Anda di halaman 1dari 33

Eksisi Tumor Jinak

Payudara

Yoni Vanto
Pembimbing : dr. Diani Kartini, SpB(K)Onk

Batas Batas Payudara


Batas-batas payudara yang tampak dari luar :
Superior : iga II atau III
Inferior : iga VI atau VII
Medial : para sternal
Lateral : garis aksilaris anterior
Batas-batas payudara sesungguhnya :
Superior : infraklavikula
Inferior : mammary ford
Medial : garis sternal
Lateral : m. latissimus dorsi

VASKULARISASI

A. Mamaria
Interna

A. Thorako
Akromialis

A. Thorako
Lateralis

Sumber : Atlas of Breast Surgery

INERVASI PAYUDARA

Sumber : Atlas of Breast Surgery

KGB PAYUDARA

KGB AXILLA

Berdasarkan progresi dari


suatu metastasis
limfatik :
Level

I lateral PMi

Level

II posterior PMi

Level

III medial Pmi


s/d Lig. Halsted

PENDAHULUAN

Tumor jinak pada payudara neoplasma

jinak yang berasal dari dari parenkim, stroma,


areola dan papilla mamma.

Wanita usia muda (15-35 tahun)

Jumlah dapat 1 atau lebih ; uni/bilateral

KLASIKASI menurut DUPONT AND PAGE

Lesi non-proliferatif
Lesi proliferatif tanpa atipia
Lesi proliferatif dengan
atipia cenderung GANAS

FIBRO ADENOMA MAMMAE

Muncul level hormon estrogen

Dipengaruhi siklus menstruasi dan saat hamil

5 Tipe :

Complex FAM
- Giant FAM
- FAM dengan infarction
- FAM dengan sel atypical/ hyperplasia
- FAM dengan karsinoma in situ
-

PRESENTASI KLINIS
Wanita usia muda (15-30 tahun)
Benjolan umumnya tunggal, padat, mobile,
tidak nyeri, pertumbuhan lambat (tahunan)
Ukuran 2-5 cm dan stabil
Batas tegas

Filoides

Bentuk bulat atau oval

Batas tegas

Besar > 5 cm

Permukaan berbenjol benjol

Mobile

Vena subkutan melebar

Tidak ada tanda invasi

INSPEKSI

B
A.
B.
C.
D.

Kedua tangan di sisi badan


Kedua tangan diangkat ke atas
Kedua tangan menekan SIAS
Membungkukkan badan

PALPASI
1.

Lokasi

2.

Ukuran

3.

Batas

4.

Permukaan

5.

Konsistensi

6.

Suhu

7.

Sensasi

8.

Mobilitas

9.

KGB

PALPASI

Supine bahu diganjal bantal


Tangan di belakang kepala
Palpasi menyeluruh dari batas-batas payudara,
secara sirkuler searah jarum jam, dimulai dari
costosterno junction I
Menggunakan jari 2-4 dan 2 buku jari phalangs distal

PALPASI mobilitas benjolan


A

Penilaian mobilitas benjolan dengan 3 fase :


1.Saat pasien relaksasi (A)
2.Saat pasien awal kontraksi amati dan rasakan
3.Saat pasien kontraksi (B)

PALPASI pemeriksaan KGB


Pemeriksaan KGB :
Pasien duduk, tangan kanan
pasien disanggah oleh tangan
kanan pemeriksa. Tangan kiri
pemeriksa memeriksa ketiak
kanan pasien (Berlaku
sebaliknya untuk tangan kiri)
Periksa juga KGB
Supraklavikula dan
Infraklavikula

HASIL PEMERIKSAAN PALPASI


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Lokasi kuadran payudara


Ukuran .. cm ; bentuk bulat oval ;
tunggal / multipel
Batas tegas
Permukaan licin
Konsistensi padat
Suhu sama dengan sekitar
Sensasi tidak nyeri
Mobilitas mobile
KGB tidak teraba

PEMERIKSAAN PENUNJANG
ULTRASONOGRAFI (USG) MAMMAE
Gambaran

massa hipoekoik

Homogen
Batas

tegas

Tidak

ada kalsifikasi

wider than taller

OPERASI

Indikasi lesi jinak yang memberikan keluhan atau


tidak berhasil dengan terapi konservatif

Kontra-indikasi tidak ada komorbid berat

Berupa Eksisi

EKSISI

Mengambil jaringan
tumor dengan
menyertakan
beberapa mm jaringan
sehat sekitarnya
maksimal 0,5 cm.

LANGKAH-LANGKAH OPERASI
Inform consent yang jelas
kepada pasien dan keluarga
pasien mengenai penyakit,
tindakan dan indikasi operasi.
Pasien terlentang di atas meja
operasi dalam anastesi umum.
Sendi bahu pasien yang satu sisi
dengan tumor payudara
diabduksikan ke arah kranial
sebesar 90 derajat.
Desain lokasi tumor dan desain
incisi garis semilunaris dengan
menggunakan spidol/ tinta
diatas kulit payudara.

LANGKAH-LANGKAH

Asepsis dan antisepsis daerah


lapangan
operasi
sesuai
desain dan sekitarnya

Seperti
akan
dilakukan
mastektomi
Lapangan
operasi
dipersempit dengan doek
steril dengan batas batas
berikut :
- superior : os klavikula
ipsilateral
- medial : linea midsternal
- lateral
: LAP ipsilateral
- inferior : sela iga ke-7 dan
8

LANGKAH-LANGKAH

Dilakukan incisi
semilunar sesuai garis
langer dengan
menggunakan pisau
scalpel no. 15
menembus kutis,
subkutis, dan jaringan
payudara hingga
mencapai tepi tumor.

Insisi Periareolar dapat dikerjakan pada pasien dengan


kriteria :
> aerola diameter >3.5 -5.0 cm
> distance from the outer margin of the mass to the
nearest areola
edge 5 cm
> largest diameter of clinically diagnosis palpable
fibroadenomas 3.0
cm
> age 35 years

LANGKAH-LANGKAH

Jaringan payudara dibuka


pada dua sisi dengan
menggunakan hak untuk
memperluas lapangan
operasi. Dibuat flap kearah
superior dan inferior sampai
melewati batas tumor dengan
menggunakan
pisau/electrocauter
Klem jaringan tumordituntun
dengan
jari telunjuk
klem
Ellis/jahitan tegel,
angkat jaringan tumor ke
atas ; Dilakukan diseksi
tumor dan beberapa mm
jaringan sehat sekelilingnya

Perdarahan dirawat dan luka


operasi dicuci dengan NaCl
0,9% steril hingga bersih
Jahit luka dimulai dengan
jahitan dalam menggunakan
benang vicryl 3.0 lapis demi
lapis dilanjutkan dengan
jahitan tutup kulit subcuticular
continuous dengan
menggunakan benang prolene
4.0 cutting
Luka operasi ditutup dengan
kasa. Operasi selesai.

FOLLOW UP
Kontrol

pasca operasi

Angkat

jahitan pada hari ke 7

Pemeriksaan

kilinis dengan interval tiap 3

bulan dan pemeriksaan lengkap dengan


interval 6 bulan selama 3 tahun.

KOMPLIKASI OPERASI
Perdarahan
Hemostasis yang kurang baik akan menyebabkan
perdarahan dan terjadinya hematom

Infeksi
Desinfeksi dan tehnik aseptik yang tidak tepat
meningkatkan resiko infeksi. Operasi ini
merupakan operasi bersih