Anda di halaman 1dari 8

Filsafat Pendidikan

Aliran Filsafat
Esensialisme
Kelompok 8

Hilda Amelia (12311116)


Tsalisah Nurjannah (12311140)
Zahrotul Ummah Al-Mahsuni (12311145)

Secara etimologi esensialisme berasal dari Bahasa


Inggris yakni essential (inti atau pokok dari sesuatu),
dan isme berarti aliran, mazhab atau faham.
Esensialisme adalah pendidikan yang didasarkan
kepada nilai-nilai kebudayaan yang telah ada sejak
awal peradaban umat manusia, yang muncul pada
zaman renaissance dengan ciri-ciri utama yang
berbeda dengan progresifisme.

Minat-minat yang kuat dan tahan lama sering timbul

dari upaya-upaya belajar awal yang memikat atau


menarik perhatian bukan karena dorongan dari
dalam diri siswa.
Pengawasan, pengarahan, dan bimbingan orang
dewasa melekat dalam masa balita yang panjang
atau ketergantungan yang khusus pada spesies
manusia.
Mendisiplinkan diri harus menjadi tujuan pendidikan,
maka menegakkan disiplin adalah suatu cara yang
diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Dikalangan individu maupun bangsa, kebebasan
yang sesungguhnya selalu merupakan sesuatu yang
dicapai melalui perjuangana tidak pernah merupakan
pemberian.
Esensialisme menawarkan sebuah teori yang kokoh
dan kuat tentang pedidikan, sedangkan sekolahsekolah pesaingnya memberikan sebuah teori lemah.

Belajar pada dasarnya melibatkan kerja keras dan kadangkadang dapat menimbulkan keseganan dan menekankan
pentingnya prinsip disiplin.
Inisiatif dalam pendidikan harus ditekankan pada pendidik
bukan pada anak.
Inti dari proses pendidikan adalah asimilasi dari subjek
materi yang telah ditentukan. Kurikulum diorganisasikan
dan direncanakan dengan pasti oleh guru.
Sekolah harus mempertahankan metode-metode
tradisional yang bertautan dengan disiplin mental.
Tujuan akhir dari pendidikan ialah untuk meningkatkan
kesejahteraan umum, karena dianggap merupakan
tuntunan demokrasi yang nyata.

PANDANGAN ESENSIALISME MENGENAI KONSEP PENDIDIKAN

Dikemukakan kaum esensialis bahwa sekolah-sekolah harus


melatih/mendidik siswa untuk berkomunikasi dengan jelas dan
logis. Sekolah memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan
apakah semua siswa menguasai keterampilan inti dalam
kurikulum seperti membaca, menulis, berbicara, berhitung, dan
lain sebagainya.
PANDANGAN ESENSIALISME MENGENAI BELAJAR

Idealisme sebagai filsafat hidup, memulai tinjauannya


mengenai pribadi individu dengan menitikberatkan pada
individu tersebut. Menurut idealisme, bila seorang itu belajar
pada taraf permulaan adalah memahami dirinya sendiri, terus
bergerak keluar untuk memahami dunia obyektif.
PANDANGAN ESENSIALISME MENGENAI KURIKULUM

Kurikulum dalam pandangan esensialisme hendaknya merupakan


kurikulum yang terintegrasi dan antara satu mata pelajaran
dengan mata yang lain tidak boleh dipisahkan.

E. IMPLIKASI FILSAFAT ESENSIALISME TERHADAP


MILIEU PENDIDIKAN

sebagaimana dijelaskan didepan bahwa esensialisme yaitu


filsafat yang memandang bahwa pendidikan harus berpijak pada nilai yang
memiliki kejelasan dan tahan lama yang memberikan kestabilan dan nilai
terpilih mempunyai dampak terhadap milieu pendidikan diantaranya:
1. Bahwa pengawasan pengarahan dan bimbingan orang yang belum
dewasa akan melekat pada masa balita yang panjang.Dalam hal ini
keluarga menjadi lingkungan pertama yang sangat berpengaruh terhadap
tindak-tanduk anak.
2. Dalam esensialisme sekolah menyampaikan warisan budaya kepada
pelajar. Guru memiliki peranan penting dalam membentuk kepribadian
anak, guru adalah contoh dalam penguasaan pengetahuan, dalam hal ini
sikap dan tingkah laku seorang guru harus bias menjadi teladan bagi anak
didiknya.
3. Generasi muda perlu belajar untuk mengembangkan diri setinggitingginya dan kesejahteraan social.di sini perlu adanya sikap yang positif
agar anak bisa diterima dalam masyarakat.

Pandangan secara Ontologi


Sifat yang menonjol dari ontology esensialisme adalah
suatu konsep bahwa dunia ini dikusai oleh tata yang
tiada cela, yang mengatur isinya dengan tiada ada pula.
Tujuan umum aliran ini adalah membentuk pribadi
bahagia di dunia dan di akhirat
Pandangan secara Epistimologi
Teori kepribadian manusia sebagai refleksi Tuhan adalah
jalan untuk mengerti epistimologi esensialisme.
Pandangan secara Axiologi
Pandangan ontologi dan epistimologi sangan
mempengaruhi pandangan axiologi. Bagi aliran ini, nilainilai berasal, tergantung pada pandangan-pandangan
idealisme dan realisme sebab esensialisme terbina oleh
kedua syarat tersebut.