Anda di halaman 1dari 148

Teknik Kimia UI - 18, 25 November & 2 Desember 2006

Teknik Kimia UI - 22, 29 September & 6 Oktober 2007

KMI Goes to Campus


Pelatihan Simulasi Proses
Mohammad Darwis

Problem 1 :
Multi Stage
Separation

Problem 1 : Deskripsi
Proses stabilisasi bertingkat, ditunjukkan pada PFD, memisahkan aliran
umpan (1050 psia & 135 deg F) menjadi produk gas dan liquid. Tiga
tahap separasi terjadi pada tekanan 260, 80, dan 20 psia untuk
menstabilisasi crude. Sebuah crude heater disediakan sebelum tahap
kedua yang digunakan untuk memenuhi spesifikasi crude vapor pressure
o
15 psia pada 100 F.
Gas yang di-flash dari separator dimasukkan ke tiga-stage kompresor
sentrifugal dengan tekanan keluaran pada stage terakhir adalah 750 psia.
Dua stage kompresor pertama mengontrol dua stage separasi pada
tekanan yang rendah. Keluaran dari masing-masing stage kompresor
o
didinginkan hingga 100 F dan dimasukkan ke scrubber yang liquid-nya
direcycle ke salah satu dari stage separator. Liquid scrubber stage
pertama direcycle menuju low pressure separator, sedangkan liquid
scrubber stage kedua dan ketiga direcycle menuju intermediet pressure
separator.
Asumsikan terjadi pressure drop sebesar 5 psi pada setiap cooler dan
crude heater, dan efisiensi adiabatik dari kompresor adalah 0.72.

Problem 1 : Deskripsi
Komposisi umpan & properties komponennya :

Problem 1 : PFD

Problem 1 : Strategi
Kita akan buat flowsheet problem 1 dengan langkah-langkah di bawah ini.
Tentukan simulation basis Peng Robinson
Tentukan aliran umpan / feed
Buat flowsheet secara bertahap dan asumsikan temperatur outlet yang sesuai dari
aliran keluaran blok heater.
Abaikan stream recycle (seolah-olah tidak ada) sehingga hanya ada 1 stream yang
masuk ke mixer-1 dan mixer-2.
Setelah simulator konvergen, define stream recycle dengan stream liquid outlet
separator (yang telah terhitung) dan hubungkan ke blok mixer yang tepat.
Buat blok RECYCLE dan hubungkan dengan aliran inlet (liquid outlet from
separator) dan outlet (stream recycle yang masuk ke mixer).
Setelah simulator konvergen dengan aliran recycle yang terhubungkan, buatlah
sebuah blok ADJUST untuk memenuhi spesifikasi TVP crude. Tetapi terlebih
dahulu buat sebuah cold properties utility yang akan menjadi referensi untuk aliran
keluaran crude. Sehingga blok adjust dapat mengakses TVP dari aliran crude yang
direferensikan pada utility ini.

Problem 1 : Pertanyaan
1. Dimanakah anda akan menempatkan aliran recycle ?

2. Berapakah temperatur keluaran dari heater ?

3. Berapakah flow rate dari gas ?

4. Berapakah flow rate liquid ?

Problem 1 : Langkah Detail


Dari menu : Pilih File, New, Case.

Problem 1 : Langkah Detail


Dari tab Components tambah Component List
dengan tekan Add.

Problem 1 : Langkah Detail


Akan muncul Component List View.Tambahkan
komponen yang diinginkan dengan tekan Add Pure.

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup Component List View. Dari tab Hypotheticals
tambahkan Hypothetical Groups dengan tekan Add.

Problem 1 : Langkah Detail


Tambahkan Hypothetical component dengan tekan Add
Hypo sebanyak component yang diinginkan.

Problem 1 : Langkah Detail


Ubah nama component tersebut sesuai yang diinginkan
pada kolom Name dan masukan nilai-nilai yang sudah
diketahui pada kolom yang sesuai.

Problem 1 : Langkah Detail


Nilai dari variabel-variabel yang belum diketahui dapat
diestimasi dengan tekan Estimate Unknown Props.
Anda dapat memilih metoda yang akan digunakan dalam
estimasi dengan tekan Estimation Methods.

Problem 1 : Langkah Detail


Setelah tekan Estimate Unknown Props, nilai dari variabelvariabel yang belum diketahui akan muncul. Nilai ini akan berbeda
jika methods yang digunakan berbeda. Nilai yang berwarna BIRU
adalah inputan. Nilai yang berwarna MERAH adalah hasil estimasi.

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup Tabular Hypothetical Input.

Problem 1 : Langkah Detail


kembali ke tab Components.

Problem 1 : Langkah Detail


Tekan View, akan muncul seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Pilih Hypothetical pada kolom Add Component, maka
hypothetical component tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Pindahkan hypothetical component tersebut ke Selected
Components dengan tekan Add Group. Anda bisa
memindahkan satu persatu dengan tekan Add Hypo.

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup Component List View dan tekan tab Fluid Pkgs.

Problem 1 : Langkah Detail


Tambahkan Fluid Package yang akan dipakai dengan
tekan Add, maka akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Pilih salah satu Property Package yang diinginkan.
Setelah dipilih tutup sheet Fluid Package : Basis-1

Problem 1 : Langkah Detail


Akan tampak tampilan seperti dibawah ini.

Tekan Enter Simulation Environment.

Problem 1 : Langkah Detail


Akan tampak tampilan seperti dibawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Dari menu : Pilih File, Save As. Tekan Save As.

Problem 1 : Langkah Detail


Akan muncul seperti dibawah. Tulis nama filenya dan tekan Save.

Problem 1 : Langkah Detail


Akan muncul tampilan seperti dibawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Dari Menu, pilih Tools, Preferences. Pilih
Variabels.

Problem 1 : Langkah Detail


Pilih Unit Set di Available Unit Sets dan maintain unit
untuk setiap besaran pada Display Unit.

Problem 1 : Langkah Detail


Dari menu, Pilih Flowsheet , Palette atau tekan F4 atau tekan
object Palette untuk mengeluarkan Object Palette.

Problem 1 : Langkah Detail


Click Material Stream pada Object Palette.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada Material Stream. Dari tab Worksheet, Pilih
Composition.

Problem 1 : Langkah Detail


Akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Ubah dulu composition basis-nya sebab data yang
tersedia dalam basis mole flow seperti terlihat di bawah
ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Setelah anda memasukan satu nilai dan anda tekan enter untuk
mengisi nilai yang lain, akan muncul tampilan seperti dibawah ini.

Anda tidak perlu tekan Normalize (agar jumlah mole fraction = 1) sebab
basisnya bukan mole fractions atau mass fraction.

Problem 1 : Langkah Detail


Tekan tab OK, maka akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Dari tab Worksheet, Pilih Conditions, Ketik Feed pada baris
Stream Name, masukkan nilai 135 F pada baris Temperature,
dan 1050 psia pada baris Pressure.

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup form Material Stream Feed tersebut
maka akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Click Separator pada Object Palette dan
pindahkan ke layar.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada Separator tersebut. Dari tab Design, ketik
Flash_1 pada baris Name, Pilih Connections, masukan stream
Feed pada inlet, stream Vap_F1 pada Vapour Outlet dan stream
Liq_F1 pada Liquid Outlet. Hasilnya seperti dibawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Dari tab Design, Pilih Parameters, masukan 790 psi pada baris
Inlet[psi] pada kolom Delta P.

Problem 1 : Langkah Detail


Atau dari tab Worksheet, pilih Conditions, masukan 260 psia pada
baris pressure dan kolom stream Liq_F1 . (Pilih salah satu, tidak boleh
keduanya).

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup form Flash_1 tersebut maka akan tampak
seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Click Heater pada Object Palette dan pindahkan ke
layar.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada Heater tersebut. Dari tab Design, ketik Heater
pada baris Name, Pilih Connections, masukan stream Liq_F1
pada kolom Inlet, stream Q_Heater pada kolom Energy, stream
Outlet_Heater pada kolom Outlet.

Problem 1 : Langkah Detail


Dari tab Design, Pilih Parameters, masukan 5 psi pada kolom
Delta P. Atau pilih tab Worksheet, pilih Conditions, masukan 255
psia pada baris Pressure dan kolom Feed_F2 (Pilih salah satu,
tidak boleh keduanya).

Problem 1 : Langkah Detail


Kita asumsikan temperature pada outlet
heater. Temperature ini nanti akan diadjust sehingga memberikan crude
vapor pressure sebesar 15 psia pada
100 deg F pada crude yang dihasilkan
system ini (liquid outlet Flash_3).
Temperature diambil 200 deg F.

Problem 1 : Langkah Detail

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup form Heater tersebut maka akan tampak
seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Click Mixer pada Object Palette dan pindahkan
ke layar.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada Mixer tersebut. Dari tab Design, ketik Mixer_1
pada baris Name, Pilih Connections, masukan stream
Outlet_Heater pada kolom inlets dan ketik Feed_F2 pada kolom
Outlet.

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup form Mixer tersebut maka akan tampak
seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Click Separator pada Object Palette dan
pindahkan ke layar.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada Separator tersebut. Dari tab Design, ketik
Flash_2 pada baris Name, Pilih Connections, masukan stream
Feed_F2 pada inlet, stream Vap_F2 pada Vapour Outlet dan
stream Liq_F2 pada Liquid Outlet.

Problem 1 : Langkah Detail


Dari tab Design, Pilih Parameters, masukan 175 psi pada baris
Inlet[psi] pada kolom Delta P.

Problem 1 : Langkah Detail


Atau dari tab Worksheet, pilih Conditions, masukan 80 psia pada
baris pressure dan kolom stream Liq_F2 . (Pilih salah satu, tidak boleh
keduanya).

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup form Separator tersebut, maka akan
tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Click Mixer pada Object Palette dan pindahkan
ke layar.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada Mixer tersebut. Dari tab Design, ketik Mixer_2
pada baris Name, Pilih Connections, masukan stream Liq_F2
pada kolom inlets dan ketik Feed_F3 pada kolom Outlet.

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup form Mixer tersebut, maka akan tampak
seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Click Separator pada Object Palette dan
pindahkan ke layar.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada Separator tersebut. Dari tab Design, ketik
Flash_3 pada baris Name, Pilih Connections, masukan stream
Feed_F3 pada inlet, stream Vap_F3 pada Vapour Outlet dan
stream Crude pada Liquid Outlet.

Problem 1 : Langkah Detail


Atau dari tab Worksheet, pilih Conditions, masukan 20 psia pada
baris pressure dan kolom stream Liq_F2 . (Pilih salah satu, tidak boleh
keduanya).

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup form Separator tersebut, maka akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Click Compressor pada Object Palette dan pindahkan ke layar.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada Compressor tersebut. Dari tab Design, ketik
Comp_1 pada baris Name, Pilih Connections, masukan stream
Vap_F3 pada kolom Inlet, stream Outlet_C1 pada kolom Outlet
dan Q_Comp1 pada kolom Energy.

Problem 1 : Langkah Detail


Dari tab Design, Pilih Parameters, ketik 72 pada baris Adiabatic
Efficiency pada kolom Efficiency. Jika anda mengetahui Duty yang
diperlukan agar pressure gas yang dihasilkan sebesar 80 psia, ketik
pada kolom Duty.

Problem 1 : Langkah Detail


Jika anda tidak mengetahui duty tetapi mengetahui pressure yang
diinginkan, dari tab Worksheet, pilih Conditions, masukan 80 psia
pada baris Pressure pada kolom Outlet_C1. Maka Duty-nya akan
terhitung secara sendirinya.

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup form Compressor tersebut, maka akan tampak seperti di
bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Click Mixer pada Object Palette dan pindahkan ke layar.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada Mixer tersebut. Dari tab Design, ketik Mixer_3
pada baris Name, Pilih Connections, masukan stream Outlet_C1
dan Vap_F2Outlet_C1 pada kolom inlets dan ketik Feed_Cool1
pada kolom Outlet.

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup form Mixer tersebut, maka akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Click Cooler pada Object Palette dan pindahkan ke layar.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada Cooler tersebut. Dari tab Design, ketik Cool_1
pada baris Name, Pilih Connections, masukan stream
Feed_Cool1 pada kolom Inlet, stream Q_Cool1 pada kolom
Energy, stream Feed_F4 pada kolom Outlet.

Problem 1 : Langkah Detail


Dari tab Design, Pilih Parameters, masukan 5 psi pada kolom
Delta P. Atau pilih tab Worksheet, pilih Conditions, masukan 75
psia pada baris Pressure dan kolom Feed_F4 (pilih salah satu,
tidak boleh keduanya).

Problem 1 : Langkah Detail


Dari tab Worksheet, pilih Conditions, masukan 100 F
pada baris Temperature pada kolom Feed_F4.

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup form Cooler tersebut, maka akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Click Separator pada Object Palette dan pindahkan ke layar.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada Separator tersebut. Dari tab Design, ketik
Flash_4 pada baris Name, Pilih Connections, masukan stream
Feed_F4 pada inlet, stream Vap_F4 pada Vapour Outlet dan
stream Liq_F4 pada Liquid Outlet.

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup form Separator tersebut, maka akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Click Compressor pada Object Palette dan pindahkan ke layar.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada Compressor tersebut. Dari tab Design, ketik
Comp_2 pada baris Name, Pilih Connections, masukan stream
Vap_F4 pada kolom Inlet, stream Outlet_C2 pada kolom Outlet
dan Q_Comp2 pada kolom Energy.

Problem 1 : Langkah Detail


Dari tab Design, Pilih Parameters, ketik 72 pada baris Adiabatic
Efficiency pada kolom Efficiency. Jika anda mengetahui Duty yang
diperlukan agar pressure gas yang dihasilkan sebesar 260 psia,
ketik pada kolom Duty.

Problem 1 : Langkah Detail


Jika anda tidak mengetahui duty tetapi mengetahui pressure yang
diinginkan, dari tab Worksheet, pilih Conditions, masukan 260
psia pada baris Pressure pada kolom Outlet_C2. Maka Duty-nya
akan terhitung secara sendirinya.

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup form Compressor tersebut, akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Click Mixer pada Object Palette dan pindahkan ke layar.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada Mixer tersebut. Dari tab Design, ketik Mixer_4 pada
baris Name, Pilih Connections, masukan stream Outlet_C2 dan
Vap_F1 pada kolom inlets dan ketik Feed_Cool2 pada kolom Outlet.

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup form Mixer tersebut, maka akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Click Cooler pada Object Palette dan pindahkan ke layar.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada Cooler tersebut. Dari tab Design, ketik Cool_2
pada baris Name, Pilih Connections, masukan stream
Feed_Cool2 pada kolom Inlet, stream Q_Cool2 pada kolom
Energy, stream Feed_F5 pada kolom Outlet.

Problem 1 : Langkah Detail


Dari tab Design, Pilih Parameters, masukan 5 psi pada kolom
Delta P. Atau pilih tab Worksheet, pilih Conditions, masukan 255
psia pada baris Pressure dan kolom Out_Cool1 (pilih salah satu,
tidak boleh keduanya).

Problem 1 : Langkah Detail


Dari tab Worksheet, pilih Conditions, masukan 100 F
pada baris Temperature pada kolom Feed_F5.

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup form Cooler tersebut, maka akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Click Separator pada Object Palette dan pindahkan ke layar.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada Separator tersebut. Dari tab Design, ketik
Flash_5 pada baris Name, Pilih Connections, masukan stream
Feed_F5 pada inlet, stream Vap_F5 pada Vapour Outlet dan
stream Liq_F5 pada Liquid Outlet.

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup form Separator tersebut, maka akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Click Compressor pada Object Palette dan pindahkan ke layar.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada Compressor tersebut. Dari tab Design, ketik
Comp_3 pada baris Name, Pilih Connections, masukan stream
Vap_F5 pada kolom Inlet, stream Feed_Cool3 pada kolom
Outlet dan Q_Comp3 pada kolom Energy.

Problem 1 : Langkah Detail


Dari tab Design, Pilih Parameters, ketik 72 pada baris Adiabatic
Efficiency pada kolom Efficiency. Jika anda mengetahui Duty yang
diperlukan agar pressure gas yang dihasilkan sebesar 750 psia,
ketik pada kolom Duty.

Problem 1 : Langkah Detail


Jika anda tidak mengetahui duty tetapi mengetahui pressure yang
diinginkan, dari tab Worksheet, pilih Conditions, masukan 750
psia pada baris Pressure pada kolom Feed_Cool3. Maka Dutynya akan terhitung secara sendirinya.

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup form Compressor tersebut, maka akan tampak seperti di
bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Click Cooler pada Object Palette dan pindahkan ke layar.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada Cooler tersebut. Dari tab Design, ketik Cool_3
pada baris Name, Pilih Connections, masukan stream
Feed_Cool3 pada kolom Inlet, stream Q_Cool3 pada kolom
Energy, stream Feed_F6 pada kolom Outlet.

Problem 1 : Langkah Detail


Dari tab Design, Pilih Parameters, masukan 5 psi pada kolom
Delta P. Atau pilih tab Worksheet, pilih Conditions, masukan 745
psia pada baris Pressure dan kolom Feed_F6 (pilih salah satu,
tidak boleh keduanya).

Problem 1 : Langkah Detail


Dari tab Worksheet, pilih Conditions, masukan 100 F
pada baris Temperature pada kolom Feed_F6.

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup form Cooler tersebut, maka akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Click Separator pada Object Palette dan pindahkan ke layar.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada Separator tersebut. Dari tab Design, ketik
Flash_6 pada baris Name, Pilih Connections, masukan stream
Feed_F6 pada inlet, stream Gas pada Vapour Outlet dan stream
Liq_F6 pada Liquid Outlet.

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup form Separator tersebut, maka akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Click Mixer pada Object Palette dan pindahkan ke layar.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada Mixer tersebut. Dari tab Design, ketik Mixer_5
pada baris Name, Pilih Connections, masukan stream Liq_F5 dan
Liq_F6 pada kolom inlets dan ketik Liq_Return pada kolom
Outlet.

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup form Mixer tersebut, maka akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Define stream Recycle_1 dan Recycle_2 . Untuk
langkah awal kita ambil stream Recycle_1 sama
dengan stream Liq_Return dan stream Recycle_1
sama dengan stream Liq_F4.

Problem 1 : Langkah Detail


Tekan tab Define From Other Stream pada stream Recycle_1.
Pilih Liq_Return pada kolom Available Streams dan tekan tab
OK.

Problem 1 : Langkah Detail


Hasilnya tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Tekan tab Define From Other Stream pada stream Recycle_2.
Pilih Liq_F4 pada kolom Available Streams dan tekan tab OK.

Problem 1 : Langkah Detail


Hasilnya tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Gabungkan stream Recycle_1 dengan stream
Outlet_Heater dengan menggunakan Mixer_1.

Problem 1 : Langkah Detail


Gabungkan stream Recycle_2 dengan stream Liq_F2
dengan menggunakan Mixer_2.

Problem 1 : Langkah Detail


Hasilnya tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Click Recycle sebanyak 2 pada Object Palette dan pindahkan ke
layar.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada Recycle tersebut. Dari tab Connections, ketik
RCY-1 pada baris Name, input stream Liq_Return pada kolom
Inlet dan Recycle_1 pada kolom Outlet.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada Recycle tersebut. Dari tab Connections, ketik
RCY-2 pada baris Name, input stream Liq_F4 pada kolom Inlet
dan Recycle_2 pada kolom Outlet.

Problem 1 : Langkah Detail


Kalkulasi berlangsung sangat cepat, Recycle sudah
konvergen (OK) .Hasilnya seperti tampak dibawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Recycle-1-nya tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail

Problem 1 : Langkah Detail


Recycle-2-nya tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail

Problem 1 : Langkah Detail


Flowsheet telah komplit dan simulator sudah
konvergen. Sekarang kita mencari temperature
pada outlet heater yang akan memberikan
crude vapor pressure sebesar 15 psia pada
100 deg F pada crude yang dihasilkan
system ini (liquid outlet Flash_3). Untuk tujuan
ini kita menggunakan blok ADJUST.
Tetapi terlebih dahulu kita harus memunculkan
variabel crude vapor pressure pada Utility di
stream Crude.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada stream Crude. Dari tab Attachments, pilih Utility

Problem 1 : Langkah Detail


Tekan tab Create untuk membuat utility yang diinginkan. Hasilnya
seperti dibawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Select Cold Properties dan tekan tab Add Utility. Hasilnya seperti
dibawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Tutup form Cold Properties maka akan tampak seperti dibawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Click Adjust pada Object Palette dan pindahkan ke layar.

Problem 1 : Langkah Detail


Double-click pada Adjust. Dari tab Connections, ketik
Adjust pada baris Name.

Problem 1 : Langkah Detail


Tekan tab Select Var pada kolom Adjusted Variable, untuk
memilih varibel yang akan diatur. Pilih Outlet_Heater pada kolom
Object dan pilih Temperature pada kolom Variable. Tekan tab
OK.

Problem 1 : Langkah Detail


Akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Tekan tab Select Var pada kolom Target Variable, untuk memilih
varibel yang menjadi target. Pilih Utilities pada kolom Object
Filter dan pilih True VP at 100 F pada kolom Variable. Tekan tab
OK.

Problem 1 : Langkah Detail


Akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Masukan 15 psia di kolom Specific Target Value pada kolom
Target Value.

Problem 1 : Langkah Detail


Dari tab Parameters, masukan 0.01 pada baris Tolerance,
masukan 18 pada baris Step Size, masukan 0 pada baris
Minimum, 1000 pada baris Maximum dan 1000 pada baris
Maximum Iterations.

Problem 1 : Langkah Detail


Adjust akan running secara cepat karena telah diberi
harga awal ( 200 deg F ) dan konvergen. Tutup form
Adjust tersebut maka akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


True vapor pressure (100 F) pada stream crude
menunjukan 14.9912 psia. Hasilnya seperti tampak
dibawah ini.

Problem 1 : Langkah Detail


Temperature pada outlet heater adalah 144.33 deg F.

Problem 1 : Langkah Detail


Flowrate pada gas adalah 7125.8 lbmole/hr.

Problem 1 : Langkah Detail


Flowrate crude adalah 62695 barrel/day.

Problem 1 : Jawaban
1. Dimanakah anda akan menempatkan aliran recycle ?
Compressor liquid returns, downstream of mixer
2. Berapakah temperatur keluaran dari heater ?
144.33 F
3. Berapakah flow rate dari gas ?
64.895 Mscfd or 7125.8 lbmole/hr
4. Berapakah flow rate crude ?
62695 bbl/d