Air Terhadap Kekuatan Geser
Kekuatan geser pada percobaan ini menggunakan alat
penguji yang bernama universal sand testing machine yang
diganti modenya menjadi mode kekuatan geser dengan
mengganti bentuk alat penekannya . Sebelum dicetak pasir
ditumbuk menggunakan ramming machine yang berguna
untuk memadatkan pasir. Lalu mesin bekerja menabrak pasir
hingga retak.
Untuk kekuatan geser, teorinya adalah semakin ada
penambahan air maka kekuatan geser dari pasir akan semakin
menambah hingga pada titik tertentu pasir menjadi lembab
dan akan menjadi lunak kembali. Namun pada percobaan
didapatkan bahwa pada wet didapatkan angka terkecil yaitu 0
ini mungkin disebabkan pada saat kadar air 5 sample
memiliki bentonit yang kurang karena yang mempengaruhi

faktor geser bukan hanya air saja , pada holding diapatkan


tren datar lalu menurun ini sudah sesuai karena pada saat
kadar air lebih dari 5 seharusnya pasir sudah melembab dan
kekuatannya berkurang , sedangkan untuk dry didapatkan
bahwa kadar air 3 memiliki kekuatan geser yang paling tinggi
ini mungkin disebabkan adanya keunggulan variabel lain
misalkan kadar bentonit lebih besar dibandingkan kelompok
yang lain. Dry memiliki kekuatan yang paling rendah
dikarenakan pada saat dry air sudah menguap jadi hampir
tidak ada yang mengikat lagi.
1.1. Pengaruh Kadar Bentonit Terhadap Kekuatan
Geser
Berdasarkan grafik yang praktikan dapatkan, bila
dibandingkan dari wet , dry dan holding yang memiliki
kekuatan geser paling tinggi adalah pada saat dry ini
disebabkan karena bila di dry ,bentonit akan mengeras dan
akan menguatkan ikatan antar pasir yang kedua adalah
holding karena sebagian bentonit sudah mulai mengeras dan
bila wet paling kecil karena bentonit belum mengikat
sempurna adapun peningkatan pada saat kadar bentonit 5
mungkin dikarenakan pengadukan dan kadar air lebih
sempurna dibandingkan kelompok lain .
Bila dibandingkan melalui kadarnya seharusnya seiring
pertambahan bentonit semakin tinggi juga kekuatan gesernya
namun penurunan terjadi karena adanya perbedaan variabel
lain danvariabel kecepatan pengadukan yang berbeda.
1.2. Pengaruh Kadar Aditif Terhadap Kekuatan
Geser
Dapat diketahui bahwa aditif yang diggunakan pada
percobaan ini adalah molasses yaitu gula tetes yang pada
fungsi utamanya adalah dengan meningkatkan collapsibility
yaitu kemampuan sebuah kemampuan mudah tidaknya pasir
untuk dilepaskan setelah pengecoran . Aditif yang
ditambahkan disini adalah molasses yang untuk
mengimprove kemampuan collapsibility juga teorinya
kekerasan dan juga meningkatkan flowability.
Dapat dibandingkan dalam wet dry dan holding yang
memiliki kekuatan paling tinggi adalah yang dry yang sudah
dapat dijelaskan sebelumnya bahwa ini adalah pengaruh
bentonit yang sudah mengeras sedangkan untuk holding yang
kadar aditifnya berkisar 7 mungkin terjadi kecacatan pada
saat didiamkan mungkin karena faktor lingkungan dan
sebgainya hingga kekuatan menurun jauh.
Dan bila dibandingkan bahwa kadar aditif yang semakin
tinggi akan memperkuat pasir dan ini sudah sesuai dengan
teori bahwa molasses memang meningkatkan kekrasan dan
kekuatan.

Peringatan :
Tanggal

Nama

:Mustafa mursyid

Skala

: 1:1

NPM

: 1306392512

Kelompok

Praktikum Cor

LABOLATORIUM METALURGI PROSES

LAPORAN AWAL PRAKTIKUM