Anda di halaman 1dari 2

Perjodohan Pembangun-Negosiator

Kedua tipe ini memiliki sikap yang sangat berbeda tentang diri mereka
sendiri. Pembangun memiliki pandangan yang kukuh tentang dunia dan tempat
mereka di dalamnya introspeksi mendalam tidak menarik minat mereka.
Sebaliknya, Negosiator yang melihat ke dalam mencari-cari identitas diri
mereka dengan teliti mempertanyakan dan menganalisis nilai, manfaat, dan
tujuan mereka. Jadi, si Negosiator kemungkinan tertarik kepada keandalan dan
kepercayaan diri si Pembangun, sementara si Pembangun yang berpembawaan
seorang pengawal, dapat menikmati menjadi suar stabilias dan penerimaan diri
si Negosiator.
Negosiator melihat banyak sisi dalam setiap masalah, banyak jalan untuk
mencapai sasaran apapun. Karenanya, mereka bisa saja tersesat dalam
gambaran besar, berlambat-lambat sementara mereka membayangkan dan
merenung. Pembangun, sebaliknya, berpikir secara konkret, cermat, dan hathati, lalu mereka bertindak dengan tegas. Mereka mengembangkan jadwal dan
tenggat waktu yang teliti agar semuanya terselesaikan secara tuntas dan
saksama. Jadi, si Pembangun menyediakan sebuah dunia yang aman tempat si
Negosiator bisa dengan lebih nyaman mengambil keputusan-keputusan yang
penting serta mengarungi badai-badai batin.
Negosiator, di pihak lain, antusias, optimistis, dan lincah. Mereka juga
lebih ingin tahu daripada Pembangun dan memiliki lebih banyak minat. Mereka
juga senang mengejar setiap aspek minat mereka. Jadi, si Negosiator dapat
menyemangati si Pembangun yang lebih tenang dan tidak terlalu ingin tahu
dengan membawa ide-ide segar ke dalam hubungan ini. Akibatnya, si
Pembangun kemungkinan akan merasa si Negosiator menyegarkan, meski agak
naif.
Baik Pembangun maupun Negosiator sangat ingin membangun hubungan
yang kuat dan stabil. Tetapi, Negosiator jauh lebih ekspresif mengungkapkan
emosi. Mereka akan memberi tahu pasangan mereka bagaimana perasaan
mereka, juga berusaha memahami kebutuhan-kebutuhan terdalam pasangan
mereka. Meskipun Pembangun mungkin tidak menghargai kedalaman koneksi
yang ingin diciptakan si Negosiator, dia kemungkinan akan terpikat pada
kedalaman emosi si Negosiator. Sementara itu, Negosiator dapat menikmati
pembentukan koneksi yang tulus dengan seorang pasangan yang menurut
mereka akan setia.
Pembangun dan Negosiator sama-sama sangat memperhatikan rumah
dan keluarga. Keduanya pengayom, meski Negosiator mungkin akan lebih peka
terhadap kebutuhan pasangan mereka. Dua-duanya bisa tertib, meski si
Pembangun mungkin lebih unggul dalam bidang ini.
Pembangun dan Negosiator juga memiliki minat yang serupa untuk
diterima. Keduanya terampil bergaul, dan keduanya sangat ingin membantu
orang lain, walaupun Negosiator kemungkinan lebih berbelas kasih terhadap
individu, sedang si Pembangun lebih memikirkan tentang mendukung
masyarakat. Bagaimanapun juga, tiap-tiap tipe akan menghargai kesungguhan
moral si pasangan. Kedua tipe ini juga cenderung berperasaan kuat tentang
Tuhan. Namun, si Negosiator kemungkinan akan mengambil jalan spiritual yang
personal dan tidak konvensional, sementara Pembangun mungkin lebih tertarik
kepada agama yang terorganisasi.
Pasangan ini juga akan mengalami masa-masa sulit. Si Pembangun yang
mengekang emosi bisa tidak nyaman dengan gairah yang intens dan sikap
emosional si Negosiator terhadap begitu banyak hal. Si Pembangun juga
mungkin tidak memahami kebutuhan si Negosiator untuk mengkaji jati diri,
makna hidup yang lebih luas, atau falsafah-falsafah esoteris, dan menganggap
semua itu tidak jelas tujuannya. Pembangun mungkin kritis terhadap ide-ide

imajinatif si Negosiator dan cara-cara baru untuk melakukan hal biasa inovasi
yang mungkin akhirnya dianggap ancaman terhadap tradisi dan rutinitas yang
dia junjung.
Para Negosiator sendiri bisa saja kecewa karena pasangan mereka yang
Pembangun ternyata tidak seromantis yang diharapkan. Negosiator juga
mungkin mendambakan makna dan kedalaman yang lebih dalam hubungan
mereka, hal-hal yang sukar dipahami, apalagi disediakan oleh si Pembangun
yang praktis.
Pembangun dan Negosiator memiliki perbedaan-perbedaan mendasar lain
yang bisa mengecewakan. Pembangun senang berpegang pada fakta dan
memusatkan perhatian pada realitas yang konkret. Negosiator, sebaliknya,
intuitif dan senang sekali berspekulasi. Jadi, walaupun si Negosiator awalnya
tertarik kepada pendekatan realistis Pembangun, pada akhirnya sikap fakta
semata ini bisa menjengkelkan si Negosiator.
Negosiator juga tidak sangat berdedikasi kepada nilai-nilai tradisional.
Mereka tidak menghormati otoritas tanpa mempertanyakan lebih dulu, dan
mereka tidak percaya manusia harus selalu berlaku sesuai dengan pola-pola
mapan tentang perilaku yang pantas. Tetapi, Pembangun percaya bahwa
kebiasaan yang sudah lama berlaku harus dihormati dan dilestarikan, dan bahwa
otoritas tidak boleh dipertanyakan kecuali ada alasan kuat untuk berbuat begitu.
Perbedaan yang satu ini dapat berujung konflik nyata.
Pembangun berpegang pada data dan fakta saat mengambil keputusan
mereka tidak terpengaruh hanya oleh pendapat dan mereka tidak ingin
disampingkan oleh pertimbangan tambahan yang tidak begitu penting. Mereka
senang bekerja dalam satu jalan lurus yang langsung menuju sasaran mereka.
Tidak demikian halnya dengan Negosiator. Mereka bergerak mengikuti imajinasi
yang tidak lazim dan menenun jaring-jaring panjang dari berbagai kemungkinan
akibat sebelum mengambil keputusan apa pun. Jadi, sementara si Pembangun
akhirnya menganggap si Negosiator linglung, si Negosiator mungkin akan
merasa si Pembangun tidak imajinatif dan membosankan.
Meskipun ada perbedaan-perbedaan, bila mereka bisa bekerja sama,
maka Pembangun dan Negosiator dapat menjadi tim yang efektif dan saling
mencintai.