Anda di halaman 1dari 5

BAB XXII

PENGUJIAN KUAT TEKAN SILINDER BETON

A.

Pendahuluan
Mutu beton umumnya ditentukan berdasarkan kuat tekannya. Cara menguji kuat tekan
beton dilakukan terhadap benda uji (yang umumnya berupa silinder beton dengan ukuran
diameter 150 mm dan tinggi 300 mm atau kubus dengan isi 150 mm) setelah umur 28 hari.
Berikut ini diuraikan cara melakukan pengujian kuat tekan benda uji tersebut.

B.

Tujuan
1. Untuk mengetahui langkah pengujian kuat tekan beton.
2. Untuk mengetahui besarnya nilai kuat tekan beton uji.

C.

Benda uji
sebagai benda uji ialah silinder beton diameter 150 mm tinggi 300 mm, atau kubus beton
bersisi 150 mm.

D.

Alat
1. Kaliper untuk mengukur dimensi benda uji.
2. Timbangan.
3. Alat perata lapis atas silinder (capping). Bila dipakai benda uji kubus tidak diperlukan
perataan permukaan ini.

E.

Pelaksanaan
1. Mencari data tentang benda uji beton yang akan diuji, antara lain :
a)

Faktor air semen

b)

Nilai slam

c)

Cara perawatan dan penyimpanan benda uji

d)

Kapan dibuat atau berapa umur benda uji (berdasarkan data tersebut,
perkirakanlah kuat tekannya).

2. Bila benda uji berupa silinder, ukurlah diameter rata-rata silinder di tengah-tengah
tingginya, dan ukur pula tinggi rata-ratanya dengan ketelitian sampai 0,1 mm
(menggunakan kaliper).
3. Menimbang benda uji dengan ketelitian mencapai 0,005 kg.
4. Meratakan permukaan beton dengan memberi lapisan perata pada permukaan dengan
bahan yang tersedia, ratakan bahan perata itu dengan kaca atau plat. menunggu sampai
lapisan perata ini keras dan cukup kuat.

F.

Data Praktikum
1. Benda uji : Bahan adukan beton
Tabel 18.1. Ukuran bahan dalam pembuatan beton.
Berat keadaan
Bahan

Merk / Asal

Berat Satuan

encer

(kg/cm )
(gr)

Air

PAM

1x10-3

8801

Semen

Gresik

3,5x10-3

14042

Pasir

Merapi (S. Gendol)

1,45x 10-3

38577

Kerikil

Progo

1,4x 10-3

39098

Jumlah

100618

Faktor Air Semen : 0.52

Nilai Slam : Nilai slam = 9 cm

Hasil pengujian dan hitungan


Tabel 18.2. Ukuran rata-rata silinder beton
No
1
2
3
4

Berat Beton(kg)
12.6
12,6

Tinggi(mm)
302
302

Diameter(mm)
152
156

5
6

12,2

301

1. Luas tampang (A0 = (

) d2

= 3,14 (15.2)2 = 181.366cm2

a.

A-I

b.

A-1I = 3,14 (15.6)2 = 191.038cm2

c.

A-1II = 3,14 (15.4)2 = 186.171cm2

beratbeton
V
2. Berat jenis (Bj) =

12,6
2300.53
0.005477
a.

Bj-I

12,6
2184.09
0.005769
b.

Bj-II

12,2
2170.05
0.005622
c.

Bj-III =

3. Berat jenis rata-rata

2300 .53 2184 .09 2170 .05


2218 .22
3
4. Beban maksimum
a.

= 340KN

= 34000kg

b.

II

= 300 KN

= 30000kg

c.

III

= 300 KN

= 30000kg

5. Kuat tekan (

a) -I

P
A
)=

34000
187.47
181.366
=

kg/cm2 (7 hari)

154

187.47
267.8
0.7
kg/cm2 (28 hari)

30000
157.07
191.038

b) -II

kg/cm2 (7 hari)

157.07
224.39
0.7
kg/cm2 (28 hari)

30000
161.14
186.171

c) -III

kg/cm2 (7 hari)

161.14
230.2
0.7
kg/cm2 (28 hari)

=
6. Kuat tekan rata-rata umur 7 hari

187.47 157.07 161.14


168.56
3

kg/cm2

7. Kuat tekan rata-rata umur 28 hari

267.8 224.39 230.2


240.80
3
kg/cm2

8. Lama pembebanan :
a.

= 8 det

b. II

= 7 det

c. III

= 8 det

Bebanmaksimum
Lamapembabanan
9. Kecepatan pembebanan (V) =

34000
4250
8
a. V-I

kg/det

30000
4285.72
7
b. V-II

kg/det

30000
3750
8
c. V-III

kg/det

10. Kecepatan pembebanan rata-rata :

4250 4285.72 3750


4095.24
3
kg/det.
G.

Pembahasan
Dari pengujian yang dilakukan, dengan benda uji berupa silinder beton maka diketahui :

2218.22kg/m3

Berat jenis rata-rata =

Hasil kuat tekan rata-rata beton umur dari hasil kuat tekan rata-rata beton umur

168.56
kg/cm2.

7 hari

Hasil kuat tekan rata-rata beton 28 hari adalah 240.80

Kecepatan pembebanan =

4095.24
H.

kg/det.

Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil pengujian yang telah dilakukan dan melihat pembahasan pada poin
H, maka dapat disimpulkan bahwa :

I.

Hasil pengujian 3 silinder beton selama 7 hari yaitu 18.856


Lampiran
1. Laporan sementara
2. Gambar alat
3. lkema gambar kerja
4. Flow chart pelaksanaan.