Anda di halaman 1dari 8

1

PENDAHULUAN

Latar belakang
Maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah ITS merupakan hal yang
harus mendapatkan perhatian dan harus segera di cari solusinya. Tercatat pada tahun 2012
saja terdapat 40 kasus kehilangan kendaraan bermotor di kawasan kampus ITS. Meskipun
tiap tahunnya jumlah kejadian curanmor semakin menurun tetapi tetap saja hal ini harus
menjadi perhatian, hal ini dikarenakan pada tahun lalu (2015) jumlah kasus kehilangan
kendaraan bermotor di wilayah ITS masih mencapai angka belasan.
Disatu sisi, selain kurangnya tingkat keamanan tempat parkir di wilayah ITS, juga
motode dan cara-cara yang dipakai oleh para pelaku pencuri semakin berkembang, baru-baru
ini diketahui bahwa metode yang dipakai para pelaku yaitu dengan mengganti plat nomor
kendaraan yang mereka incar dengan plat nomor yang sudah mereka siapkan.
Survey kali ini ditujukan untuk mengetahui apa penyebab seringnya terjadi kasus
kehilangan kendaraan bermotor di wilayah kampus ITS meliputi kebiasaan mahasiswa saat
parkir dan tata cara keluar parkiran bagi para pengendara. Sehingga dapat dicari solusi untuk
mengurangi angka kehilangan kendaraan bermotor tersebut.

Tujuan
Tujuan dari karya tulis ini adalah :
a. Untuk mengetahui penyebab utama terjadinya kasus kehilangan kendaraan bermotor
di wilayah ITS.
b. Untuk mengetahui tingkat keamanan parkiran di wilayah ITS.
c. Untuk meningkatkan keamanan tempat parkir di lingkungan ITS.
d. Untuk menurunkan angka kehilangan kendaraan bermotor di lingkungan ITS.
Manfaat
Manfaat dari karya tulis ini adalah :
a. Memberi rasa aman dan nyaman bagi para pengguna parkir di lingkungan ITS.
b. Memberi peluang bagi para mahasiswa khususnya dalam bidang IT karena solusi
yang ditawarkan sangat erat kaitannya dengan dunia IT.

GAGASAN

Kondisi kekinian
Kondisi tempat parkir di beberapa tempat di kampus ITS:
a. Kondisi parkiran Arsitektur
Tempat parkir yang berada di lingkungan jurusan Arsitektur ini memiliki tempat yang
cukup luas, namun sangat disayangkan masih banyak para mahasiswa yang memarkir
kendaraan mereka diluar tempat parkir yang telah disediakan. Hal ini pasti akan
membuka peluang bagi para pelaku curanmor untuk melakukan aksinya dikarenakan
kendaraan yang diparkir di luar tempat parkir berada diluar pengawasan petugas.
Akan tetapi kendaraan yang diparkir didalam juga dalam kondisi yang kurang aman,
hal ini dikarenakan kendaraan yang keluar tidak diminta untuk menunjukkan STNK
olaeh petugas parkir yang berjaga.
b. Kondisi parkiran Statistika
Parkiran Statistika merupakan tempat parkir yang cukup untuk menampung banyak
kendaraan dikarenakan bangunannya yang bertingkat, tetapi kapasitas tempat tersebut
tidak diimbangi keamanan yang memadai. Kendaraan bebas keluar masuk tanpa
menunjukkan STNK, ditambah lagi pada pintu keluar parkir tidak ada petugas yang
berjaga. Kondisi seperti ini pasti menjadi peluang yang sangat bagus bagi para
pencuri kendaraan bermotor.
c. Kondisi parkiran Teknik Fisika
Sebuah tempat parkir yang cukup padat setiap hari. Tidak hanya mahasiswa dari
jurusan Teknik Fisika saja tetapi banyak mahasiswa dari jurusan lain yang sering
menggunakan tempat parkir ini. Hal yang cukup menghawatirkan adalah petugas
parkir sering kali membiarkan kendaraan keluar tanpa menunjukkan STNK dan
terkadang petugas penjaga tidak berada pada pos penjagaan.
d. Kondisi parkiran FTIf
Kondisi di tempat parkir FTIf tidak jauh berbeda, sebenarnya lingkungan parkir
disana cukup aman dan kondusif, tetapi petugas penjaga juga tidak meminta STNK
kepada pengendara yang kkeluar dari area parkir.

(ii)

(i)

(iii)

(iv)

Gambar 1. Kondisi kerawanan parkiran ITS : (i) Kondisi parkiran di lingkungan Arsitektur. (ii)
Kondisi parkiran di lingkungan Statistika. (iii) Kondisi parkiran di lingkungan Teknik Fisika.
(iv) Kondisi parkiran di lingkungan FTIf.

Tabel 1. Hasil survey dengan kuisioner dari 10 orang responden


NO.

Pertanyaan yang diajukan

1.

Pernahkah anda kehilangan kendaraan


bermotor di lingkungan ITS?
Apakah menurut anda lingkungan parkir
ITS sudah aman?
Apakah petugas parkir selalu meminta anda
menunjukkan STNK saat keluar parkiran?
Menurut anda, masih mungkinkah terjadi
kasus curanmor jika petugas parkir selalu
meminta STNK saat keluar parkiran?

2.
3.
4.

Tanggapan
positif (Ya)

Tanggapan
negatif (Tidak)

10

5.

Apakah di jurusan/fakultas anda sudah


menerapkan solusi untuk mengurangi
jumlah kehilangan kendaraan bermotor?

12

Grafik Hasil Survey

10
8
6

YA

TIDAK

2
0
Keamanan Menunjukkan Kehilangan
STNK

Gambar 2. Grafik hasil survey kuisioner kepada 10


orang mahasiswa

Solusi yang Pernah Ditawarkan


a. Luar kampus
Untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan para pengguna parkir, banyak cara
dan metode yang telah di terapkan di tempat-tempat umum : pasar, mall dll. Salah
satu cara untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan sekaligus mencegah
hilangnya kendaraan bermotor yaitu dengan menggunakan karcis parkir, dimana
biasanya petugas parkir akan menuliskan nomor polisi suatu kendaraan pada secarik
kertas kemudian memberikan kertas tadi pada pengendara motor yang bersangkutan.
Akan tetapi metode ini kurang efektif sehingga masih banyak dijumpai kasus
kehilangan kendaraan bermotor di tempat-tempat parkir umum.
Hal ini bisa dikarenakan semakin berkembangnya cara-cara yang digunakan oleh para
pencuri motor untuk melakukan aksinya, salah satunya adalah dengan cara mengganti
plat nomor kendaraan yang mereka incar dengan plat nomor yang sudah mereka
siapkan.
b. Kampus ITS
Beberapa tempat parkir di lingkungan ITS telah menerapkan solusi untuk mengurangi
angka kehilangan kendaraan bermotor, salah satunya adalah parkiran FTK. Pihak
FTK sendiri telah menerapkan kebijakan penggunaan stiker FTK kepada seluruh
kendaraan bermotor yang keluar masuk area parkir. Cara ini bertujuan untuk memberi
identitas kepada kendaraan bermotor yang keluar masuk area parkir, dengan demikian
kendaraan akan mudah di deteksi jika terjadi kasus curanmor.

Akan tetapi cara ini masih kurang efisien, hal ini dikarenakan pengendara yang keluar
masih harus menunjukkan STNK kepada petugas parkir, sehingga terkesan bahwa
stiker parkir yang di tempel di tiap kendaraan tidak ada gunanya.

Gagasan Baru yang Ditawarkan


Gagasan yang saya tawarkan untuk mengurangi angka kehilangan kendaraan
bermotor di lingkungan ITS adalah KTM yang terintegrasi dengan pintu parkir
otomatis. Dimana pada tiap area parkir ITS terdapat pintu masuk dan pintu keluar
yang terpisah, sehingga tidak terjadi antrian kendaraan yang keluar dan masuk area
parkir.
a. Komponen yang diperlukan
Untuk menciptakan sistem ini diperlukan beberapa komponen utama yaitu:
KTM (Kartu Tanda Mahasiswa)
KTM ini selain berfungsi sebagai identitas mahasiswa, juga dilengkapi
sistem yang bisa terbaca oleh komputer sehingga bisa digunakan sebagai
alat untuk membuka pintu parkiran.
Palang pintu otomatis
Pintu ini memiliki sistem komputer dimana bisa terbuka secara otomatis
jika pengguna memasukkan KTM miliknya (sistemnya mirip mesin
ATM). Selain itu komputer juga akan mencatat identitas mahasiswa yang
keluar dari area parkir tersebut.
b. Cara kerja
Cara kerja dari sistem baru ini adalah sebagai berikut.
1) Mahasiswa masuk area parkir kemudian memasukkan KTM miliknya ke
mesin yang dilengkapi sensor.
2) Mesin akan mendeteksi identitas pada kartu tersebut dan mencatatnya
secara on time, meliputi identitas pemilik kartu dan jam masuk area parkir.
3) Pintu akan tertutup secara otomatis saat KTM diambil.
4) Prosedur serupa dilakukan saat keluar area parkir.

Tinjauan gagasan berdasarkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan.


a. Aspek Ekonomi
Penggunaan sistem KTM yang terintegrasi dengan pintu parkir otomatis ini tentu
memiliki dampak jika ditinjau dari segi ekonomi.
Dampak positifnya antara lain:
Sistem parkir ini bisa menjadi investasi jangka panjang bagi pihak ITS, karena
sistem ini bisa digunakan hingga puluhan tahun mendatang.

Sedangkan dampak negatifnya antara lain:


Membutuhkan biaya yang cukup mahal, hal tersebut belum termasuk biaya
perawatan yang akan di keluarkan oleh pihak ITS.
b. Aspek Sosial
Dampak positif terhadap aspek sosial antara lain:
Mahasiswa akan merasa aman dan nyaman jika sistem parkir ini diterapkan.
Mereka bisa dengan tenang berlama-lama di kampus tanpa takut kehilangan
kendaraan mereka.
Kehidupan mahasiswa yang semakin menuntut kepraktisan akan suatu hal
merupakan keunggulan dari sistem ini. Dengan demikian mereka bisa keluar
masuk dengan cepat.
Sementara dampak negatifnya antara lain:
Dengan adanya sistem parkir otomatis ini, penggunaan tenaga kerja sebagai
petugas penjaga akan berkurang, sehingga mempersempit lapangan kerja.
c. Aspek Lingkungan
Dampak positif yang ditimbulkan oleh sistem ini antara lain:
Ramah lingkungan. Dengan menggunakan sistem terkomputasi, tentu tidak akan
ada penggunaan karcis parkir dll. Sehingga tidak akan menimbulkan sampah.
Sedangkan dampak negatifnya antara lain:
Dalam jangka panjang, saat dilakukan penggantian komponen dari sistem parkir ini
(contoh: mesin, palang pintu) akan menimbulkan sampah yang sulit terurai. Akan
tetapi dampak ini akan terjadi setelah puluhan tahun.
Berdasarkan tinjauan dari ketiga aspek diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem ini layak
untuk diterapkan di ITS. Hal ini dikarenakan dampak positif yang ditimbulkan dari sistem ini
lebih besar di banding dampak negatifnya.

KESIMPULAN

Sebanyak 40 kendaraan bermotor yang hilang pada tahun 2012 dan meskipun telah
menurun menjadi belasan pada tahun 2015, tidak luput dari kelalaian petugas parkir yang
berjaga. Berdasarkan hasil survey dengan kuisioner di peroleh data bahwa sebesar 40%
responden mengatakan tidak diminta menunjukkan STNK saat keluar area parkir. Hal ini
merupakan salah satu faktor utama terjadinya tindak curanmor di lingkungan ITS.
Oleh karena itu, KTM yang terintegrasi dengan pintu parkir otomatis dapat menjadi
solusi dari permasalahan ini. Selain itu berdasarkan tinjauan aspek ekonomi, sosial dan
lingkungan diperoleh hasil bahwa dampak positif yang ditimbulkan oleh sistem ini lebih
besar di banding dampak negatifnya.
Dengan adanya sistem ini, kelalaian dari petugas parkir juga dapat teratasi sehingga
tingkat keamanan area parkir ITS akan meningkat dan secara otomatis akan menurunkan
angka kehilangan kendaraan bermotor di wilayah ITS.

DAFTAR PUSAKA

ITS

Online.
2006.
Depankan
Kualitas,
SKK
Tambah
Personil,
http://old.its.ac.id/berita.php?nomer=3045/ diakses tanggal 18 Februari 2016.

Republik Indonesia. 1992. Pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Lembaran
Negara RI Tahun 1992. Jakarta.
Triyanti, Ayu, dkk. 2008. Kasus Pencurian Kendaraan Bermotor Di Tangerang. Makalah
Tindak Kriminal. Tangerang