Anda di halaman 1dari 12

TRANSIENT

ISCHEMIC
ATTACK (TIA)
By Prima Ayu Oktavia

Definisi
Transient Ischemic Attack (TIA) adalah episode dimana
seseorang mempunyai gejala yang mirip stroke selama
1-2 jam.
TIA sering dianggap sebagai warning sign stroke yang
bisa terjadi di masa depan jika sesuatu tidak dilakukan
untuk mencegahnya.

Penyebab, Insidensi, dan Faktor


Risiko
TIA disebabkan oleh gangguan sementara pasokan
darah ke area otak, yang tiba-tiba, menyebabkan
penurunan fungsi otak (defisit neurologis.)

TIA berbeda dengan stroke. Berbeda dari stroke, TIA


tidak menyebabkan kematian jaringan otak. Gejala TIA
tidak bertahan selama stroke dan tidak menunjukkan
perubahan pada CT scan atau MRI.

Hilangnya aliran darah ke otak yang sementara dapat


disebabkan oleh:
Bekuan darah dalam arteri otak
Bekuan darah yang bergerak ke otak dari tempat lain
dalam tubuh (misalnya, jantung)
Cedera pembuluh darah
Penyempitan pembuluh darah di otak atau yang
menuju ke otak
Gangguan sementara dalam aliran darah bisa
disebabkan gumpalan darah yang terjadi dan kemudian
larut. Penyumbatan itu memecah cepat dan larut.

Less common cause TIA meliputi:


Atrial fibrilasi (irregular heart rhythm)
Beberapa kelainan darah seperti polycythemia, sickle cell anemia, dan sindrom
dimana darah sangat tebal
Kondisi yang menyebabkan masalah pembuluh darah seperti displasia
fibromuskular, SLE, dan sifilis
Inflamasi arteri seperti arteritis, polyarteritis, dan angiitis granulomatous
Spasme arteri kecil di otak

Atherosclerosis adalah suatu kondisi dimana terdapat defosit lemak


pada lapisan dalam arteri. Kondisi ini secara dramatis meningkatkan
risiko TIA dan stroke. Sekitar 80-90% orang yang mengalami stroke
akibat aterosklerosis memiliki episode TIA sebelumnya.
Faktor risiko lain untuk TIA termasuk tekanan darah tinggi, penyakit
jantung, sakit kepala migrain, merokok, diabetes, dan bertambahnya
usia.

Symptoms
Gejala muncul tiba-tiba, berlangsung hanya dalam waktu
singkat (beberapa menit sampai 1 - 2 jam), dan
menghilang sepenuhnya. Gejala mungkin terjadi lagi di
lain waktu. Gejala biasanya terjadi pada sisi tubuh yang
sama jika lebih dari satu bagian tubuh yang terlibat.
TIA berbeda dengan stroke, namun, gejala TIA sama
dengan stroke dan mencakup perkembangan yang
mendadak dari:
Kelemahan otot wajah, lengan, atau kaki (biasanya hanya
pada satu sisi tubuh)
Mati rasa atau kesemutan pada satu sisi tubuh
Kesulitan berbicara atau memahami orang lain yang berbicara

Masalah penglihatan (penglihatan ganda , hilangnya semua atau sebagian


penglihatan.
Perubahan sensasi, yang melibatkan sentuhan, nyeri, temperatur, tekanan,
pendengaran, dan rasa
Perubahan kewaspadaan (kantuk, kurang responsif, pingsan, atau koma)
Kepribadian, suasana hati, atau perubahan emosi
Kebingungan atau hilang ingatan
Kesulitan menelan
Kesulitan menulis atau membaca
Kurangnya koordinasi dan keseimbangan, kecanggungan, atau kesulitan
berjalan
Sensasi gerakan abnormal (vertigo) atau pusing
Kurangnya kontrol kandung kemih atau perut
Ketidakmampuan untuk mengenali atau mengidentifikasi rangsangan
sensorik (agnosia)

Sign and Test


TIA tidak menunjukkan perubahan otak pada CT scan
atau MRI. Gejala dan tanda-tanda mungkin telah hilang
saat sampai di rumah sakit, maka diagnosis TIA dibuat
berdasarkan riwayat medis seseorang sendirian
(anamnesis).
Pemeriksaan fisik harus meliputi pemeriksaan
neurologis, yang mungkin abnormal selama episode
tetapi normal setelah episode telah berlalu.

Tekanan darah mungkin tinggi. Bruit mungkin terdengar


saat mendengarkan arteri karotid di leher atau arteri
lainnya. Bruit disebabkan oleh aliran darah yang
irregular. Dalam beberapa kasus, tekanan darah rendah
dapat dilihat sebelum gejala TIA terjadi.

Tes yang dilakukan untuk menyingkirkan


stroke atau gangguan lain :
CT scan kepala atau MRI otak hampir selalu dilakukan.
Angiogram, CT angiogram, atau angiogram MR mungkin
dilakukan.
Echocardiogram dapat dilakukan jika da kemungkinan
gumpalan darah berasal dari jantung.
Dupleks karotis (USG) dapat menunjukkan jika arteri
karotid di leher telah menyempit. Cerebral arteriogram
yang mengungkapkan pembuluh darah tersumbat atau
pendarahan.
EKG dan monitoring irama jantung dapat dilakukan
untuk memeriksa denyut jantung yang ireguler.

Tes dan prosedur tambahan, meliputi:


Tes darah pembekuan untuk menyingkirkan gangguan
darah
Kimia darah
Hitung darah lengkap (CBC)
C-reaksi protein
EKG
ESR (Sedimentasi rate)
Serum lipid
Tes untuk sifilis , penyakit Lyme, dan infeksi lain

Tes untuk memeriksa tekanan darah tinggi, penyakit


jantung, diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit
pembuluh darah perifer .

Pengobatan
Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya stroke.
Jika TIA dalam 48 jam terakhir pasien harus di rawat di rumah
sakit, sambil menentukan penyebab dan pengobatan.
Gangguan yang mendasari seperti tekanan darah tinggi,
penyakit jantung, diabetes, dan kelainan darah, harus diobati
dengan tepat.
Pengencer darah, seperti aspirin, dapat mengurangi
pembekuan darah. Contoh lain, seperti dipyridamole ,
clopidogrel , Aggrenox atau heparin, Coumadin, atau obat
sejenis lainnya. Perawatan dapat dilanjutkan untuk jangka
waktu yang tidak terbatas.
Bedah (carotid endarterectomy) mungkin cocok bagi sebagian
orang yang telah tersumbat arteri leher.
Merokok harus dihentikan.
Diet rendah garam dan rendah lemak.

Prognosis
TIA tidak menyebabkan kerusakan permanen pada otak,
Lebih dari 10% orang TIA akan mengalami stroke dalam
waktu 3 bulan. Setengah dari stroke ini terjadi selama 48
jam setelah TIA. Stroke dapat terjadi pada hari yang
sama atau pada lain waktu. Beberapa orang hanya
memiliki satu episode dan beberapa episode berulang.