Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU KEBIDANAN DAN KEMAJIRAN

(ANATOMI FISIOLOGI KEBUNTINGAN)

NAMA

: WADI OPSIMA

NIM

: O111 13 310

KELOMPOK : VII (DELAPAN)


ASISTEN

: ANDI KHUSNUL KHATIMAH

LABORATORIUM REPRODUKSI
PROGRAM STUDI KEDOKTERAN HEWAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016

A. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah

untuk mengetahui anatomi organ

reprosuksi betina bunting, fisiologi, dan kelainan pada kebuntingan.


B. Tinjauan Pustaka
1.

Anatomi Organ Reproduksi Betina Bunting


Sampai pertengahan kebuntingan, terjadi perubahan-perubahan pada

saluran alat reproduksi terutama pada vulva dan vagina. Vulva menjadi odematus
dan vaskularisasi meningkat. Perubahan vulva pada sapi sangat jelas
dibandingkan pada kuda dan terjadi pada bulan kelima kebuntingan, pada sapi
dara dan bulan ketujuh pada sapi yang telah pernah beranak mukosa vagina
tampak pucat dan kering selama masa kebuntingan tetapi odematus dan lunak
pada akhir masa ke Serviks, selama masa kebuntingan, perkembangan fetus di
dalam uterus ditahan oleh os eksternal dari serviks terjadi lendir kental sebagai
penutup kanalis servikalis. Ini disebut sebagai lendir penyumbat kebuntingan
(mucus plug of pregnancy). Lendir ini akan meleleh ketika mendekati waktu
kelahiran (Suharyati, 2003).
Uterus, sejalan dengan masa kebuntingan, uterus secara bertahap
berkembang membesar sesuai dengan perkembangan fetus, tetapi myometrium tak
berkontraksi sehingga tidak menimbulkan penekanan. Tiga fase dialami pada
perkembangan uterus, yaitu proliferasi, pertumbuhan dan peregangan. Proliferasi
pada sel-sel endometrium terjadi sebelum implantasi blastosis ini dicirikan oleh
persiapan pemekaan terhadap progesteron pada endometrium. Pertumbuhan uterus
dimulai setelah implantasi dan terdiri dari hiperopi otot, peningkatan jaringan ikat
substansi dasar dan peningkatan serabut kolagen (Suharyati, 2003).
Ovarium, corpus luteum pada kebuntingan dipertahankan sebagaii
corpus luteum graviditatum (corpus luteum verum) akibatnya siklus birahi tidak
terjadi. Pada beberapa sapi, estrus tetap terjadi meskipun dalam masa kebuntingan
awal. Hal ini karena tetap terjadi perkembangan folikel pada ovariumnya. Pada
kuda terdapat perkembangan 10-15 folikel pada ovariumnya pada hari ke-40
sampai 160 kebuntingan. Folikel-folikel ini akan mengalami uteinisasi menjadi

corpus luteum asesoris. Pada sapi corpus lueum dipertahankan selama masa
kebuntingan, tetapi pada kuda semua corpus luteum yang telah terbentuk
mengalami regresi pada bulan ketujuh dari masa kebuntingan (Damayanti, 2014).

2. Periode Kebuntingan pada Kucing


C. Materi dan Metode
Materi
Praktikum pemeriksaan kebuntingan pada kucing dilaksanakan di Klinik
Hewan Pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, pada Kamis 24
Maret 2016. Adapun alat-alat yang digunakan pada praktikum yaitu alat mesin
ultrasonografi (USG) dan alat pencukur bulu, sedangkan bahan yang digunakan
adalah kucing bunting, ultrasonic gel, dan tissue.
Metode
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dimana dosen
memaparkan nama alat serta fungsinya. Selain itu, dipaparkan cara mendiagnosa
kebuntuingan meliputi umur, jumlah fetus, serta jumlah fetus.
D. Hasil dan Pembahasan
Hasil

Tissue

Ultrasonic gel

Alat USG

Kucing diposisikan rebah dorsal

Diameter kantong kebuntingan 2.65 cm

Denyut jantung 248.04 bpm

Pada pemeriksaan kebuntingan kucing dengan menggunakan USG,


kucing diposisikan rebah dorsal. Diameter kantong kebintingan kucing adalah
2.65 cm, serta denyut jantung fetus 248.04 bpm.
Usia kebuntingan pada kucing =6 x 2.65 + 20
= 35,9 hari
Pada praktikum pemeriksaan kebuntingan diketahui usia kebuntingan
kucing 35,9 hari, sehingga dapat diperkirakan waktu lahir 63 35,9= 27,1 hari.
Jadi, diperkirakan kucing akan partus 27 hari lagi, dihitung saat praktikum.
Pembahasan
Praktikum kali ini untuk mendiagnosa kebuntingan pada kucing dengan
menggunakan Ultrasonografi (USG). Dimana USG merupakan mesin ultrasound
yang memancarkan dan menerima frekuensi tinggi gelombang ultrasound melalui
transducer atau penyelidikan. Dalam mendiagnosa kebuntingan dengan USG
diperlukan gel yang berfungsi sebagai media terpantulnya gelombang suara,
sehingga terbentuknya gambar pada USG. Probe ditempatkan di atas area of
interest, mengarahkan gelombang suara ke dalam tubuh. Gelombang ultrasound
dapat ditularkan melalui dari atau diserap oleh jaringan. Digunakan frekuensi 6,9
Hz, dimana semakin besar frekuensi makan suara yang dihasilkan semakin kecil,
tergantung pada ke dalaman suatu organ serta jenis kulit hewan.
Pada praktikum digunakan probe jenis mikrokonveks, dimana berfungsi
mendiagnosa organ pada hewan kecil. Sedangkan pada hewan besar biasanya
digunakan probe jenis linera, dimana penggunaannya melalui transrektal. Fungsi
melakukan USG adalah memperkirakan tanggal kelahiran, penentuan kematian
fetus, dan pendeteksian masalah pada fetus.

Pada kebuntingan muda, patokannya antara lain pada vesica urinari,


karena uterus berada di craniodorsal vesika urinaria. Pada gambaran USG,
nampak adanya vesica urinaria yang terlihat anechoic (hitam) karena didalam
vesica urinaria dipenuhi oleh cairan. Tepat disebelah vesica urinaria, akan nampak
adanya kantong yang terlihat adanya penonjolan seperti bola yang terlihat
hypoechoic (abu-abu) yaitu merupakan penampakan dari fetus. Pada tampilan
fetus akan terlihat jelas tulang belakang yang terlihat hyperechoic. Cairan amnion
yang nampak anechoic, semakin lama usia kebuntingan maka akan semakin
sedikit tampakan anechoic pada kantong amnion.
Usia kebuntingan kucing pada saat praktikum 35,9 hari, sehingga dapat
diperkirakan waktu partus partus 27 hari lagi, dihitung saat praktikum. Sedangkan
denyut jantung fetus 248.04 bpm, hal ini dikategorikan normal, karena angka
normal denyut jantung adalah 200-250 bpm.
E. Rangkuman
USG merupakan mesin ultrasound yang memancarkan dan menerima
frekuensi tinggi gelombang ultrasound melalui transducer atau penyelidikan.
Dalam mendiagnosa kebuntingan dengan USG diperlukan gel yang berfungsi
sebagai media terpantulnya gelombang suara, sehingga terbentuknya gambar pada
USG. Usia kebuntingan kucing pada saat praktikum 35,9 hari, sehingga dapat
diperkirakan waktu partus partus 27 hari lagi, dihitung saat praktikum. Sedangkan
denyut jantung fetus 248.04 bpm

DAFTAR PUSTAKA
Kuncorojakti,
Suryo.
2011.
Periode
Kebuntingan
pada
Kucing.
http://suryokuncorojakti-fkh.web.unair.ac.id/artikel_detail-38842-Info
%20Pet Periode%20Kebuntingan%20pada% 20Kucing.html
Lavin, L.M. 2007. Radiography in Veterinary Technology 4th ed. Saunders,
Elsevier. USA
Noviana, D., K. Damelka dan S. H. Aliambar. 2008. Pencitraan B-Mode
Ultrasonografi (USG) untuk Deteksi Kebuntingan dan Pengamatan
Perkembangan Fetus Kucing (Felis catus). Proceedings of KIVNAS.
lnstitut Pertanian Bogor, Bogor.
Prihatno, S.A. 2006. Kontrol Sterilitas pada Ternak. Bagian Reproduksi dan
Kebidanan
Fakultas
Kedokteran
Hewan
Universitas
Gadjah
Mada. Yogyakarta
Pycock, J.F. 2007. The Pregnant Mare: Diagnosis and Management. In Samper,
J.C., Pycock, J.F. and Mckinnon, A.O. Current Therapy in Equine
Reproduction. Saunders, Elsevier. USA

LAMPIRAN

Tissue

Ultrasonic gel

Alat USG

Diameter kantong kebuntingan 2.65 cm

Kucing diposisikan rebah dorsal

Denyut jantung 248.04 bpm