Anda di halaman 1dari 19

GIGITAN SERANGGA ( Insect

Bite)
dr. FAJRIANI DAMHURI
BAGIAN IKKOM
FK UNILA

Tujuan Pembelajaran
Menggambarkan definisi, insidensi

dan sengatan serangga.


Menggambarkan pathophysiology
dan manifestasi kliniknya.
Menjelaskan penatalaksanaannya.

DEFINISI
Insect
Bite
atau
gigitan
serangga adalah kelainan akibat
gigitan atau tusukan serangga
yang
disebabkan
reaksi
terhadap toksin atau alergen
yang
dikeluarkan
artropoda
penyerang

EPIDEMIOLOGI
Gigitan dan sengatan seranggaprevalensi sama di

seluruh dunia.
Dapat terjadi pada iklim tertentu dan hal ini juga
merupakan fenomena musiman, meskipun tidak
menutup kemungkinan kejadian ini dapat terjadi
disekitar kita.
Prevalensinya sama antara pria dan wanita.
Bayi dan anak-anak labih rentan terkena gigitan
serangga dibanding orang dewasa.
Salah satu faktor yang mempengaruhi tempattempat yang banyak serangga, seperti di perkebunan,
persawahan, dan lain-lain.

SERANGGA
Kelas Arthropoda yang melakukan gigitan dan sengatan pada
manusia terbagi atas :
I. Kelas Arachnida
A. Acarina
B. Araneae (Laba-Laba)
C. Scorpionidae (Kalajengking)
II. Kelas Chilopoda dan Diplopoda
III. Kelas Insecta
A. Anoplura (Phtirus Pubis, Pediculus humanus, capitis et
corporis)
B. Coleoptera (Kumbang)
C. Diptera (Nyamuk, lalat)
D. Hemiptera (Kutu busuk, cimex)
E. Hymenoptera (Semut, Lebah, tawon)
F. Lepidoptera (Kupu-kupu)
G. Siphonaptera (Xenopsylla, Ctenocephalides, Pulex )

PATOGENESIS
menyebabkan
kerusakan
kecil pada
kulit

Enzim
Hyaluronid
ase

Reaksi
immediate

Spingomyeli
nase D
(toksin)

Reaksi
delayed

akan
melepaskan
histamin,
serotonin,
asam formic
atau kinin
dan ditandai
dengan reaksi lokal
atau reaksi
sistemik

LABA-LABA
Kebanyakan gigitan laba-laba gatal-gatal/rasa menyengat yg

tidak berbahaya dan dapat menghilang 1-2 hari.


Laba-laba beracun/berbahaya :
Laba-laba janda (widow) yang berwarna hitam
Laba-laba pertapa (recluse) yang berwarna coklat
Laba-laba gembel (hobo)
Gejala yg dapat timbul disebabkan karena reaksi anafilaktik :
Syok. Dimana ini bisa terjadi bila sistem peredaran darah tidak
mendapatkan masukan darah yang cukup untuk organ-organ vital.
Batuk, sesak nafas, merasa sakit di dalam mulut atau
kerongkongan/tenggorokan
Bengkak di bibir, lidah, telinga, kelopak mata, telapak tangan, tapak
kaki, dan selaput lendir (angioedema)
Pusing
Mual, diare, dan nyeri pada perut
Rasa gatal dengan bintik-bintik merah dan bengkak

KALAJENGKING (SCORPION)
Di Asia Tenggara jenis yang mematikan jenis Buthidhea
Di Jogjakarta biasanya mucul pada saat panen jagung

menghuni batang jagung yang mengering


Keracunan kalajengking envenomasi
Gambaran Lokal : nyeri seperti terbakar, gejala

peradangan seperti parestesi lokal, gatal-gatal,


dapat membaik dalam beberapa jam
Gejala sistemik :
Gelisah, keluar keringat berlebih, diplopia,
nigtagmus, fasikulasi, kejang, salivasi, takikardi
kadang-kadang kejang dan paralisis otot
pernafasan ( umumnya pada anak <10 thn), mual
muntah.

HYMENOPTERA
Termasuk lebah, tawon dan semut
Sengatan lebah bisa muncul dari yang sangat

ringan sampai reaksi yang berat (anafilaktik).


Gejala lokal : nyeri, kemerahan, edema

lokal, gatal.
Jika gigitannya multiple/reaksi berat
mengancam jiwa :
Mual, diare, edema anasarka, dispnea,
hipotensi, pembengkakan pada
tenggorok dan lidah, denyut nadi lemah
dan cepat, pusing atau pingsan.

TOMCAT
Tomcat (Paederus fuscipes)

serangga yang cukup


beracun. Serangga ini hidup di daerah yang lembab.
Selama ada pepohonan, tambak dan semak-semak,
tomcat bisa hidup. Racun nya tidak mematikan tetapi
cukup menyakitkan di kulit.

Ciri-ciri kulit yang terkena gigitan Tomcat:


1.
2.
3.
4.
5.

Timbul warna kemerah-merahan pada kulit


Kulit akan terasa gatal
Terjadi iritasi atau peradangan pada kulit
Kulit akan tampak melepuh akibat adanya iritasi
Apabila parah, maka akan timbul nanah pada kulit

DIAGNOSIS
Diagnosis ditegakkan berdasar anamnesis,

pemeriksaan fisik serta pemeriksaan


penunjang.
Anamnesis riwayat aktivitas diluar rumah
yang mempunyai resiko mendapat
serangan serangga seperti di daerah
perkebunan, sawah, dan taman.
Pemeriksaan fisik adanya tanda gigitan
atau sengatan, kemerahan, gatal, bengkak,
dll.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Jarang dilakukan pemeriksaan penunjang.
Dari

gambaran histopatologis pada fase akut


didapatkan adanya edema antara sel-sel epidermis,
spongiosis, parakeratosis serta sel polimorfonuklear.
Infiltrat dapat berupa eosinofil, neutrofil, limfosit
dan histiosit. Pada dermis ditemukan pelebaran
ujung pembuluh darah dan adanya sel radang akut.
Pemeriksaan pembantu lainnya yakni dengan
pemeriksaan
laboratorium
dimana
terjadi
peningkatan jumlah eosinofil dalam pemeriksaan
darah. Dapat juga dilakukan tes tusuk dengan
alergen tersangka.

PENATALAKSANAAN
Terapi

biasanya digunakan untuk menghindari


gatal dan mengontrol terjadinya infeksi sekunder
pada kulit.
Gatal biasanya merupakan keluhan utama, obat
topikal
dapat
mengurangi
gatal,
reaksi
hipersensitifitas, inflamasi (steroid, antihitamin,
menthol lotion) juga dapat diberikan antihistamin
oral seperti CTM, Loratadin, Cetirizine untuk
mengurangi rasa gatal.
Jika terjadi reaksi berat dengan gejala sistemik,
diberikan pengenceran Epinefrin 1 : 1000 dengan
dosis 0,3-0,5 mg/kgBB diberikan secara subkutan.

PENATALAKSANAAN
LABA-LABA
Bersihkan gigitan, balut, kompres, angkat,
dan mobilisasi bagian yang baru tergigit.
Bila ada indikasi berikan analgetik, antibiotik,
antihistamin, dan profilaksis tetanus.
KALAJENGKING
Cuci luka dan berikan TT/ATS jika diperlukan atau
luka kotor
Diberikan obat antivenin dengan pemberian
serum skerpion (polivalen)/ Anascorp

PENATALAKSANAAN
HYMENOPTERA
Sengatan dibersihkan, diberikan desinfektan
dan dikompres dengan es.
Bila perlu berikan analgetik, antihistamin dan
glukokortikoid jika reaksi lokalnya cukup luas,
atau dapat juga diberikan secara topikal.
Monitoring
ABC pada saat terjadi reaksi
berat/anafilaktik

TERIMA KASIH

Banyak jenis spesies serangga yang menggigit dan menyengat


manusia, yang memberikan respon yang berbeda pada
masing-masing individu, reaksi yang timbul dapat berupa lokal
atau generalisata. Reaksi lokal yang biasanya muncul dapat
berupa papular urtikaria. Papular urtikaria dapat langsung
hilang atau juga akan menetap, biasa disertai dengan rasa
gatal, dan lesi nampak seperti berkelompok maupun menyebar
pada kulit. Papular urtikaria dapat muncul pada semua bagian
tubuh atau hanya muncul terbatas disekitar area gigitan. Pada
awalnya, muncul perasaan yang sangat gatal disekitar area
gigitan dan kemudian muncul papul-papul. Papul yang
mengalami ekskoriasi dapat muncul dan akan menjadi prurigo
nodularis. Vesikel dan bulla dapat muncul yang dapat
menyerupai pemphigoid bullosa, sebab manifestasi klinis yang
terjadi juga tergantung dari respon sistem imun penderita
masing-masing. Infeksi sekunder adalah merupakan komplikasi
tersering yang bermanifestasi sebagai folikulitis, selulitis atau
limfangitis.
Pada beberapa orang yang sensitif dengan sengatan serangga
dapat timbul terjadinya suatu reaksi alergi yang dikenal
dengan reaksi anafilaktik. Anafilaktik syok biasanya
disebabkan akibat sengatan serangga golongan Hymenoptera,
tapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada sengatan
serangga lainnya. Reaksi ini akan mengakibatkan

PATOGENESIS
Gigitan atau sengatan serangga akan menyebabkan kerusakan kecil

pada kulit, lewat gigitan atau sengatan antigen yang akan masuk
langsung direspon oleh sistem imun tubuh. Racun dari serangga
mengandung zat-zat yang kompleks. Reaksi terhadap antigen tersebut
biasanya akan melepaskan histamin, serotonin, asam formic atau kinin.
Lesi yang timbul disebabkan oleh respon imun tubuh terhadap antigen
yang dihasilkan melalui gigitan atau sengatan serangga. Reaksi yang
timbul melibatkan mekanisme imun. Reaksi yang timbul dapat dibagi
dalam 2 kelompok : Reaksi immediate dan reaksi delayed.
Reaksi immediate merupakan reaksi yang sering terjadi dan ditandai
dengan reaksi lokal atau reaksi sistemik. Lesi juga timbul karena adanya
toksin yang dihasilkan oleh gigitan atau sengatan serangga. Nekrosis
jaringan yang lebih luas dapat disebabkan karena trauma endotel yang
dimediasi oleh pelepasan neutrofil. Spingomyelinase D adalah toksin
yang berperan dalam timbulnya reaksi neutrofilik. Enzim Hyaluronidase
yang juga ada pada racun serangga akan merusak lapisan dermis
sehingga dapat mempercepat penyebaran dari racun tersebut.