P. 1
TANFIDZ KEPUTUSAN MUSYAWARAH WILAYAH MUHAMMADIYAH PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM KE-36

TANFIDZ KEPUTUSAN MUSYAWARAH WILAYAH MUHAMMADIYAH PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM KE-36

|Views: 683|Likes:
Dipublikasikan oleh pwmaceh

More info:

Categories:Types, Speeches
Published by: pwmaceh on May 05, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2012

pdf

text

original

TANFIDZ KEPUTUSAN MUSYAWARAH WILAYAH MUHAMMADIYAH PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM KE-36

TAKENGON KABUPATEN ACEH TENGAH 10 S.D. 12 DZU1KAIDAH 1426 H 12 S.D. 14 DESEMBER 2005

MUHAMMADIYAH Didirikan pada 8 Djulhijjah 1330 H / 18 Nopember 1912 M INSTRUKSI PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM NOMOR : 002/INSTR/II.0/B/2006 Tentang Pelaksanaan Keputusan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor : 001/SK-PWM/II.0/B/2006 TENTANG TANFIDZ KEPUTUSAN MUSYAWARAH WILAYAH MUHAMMADIYAH KE- 36 NANGGROE ACEH DARUSSALAM PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM setelah : Menimbang : Bahwa dalam rangka pelaksanaan Keputusan Musyawarah Wilayah Muhammadiyah ke-36 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam perlu mengeluarkan instruksi pelaksanaannya. Mengingat : 1. Anggaran Dasar Muhammadiyah Pasal 12 : 2. Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah Pasal 11 MENGINTRUKSIKAN : : 1. Pimpinan Daerah, Cabang dan Ranting Muhammadiyah seluruh Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Pimpinan Majelis dan Lembaga tingkat Wilayah Pimpinan Organisasi Otonom tingkat Wilayah UNTUK : : Melaksanakan keputusan Musyawarah Wilayah ke-36 Muhammadiyah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, yang ditanfidzkan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dengan Surat Keputusan Nomor : 002/SK-PWM/II.0/B/2006 tanggal 01 Dzulhijjah 1426 H / 1 Januari 2006, masing-masing sesuai dengan fungsi dan tugasnya. : Memberikan bimbingan, petunjuk, pemantauan, dan melakukan koordinasi pelaksanaan instruksi ini serta melaporkan hasilnya, masing-masing sesuai dengan jalur hirarki yang telah ditentukan.

Kepada

Pertama

Kedua

Ketiga

: Pelaksanaan instruksi ini dimulai sejak tanggal ditetapkan ditetapkan di Tanggal : Banda Aceh : 01 Dzulhijjah 1426 H 01 Januari 2006 M

PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM Ketua, Dto Sekretaris, Dto

Prof. DR. H. Al Yasa’ Abubakar, MA

A. Malik Musa, SH, M. Hum

MUHAMMADIYAH Didirikan pada 8 Djulhijjah 1330 H / 18 Nopember 1912 M SURAT KEPUTUSAN PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM NOMOR : 001/SK-PWM/II.0/B/2006 Tentang TANFIDZ KEPUTUSAN MUSYAWARAH WILAYAH MUHAMMADIYAH PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM KE- 36

PIMPINAN WILAYAH DARUSSALAM setelah : Membaca

MUHAMMADIYAH

PROVINSI

NANGGROE

ACEH

: 1. Keputusan Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam ke-36 2. Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah No. 539/INS/I.0/B/2005 dan No. 77.1/KEP/I.0/B/2005 : a. Bahwa Keputusan Musyawarah Wilayah Muhammadiyah ke-36 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, telah diambil secara sah sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga; b. Bahwa oleh karena itu perlu segera ditanfidzkan agar dapat segera dilaksanakan; : 1. Anggaran Dasar Muhammadiyah Pasal 34 : 2. Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah Pasal 11

Menimbang

Mengingat Memperhatikan

: Hasil pembicaraan dan keputusan rapat pleno Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, tanggal, 10 Maret 2006 MEMUTUSKAN : : : Mentanfidzkan keputusan MusyawarahWilayah ke36 Muhammadiyah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dilaksanakan pada tanggal 10 s.d 12 Dzulkaidah 1426 H/ 12 s.d 14 Desember 2005M di Takengon,Aceh Tengah, seperti terlampir

Menetapkan Pertama

` Kedua

dalam surat keputusan ini; : Menetapkan keputusan Musyawarah Wilayah ke-36 Muhammadiyah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam tersebut sebagai pedoman dan rujukan dalam pengambilan kebijaksanaan dan pelaksanaan kegiatan; : Pelaksanaan instruksi ini dimulai sejak tanggal ditetapkan ditetapkan di Tanggal : Banda Aceh : 01 Dzulhijjah 1426 H 01 Januari 2006 M

Ketiga

PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH PROPINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM

Ketua, Dto

Sekretaris, Dto

Prof. DR. H. Al Yasa’ Abubakar, MA

A. Malik Musa, SH, M. Hum

KEPUTUSAN MUSYAWARAH WILAYAH KE- 36 PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSALAM Musyawarah Wilayah ke-36 Muhammadiyah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang berlangsung pada tanggal 10 s.d. 12 Dzu1kaidah 1426 H / 12 s.d. 14 Desember 2005 bertempat di Takengon Kabupaten Aceh Tengah, setelah mengikuti dengan seksama : Pengarahan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, disampaikan oleh Prof. DR. H. Dien Syamsuddin, MA, ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Khutbah Iftitah ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Tgk. H. Imam Syuja’. Laporan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang disampaikan oleh Ir. H. M. Zardan Araby, MBA, MT. Hasil Pemilihan Anggota Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam masa jabatan 2005 – 2010. Tanggapan, Pendapat pembahasan dan saran-saran para peserta Musyawarah Wilayah yang disampaikan baik dalam sidang-sidang Pleno maupun dalam sidang Komisi. MEMUTUSKAN PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM MASA JABATAN 2005 – 2010. A. Mengesahkan hasil pemilihan Anggota Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam masa jabatan 2005 – 2010 sebanyak 13 (tiga belas) orang dari hasil pemilihan 40 (empatpuluh) calon yang diajukan oleh Panitia Pemilihan, sesuai dengan urutan perolehan jumlah suara , sebagai berikut : 1. Prof. DR. H. Al Yasa’ Abubakar, MA = 242 2. Drs. H. Muharrir Asy’ari, Lc, M. Ag = 228 3. A. Malik Musa, A, SH, M. Hum = 199 4. Drs, H, Aslam Nur, MA = 198 5. Drs. H.Suardi Saidy, M. Ag = 176 6. Zardan Araby, Ir. H, MBA, MT = 173 7. Drs. H. Fauzi Ali Amin M.Kes = 168 8. Drs. H. Zuardi Zein, = 143 9. Taufiq A. Rahim, SE, M. Si = 130 10. Almanar, SH = 128 11. Drs. Maimun NH = 112 12. Drs. H. Nasrullah Jakfar, MA = 112 13. Drs. H. Djauhar Ali = 86 B. Menetapkan Prof. DR. H. Al Yasa’ Abubakar, MA menjadi ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam masa jabatan 2005 – 2010. LAPORAN PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM MASA JABATAN 2000 – 2005. Musyawarah menerima laporan kebijakan dan pertanggung jawaban Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam masa jabatan 2000-2005.

PROGRAM KERJA PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH NANGGROE ACEH DARUSSALAM MASA JABATAN 2005-2010

PROVINSI

PROGRAM WILAYAH BIDANG TARJIH, TAJDID, DAN PEMIKIRAN ISLAM 1. Tajdid dibidang organisasi dan kepemimpinan Merumuskan dan memberikan kerangka/perspektif tentang nilai-nilai dan pemikiran Islam yang menjadi landasan bagi pembaharuan organisasi dan kepemimpinan dalam Muhammadiyah. Menggali dan merumuskan nilai-nilai dan norma-norma ajaran Islam yang menjadi basis bagi perilaku warga dan pimpinan dalam melakukan pembaharuan gerakan Muhammadiyah. 2. Tajdid dibidang Pemikiran Islam Membangun kerangka berfikir Islami yang berakar pada upaya implementasi spirit Al Ma’un dengan modus operandi “menolong kesengsaraan Oemoem” sebagai dipratekkan oleh pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan. Membuat pedoman tentang seni dan budaya Islam lengkap dengan Juklaknya untuk mengimplementasikannya di tengah-tengah masyarakat. Mengembangkan kemampuan kelembagaan maupun ulama tarjih untuk secara cepat mengantisipasi problem riil yang dihadapi masyarakat dan memerlukan penjelasan tentang hukum. Melakukan pembahasan secara mendalam dan sistematis tentang fiqh perempuan dalam persfektif Muhammadiyah. Mendorong peningkatan kepekaan terhadap masalah-masalah wanita yang meliputi reposisi, refungsionalisasi, dan restrukturisasi peran wanita dalam persyarikatan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Mengintensifkan sosialisasi Tuntunan Keluarga Sakinah melalui berbagai sarana komunikasi dan informasi. Menyusun Buku Pedoman Hisab sesuai dengan prinsip-prinsip yang digunakan Muhammadiyah Membina Kader di bidang Hisab atau ahli di bidang ilmu Falak sampai ketingkat cabang dan ranting. B. PROGRAM KERJA WILAYAH MUHAMMADIYAH BIDANG TABLIGH DAN KEHIDUPAN ISLAMI 1. Menggerakkan kembali penyusunan peta dakwah sehingga memudahkan penentuan sasaran, pemilihan pendekatan, dan penentuan metode dakwah yang tepat. 2. Memaksimalkan upaya pencegahan bahaya pemurtadan dengan mengacu pada peta dakwah yang disusun. 3. Mengoptimalkan fungsi masjid, dan mushalla sebagai sarana dakwah dengan membentuk ta’mir dan imam masjid yang lebih terorganisir dan berjalan intensif sehingga jamaah lepas menjadi jamaah tetap. 4. Menghidupkan kembali dakwah jamaah dengan mempertimbangkan realitas ranting Muhammadiyah yang ada. 5. Meningkatkan kuantitas dan kualitas muballigh, multietnis, dan multi media. 6. Meningkatkan gerakan Dakwah dan pembinaan masyarakat suku terasing dan daerah tertinggal. 7. Memperkuat organisasi Muhammadiyah sebagai gerakan kultural menjangkau setiap lapisan masyarakat dengan komitmen keummatan dan konsisten.

8. Mengembangkan metode dakwah Rasullah dalam gerakan Dakwah Jamaah ke arah yang lebih efektif dalam rangka penguatan masyarakat madani. 9. Membuat pedoman dakwah kultural sesuai dengan pemahaman Islam yang berlaku di Muhammadiyah sekaligus dapat meningkatkan fungsi dakwah secara lebih luas. C. PROGRAM KERJA WILAYAH MUHAMMADIYAH BIDANG PENDIDIKAN, IPTEK DAN LITBANG 1. Optimalisasi peran lembaga pendidikan Muhammadiyah sebagai sarana dakwah, pusat pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya insani. 2. Meningkatkan kualitas dan kerja sama antar lembaga pendidikan Muhammadiyah di semua jenjang pendidikan sehingga lembaga pendidikan Muhammadiyah dapat menjadi pusat keunggulan. 3. Mengupayakan sistem pendidikan Muhammadiyah yang berkualitas dengan berbasis Al-Qur’an dan As- Sunnah. 4. Mendirikan dan mengoptimalisasikan peran pusat pengembangan kualitas lembaga pendidikan Muhammadiyah di bawah koordinasi majelis-majelis pendidikan Muhammadiyah dan bagian pendidikan Wilayah Aisyiyah yang menjadi wahana efektif guna melakukan perencanaan mutu, penjaminan mutu, dan pengendalian mutu. 5. Mengembangkan bentuk-bentuk pendidikan alternatif guna meningkatkan kualitas sumber daya insani pengelola persyarikatan maupun pengelola amal usaha Muhammadiyah. 6. Mengembangkan masyarakat pembelajaran, yakni suatu masyarakat dimana warganya memiliki kultur belajar : keyakinan, nilai-nilai, prinsip-prinsip, kebiasaan-kebiasaan, semboyan-semboyan yang dipegang bersama oleh warga sekolah yang mendorong warganya untuk senantiasa bekerja keras dan rajin menuntut ilmu. Kultur ini tercermin pada perilaku belajar dan ketersediaan fasilitas untuk belajar yang terbuka dan dapat diakses warga masyarakat. 7. Mengembangkan pendidikan berbasis luar (Broad Based Education and Speak Leading), dimana lembaga pendidikan dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakat, antara lain wujud pemberian keterampilan hidup (life Skill) bagi warga masyarakat yang mengikuti pendidikan. 8. Menumbuhkan nafas kekeluargaan pada lembaga pendidikan, yaitu mengembangkan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan saling memperhatikan. 9. Pembinaan dinamika lembaga pendidikan, antara lain dengan meningkatkan kemampuan pimpinan lembaga pendidikan di bidang manajemen dan komunikasi sosial lewat berbagai pelatihan. 10. Mengembangkan fungsi lembaga pendidikan dalam membina IRM, IMM, Tapak Suci, dan Hizbul Wathan. 11. Mengadakan penelitian-penelitian dalam bidang pendidikan, dan aspek-aspek lainnya yang menjadi bagian penting dan strategis dalam memajukan gerakan Muhammadiyah. 12. Mengadakan kerja sama dengan berbagai pihak dalam melaksanakan penelitian-penelitian yang strategis. 13. Mengorganisasi kerjasama, jaringan, dan fungsi-fungsi lembaga-lembaga/ pusat-pusat penelitian dan pengembangan di perguruan tinggi Muhammadiyah.

D. PROGRAM WILAYAH MUHAMMADIYAH BIDANG KADERISASI 1. Peningkatan kualitas perkaderan, dengan melakukan evaluasi dan peninjauan ulang tentang Sistem Perkaderan Muhammadiyah dan Pelaksanaannya. 2. Melaksanakan program perkaderan formal untuk Pimpinan dan anggota dengan menyelenggarakan Pelatihan Instruktur Tingkat Wilayah sekurangkurangnya lima kali dalam satu periode 3. Menyelenggarakan Baitul Arqam dan Darul Arqam Muhammadiyah Tingkat Wilayah untuk mengembangkan kompentensi kader dan pimpinan. 4. Mengupayakan transformasi kader dengan banya melibatkan dan memberi peran yang proporsional kepada kader AMM dalam berbagai aktifitas persyarikatan. 5. Melaksanakan pelatihan-pelatihan secara berjenjang dari Wilayah sampai ranting 6. Meningkatkan pembinaan anggota dengan menanamkan pemahaman yang intensif mengenai prinsip-prinsip gerakan Muhammadiyah seperti Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, Kepribadian Muhammadiyah, Matan keyakinan dan cita-cita Hidup Muhammadiyah, khittah perjuangan Muhammadiyah, Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, dan pernyataan Muhammadiyah jelang Satu Abad. 7. Bekerjasama dengan majelis Diktilitbang dan Majelis Dikdasmen untuk mengoptimalkan peran perguruan Muhammadiyah sebagai wahana kaderisasi dan pembinaan ideologi Muhammadiyah. 8. Membina dan mengawasi secara intensif pelaksanaan sekolah kader proyek Pimpinan Pusat Muhammadiyah seperti Madrasah Muallimin-muallimat, , Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Pondok Muhammadiyah Hajjah Nuriah Shabran dan Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah. 9. Mendorong kepada Pimpinan Daerah dan Cabang untuk membuka program sekolah kader, baik optimalisasi peran sekolah maupun Pondok Pesantren Muhammadiyah dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Daerah masingmasing. 10. Bekerjasama dengan Majelis Tarjih dan Majelis Tabligh membentuk forum kajian Tafaquh Fiddin (seperti Kajian Tafsir Al-Qur’an dan hadits) disemua tingkat pimpinan. 11. Bekerjasama dengan majelis terkait menyelenggarakan pengkajian Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, secara teori dan praktek. 12. Melakukan koordinasi kaderisasi dengan ortom-ortom pada setiap jenjang pimpinan. Identifikasi dan pemetaan sumberdaya yang dimiliki Muhammadiyah disemua lini organisasi. E. PROGRAM WILAYAH MUHAMMADIYAH BIDANG KESEHATAN, KESEJAHTERAAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 1. Meningkatkan kualitas amal usaha bidang kesehatan sehingga dapat menjangkau masyarakat luas. 2. Meningkatkan kualitas manajemen dan pelayanan dari amal usaha kesehatan dengan memperhatikan asas profesionalitas dan semangat “penolong kesengsaraan oemoem” yang diletakkan KH. Ahmad Dahlan. 3. Mengoptimalkan panti-panti asuhan Muhammadiyah sehingga menjadi tempat penyemaian kader Muhammadiyah.

F. PROGRAM WILAYAH MUHAMMADIYAH BIDANG WAKAF, HARTA MILIK MUHAMMADIYAH, ZIS (ZAKAT, INFAQ, SHADAQAH), DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI 1. Inventarisasi harta benda persyarikatan yang diperoleh dari wakaf, hibah, jual beli, wasiat dan lain-lain. 2. Menumbuhkan semangat kewirausahaan (enterpreuneurship) untuk mendorong dan daya saing sebagai gerakan pemberdayaan umat. 3. Membangun sinergi usaha dengan kelompok ekonomi lain untuk mengangkat usaha kecil menengah di lingkungan persyarikatan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi umat. 4. Pengembangan yang terkait dengan pemanfaatan fungsi pengelolaan zakat, infaq, dan shadaqah. 5. Mengembangkan berbagai usaha ekonomi yang betul-betul selektif, terrencana, dan berkesinambungan, dengan menitikberatkan perhatian pada pengembangan ekonomi rakyat. 6. Mengintensifkan pelaksanaan, penertiban, dan pengelolaan sertifikasi tanahtanah wakaf Muhammadiyah. 7. Meningkatkan pembinaan dan jaringan lembaga-lembaga ZIS (Zakat, Infaq, Shadaqah) sehingga memiliki fungsi yang efektif, produktif, dan akuntabel dalam menjalankan kegiatannya. G. PROGRAM WILAYAH MUHAMMADIYAH BIDANG PARTISIPASI KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA 1. Mengembangkan lembaga khusus sebagai pemikir (think tank) yang bertugas melakukan kajian terus menerus tentang berbagai isu nasional serta kebijakan nasional yang menyangkut rakyat banyak. 2. Berpartisipasi secara aktif dan kreatif dalam upaya penguatan masyarakat sipil serta penegakan demokrasi dan HAM. 3. Meneruskan gerakan anti korupsi dengan memanfaatkan kerjasama yang telah di rintis selama ini. 4. Membangun jaringan yang sinergis dengan kader dan simpatisan Muhammadiyah yang berada di lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif. 5. Meluaskan pendidikan kewarganegaraan (civic education) yang selama ini telah dikembangkan di berbagai universitas Muhammadiyah bagi semua lembaga pendidikan Muhammadiyah yang terarah pada pembangunan masyarakat yang demokratis dan berkeadaban. 6. Menyelenggarakan pendidikan kader politik dan menyusun panduan tentang politik yang islami. H. PROGRAM WILAYAH MUHAMMADIYAH BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP 1. Pengembangan model-model pemberdayaan masyarakat untuk komunitas buruh, tani, nelayan, dan kaum marjinal di perkotaan maupun di pedesaan. 2. Memadukan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan kegiatan dakwah yang membawa kemajuan. 3. Melakukan penyadaran kepada masyarakat tentang HAM dan demokrasi termasuk lewat jalur pendidikan. 4. Mengupayakan advokasi publik yang menyangkut kebijakan yang bersentuhan dengan kepentingan rakyat banyak. 5. Mengembangkan aktifitas pendidikan dan dakwah lingkungan yang di motori

oleh majelis terkait, guna memberi pengertian tentang pengelolaan lingkungan yang benar dan membangun kesadaran tentang pentingnya kelestarian lingkungan hidup. 6. Mendorong tumbuhnya kesadaran baru etika lingkungan di masyarakat luas, termasuk dunia usaha, yang cenderung mengabaikan etika lingkungan. 7. Melakukan kampanye sadar lingkungan secara luas bekerja sama dengan berbagai intansi, baik pemerintah maupun swasta. I. PROGRAM WILAYAH MUHAMMADIYAH BIDANG PUSTAKA DAN INFORMASI 1. Mengoptimalkan pemanfaatan multimedia dan teknologi informasi untuk menopang aktifitas persyarikatan meliputi media elektronik dalam hal ini radio dan televisi, media internet dan mobile devices, media cetak, dll 2. Peningkatan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan yang berfungsi untuk mengembangkan pengetahuan dan informasi warga persyarikatan dan masyarakat luas. 3. Melaksanakan pelatihan pustakawan dan publik relation dalam menunjang pelayanan dan fungsi-fungsi tugas persyarikatan. 4. Meningkatkan pelayanan publikasi baik yang bersifat cetak maupun elektronik sebagai bagian penting dalam pengembangan syiar persyarikatan. J. PROGRAM WILAYAH MUHAMMADIYAH BIDANG SENI BUDAYA 1. Mengembangkan apresiasi keseniaan, kesusasteraan dan pariwisata yang Islami dan memberikan nuansa kehalusan budi dan spiritual islami dalam kehidupan warga persyarikatan, umat, dan masyarakat luas. 2. Memproduksi film, buku, dan seni pertunjukan yang membawa pesan kerisalahan dan peradaban Islami. 3. Melakukan kajian dan kritik terhadap praktik-praktik kesenian dan berbagai publikasi yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma-norma ajaran islam serta merusak akhlak dan peradaban manusia. 4. Menigkatkan pengadaan dan pengelolaan sarana, prasarana, pendidikan, produksi, dan pengembangan seni budaya di lingkungan persyarikatan. 5. Meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak dalam pengembangan seni budaya Islami. 6. memanfaatkan media massa cetak dan elektronik sebagai sarana dalam pengembangan program seni budaya dalam Muhammadiyah. K. PROGRAM WILAYAH MUHAMMADIYAH BIDANG UKHUWAH DAN KERJASAMA 1. Membangun suasana persaudaraan dalam aktifitas persyarikatan dengan mengefektifkan forum-forum kajian, pertemuan, dll. 2. Mengembangkan kerjasama yang harmonis dan saling menguntungkan dengan berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta serta dalam maupun luar negeri untuk mendukung gerak persyarikatan. 3. Berperan aktif dalam upaya membangun tata dunia baru yang adil dan berkeadaban. 4. Mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan umat Islam guna mengejar ketertinggalan dalam berbagai bidang. 5. Mengefektifkan kerjasama dengan berbagai kalangan baik dalam maupun luar negeri guna meningkatkan peran Muhammadiyah dan umat Islam secara

lebih luas sekaligus mengantisipasi segala bentuk pemojokan yang merugikan Muhammadiyah dan umat Islam. IV. DRAF REKOMENDASI UNTUK INTERN MUHAMMADIYAH Dalam perjalanan Muhammadiyah di NAD, Muhammadiyah diharapkan terus melakukan upaya mengembangkan tajdid pemikiran, sehingga Muhammadiyah mampu mengantisipasi perubahan situasi dan melakukan pencerahan peradaban Musywil ke-36 mendesak Muhammadiyah untuk menggalakan kembali kerja-kerja kemanusia dalam membantu korban bencana alam dan kerja-kerja sosial kemanusian lainnya. Untuk melakukan tugas-tugas kemanusian tersebut, Muhammadiyah perlu menghadirkan/mengembangkan lembaga-lembaga yang solid dan profesional, sehingga Muhammadiyah NAD tidak hanya sekedar merespon persoalan setelah terjadi sesuatu, namun Muhammadiyah harus lebih siap sejak dini dimana persoalan tersebut belum muncul. Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan, dimana dalam amal usahanya dalam bidang Pendidikan, perlu mengembangkan lebih maju, strategis dan terpola tentang manejemen pengelolaan pendidikan baik ditingkat dasar, menengah mapun di tingkat perguruan tinggi. Kepada lembaga pendidikan tingkat dasar dan menengah, diharapkan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (yang sekarang berubah nama menjadi Bidang pendidikan, Iptek dan Litbang) Muhammadiyah NAD harus lebih profesional dalam mengelola lembaga-lembaga pendidikan yang sudah ada. Profesional tersebut ditandai dengan adanya kantor khusus bagi majelis ditingkat wilayah dan daerah, dan dipekerjakan secara sukarela staf yang akan mengurus administrasi menyangkut kelancaran kinerja majelis. Tingkat perguruan tinggi (Universitas Muhammadiyah, Akademi Kebidanan Muhammadiyah), diharapkan kepada Badan Pengurus Harian Perguruan Tinggi Muhammadiyah, agar lebih aktif dan tegas dalam merumuskan berbagai kebijakan baik masalah Manejemen, sistim koordinasi dan pelaporan keuangan, sistem rekrutmen Dosen dan karyawan hendaknya memperhatikan aspek kekaderan dan nilai-nilai kemuhammadiyahan. Sehingga amal usaha tersebut tidak lepas kendali dari Muhammadiyah dan sudah harus diselesaikan selambatlambatnya satu tahun setelah musywil ke-36 ini. Melihat situasi pendidikan yang dikelola Muhammadiyah NAD sekarang yang cenderung stagnasi (tidak tercerahkan/berkembang baik secara kelembagaan maupun SDM keluaraannya), maka oleh Muhammadiyah didesak untuk merumuskan formula sistem pendidikan yang ideal sesuai dengan nilai-nilai Islam dan tujuan persyarikatan. Dimana pendidikan yang dimaksud adalah konsep pendidikan yang membebaskan dan tercerahkan. Bencana alam gempa bumi dan tsunami pada tanggal 26 Demeber 2004 yang lalu dan konflik Aceh yang berkepanjangan, menghadirkan berbagai persoalan, diantaranya masalah anak-anak yang terpisah dengan keluarganya, masalah psikososial anak, masalah trafficking (perdagangan anak), masalah kekerasan terhadap anak (child abuse) serta masalah kekerasan terhadap perumpuan. Untuk itu Muhammadiyah NAD didesak perlu menghadirkan dan atau mengembangkan sebuah lembaga (lembaga perlindungan anak dan perempuan) yang serius mengurus masalah anak dan perempuan. Hal ini dipandang perlu, karena untuk menghindari hal-hal negatif yang ditimbulkan pada sosial anak dan perempuan akibat dampak bencana dan konflik. Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah Islamiyah, hendaknya berperan aktif dalam mengantisipasi gerakan pemurtadan aqidah ummat baik secara terang-

terngan maupun secara tersembunyi di tempat pengungsian atau tempat lain yang rentan. Demi kelancaran dan kedinamisan organisasi, selayaknya Muhammadiyah di kelola oleh kader-kader yang mempunyai komitmen tinggi terhadap persyarikatan. Untuk itu kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NAD, didesak agar melakukan monitoring dan evaluasi kenerja kepemimpinan pada semua jenjang. Pemberlakukan sistem reward dan punishment atas kinerja setiap anggota pimpinan dianggap perlu. Oleh karena itu setiap anggota pimpinan yang tidak menunjukan kinerja yang baik atau sangat kurang menghadiri rapat pimpinan agar diberikan sangsi yang tegas. Muhammadiyah sebagai organisasi kader, diharapkan lebih serius memikirkan persoalan pengkaderan formal atau informal, baik yang dilakukan oleh Muhammadiyah maupun yang dilakukan oleh ortom-ortom. Hal ini penting mengingat ada beberapa ortom ditingkat daerah maupun cabang yang sudah mati secara gerakan maupun secara adiministrasi. Muhammadiyah yang sejak berdirinya, identik dengan kader-kader keulamaan, namun akibat perubahan zaman maka orientasi pendidikan pun berubah. Masa akan datang mungkin persentase kader keulamaan di Muhammadiyah yang menguasai ilmu-ilmu fiqh dan syari’at akan semakin berkurang. Untuk itu Muhammadiyah NAD perlu memikirkan antisipasi dini. Antisipasi yang dimaksud adalah, pertama; menyekolahkan kader-kader terbaik baik ditingkat ranting sampai tingkat wilayah ke universitas islam terbaik yang ada didalam mapun luar negeri. Kedua; Muhammadiyah NAD sudah saatnya menghadirkan lembaga pendidikan yang berbasis pesantren, kelola secara profesional dan mandiri. Ketiga; Mengembangkan pola, pekaderan, pengajian dan dakwah dalam sebuah sistem modul yang diperuntukan bagi semua tingkatan organisasi dan juga ortom, dan juga diperuntukan bagi lembaga-lembaga pendidikan yang dikelola Muhammadiyah. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NAD agar mempertegas sistem koordinasi antar Komite Kemanusiaan Pemulihan Aceh (KPMA) NAD dengan KPMA Pusat dan dengan KPMA Daerah. Memperhatikan secara khusus terhadap organisasi otonom (‘Aisyiah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Asyiyah, IMM, IRM dan Tapak Suci), Perhatian yang dimaksud adalah; memberikan fasilitas kantor organisasi di lingkungan Masjid Taqwa Muhammadiyah NAD Kepada Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (yang sekarang berubah nama menjadi Bidang pendidikan, Iptek dan Litbang), agar memberikan ruang gerak lebih terbuka kepada IRM untuk bisa menggunakan atribut IRM di sekolahsekolah Muhammadiyah. Dan diharapkan agar logo OSIS yang ada disekolah Muhammadiyah diganti dengan logo IRM. Hal ini sudah dilakukan oleh Muhammadiyah luar Aceh, dan kebijakan ini tidak dianggap bertentangan dengan keputusan pemerintah tentang organisasi di sekolah. Demikian juga halnya dengan IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) di Kampuskampus/Universitas Muhammadiyah. Untuk kenetralan persyarikatan, maka diharapkan kepada ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NAD tidak terlibat dalam politik praktis. Pimpinan Muhammadiyah Wilayah NAD diharapkan dalam periode 2005-2010 dapat merealisasikan Rumah Sakit Islam Muhammadiyah. Kepada Pimpinan Muhammadiyah Wilayah NAD agar melakukan trasformasi kader pada semua lini amal usaha Muhammadiyah. Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan, diharapkan berperan aktif

sebagai penengah dalam persoalan-persoalan politik, sosial keumatan dan atau ekses (dampak) dari berbagai persoalan sosial di Aceh. Muhammadiyah NAD, diharapkan serius dalam mengembangkan konsep ekonomi mikro, seperti pengembangan lembaga keuangan syari’at dan upaya pemberdayaan ekonomi pertanian dan nelayan dan buruh ditingkat basis. Hal ini penting, karena rata-rata basis Muhammadiyah ditingkat ranting mata pencahariannya sebagai petani (masyarakat agraris) dan nelayan. Perlu dibentuk tim advokasi guna pembelaan terhadap lembaga Persyarikatan, Pimpinan dan warga/anggota Muhammadiyah yang dirugikan. Pemeliharaan dan penertiban harta kekayaan Persyarikatan Muhammadiyah di Propinsi NAD agar dapat diselesaikan selambat-lambatnya satu tahun setelah musywil ke-36 ini.

SUSUNAN PENASEHAT, PENGURUS HARIAN, MAJELIS DAN LEMBAGA PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM MASA JABATAN 2005 -2010. C. PENASEHAT 1. Tgk. H. Ghazali Amna, BA 2. Tgk. H. Imam Syuja’ 3. H. Syamsunan Mahmud, SE D. PENGURUS HARIAN Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Sekretaris Wakil Sekretaris Wakil Sekretaris Wakil Sekretaris Bendahara Wakil Bendahara Sekretaris Eksekutif : : : : : : : : : : : Prof. DR. H. Al Yasa’ Abubakar, MA Drs. H. Muharrir Asy’ari, Lc, M. Ag Drs. H. Suardi Saidy, M. Ag Ir. H. M. Zardan Araby, MBA, MT Drs. H. Fauzi Ali Amin, M. Kes Drs. H. Zuardi Zain Drs. H. Nasrullah Jakfar, MA A. Malik Musa, SH, M. Hum Drs. H. Aslam Nur, LML, MA Taufiq. A. Rahim, SE, M. Si A l m a n a r, SH

: Drs. Maimun NH : Drs. H. Djauhar Ali : Yudhi Aswad Eka Satria Mu’ammar Iqbal

E. PENGURUS MAJELIS DAN LEMBAGA Majelis Tarjih dan Tajdid A. Ketua : Prof. DR. H. Syahrizal, M.Ag Wakil : Drs. Agusni Yahya, MA Sekretaris : Marah Halim, M. Ag Anggota : Drs. Fakhri, MA. Drs. Hasanuddin Yusuf Adan, MA Drs. Arifin Zein, MAg. B. Lajnah Tarjih Prof. DR. Daniel Juned Prof. DR. Alyasa Abubakar Drs. H. Muharrir ‘Asyari, M.Ag Drs. H. RA Syauqas Rahmatillah, MA DR. Faisal A. Rani, SH, MH Drs. H. Aslam Nur, LML, MA M. Thaib, LC

2. Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus Ketua : H. Abrar Zym, SAg. Wakil : Drs. Tgk. H. Ismeilsyah Sekretaris : Hermansyah, SAg Anggota : Drs. H. Fuadi Sulaiman Drs. H. Ayub Ahmad Drs. Muthorir Asy’ari Drs. Tgk. Salahuddin Yusuf Mashuri, S.Ag 3. Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Ketua : Drs. Ramli Gadeng, MPd Wakil Ketua : Drs. Amiruddin Husein Wakil Ketua : Drs. KH. Zainal Arifin Sekretaris : Sulaiman, SH, M.Hum Wakil Sekretaris : Drs. Amsal Asmara Abadi Anggota : DR. Bukhari Daud, MA Ahmad Zaini Ibrahim Drs. Irhamuddin Idris S. Taib Muhammad Iqbal. AD, S.Ag Drs. Mukhlis A. Hamid, M. Pd Nuralam, SAg, M.Pd Mailisman Cut Salihin, S.Ag 4. Majelis Pembina Kesehatan Dan Kesejahteraan Sosial Ketua : Dr. Abdul Wahab Wakil : Dra. Eulisa Fajriana, M.Kes. Sekretaris : T. Murhadi Juli, SKM Anggota : Dr. H. Mohd. Djakfar Ali Hj. Rosmety Rose Dr. Armein Effendy, MS Dr. H. Fauzi Yusuf, S.Pd Dr. H. Krisna W. Sucipto, S.Pd Drs. H. Baharuddin, M.Kes. Dr. Syarifuddin Anwar, SKM Dr. Anwar Jakfar, MS Edy Rahmat Ilyas 5. Majelis Wakaf dan Kehartabendaan Ketua : H. Zaid Hayik, SH Wakil : Fadhullah, SH, MH. Sekretaris : Drs. Mawardi Hasan Anggota : Mohd. Daud Yusuf, SH, MH Drs. Sayuthi Is, MM Edi Nur Ilyas, SH Nurul Bahri, SH Drs. Sahdansyah Putera Jaya, M.Hum Drs. Syahrizal, M.Si

6.

Majelis Ekonomi, Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Ketua : Yusri ZA, SH, MH. Wakil : Drs. Kahnir Rajiun Sekretaris : T. A. Yani, SH, MH. Anggota : Ir. Anwar Thaib Muntazir, ST Ir. Fauzan Sulaiman Drs. Muhammad Nur Suria Darma, SE Umar Machtub, ESSA, SE Isran, SE Zulkarnain Idris Hasbi Bustamam, SE Sayuthi Aulia Majlis Pendidikan Kader Ketua : Nyak Arief Fadhillahsyah, SAg. Wakil : Sayed Mahyiddin Muhammad Sekretaris : M. Dinar, S.Ag Anggota : Sutan Muhammad Rusdi, SE A. Sakir Walad, SKM Saifuddin A. Malik, SKM Saidi Sulaiman, S. Ag Irfan Nusirrasman, SE,S.Ag Mashudi. SR, S.Ag Rudy Ismawan, Sag M. Rasyid Ridha Oriza Safrina, SH Lembaga Zakat, Infaq dan Shadaqah Ketua : Nuzulman, SE Wakil : M. Yamin, SE Sekretaris : Tarmizi Gadeng, S. Ag Anggota : Sayed Muhammad Husein Nyak Umar, SE Ihsannudin, SP Mukhsin, SE Ihsan Musaffan Wira Tahir Aznein

7.

8.

9. Lembaga Pembinaan dan Pengawasan Keuangan Ketua : Ali Amin, SE.Ak, MSc Wakil : Muchlis Yunus, SE, M. Si Sekretaris : Riza Nizarli, SH, MH Anggota : Muhammad Joni, ST, SE, MT M. Fadli, SE.Ak Ahmad Nizam Samsunan, SE

10. Lembaga Hubungan Kerjasama Ketua : Taqwaddin, SH, SE, MS Wakil : H. Irwan Yasin, SE, M.Si Sekretaris : Muhammad Zubair Anggota : Ir. H. Ahsan Jass, MEng Ir. Ikhwan, MM Ir. Asra Mardani Ridwan Nurdin, SE, MA Sanusi Abdullah, SE Al-Musanna, M.Ag 11. Lembaga Seni dan Budaya Ketua : Zulfikar Sawang, SH Wakil : Mawardi Adami, S.Ag Sekretaris : Wiratmadinata, SH Anggota : Armadi Putra, SE Asrarudin, SH Mahdelan, SKM Nikmatillah Azwar, SKM 12. Lembaga Perencanaan Ketua : Ir. Monhilal Wakil : Drs. Azwar Umri Sekretaris : Ir. Husni Ibrahim, MSc Anggota : Ir. Muhyan Yunan, MEng Ir. Rusdy Syahbudin, MT Ir. Dailami Ir. Faisal Ardiansyah Yusri Yusuf BRE, M. Si Drs. Mirwansyah, M.Si Habib Syukri, ST Maskur, ST Lembaga Perlindungan Anak Ketua : Firdaus D. Nyak Idin Wakil : Rahmadi M. Sani, SP Sekretaris : Achyar, SE Anggota : Musliadi M Tamin, S. Ag Tarmizi Robby Sugara Lembaga Pengkajian Ketua Wakil Sekretaris Anggota : : : : DR. Husni Jalil, SH, MH DR. Amirul Hadi, MA Yanis Rinaldi, SH, M.Hum DR. Mustanil DR. T. Safir Iskandar, MA DR. M. Nasir Budiman DR. Iskandar Usman Nurchalis Sofyan, S.Ag, M.Ag

Akhya Ikhsan, SE, MA Ihsan Sahim Lembaga Advokasi, Hukum dan HAM Ketua : DR. Iskandar Gani, MA Wakil : Azhari Yahya, SH, MCL Sekretaris : Abdurrahman, SH, M.Hum Anggota : DR. Ilyas Ismail, SH Darwis, SH Rufriadi, SH Samsul Bahri, SH Ibrahim Marsian, SH Mirdas Ismail, SH Izwar, SH Tugas Para Wakil Ketua Membidangi: Drs. H. Muharrir Asy’ari, LC, MAg: Bidang Majlis Tarjih danTajdid serta Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah. Drs. H. Suardi Saidi: Bidang Majlis Tabligh dan Dakwah Khusus serta Lembaga Seni Budaya. Ir. Zardan Araby, MBA, MT: Bidang Majlis Ekonomi, Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Hidup serta Lembaga Perencanaan Drs. H. Fauzi Ali Amin: Bidang Pembinaan Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial serta Lembaga Hubungan Kerjasama, Lembaga Perlindungan Anak. Drs. H. Zuardi Zein: Bidang Majlis Wakaf dan Kehartabendaan serta Majlis Dikdasmen. 6. Drs. Nasrullah Jafar, MA: Bidang Majlis Pendidikan Kader, Lembaga Pengkajian dan Lembaga Advokasi, Hukum dan HAM

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->