Anda di halaman 1dari 28

PAPER

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) CIRATA

Oleh:

Fazahaqi Nahr Fauzani


21060114130086

Universitas Diponegoro
Teknik Elektro
Semarang
2016

KATA PENGANTAR
Pada dasarnya energi adalah suatu besaran yang dimiliki oleh setiap benda yang ada
di alam ini. Namun dari energi yang dikandung oleh setiap benda tersebut ada yang dapat
dimanfaatkan dengan mudah dan ada yang memerlukan usaha yang keras untuk
memanfaatkannya. Cara mengambil manfaat dari energi yang terkandung diperlukan proses
perubahan atau konversi energi. Salah satu bentuk energi yang sangat mudah dimanfaatkan
bagi kehidupan manusia pada zaman modern ini adalah energi listrik. Sumber-sumber energi
listrik tersebut biasa disebut Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), Pembangkit Listrik
Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), Pembangkit Listrik Tenaga
Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Pada makalah ini akan dikhususkan
untuk membahas Pembangkit Listrik Tenaga Air Cirata, prinsip kerja konversi energi gerakan
air menjadi energi listrik, kelebihan dan kekurangan PLTA.
Kemudian, banyak kurangnya dari makalah kami ini kami minta maaf yang sebesarbesarnya. Terimakasih atas perhatiannya.

Semarang, 18 April 2016

Penyusun

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................................1
A. LATAR BELAKANG.....................................................................................................1
B. TUJUAN.........................................................................................................................1
C. MANFAAT......................................................................................................................1
BAB II PLTA............................................................................................................................2
A. PRINSIP KERJA PLTA..................................................................................................2
B. MACAM-MACAM PLTA..............................................................................................3
BAB III PLTA CIRATA.........................................................................................................10
A. PENGENALAN............................................................................................................10
B. BAGIAN BAGIAN PLTA CIRATA..............................................................................11
1.BAGIAN BAGIAN PLTA (dalam diagram).............................................................11
2. DATA TEKNIS PLTA CIRATA....................12
3. SPESIFIKASI TURBIN PLTA CIRATA....13
C. CARA KERJA PLTA CIRATA..................................................................................14
1. PRINSIP KERJA14
2. CARA KERJA GENERATOR...17
3. PERHITUNGAN PROSES KEJADIAN LISTRIK...19
4. CARA KERJA dan PENDISTRIBUSIAN PLTA CIRATA..19
D.

MODE PENGOPERASIAN PLTA CIRATA21

E. PERAWATAN CLTA CIRATA22


F.RELAY/PROTEKSI PLTA CIRATA23
BAB IV KESIMPULAN........................................................................................................24
Daftar Pustaka........................................................................................................................25

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah salahsatu pembangkit yang
memanfaatkan aliran air untuk diubah menjadi energi listrik Pembangkit listrik ini bekerja
dengan cara merubah energi air yang mengalir (dari bendungan atau air terjun) menjadi
energi mekanik (dengan bantuan turbin air) dan dari energi mekanik menjadi energi listrik
(dengan bantuan generator). Kemudian energi listrik tersebut dialirkan melalui jaringanjaringan yang telah dibuat, hingga akhirnya energi listrik tersebut sampai ke rumah kita.
B. TUJUAN
Setelah membaca makalah ini diharapkan pembaca mengerti alur proses
pembangkitan energi dari wujud air menjadi listrik.
C. MANFAAT
Pengetahuan tentang PLTA ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia
untuk merangkai pembangkit listrik tenaga airnya sendiri. PLTA tidak harus memiliki waduk,
bahkan melalui aliran sungai dekat rumah sendiri pun bisa.

BAB II
PLTA

A. PRINSIP KERJA PLTA


Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan pembangkit tenaga listrik yang
mengubah energi potensial air (energi gravitas air) menjadi energi listrik. Mesin penggerak
yang digunakan adalah turbin air untuk mengubah energi potensial air menjadi kerja mekanis
poros yang akan memutar rotor generator untuk menghasilkan energi listrik.

Gambar 1: Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Air


Air sebagai bahan baku PLTA dapat diperoleh dari sungai secara langsung disalurkan
untuk memutar turbin, atau dengan cara ditampung dahulu (bersamaan dengan air hujan)
dengan menggunakan kolam tandon atau waduk sebelum disalurkan untuk memutar turbin.

Daya listrik yang dibangkitkan dapat dihitung menggunakan pendekatan rumus :


P

9,8 Q x H x t x g

( kW )

Dimana :
P

= Daya yang dihasilkan (kW)

= Debit air dalam (m3/detik)

= Tinggi terjun (m)

= Efisiensi turbin (%)

= Efisiensi Generator (%)

Perencanaan pengoperasian PLTA yang dilakukan berdasarkan pada kondisi hydrologi yang
meliputi :

Tahun Basah Sekali


Tahun Basah
Tahun Normal

Tahun Kering
Tahun Kering Sekali

Untuk mendapatkan hasil yang optimum dan memudahkan untuk perencanaan


operasional tahunan, maka perencanaan operasi dilakukan berdasarkan pada kondisi
hydrologi tahun normal dan tahun kering, yang kemudian dilakukan penyesuaian tiap
bulan berdasarkan kondisi air masuk. Indonesia hanya mengenal dua musim yaitu musim
hujan biasa dimulai bulan Nopember s.d Maret dan musim kemarau pada bulan April s.d
Oktober, sehingga kondisi ini dipergunakan untuk proses pengisian dan penggunaan air.

B. MACAM-MACAM PLTA
1. PLTA DENGAN WADUK (RESERVOIR)

Air sungai dialirkan ke kolam melalui saluran terbuka atau tertutup dengan disaring
terlebih dahulu dan ditampung di suatu kolam yang berfungsi untuk:

Mengendapkan pasir
Mengendapkan lumpur
Sebagai waduk (reservoir)

Gambar 2: PLTA dengan kolam tandon

Air dari satu sungai atau lebih ditampung di suatu tempat untuk mendapatkan
ketinggian tertentu dengan jalan dibendung. Air dari waduk tersebut dialirkan melalui
saluran terbuka, melalui pintu air ke saluran tertutup yang selanjutnya melalui pipa pesat
menggerakkan turbin untuk membangkitkan tenaga listrik.

Contoh:

PLTA Cirata

Daerah

Tipe PLTA
Mulai beroperasi

Gambar 2 PLTA Cirata

Desa Tegal Waru, Kecamatan Plered, Kabupaten

Purwakarta, Jawa Barat


Dengan waduk
1988
4

Jumlah pembangkit

Kapasitas

8
126 MW tiap pembangkit, total kapasitas

1008 MW
1428 GWH
500 KV

Daya listrik rata-rata pertahun


Jaringan transmisi
Turbin PLTA Cirata

Kapasitas turbin

Putaran Turbin

Tinggi air jatuh efektif untuk memutar

129.000 KW
187,5 RPM
112,5 meter

turbin
Debit air maksimum

135 m3/detik

2. PLTA ALIRAN DANAU

Sumber air dari PLTA ini adalah sebuah danau yang potensinya cukup besar.

Untuk pengambilan air yang masuk ke PLTA dilaksanakan dengan:

Pembuatan bendungan yang berfungsi juga sebagai pelimpas yang berlokasi

pada mulut sungai.


Perubahan duga muka air (DMA) + 4 meter
Intake

Contoh:

PLTA Tes

Tipe PLTA

Mulai beroperasi
Jumlah pembangkit

Daerah

Kapasitas

Jaringan transmisi

Desa Turan Tiging, Kecamatan Tes,


Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi

Bengkulu, Sumatera.
Memanfaatkan aliran danau
1923 (saat pemerintahan Kolonial

Belanda)
4 buah
4 MW tiap pembangkit, total kapasitas 16

MW
70 KV

EL 560.20 mdpl
EL 557.40 mdpl
EL 520.00 mdpl
EL 507.50 mdpl
34 m3/S
EL 563.50 mdpl
EL 563.00 mdpl
6 Unit
18,96 MW
18 MW

Data Operasi

Lantai dasar intake


Lantai dasar inlet
Turbin lama
Turbin baru
Debit air rata-rata
Level efektif maksimal
Level efektif minimal
Unit terpasang
Kapasitas terpasang
Beban puncak

3. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)

Suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air

sebagai tenaga penggeraknya seperti, saluran irigasi, sungai atau air terjun alam
dengan cara memanfaatkan tinggi terjunan (head) dan jumlah debit air. Mikrohidro
merupakan sebuah istilah yang terdiri dari kata mikro yang berarti kecil dan hidro
yang berarti air.

Komponen mikrohidro sebagai berikut:

Air : (sebagai sumber energi).


Turbin: mengkonversi energi aliran air menjadi energi putaran mekanis.
Generator : menghasilkan listrik dari putaran mekanis.
Saluran Pembawa (Headrace): Saluran pembawa mengikuti kontur dari sisi bukit

untuk menjagaelevasi dari air yang disalurkan.


Panel kontrol : panel kontrol berfungsi untuk menstabilkan tegangan.
Kincir air : sebagai pengerak dinamo.
Prinsip dasar mikrohidro adalah memanfaatkan energi potensial yang dimiliki oleh

aliran air pada jarak ketinggian tertentu dari tempat instalasi pembangkit listrik. Sebuah
skema mikrohidro memerlukan dua hal yaitu, debit air dan ketinggian jatuh (head) untuk
menghasilkan tenaga yang dapat dimanfaatkan. Hal ini adalah sebuah sistem konversi
energi dari bentuk ketinggian dan aliran (energi potensial) ke dalam bentuk energi
mekanik dan energi listrik. Daya yang masuk (Pgross) merupakan penjumlahan dari daya
yang dihasilkan (Pnet) ditambah dengan faktor kehilangan energi (loss) dalam bentuk
suara atau panas.

Daya yang dihasilkan merupakan perkalian dari daya yang masuk dikalikan dengan
efisiensi konversi (Eo). Rumus:

Pnet = Pgross Eo kW
Contoh:

Daya kotor adalah head kotor (Hgross) yang dikalikan dengan debit air (Q) dan juga
dikalikan dengan sebuah faktor gravitasi (g = 9.8), sehingga persamaan dasar dari
pembangkit listrik adalah :

Pnet = g Hgross Q Eo kW
8

Dimana head dalam meter (m), dan debit air dalam meter kubik per detik (m/s3).

Daya yang dihasilkan (Pnet) (W)


Daya yang masuk (Pgross) (W)
Ketinggian jatuh (head) (m)
Aliran (energi potensial)
Faktor kehilangan energi (loss)
Efisiensi konversi (Eo)
Head kotor (Hgross)
Debit air (Q) (m/s3)
Gravitasi (g = 9.8)
Contoh:

PLTMH Sengkaling 1

Debit

1 m3/detik

Tinggi jatuh

15,2 m

Daya terbangkit

1 KW

BAB III
PLTA CIRATA

A. PENGENALAN

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata merupakan PLTA terbesar di

Asia Tenggara. PLTA ini memiliki konstruksi power house di bawah tanah dengan
kapasitas 8x126 Megawatt (MW) sehingga total kapasitas terpasang 1.008 Megawatt
(MW) dengan produksi energi listrik rata-rata 1.428 Giga Watthour (GWH) pertahun
yang dislaurkan melalui jaringan transmisi tegangan ekstra tinggi 500 kV ke sistem
interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali). Energi didapat dari bendungan Cirata dengan
volume 2.163 m3. Unit Pembangkitan Cirata merupakan PLTA terbesar di Asia Tenggara.

PLTA Cirata dibangun dengan komposisi bangunan power house empat lantai

di bawah tanah yang berjarak sekitar 2 km dari mesin-mesin pembangkit yang terletak di
power house.

PLTA Cirata dioperasikan oleh anak perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara

(PLN persero) yaitu PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) yang disalurkan melalui saluran
transmisi tenaga listrik 500 kilo volt (KV) ke sistem Jawa Bali yang diatur oleh dispatcher
PLN Pusat Pengatur Beban (P3B). Kontribusi utama Cirata terhadap sistem Jawa Bali
yaitu memikul beban puncak dan beroperasi pada pukul 17.00-22.00, dengan moda
operasi LFC (Load Frequency Control), di mana memiliki fasilitas line charging bila
sistem Jawa Bali mengalami Black Out dan Start up operasi/ sinkron ke jaringan 500 KV
yang relatif cepat yaitu kurang lebih lima menit.

PLTA Cirata terletak di daerah aliran sungai (DAS) Citarum di Desa Tegal

Waru, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Latar belakang pendirian
PLTA ini, dengan letak sungai Citarum yang subur, bergunung-gunung dan dianugerahi
curah hujan yang tinggi. Pembangunan proyek PLTA Cirata merupakan salah satu cara
pemanfaatan potensi tenaga air di Sungai Citarum yang letaknya di wilayah kabupaten
Bandung, kurang lebih 60 km sebelah barat laut kota Bandung atau 100 km dari Jakarta
melalui jalan Purwakarta.

10

B. BAGIAN BAGIAN PLTA CIRATA


1. BAGIAN BAGIAN PLTA (dalam diagram)

PLTA Cirata terletak di daerah aliran sungai (DAS) Citarum di Desa

Tegal Waru, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Latar


belakang pendirian PLTA ini, dengan letak sungai Citarum yang subur,
bergunung-gunung dan dianugerahi curah hujan yang tinggi. Pembangunan
proyek PLTA Cirata merupakan salah satu cara pemanfaatan potensi tenaga air di
Sungai Citarum

11

N
o.

Petunju

Nama Alat

Keterangan

1
2
3

Waduk
Main Gate
Bendungan

Penstock

5
6

Katup Utama
Turbin

Generator

8
9
1

Draftube
Trailrace

listrik

Penampung air sebelum dibuang

Pembuangan air

Transformator

Pengubah listrik

Switch yard

Pengatur listrik

Kabel Transmisi

Distributor listrik

Spillways

Tempat keluarnya lebihan air waduk

1
1

1
2

1
3

Tempat menampung air sungai


Pintu air utama
Penahan laju sungai
Pipa yang menyalurkan air dari waduk

menuju sungai

Katup buka-tutup

Baling-baling yang digerakkan oleh air

Pengubah energi mekanik menjadi energi

2. DATA TEKNIS PLTA CIRATA


Kapasitas terpasang : 8 x 126 MW = 1.008 MW.
Energi per tahun : 1.428 GWH
Luas Daerah Aliran Sungai (DAS) = 4.119 km2
Luas Waduk : 6.200 Ha.
Bendungan : tinggi 135 m, panjang puncak 453 m, isi bendungan 3,9 juta

m3.
Terowongan tekan : jumlah 4 buah, diameter 10m, panjang 640 m.
Pipa pesat : jumlah 8 buah, diameter 5,2 m, panjang 202 m.
Turbin : jumlah 8 unit, kapasitas 129.000 kW/unit, putaran 187,5 rpm,

head 112,5, debit maksimum tiap unit 135 m3/detik.


Generator : jumlah 8 unit, kapasitas 140.000 kVA / unit.
Trafo : jumlah 4 unit, kapasitas 280.000 kVA / unit

12

3. SPESIFIKASI TURBIN PLTA CIRATA

Waduk tenaga air cirata merupakan tipe turbin francis yang merupakan

salah satu jenis tipe turbin reaksi. turbin francis, yaitu air mengalir ke rotor dengan
arah radial dan keluar dengan arah aksial. Dan turbin reaksi adalah turbin yang
bekerja karena adanya perbedaan tekanan.

Guna menghasilkan energi listrik sebesar 1.428 GWH, dioperasikan

delapan buah turbin dengan kapasitas masing-masing 129MW dengan putaran 187,5
RPM. Adapun tinggi air jatuh efektif untuk memutar turbin 112,5 meter dengan debit
air maksimum 135 m3 perdetik. Turbin yang digunakan di waduk Cirata adalah Turbin
Francis dengan spesifikasi:

SPESIFIKASI
Tipe
Produksi
Rate Net Head
Rated Output
Kecepatan
Debit Pada Kondisi Diatas
Runaway Speed
Spiral Case Inlet Diameter
Draft Tube Outlet Diameter
Diameter Runner
Jumlah Runner Blade
Jumlah Guide Vane
Bukaan Maksimum Guide Vane
Ketinggian Guide Vane
Jumlah Servomotor
Tekanan Normal Operasi Guide Vane
Tekanan Oli Minimum Guide Vane
Langkah Servomotor
Diameter Piston Servomotor

KETERANGAN
Francis, vertical shaft
VOEST-ALPINE
106,8 m
129,6 MW
187,5 rpm
132,5 m3/s
400 rpm
4300 mm
6400 rpm
Dth = 3400 m
z = 16
z = 24
260 mm
980 mm
2
55 kg/cm2
38,5 kg/cm2
440 mm
400 mm

C. CARA KERJA PLTA CIRATA


1. PRINSIP KERJA

Air yang berada pada ketinggian tertentu senantiasa mengalirkan air

dengan masa tertentu setiap menit. Seperti masa air yang berada pada suatu
13

ketinggian memiliki energi potensial gravitasi. Ketika masa air turun ke bawah energy
potensialnya berkurang karna sebagian energi potensialnya dirubah menjadi enrgi
kinetik.

Sesuai dengan hukum kekekalan energi mekanik, semakin ke bawah

energi kinetik semakin besar. Ek air yang cukup besar akan mengenai sudu-sudu
turbin yang dipasang didasar air terjun dan akan memutarkan poros turbin yang
seporos dengan poros generator Kemudian generator berputar dan menghasilkan
energy listrik.

http://blogmechanical.blogspot.com/2011

14

http://jonny-havianto.blogspot.com/2012

Dengan energi potensial yang tinggi maka laju aliran air di ujung pipa akan

tinggi pula. Apabila diameter pipa tidak berubah (semua pipa diameternya sama) maka
kita dapat menentukan laju aliran air tersebut menggunakan rumus dibawah:

Ek = Ep

mv = mgh

Keterangan:

Ek = energy kinetik (J)


Ep = energy potensial (J)
m = massa air (kg)
v = kecepatan air (m/s)
g = gravitasi 9.8 (m/s)

h = ketinggian air (m)

Dengan demikian kita juga dapat menentukan debit airnya:


Q = Av
Keterangan:
A= luas penampang
Q = debit air (m3/s)

Besarnya daya listrik sebelum masuk ke turbin secara matematis dapat dituliskan

sebagai berikut:
15

Pin turbin = hQg

Sedangkan besar daya output turbin adalah sebagai berikut :

Pout turbin = . h . Q . g . turbin

Sehingga secara matematis daya real yang dihasilkan dari pembangkit adalah sebagai

berikut :

Preal = . h . Q. g . turbin . generator . tm

generator=

Wkeluaran
Wmasukan

x 100%

Efisiensi turbin sesuai dengan kondisi beban:

Kutipan dari buku Hydroelectric Handbook, William P. Craeger and Joel D. Justin,

Second Edition John Wiley & Sons, Inc., New York, 1950, hal. 832
Keterangan :

Pin= daya masukan ke turbin (watt)

Pout = daya keluaran dari turbin

dihasilkan (watt)

(watt)

Preal = daya sebenarnya yang

= massa jenis fluida (kg/m3)

Q = debit air (m3/s)


16

h = ketinggian efektif (m)

g = gaya gravitasi (m/s)

W = usaha (j)

Daya yang keluar dari generator dapat diperoleh dari perkalian efisiensi turbin

dan generator dengan daya yang keluar secara teoritis. Sebagaimana dapat dipahami dari
rumus tersebut di atas, daya yang dihasilkan adalah hasil kali dari tinggi jatuh dan debit
air, oleh karena itu berhasilnya pembangkitan tenaga air tergantung daripada usaha untuk
mendapatkan tinggi jatuh air dan debit yang besar secara efektif dan ekonomis.

Namun, tidak semua energi potensial dari air diubah menjadi energi listrik. Oleh

karena itu kita mengenal konsep efisiensi:


output
input

Dengan demikian daya listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga air

x 100%

adalah:

Pdihasilkan = Phitung

Pdihasilkan = hQ

Untuk menghitug beda potensial yang dihasilkan, kita menggunakan rumus

GGL induksi yang dikenal dalam Hukum induksi Faraday yang bunyinya Gaya gerak
listrik (GGL) induksi pada sebuah rangkaian sama dengan kecepatan perubahan fluks
yang melalui rangkaian tersebut. Rumus yang digunakannya adalah:

= N B A sin t

= 2f, terdapat pada rumus gerak melingkar (kecepatan berputar magnet)

Keterangan:

= ggl induksi sesaat (volt)

A = luas penampang/loop (m)

N = banyak lilitan kumparan

= kecepatan sudut (rad/s)

B = besar induksi magnetic

t = lama kumparan telah berputar

(Wb/m=T)

(s)
17

f = frekuensi

2. CARA KERJA GENERATOR

Generator

listrik

adalah

sebuah

alat

yang

memproduksi energi listrik dari sumber energi mekanis. Agar


generator bisa menghasilkan listrik, ada tiga hal yang harus
diperhatikan, yaitu:

1. Putaran

Putaran rotor dipengaruhi oleh frekuensi dan jumlah pasang kutub pada rotor, sesuai

dengan persamaan:

rpm = 60 . f / P

dimana:

rpm = putaran

f = frekuensi

P = jumlah pasang kutub

2. Kumparan
Banyak dan besarnya jumlah kumparan pada stator mempengaruhi besarnya

daya listrik yang bisa dihasilkan oleh pembangkit

3. Magnet
Magnet yang ada pada generator bukan magnet permanen, melainkan

dihasilkan dari besi yang dililit kawat. Jika lilitan tersebut dialiri arus eksitasi dari AVR
maka akan timbul magnet dari rotor.

Sehingga didapat persamaan:

E=B.V.L

Dimana:

E : Gaya elektromagnet

V : Kecepatan putar

B : Kuat medan magnet

L : Panjang penghantar
18

Dari ketiga hal tersebut, yang bernilai tetap adalah putaran rotor dan

kumparan, sehingga agar beban yang dihasilkan sesuai, maka yang bisa diatur adalah sifat
kemagnetannya, yaitu dengan mengatur jumlah arus yang masuk. Makin besar arus yang
masuk, makin besar pula nilai kemagnetannya, sedangkan makin kecil arus yang masuk,
makin kecil pula nilai kemagnetannya.

3. PERHITUNGAN PROSES KEJADIAN LISTRIK


Daya input turbin:
P in turbin= .h.Q.g
= 1025 x 106,8 x 132,5 x 9,8 = 141,8MW

Efisiensi turbin:
output
= input x 100%
=

129600000
145047750

x 100% = 89%

Daya output turbin:


P out turbin = ..Q.g
= 89% x 1025 x 106,8 x 132,5 x 9,8 = 126,5 MW

Data di atas adalah perhitungan daya yang dihasilkan pada setiap turbin sesuai dengan

spesifikasi turbin dan waduk di PLTA Cirata.

4. CARA KERJA dan PENDISTRIBUSIAN PLTA CIRATA


1. Dalam proses produksi energi listrik, PLTA Cirata memanfaatkan air
sebagai energi primer dari sungai Citarum yang memiliki debit air cukup
besar dan ditampung di waduk cirata
2. Kemudian dialirkan melalui pintu air (water intake) sedangkan pengaturan
air dilakukan dari pusat pengendalian bendungan (dam control center)
3. Selanjutnya masuk kedalam terowongan tekan (headrace tunnel)
4. Sebelum memasuki pipa pesat (penstock) air melewati tangki pendatar
(surge tank) yang berfungsi sebagai pengaman pipa pesat apabila terjadi

tekanan mendadak atau tekanan kejut saat katup utama (inlet valve)
ditutup seketika
5. Setelah katup utama dibuka, air masuk kedalam rumah siput (spiral case)
6. Air yang bergerak deras memutar turbine dan keluar melalui pipa lepas
(tail race)
7. Selanjutnya dibuang ke saluran pembuangan
8. Poros turbin yang berputar tersebut berputar menggerkkan generator
sehingga menghasilkan energi listrik dengan tegangan 16,5 kV disalurkan
ke trafo utama (main transformer)
9. Pada trafo utama listrik tersebut dinaikkan tegangannya menjadi tegangan
ekstra tinggi 500 kV di GITET (Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi)
Cirata
10. Selanjutnya ke gardu induk (GITET) dan disalurkan ke sistem interkoneksi
Jawa-Madura-Bali 500 kV

Kontribusi utama Cirata terhadap sistem Jawa Bali yaitu

memikul beban puncak dan beroperasi pada pukul 17.00-22.00, dengan


moda operasi LFC (Load Frequency Control), dimana memiliki fasilitas
line charging bila sistem Jawa Bali mengalami Black Out dan Start up

operasi/ sinkron ke jaringan 500 KV yang relatif cepat yaitu kurang lebih
lima menit.

D. MODE PENGOPERASIAN PLTA CIRATA


Mode operasi local manual, yaitu sistem pengoperasian yang dilakukan

oleh operator secara manual dari panel unit kontrol Power house
Mode operasi local auto, yaitu sistem pengoperasian yaitu dilakukan
oleh operator secara automatic dari panel unit kontrol di ruang Power
House.

Mode operasi remote, yaitu sistem pengoperasian yang komputerisasi


d imana unit dioperasikan dari control desk di ruang kontol Switchy
ard yang berjarak sekitar 2 Km dari lokasi pembangkit listrik

Power house bawah tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 235

meter, lebar 35 meter, tinggi 49 meter, menjadikan power house PLTA cirata sebagai
bangunan bawah tanah terbesar di indonesia. Suasana didalam powerhouse sangat
lembab dan panas. Suasana siang hari atau malam hari tiada berbeda didalam
powerhouse, karena sinar matahari tidak pernah bisa mencapai ruangan tersebut.
Dinding-dindingnya penuh dengan mur dan baut dengan ukuran yang sangat besar.
Mur dan baut ini adalah penahan dinding dari tekanan air waduk yang pastinya sangat
tinggi.
E. PERAWATAN PLTA CIRATA
1. Maintenance Preventif yaitu pemeliharaan secara rutin dengan visual
pemeriksaan dan pengecekan tanpa pengukuran besaran. Pelaksanaan

preventif dilakukan satu bulan sekali oleh petugas preventif meliputi


pemeriksaan dan pengecekan keadaan fisik peralatan, pemeriksaan parameter,
serta kebersihan peralatan dan area.
2. Maintenance Inspection yaitu pemeliharaan secara periodik tahunan dengan
bongkar pasang peralatan untuk mengetahui tanda-tanda peralatan mulai akan
rusak dalam hal ini ditekankan pada pengujian dan kalibrasi karakteristik relay
proteksi. Pelaksanaaan inspeksi pemeliharaan dilakukan secara periodik yaitu
setiap satu tahun sekali oleh tim Inspection (Senior Teknisi Relay Proteksi).

F. PROTEKSI/RELAY PLTA CIRATA


1. relay electromechanic induction disc mempunyai piringan metalik (disk) yang
terbuat dari tembaga atau alumunium yang dapat berputar diantara celah-celah
elektromagnet. Relay ini tidak dapat digunakan untuk tegangan searah (DC)
dan cara kerja relay ini dipengaruhi oleh frekuensi sehingga memakan waktu
yang lama untuk men-reset (reset time).
2. DRS merupakan relay berteknologi digital dengan perangkat keras berupa
card module kode DRS-VE. Set dan perangkat lunak berupa program khusus
untuk sistem produksi yang tersimpan pada EPROM card module. Relay ini
dapat menggunakan tegangan DC dan waktu resetnya relatif cepat.

BAB IV
KESIMPULAN

A. PLTA CIRATA

Lokasi

CIRATA

Purwakarta,

Tipe

Jawa Barat

Memanfaat

PLTA

kan potensi air dari

Tipe

waduk.

Francis

turbin

Jumlah

Vertika Shaft

187,5 rpm

putaran

Daya

1008 MW

dihasilkan

Sungai

Debit

Citarum
135

air

m3/detik

112,5 m

yang

Tinggi

Head

Mulai

1988

beroperasi

Daerah

Sistem

pengguna daya

Jawa-Madura-Bali

B.

1.
2.
3.

KELEBIHAN-KEKURANGAN
Kelebihan:
Daya yang dihasilkan sangat besar dan menjadi tempat wisata.
Letak Turbin Reaksi bisa lebih leluasa (tidak begitu terikat).
Turbin Reaksi settingnya tidak merupakan masalah, sedang Turbin Impuls (misal :

Turbin Pelton), turbin harus dipasang diatas muka air belakang.


Kekurangan:
Perawatan, pengawasan, yang tentu lebih memerlukan biaya yang lebih besar

DAFTAR PUSTAKA

Umum:
http://rakhman.net/2013/04/prinsip-kerja-pembangkit-listrik-tenaga-air.html
PLTA Cirata:
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangkit_Listrik_Tenaga_Air_Cirata
PLTA Tes:
http://id.wikipedia.org/wiki/PLTA_Tes
PLTMH Sengkaling 1:
http://ft.umm.ac.id/id/umm-news-1189-kerja-sama-dengan-pt-pln-persero-umm-

tambah-pltmh.html
Turbin:
http://yefrichan.wordpress.com/2010/05/31/klasifikasi-turbin/
http://jonny-havianto.blogspot.com/2012/12/peluang-plta-buatan-indonesia.html
Generator:
http://4bri.blogspot.com/2012/11/cara-kerja-pembangkit-listrik-tenaga.html