Anda di halaman 1dari 9

Hendra Surya

Cara Menghadapi Anak Hiperaktif


OPINI | 11 August 2013 | 07:22 Dibaca: 10882 Komentar: 0 0

Sebagai orang tua, tentu Anda sangat kewalahan menghadapi anak yang
sangat bandel dan tidak bisa diam, bahkan sangat susah diatur. Jika ditinggal
sebentar saja, anak sudah membuat berantakan seisi rumah. Kadangkala
dada Anda pun dibuat berdebar-debar kencang, saat anak bermain-main
dengan barang-barang yang mudah pecah dan membahayakan dirinya,
seperti bermain gelas, piring dan botol yang terbuat dari kaca. Bahkan,
kadangkala anak suka berlompat-lompatan di atas kursi, tempat tidur dan
berlari-larian.

Hal yang membuat Anda jengkel, di kala teriakan dan emolen, bahkan
cubitan orang tua tidak lagi dihiraukan anak. Anak terus asyik bermain-main,
seperti tak mengenal rasa takut dan rasa lelah. Anda sendiri yang dibuat
capek dan ketakutan terus mengawasi anak. Anda merasa lega dan tenang,
di saat anak sedang tidur saja.

Perilaku anak yang bandel dan tidak bisa diam ini oleh sebahagian orang tua,
ada yang menganggap lumrah dan remeh. Sebab, mereka menganggap
masalah itu hal biasa terjadi pada masa anak-anak dan akan menghilang
seiring dengan perkembangan usia anak. Padahal, tidak jarang perilaku anak
tersebut, sebenarnya mencerminkan atau memberi gambaran tentang gejala
gangguan emosi dan perilaku pada anak yang seharusnya sedini mungkin
mendapat perhatian dan penanganan yang serius.

Anak yang bandel dan tidak bisa diam ini, jika Anda biarkan dalam jangka
panjang, maka gangguan tersebut dapat saja menjadi faktor penghambat
bagi terbentuknya kepribadian yang matang pada usia dewasa anak. Begitu
juga, anak yang bandel dan tidak bisa diam ini dapat mengalami kesulitan
untuk melakukan proses belajarnya. Hal ini bisa terjadi karena anak akan
mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian dan konsentrasi
belajarnya. Alhasil, prestasi belajar anak pun dapat menjadi sangat rendah.

Hal ini, tentunya tidak Anda kehendaki, bukan?

Untuk menangani anak yang bandel dan tak bisa diam ini, Anda tidak mesti
harus langsung ke psikiater atau psikolog. Jika gejala anak bandel dan tidak
bisa diam ini, masih ringan, maka Anda pun masih dapat mengantisipasi
masalah ini sendiri, agar tidak berkembang menjadi lebih jauh.
Mengapa anak menjadi bandel dan tidak bisa diam?

Anak menjadi bandel dan tidak bisa diam, ini menunjukkan adanya gejala
gangguan pada emosi dan perilaku anak. Terutama ini terjadi pada anak-anak
usia balita (2-5 tahun). Kalau Anda amati, anak terus bergerak dan tidak bisa
diam mengikuti perhatiannya yang terhablur pada banyak keinginankeinginan. Di mana keinginan-keinginan anak itu muncul dari dorongan
emosional anak atas apresiasi rangsangan dari lingkungan di mana anak
berada.

Anak menjadi bandel dan tidak bisa diam, ini menggambarkan bagaimana
anak bereaksi terhadap lingkungan di mana anak berada. Reaksi atau
perilaku anak itu dipengaruhi oleh sikap emosi anak dalam merespon
rangsangan dari lingkungannya. Sedangkan yang mendorong ledakanledakan emosi dari dalam diri anak itu sendiri adalah perkembangan
neurobiologis anak yang terganggu. Sebagaimana yang Anda ketahui,
kelenjar endocrine, andrenalin dan suprarenal gland sangat mempengaruhi
kegiatan emosi anak (seseorang). Oleh sebab itu, perbedaan yang terdapat
dalam kelenjar tersebut, tentu mempengaruhi perkembangan emosi anak
(seseorang). Di samping itu, perubahan physiologi atau aktivitas kelenjarkelenjar tersebut juga sangat dipengaruhi oleh rangsangan atau pengalamanpengalaman emosional anak dari lingkungan di mana ia berada.

Dengan demikian, di samping perkembangan fisik dan mentalnya yang


menentukan kematangan emosi anak, juga sangat dipengaruhi oleh faktor
lingkungan sosial yang memberi latihan atau pengalaman-pengalaman batin
pada anak. Interaksi secara fisik dan mental dari sifat anak dengan pengaruh
lingkungannya mempunyai peranan yang cukup berarti dalam perkembangan
tingkah laku emosi dan sikap anak. Dengan perkataan lain, kematangan
emosi anak sangat dibutuhkan sebagai dasar atau pendorong tingkah laku
atau perilaku anak yang berkualitas. Terganggunya emosi anak, maka
berpengaruh terhadap perilaku anak. Anak yang emosinya stabil, maka akan

lebih mudah berkonsentrasi dan berpikir logis, mampu memotivasi dirinya


untuk tetap fokus pada aktivitas yang membangun dan mampu membina
hubungan yang harmonis dengan lingkungan di mana ia berada.

Pada anak yang bandel dan tidak bisa diam ini, sensitivitas emosi anak
sangatlah tinggi, sehingga anak mudah terpengaruh oleh beberapa
rangsangan yang muncul di hadapannya. Sensitivitas emosi anak ini
membuat anak sulit untuk memfokuskan atau memprioritaskan perhatiannya
pada satu fokus, sehingga anak begitu mudah beralih-alih perhatian.

Maka yang perlu Anda sadari dan pahami, faktor-faktor penyebab atau
pencetus mengapa anak menjadi bandel dan tidak bisa diam ini. Nah, kalau
Anda telaah lebih lanjut, ternyata anak menjadi bandel dan tidak bisa diam
ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

Faktor perkembangan neurobiologis anak yang terganggu.

Di mana fungsi-fungsi saraf sebagai menerima rangsang dari luar diri yang
tidak stabil atau hipersensitif, sehingga anak mudah terangsang pada banyak
perhatian atau beralih-alih perhatian dan kesadaran yang menyertai
perhatian tersebut sangatlah rendah.
Faktor lingkungan

Di samping anak mengalami kesulitan atau hambatan untuk memusatkan


atau mengintensifkan perhatian karena adanya gangguan neurobiologisnya,
juga faktor lingkungan berperan besar dalam memberi banyak rangsangan
emosional anak. Perhatian anak menjadi terpencar terhadap segenap aspek
rangsangan yang muncul dari lingkungan anak berada. Banyak aspek yang
menggoda dan menarik perhatian anak, sehingga dirinya terangsang
menjelajah ke segenap aspek yang merangsang perhatiannya. Di mana
perhatian anak itu sangat sulit bertahan pada satu aspek perhatian dan
dirinya begitu mudah beralih-alih perhatian.

Rangsangan yang beraneka macam itu mempengaruhi sensitivitas emosi


anak. Sensitivitas emosi ini menimbulkan kegoncangan emosi dan

meningkatkan aktivitas andrenalin anak, sehingga menghasilkan dorongan


energi fisik yang luar biasa pada anak. Hal ini yang menyebabkan anak tidak
bisa diam dan terangsang untuk selalu bergerak mengikuti objek perhatian
yang berubah-ubah. Perhatian yang terpencar inilah yang mempengaruhi
emosi anak untuk menjelajah ke segenap aspek perhatian anak tanpa
mengenal rasa lelah.

Keracunan makanan.

Keracunan makanan ini dapat terjadi, terutama bagi anak penderita autis,
sehingga salah makan tersebut dapat menyebabkan dirinya seperti tidak
sadar dan tidak bisa diam (hiperaktif). Makanan yang mempunyai dampak
buruk pada anak autis tersebut, yaitu makanan yang mengandung protein
susu sapi (kasein) dan protein tepung terigu (gluten). Nah, kedua unsur ini
tidak dapat dicerna sistem pencernaan mereka. Akibatnya terjadi proses
akumulasi apioid atau substansi sejenis morfin yang dikenal sebagai
dermophin di dalam tubuh. Akumulasi substansi ini menyebabkan anak
menjadi seperti tidak sadar dan suka mengamuk atau hiperaktif.

Kemungkinan-kemungkinan terburuk, jika anak bandel, tidak bisa diam dan


susah diatur ini dibiarkan begitu saja, antara lain:

- Anak sulit dikendalikan.

- Anak suka berperilaku agresif, memberontak dan menentang keinginan


orang lain.

- Anak mau menang sendiri (berbuat sekehendak hati).

- Anak sulit beradaptasi dengan lingkungan di mana ia berada.

- Anak tidak bisa tenang.

- Anak sulit memusatkan perhatian dan konsentrasi.

- Anak sulit berpikir logis.

- Kepribadian anak yang tidak matang (tidak dewasa dalam berpikir)

- Prestasi belajar anak rendah.

Bagaimana cara mengatasi anak yang bandel dan tidak bisa diam?

Mensikapi anak yang bandel, tidak bisa diam dan susah diatur ini dengan
sikap keras dan galak tidak akan membantu menyelesaikan akar
permasalahan yang dihadapi anak. Melainkan, perlu melakukan pendekatan
khusus.

Untuk mengatasi gangguan neurobiologis atau gangguan emosi ini


dibutuhkan kesabaran dan upaya melakukan pemberian pelatihan
pengembangan dan pengendalian emosi anak secara intensif. Pelatihan
tersebut dimaksudkan untuk menarik minat dan perhatian anak, agar dirinya
terbiasa dapat mengendalikan perhatiannya pada satu aspek pengalaman
secara intensif dan mengendalikan atau pengarahan energi emosional anak
yang berlebihan pada satu aspek pengalaman yang konstruktif. Begitu juga,
pelatihan ini diharapkan untuk dapat meningkatkan kematangan emosi anak
sebagai dasar pembentukan perilakunya dalam merefleksikan (merespon)
rangsangan yang ada dihadapannya atau bagaimana dirinya mampu
membina hubungan yang harmonis dengan lingkungan di mana ia berada.

Pelatihan-pelatihan yang dapat Anda berikan untuk mengatasi anak yang


bandel, tidak bisa diam dan susah diatur ini, sebagai berikut:

Menggiring/menarik perhatian anak secara terarah.

Anda dapat mengajak anak untuk selalu melakukan kegiatan atau bermain
bersama yang disesuaikan dengan keinginan anak. Kegiatan atau permainan
itu, tentunya sesuai dengan taraf usianya. Kegiatan yang Anda siapkan
tersebut harus benar-benar kegiatan yang dapat menarik perhatian dan
minat anak. Begitu juga, kegiatan yang dipilih tersebut adalah kegiatan yang
bisa menyalurkan energi emosional anak yang selalu berlebihan itu.

Melatih respon terarah atau memberi tanggapan.

Anak perlu dilatih bagaimana dirinya harus memberi respon atau tanggapan
terhadap rangsangan yang diberikan padanya. Misalnya:

- Anak diminta untuk menangkap bola.

- Anak diminta meletakkan sesuatu pada tempatnya.

- Anak diminta menendang bola.

- Anak diminta untuk mewarnai sesuai dengan contoh.

- Anak diminta untuk meneruskan atau melempar bola yang disodorkan


padanya.

Anak dilatih belajar mengamati (mempertajam pengamatan).

Untuk meningkatkan kemampuan anak dalam mengendalikan emosi,


membangun pemusatan perhatian dan meningkatkan kemampuan
konsentrasi anak dalam kegiatan yang konstruktif, maka Anda dapat melatih
anak belajar mengamati. Untuk itu, Anda perlu menciptakan kondisi yang
merangsang anak untuk mau belajar mengamati. Untuk dapat menciptakan

kondisi yang merangsang aktivitas pengamatan anak, maka Anda harus aktif
ikut terlibat dalam kegiatan atau permainan bersama anak.

Modal dasar aktivitas pengamatan adalah fungsi-fungsi alat panca indera,


yaitu penglihatan, pendengaran, rabaan, pembauan (penciuman) dan
pencecapan. Nah, Anda dapat mengarahkan alat dria anak tersebut untuk
mengamati, mempertajam perhatian dan tindakan dengan menggiring anak
untuk memfokuskan perhatian pada satu sisi kegiatan atau permainan.
Begitu juga, Anda dapat merangsang daya pikir (konsentrasi anak) dengan
selalu mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menantang daya tarik dan
daya nalar anak, Seperti:

Meminta anak untuk menendang bola ke gawang atau tertuju pada kiper

Meminta anak membuat gerakan melompat-lompat di antara susunan banban atau lingkaran

Meminta anak melempar bola ke dalam keranjang

Meminta anak menghitung benda tertentu dari sekolompok benda-benda


yang berbeda

Meminta anak mencicipi rasa beberapa makanan dan tanyakan rasa masingmasing makanan tersebut

Bagaimana menyusun balok-balok ini, agar menjadi bentuk rumah, Aldi?

Ada berapa burung di pohon itu,

dan sebagainya.

Melatih kecerdasan kinestetik jasmani anak.

Anak yang bandel, tidak bisa diam dan susah diatur ini memiliki energi fisik
yang luar biasa. Anak sangat aktif bergerak mengikuti impuls-impuls
emosinya. Untuk dapat mengarahkan dan menyalurkan energi yang
berlebihan tersebut, maka anak membutuhkan latihan dengan menitik
beratkan pada penetralisiran atau penyaluran energi yang luar biasa tersebut
pada kegiatan yang konstruktif, seperti melatih kecerdasan kinestetik
jasmani anak.

Kecerdasan kinestetik jasmani ini adalah gabungan kemampuan berpikir dan


ketangkasan atau kepiawaian dalam melakukan suatu gerakan seluruh
anggota tubuh. Untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik anak ini
memerlukan kegiatan belajar yang bersifat kinestetik, dinamik dan
berkesinambungan. Anda dapat memotivasi anak sesuai dengan minatnya,
seperti bermain seni peran, improvisasi dramatis, gerakan kreatif dan semua
jenis kegiatan yang melibatkan kegiatan fisik (olah raga).

Anda dapat mengajak anak ke lapangan bermain, lapangan rintangan, kolam


renang dan ruang olah raga. Begitu juga, Anda dapat memberi kesempatan
pada anak untuk membuat model berbagai mainan, terlibat dalam kegiatan
seni kerajinan tangan, misalnya mengukir kayu, menggambar/melukis atau
membentuk tanah liat.

Anda pun dapat mengajak anak mengunjungi kegiatan atau pertandingan


olah raga. Begitu juga tak kalah pentingnya, anak dapat diajak berkemah dan
melibatkan diri dalam berbagai kegiatan di luar, seperti menjelajah alam.
Kegiatan-kegiatan ini dapat menyalurkan aktivitas fisik anak dan relaksasi
anak.

Melatih kecerdasan kinestetik jasmani ini juga bermanfaat bagi anak untuk
lebih mampu mengendalikan emosinya, membantu cara untuk mengarahkan
dan memfokuskan perhatian serta meningkatkan kemampuan untuk
berkonsentrasi dalam melakukan berbagai kegiatan.

Di samping itu, Anda perlu menyelusuri kemungkinan pengaruh keracunan

makanan yang menyebabkan atau sebagai faktor pencetus perilaku


hiperaktif pada anak ini. Jika dari hasil pengamatan Anda ditemukan adanya
indikasi pengaruh dari makanan yang dimakan oleh anak terhadap pola-pola
perilaku agresif (hiperaktif) tersebut, maka Anda perlu menghindarkan anak
mengkonsumsi makanan yang menjadi faktor pencetus tersebut.

Demikianlah cara yang dapat dipergunakan untuk mengatasi anak yang


bandel, tidak bisa diam dan susah diatur. Kunci keberhasilan Anda dalam
menghadapi penyimpangan perilaku anak tersebut terletak pada kesabaran
dan kesedian Anda membantu memberi pelatihan-pelatihan yang efektif
pada anak. Keberhasilan anak dalam mengatasi berbagai hambatannya
dalam mengontrol emosi dan membina perilaku yang baik adalah suatu
kemenangan dan kebahagiaan Anda. (Sumber: Hendra Surya, Kiat Mengatasi
Penyimpangan Perilaku Anak 2, Elex Media Komputindo, Jakarta, 2005)