Anda di halaman 1dari 3

Kisah Petani Kentang Jadi Miliuner

dengan Omzet Rp 266 Miliar/Tahun


Dewi Rachmat Kusuma - detikfinance
Kamis, 11/02/2016 07:26 WIB

Foto: William Chase (BBC)

Jakarta -William Chase, seorang petani kentang yang kini mencapai kesuksesan sebagai seorang
miliuner. Chase rajin melakukan publikasi untuk mengenalkan bisnisnya.
Talenta ini yang membuatnya bangkit dari kebangkrutan di usia 32 tahun. Kini, Chase sukses menjadi
seorang miliuner di usia 48 tahun.
Chase mencoba peruntungan berbisnis keripik kentang kelas premium dengan merek Tyrrells, dan

menjualnya ke Tesco, salah satu supermarket besar di negaranya, dan berhasil meraup keuntungan
besar.
Saat ini, ketika umurnya menginjak usia 56 tahun, Chase berhasil menjadi pemilik Chase Vodka, yang
bahan bakunya berasal dari kentang yang tumbuh dari lahan miliknya.
"Media sangat penting bagi saya dalam mempromosikan Tyrrells. (Produk) saya mengalahkan
(produk) supermarket," katanya, seperti dilansir BBC, Kamis (11/2/2016).
Chase merupakan anak petani kentang yang tinggal di dekat kota Herefordshire, Leominster, Inggris.
Chase membeli perkebunan dari keluarga ayahnya, ketika ia berusia 20 tahun. Saat itu, Chase
mendapatkan pinjaman bank sebesar 200.000 poundsterling.
Harga kentang cukup fluktuatif, hal ini membuat bisnis kentang juga diperkirakan akan naik-turun
dalam 12 tahun ke depan.
Di tahun 1992 silam, saat itu musim hujan hingga membuat kentang milik Chase tidak bisa panen dan
membusuk di ladang. Karena itu, bisnis Chase ambruk. Ia terpaksa mengajukan kebangkrutan. "Saya
sangat malu dan malu," katanya.
Setelah 'melarikan diri' ke Australia selama beberapa bulan, ia kembali ke Herefordshire, dan berhasil
meminjam dana untuk membeli kembali peternakan dan memulai bisnis lagi.
Kali ini, untuk bisa mendapatkan uang banyak, Chase memutuskan menjadi pedagang kentang.
Membeli kentang dari sejumlah peternakan dan menjualnya ke supermarket.
Namun, Chase nyaris frustasi karena supermarket menolak kentang-kentang yang kualitasnya tidak
bagus.
"Saya mengirim 10 kentang setiap hari, dan 5 dari 10 kentang itu dikembalikan. Ini sangat
menyakitkan, bagaimana supermarket memperlakukan kami para petani," ucap dia.
Di tahun 2002, hidup Chase berubah. Ia mengetahui bahwa kentang-kentang yang dulu ditolak oleh
supermarket alias barang reject, diminati oleh produsen keripik di AS, Kettle.
Kettle merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi keripik kentang kelas premium, yang
irisan kentangnya lebih tebal dibandingkan dengan keripik kentang lainnya.
Meskipun tidak memiliki pengalaman sebagai pembuat keripik, namun Chase meyakini akan mampu
membuat keripik kentang kelas premium.
Chase kemudian kembali ke Inggris, ia membangun sebuah fasilitas pembuatan keripik kentang di
peternakan milik keluarganya, dan fasilitas tersebut dinamai Tyrrells dan berjalan enam bulan
kemudian.
Untuk mempromosikan produknya, Chase melakukan publikasi dengan mengunjungi toko-toko
makanan di Inggris dan memberikan sampel keripik miliknya.
"Saya jual keripik Tyrrells 1 poundsterling satu bungkus dan bisa dijual lagi 2 poundsterling," ucap
Chase.

Supermarket seperti Waitrose juga mulai mengikuti jejak Chase. Di tahun 2006, ternyata Tesco
menjual keripik Tyrrells di bawah harga eceran yang disarankan.
Chase sebagai pemilik merek keripik Tyrrells marah dan menuntut Tesco untuk menghentikan
penjualan keripik miliknya. Penjualan keripik Tyrrells terus tumbuh selama beberapa tahun terakhir,
dan Chase mampu meraup omzet hingga 14 juta poundsterling per tahun atau sekitar Rp 266 miliar.
Chase mencoba meminjam uang di perbankan untuk memperluas bisnisnya.
Merasa belum puas dengan bisnis Tyrrells, Chase yang merupakan pemegang saham tunggal di
perusahaan kentang tersebut, memutuskan menjual kepemilikannya di tahun 2008 untuk modal bisnis
dan mendapatkan 40 juta poundsterling dari penjualannya tersebut.
Chase kemudian membentuk bisnis baru. Chase mencoba peruntungan bisnis lain, yaitu mengubah
kentang menjadi vodka kelas premium.
Chase membeli sebuah sistem distilasi, dari situlah bisnis vodka Chase lahir. Vodka milik Chase
dihargai 35 poundsterling per botol.
Kendati demikian, Chase mengakui bisnis vodka tidak lebih menguntungkan ketimbang bisnis keripik
kentang. Namun, Chase telah banyak mempekerjakan karyawan. Chase fokus untuk mengekspor
produknya. Ia banyak menghabiskan waktu untuk keliling dunia demi membangun bisnisnya.
Selain vodka, Chase juga memproduksi gin dan wiski dan mampu terjual 10.000 botol seminggu.
(ewi/wdl)