Anda di halaman 1dari 3

Komplikasi Miopia adalah :

1. Ablasio retina
Resiko untuk terjadinya ablasio retina pada 0 sampai (- 4,75) D sekitar
1/6662.Sedangkan pada (- 5) sampai (-9,75) D risiko meningkat menjadi 1/1335.Lebih dari (10) D risiko ini menjadi 1/148. Dengan kata lain penambahan faktor risiko pada miopia lebih
rendah tiga kali sedangkan miopia tinggi meningkat menjadi 300 kali (Sidarta, 2003).
2. Vitreal Liquefaction dan Detachment
Badan vitreus yang berada di antara lensa dan retina mengandung 98% air dan 2%
serat kolagen yang seiring pertumbuhan usia akan mencair secara perlahan-lahan, namun
proses ini akan meningkat pada penderita miopia tinggi. Hal ini berhubungan dengan
hilangnya struktur normal kolagen. Pada tahap awal, penderita akan melihat bayanganbayangan kecil (floaters). Pada keadaan lanjut, dapat terjadi kolaps badan viterus sehingga
kehilangan kontak dengan retina. Keadaan ini nantinya akan menimbulkan risiko untuk
terlepasnya retina dan menyebabkan kerusakan retina.Vitreus detachment pada miopia tinggi
terjadi karena luasnya volume yang harus diisi akibat memanjangnya bola mata
(Sidarta,2003).
3. Miopik makulopati
Dapat terjadi penipisan koroid dan retina serta hilangnya pembuluh darah kapiler pada
mata yang berakibat atrofi sel-sel retina sehingga lapangan pandang berkurang. Dapat juga
terjadi perdarahan retina dan koroid yang bisa menyebabkan berkurangnya lapangan
pandang. Miopi vaskular koroid atau degenerasi makular miopia juga merupakan
konsekuensi dari degenerasi makular normal dan ini disebabkan oleh pembuluh darah yang
abnormal yang tumbuh di
bawah sentral retina (Sidarta, 2003).
4. Glaukoma
Risiko terjadinya glaukoma pada mata normal adalah 1,2%, pada miopia sedang4,2%,
dan pada miopia tinggi 4,4%. Glaukoma pada miopia terjadi dikarenakan stres akomodasi
dan konvergensi serta kelainan struktur jaringan ikat penyambung pada trabekula (Sidarta,
2003).
5. Katarak
Lensa pada miopia kehilangan transparansi. Dilaporkan bahwa pada orang dengan
miopia, onset katarak muncul lebih cepat (Sidarta, 2003).
Refrensi :
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31809/4/Chapter%20II.pdf

Prognosis
Prognosis miopia sederhana adalah sangat baik. Pasien miopia sederhana yang telah
dikoreksi miopianya selalunya dapat melihat objek jauh dengan lebih baik. Prognosis bagi
pasien miopia, astimatigma, anisometropia, dan akomodasi pasien serta fungsi vergence
(gerakan satu mata dalam kaitannya dengan mata yang lain) berdasarkan derajat
keparahannya, mungkin atau mungkin tidak melihat dengan lebih baik apabila melihat benda
dekat selepas koreksi dilakukan koreksi.
Setiap tahun sekali, anak-anak dengan miopia sederhana harus diperiksa. Namun,
tindak lanjut yangmungkin sesuai untuk anak-anak yang mengalami perkembangan miopia
tingkat tinggi secara luar biasa adalah setiap 6 bulan. Setidaknya pemeriksaan harus
dilakukan setiap 2 tahun bagi orang dewasa dengan miopia sederhana. Bagi pasien yang
memakai lensa kontak, agar evaluasi lensa cocok dan fisiologi kornea dapat dilakukan,
umumnya mereka lebih sering memerlukan tindak lanjut. Pasien miopia sederhana dari
tingkat rendah yang dijangkakan miopianya akan meningkat (misalnya, anak muda miopia
dengan -0,50 -0,75 D), pada interval sekitar 6 bulan tindak lanjut dapat dijadwalkan apabila
pasien tidak diberikan resep.
Untuk menentukan apakah koreksi telah menghilangkan gejala penglihatan lemah
dalam kondisi gelap dan/ atau kesulitan mengemudi di malam hari, setelah menerima koreksi
untuk melihat jelas pada malam hari, pasien dengan miopia malam harus dievaluasi 3-4
minggu. Kemudian pasien harus diperiksa setiap tahun setelah gejala miopia mereda.
Prognosis miopia pada malam hari adalah baik selepas dikoreksi.
Pseudomiopia biasanya dapat diobati dengan sukses, namun pasien mungkin
memerlukan beberapa minggu untuk sembuh karena perjalanan pengobatan mungkin lambat.
Sebelum komodatif berlebihan dan gejala dieliminasi, tindak lanjut harus dilakuka n pada
interval yang sering (misalnya, setiap 1-4 minggu). Pemeriksaan harus dilakukan secara
tahunan setelah ako modasi telah membaik (relax).
Pada pasien miopia degeneratif, prognosisnya bervariasi dengan perubahan yang
terjadi pada retina dan mata. Tergantung kepada sifat dan keparahan perubahan retina dan
mata, pemeriksaan harus dilakukan setiap tahun atau lebih sering. Aspek penting dalam
tindak lanjut adalah seperti pemeriksaan retina secara regular, bidang pengujian visual, dan
pengukuran tekanan intraokular. Dalam kasus miopia yang didapat, prognosisnya baik dan
kekerapan tindak lanjut yang direkomendasikan tergantung pada kondisi atau agen
penyebabnya.
Refrensi :
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23267/4/Chapter%20II.pdf

Diagnosis Banding
Dalam menegakkan diagnosis miopia, terdapat beberapa penyakit yang mempunyai
gejala dan tanda mirip seperti pada miopia. Maka, seseorang dokter harus berhati-hati dalam
menegakkan diagnosis karena jika diagnosisnya tidak benar, maka pengobatan yang
diberikan terhadap pasien tidak tepat dan seterusnya dapat merugikan pasien. Antara
penyakit-penyakit yang mirip dengan miopia seperti diplopia, astigmatisme, dan degenerasi
makula (macular degeneration).
Refrensi :
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23267/4/Chapter%20II.pdf

Anda mungkin juga menyukai