Anda di halaman 1dari 13

ANALISA KEBIJAKAN TRANSFER PRICING

STUDI KASUS PADA GENERAL APPLIANCE CORPORATION


DIKERJAKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH MANAGEMENT CONTROL
SYSTEM OLEH BAPAK SUPRIYADI, M.Sc, C.M.A, Ph.D

Disusun Oleh :
Bramantya Harimurti

376055

Nabila Hilmy Zhafira

376010

Nevi Laila Khasanah

375636

Raja Agus Lukasta

376070

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2015

GENERAL APPLIANCE CORPORATION


1;

LATAR BELAKANG
General appliance Corporation adalah produsen terintegrasi untuk segala jenis perabotan
rumah tangga. Perusahaan tersebut memiliki sebuah organisasi yang divisional dan
terdesentralisasi yang terdiri dari 4 divisi produk, 4 divisi manufaktur, dan 6 kantor staf.
Setiap divisi dan kantor staf dipimpin oleh seorang wakil presiden. Kantor-kantor staf
memiliki kewenangan fungsional atas divisi-divisi dibawahnya, tetapi mereka tidak
memiliki garis wewenang langsung atas general manager divisi-divisi dibawahnya. Panduan
organisasi perusahaan menyatakan bahwa seluruh personel divisi bertanggung jawab kepada
manajer divisi. Kecuali dalam wilayah fungsional yang didelegasikan secara spesifik,
seorang staf tidak memiliki garis wewenang dalam sebuah divisi.

2;

PERMASALAHAN
1. Masalah Utama Kompor
Pada bulan juli 1987, Divisi Produk Chrome mengusulkan untuk menaikkan harga
kompor tersebut sebesar 90 sen, 80 sen mencerminkan biaya tambahan atas operasi
tambahan dan 10 sen merupakan markup laba atas tambahan biaya tersebut. Sebelum
usulan tersebut diajukan, harga produk tersebut sekarang adalah $10 per unit.
Divisi kompor elektrik sangat keberatan dengan usulan kenaikan harga tersebut dan
setelah tiga minggu berdebat, diputuskan untuk membawa pertikaian tersebut kepada staf
keuangan untuk mencari jalan tengah.
2. Masalah Pengendalian Thermostatis
Pada bulan juli 1987, Divisi kulkas menginformasikan kepada Monson Controls
Corporation bahwa sejak 1 januari 1988, divisi tersebut akan membeli seluruh unit
pengendali suhunya dari Divisi Motor Elektrik. Divisi Kulkas membuat perubahan ini
karena permintaan Divisi Motor Elektrik, yang dikatakan sebagai, yang terbaik untuk
kepentingan perusahaan.
Pada tahun 1984, permintaan atas unit pengendali suhu sangat tinggi dalam
hubungannya dengan kapasitas produksi industri tersebut. Antara tahun 1985 sampai
1987, beberapa perusahaan alat rumah tangga, termasuk General Appliance Corporation,

membangun atau memperluas fasilitas mereka untuk memproduksi unit ini. Sehingga
pada pertengahan tahun 1987, kapasitas produksi dari perusahaan-perusahaan independen
tersebut jauh melebihi permintaannya. Salah satu akibatnya adalah menurunnya tingkat
harga.
Sebagai akibat dari penurunan harga tersebut, yang juga dialami oleh Divisi Motor
Elektrik, laba yang dihasilkan oleh produk ini menurun drastis, dari laba sebelum pajak
sebesar 15% dari nilai investasi pada tahun 1984 menjadi mendekati nol pada tahun 1987.
Pada Oktober 1987, Divisi Motor Elektrik dan Divisi Kulkas melakukan negosiasi
untuk harga tahun 1988. Divisi Kulkas mengusulkan harga $2,15, yaitu harga yang
dibayarkan kepada Monson Controls Corporation. Meskipun demikian, Divisi Motor
Elektrik tetap menolak untuk menurunkan harganya dibawah $2,40 kepada pihak
manapun. Setelah beberapa minggu bernegosiasi, pertikaian tersebut akhirnya diserahkan
kepada staf keuangan untuk penyelesaian.
3. Masalah Transmisi
Pada bulan maret 1985, Thorndike Machining Corporation diberitahu bahwa mulai 1
januari 1987, General Appliance Corporation tidak lagi memesan transmisinya, yang
berarti tidak memperpanjang kontrak perjanjian yang sekarang.
Pada bulan April 1985, presiden dari Thorndike Machining Corporation menulis surat
kepada presiden dari General Appliance Corporation untuk meminta agar keputusan
untuk tidak memperpanjang kontrak perjanjian dapat ditinjau kembali. Ia memberikan
daftar usulan penurunan harga yang akan diberikan jika perpanjangan kontrak dilakukan.
Ia menyatakan bahwa penurunan tersebut dimungkinkan karena
a. Thorndike masih lebih untung jika ia menurunkan harga daripada menelantarkan
mesin-mesin yang ada, yang tadinya digunakan untuk memproduksi transmisi
b. Thorndike mengharapkan adanya kenaikan produktivitas.
Lebih jauh lagi surat itu menyatakan bahwa perusahaan tersebut telah
mengembangkan suatu transmisi berbiaya rendah yang cocok untuk mesin cuci
ekonomis. Transmisi tersebut berbiaya $2 lebih rendah dari pada model yang sekarang
dan mulai dapat diproduksi pada tanggal 1 januari 1988. Manajer umum dari Divisi
Mesin Cuci tertarik untuk menambahkan mesin cuci otomatis berbiaya rendah kedalam
usulan tersebut, dan kemungkinan transmisi seharga $10 yang ditawarkan kepadanya.

Pada akhir tahun 1985, Divisi Gear and Transmission memulai negosiasi dengan
Divisi mesin cuci mengenai harga transmisi yang baru, mengusulkan harga $12 ditambah
beberapa penyesuaian kecil terhadap perubahan biaya yang terjadi sejak tahun
sebelumnya. Divisi Mesin Cuci menolak untuk menerima harga yang diusulkan dan tetap
bertahan pada harga $11,21.
Divisi

Gear

and

Transmission

menolaknya,

bahkan

menolak

untuk

mempertimbangkan usulan proyek tersebut. Dan setelah perdebatan sengit selama


beberapa hari, kedua divisi tersebut setuju untuk menyerahkan permasalahan ini kepada
staf keuangan untuk mencari jalan tengahnya.
3;

KAJIAN TEORI
Jika dua atau lebih pusat laba bertanggung jawab bersama atas pengembangan,
pembuatan, dan pemasaran suatu produk, maka masing-masing harus membagi pendapatan
yang dihasilkan ketika produk tersebut terjual. Harga transfer merupakan mekanisme untuk
mendistribusikan pendapatan ini. Harga transfer harus dirancang sedemikian rupa sehingga
dapat mencapai tujuan berikut ini :
1; Memberikan informasi yang relevan kepada masing-masing unit usaha untuk

menentukan timbal balik yang optimum antara biaya dan pendapatan perusahaan.
2; Menghasilkan keputusan yang selaras dengan cita-cita. Maksudnya, sistem harus

dirancang sedemikian rupa sehingga keputusan yang meningkatkan laba unit usaha juga
akan meningkatkan laba perusahaan.
3; Membantu pengukuran kinerja ekonomi dari unit usaha individual.
4; Sistem tersebut harus mudah dimengerti dan dikelola.

Merancang sistem penentuan harga transfer merupakan kunci pengendalian manajemen


bagi sebagian besar perusahaan. Beberapa penulis menggunakan istilah harga transfer untuk
mengacu pada jumlah yang digunakan dalam akuntansi untuk semua transfer barang dan jasa
antar pusat tanggung jawab. Istilah harga transfer pada nilai yang diberikan atas suatu
transfer barang atau jasa dalam suatu transaksi di mana setidaknya salah satu dari kedua
pihak yang terlibat adalah pusat laba.
Prinsip dasarnya adalah bahwa harga transfer sebaiknya serupa dengan harga yang akan
dikenakan seandainya produk tersebut dijual ke konsumen luar atau dibeli dari pemasok luar.

Ketika suatu pusat laba di suatu perusahaan membeli produk dari, dan menjual ke, satu sama
lain, maka dua keputusan yang harus diambil untuk setiap produk adalah :
1. Apakah perusahaan harus memproduksi sendiri produk tersebut atau membelinya dari
pemasok luar? Hal ini merupakan keputusan sourcing.
2. Jika diproduksi secara internal, pada tingkat harga berapakah produk tersebut akan
ditransfer antar pusat laba? Hal ini merupakan keputusan harga transfer.
4;

PERTANYAAN
1. Memerankan ketiga peran . General manager dari divisi pemasok, general manager dari
divisi pembeli, dan anggota staf keuangan yang bertanggung jawab atas penyelesaian
kasus. Dalam kasus general manager. Tidak boleh mengulang argumentasi yang
ditunjukkan pada kasus tersebut. Memperkenalkan argument yang baru (tetapi realistis).
Bertransaksi secara rasional berdasarkan argument.
2. Perubahan apa saja yang disarankan dalam hal kebijakan dan prosedur harga transfer
perusahaan?

5;

JAWABAN
1; STOVE TOP PROBLEM
a; Divisi Pemasok (Divisi Produk Chrome)

Divisi Produk Chrome mengajukan surat kepada wakil presiden bagian keuangan jika
harus meningkatkan harga karena :
a; Menambah Operasi tambahan yang membutuhkan biaya 80 sen per unit
b; Operasi tersebut berhasil meningkatkan kualitas
c; Harga 10 Dollar ini dihasilkan berdasarkan standart kualitas produk lama dan

dibutuhkan biaya lebih besar 90 sen per unit bila menggunakan pemasok dari luar.
Penambahan biaya sebesar 90 sen (80 sen untuk biaya operasi tambahan, 10 sen
markup laba) adalah masuk akal untuk peningkatan kualitas kompor (durabilitas
penggunaan kompor) karena krom memiliki kegunaan :
1;

Chrome plating pernah digunakan untuk memberikan lapisan keperakan seperti


cermin pada baja.

2;
3;

Kromium digunakan dalam metalurgi sebagai anti korosi dan pemberi kesan
mengkilap.
Digunakan pada pewarna dan cat, untuk memproduksi batu rubi sintetis, dan
sebagai katalis dalam pencelupan dan penyamakan kulit.

Dukungan pengujian departemen teknik dan departemen pengendalian mutu.


Dengan salah satu fungsi krom sebagai anti korosi dapat meningkatkan durabilitas
penggunaan kompor (bahan logam terlapisi krom akan awet dari karatan). Dengan
salah satu fungsi krom sebagai pemberi kesan mengkilap akan menarik hati
konsumen untuk memilih kompor tersebut dibandingkan dengan kompor berbahan
logam tanpa dilapisi krom.

Gambar. Unsur Kromium


b; General Manager dari divisi pembeli (Divisi Kompor

Elektrik)
Divisi kompor listrik menolak kenaikan harga dengan alasan :
a; Tidak ada perubahan yang spesifik teknik. Perubahan yang terjadi terlalu subjektif

sehingga sulit untuk diukur.


b; Divisi Kompor Elektrik tidak diajak berdiskusi tentang perubahan (peningkatan
kualitas) tersebut.
c; Peningkatan kualitas dari sudut pandang konsumen masih diragukan.
d; Biaya 90 sen tersebut dapat meningkatkan pemasaran apabila dialokasikan untuk
penambahan kegunaan bukan peningkatan kualitas yang subjektif.
e; Karena peningkatan kualitas tersebut tidak lebih baik dari tingkat kualitas yang
diberikan produsen luar, maka biaya peningkatan kualitas seharusnya sudah
termasuk dalam $10.
f; Penetapan biaya seharusnya menggunakan biaya standar, dan bukan biaya aktual
dengan menambahkan 90 sen dengan peningkatan kualitas yang tidak lebih baik
dari tingkat kualitas yang diberikan produsen luar.
g; Tidak ada penambahan fasilitas yang dapat diukur, hanya perbaikan pada hal yang
telah ada sebelumnya.

h; Biaya 90 sen tersebut sebaiknya dialokasikan untuk penambahan fitur lain agar
dapat menyaingi pesaing
i; Perlu adanya perbandingan dengan harga saat itu dari pemasok luar (harga tahun
1987).
c; Financial Staff

Atas terjadinya ketidaksepakatan antara divisi Chrome Product dan Electronic


Division, alternatif penyelesaian yang dapat diambil adalah pembagian biaya R&D
untuk pengembangan chrome plat antara divisi Chrome Product dan Electronic
Division dengan porsi 60% divisi Chrome Product dan 40% Electronic Division,
sehingga transfer price menjadi USD 10,50. Hal ini diambil dengan pertimbangan
sebagai berikut :
1; Pengembangan chrome plat meningkatkan kualitas produk, walaupun tidak dapat

dilihat secara langsung oleh konsumen. Peningkatan kualitas produk sesuai dengan
value dari General Appliances yaitu selalu menciptakan produk yang berkualitas
bagi konsumen
2; Harga transfer dari divisi Chrome Product ke Electronic Division menjadi lebih
rendah, sehingga apabila dibandingkan dengan peningkatan kualitas chrome plat,
maka harga ini menjadi lebih dapat diterima oleh kedua belah pihak
3; Harga produk di luar sebesar USD 9 akan tetapi dengan kualitas yang berbeda
dengan produk yang dihasilkan oleh divisi Chrome Product, sehingga divisi
Electronic Division akan diuntungkan dengan mendapatkan produk dengan kualitas
yang baik dengan harga yang tetap kompetitif.
2; Masalah Pengendalian Thermotatis
a; Divisi Pemasok (Divisi Motor Elektrik)
1; Divisi Motor Elektrik menolak menurunkan harga dibawah 2,4 dolar
2; Divisi Motor Elektrik akan mengalami kerugian jika harga diturunkan
3; Jika harga 2,15 dolar merencanakan menutup pabrik dan membiarkan pemasok dari

luar memenuhi seluruh kebutuhan

4; Komponen

thermostatis sangat penting bagi peralatan elektronik yang


mengandalkan pengaturan suhu seperti kulkas, dan mesin cuci karena thermostatis
memiliki fungsi :
a; Mempertahkan tempratur kerja mesin dengan membuka dan memutus saluran

air radiator sesuai tempratur yang tertera pada bodi thermostat

Gambar. Thermostat
Divisi motor elektrik masih dapat melakukan negosiasi harga dengan divisi
kulkas, dengan catatan bahwa divisi motor elektrik tetap mencetak laba.
5; Keputusan banting harga (dumping price) yang dilakukan Monson Control

Corporation memungkinkan mereka akan menaikkan harga, bila tidak maka mereka
akan bangkrut dan memutur supply chain komponen thermostatis yang sangat
penting bagi produk kulkas.
6; Jika memang terjadi kesalahan hitungan, semestinya divisi mesin cuci tidak

memutuskan perkara langsung berprioritas pada harga kompetitif semata, namun


mempertimbangkan proyek yang telah dilakukan oleh General Appliance kepada
divisi gear and transimssion. Jadi, penawaran divisi gear and transmission adalah
kesepakatan harga % 11, 45.
b; General Manager dari divisi pembeli (Divisi Mesin Cuci)

1; Divisi Mesin Cuci mengajukan harga $2,15 dengan pertimbangan bahwa

banyaknya pesanan yang mereka ajukan (100.000 unit) tentunya akan memberikan
mereka penawaran harga yang lebih menarik apabila dipenuhi oleh pemasok dari
luar perusahaan.
2; Divisi Mesin Cuci bersedia mengambil dari Motor Elektrik apabila harga tersebut

disetujui . karena tidak ada perbedaan kualitas yang ditawarkan Monson Controls
Corporation dan Divisi Motor Elektrik
3; Kesalahan divisi motor elektrik memperhitungkan permintaan hingga terjadi

kelebihan produksi bukanlah tanggung jawab Divisi Mesin cuci, sehingga tidak
sesuai jika kerugian tersebut harus ditanggung oleh Divisi Mesin cuci (dengan
harus membayar pada harga 2.40 sedangkan Monson menawarkan harga 2.15).
c; Divisi Kulkas
1; Monson controls corporation memiliki kapasitas untuk memenuhi permintaan pada

harga tersebut. Maka harga yang ditawarkan oleh Divisi Motor Elektrik dianggap
tidak sesuai karena terlalu tinggi dari harga pemasok luar. Terkait teori major
pricing disparity , Divisi Kulkas berhak untuk mendapatkan barang dari pemaosk
luar karena menawarkan harga lebih rendah.
2; Divisi Kulkas tetap pada harga $2,15 karena yakin bahwa Divisi Motor Elektrik

telah menyalahi prinsip dasar transfer pricing, yang seharusnya memberikan harga
serupa harga dari pemasok luar (Monson Controls Corporation).
3; Kesalahan divisi motor elektrik memperhitungkan permintaan hingga terjadi

kelebihan produksi bukanlah tanggung jawab Divisi Kulkas, sehingga tidak sesuai
jika kerugian tersebut harus ditanggung oleh Divisi Kulkas (dengan harus
membayar pada harga 2.40, sedangkan Monson menawarkan harga 2.15).
d; Financial Staff

Atas terjadinya ketidaksepakatan antara Electronic Motor Division dengan Laundry


Equipment Division dan Refrigeration Division, maka alternatif penyelesaian yang
dapat diambil adalah sebagai berikut :
1; Harga jual produk thermostatic control ditetapkan sebesar USD 2,25 / unit untuk

Laundry Equipment Division dan Refrigeration Division. Hal ini dilakukan dengan
pertimbangan :

2; Perusahaan telah membangun pabrik thermostatic control dengan skala produksi

yang besar. Apabila produk dipaksakan dijual pada harga USD 2,15 / unit maka
financial performance dari Electronic Motor Division akan menjadi buruk dan
dapat membebani kondisi keuangan perusahaan.
3; Apabila harga jual produk dipaksakan pada level USD 2,15 / unit, maka terdapat
risiko pabrik thermostatic control ditutup karena membebani perusahaan. Dalam
hal ini, maka perusahaan akan menderita dua kerugian, yaitu kehilangan asset
berupa pabrik thermostatic control dan harga beli produk thermostatic control yang
akan meningkat menjadi USD 2,40 / unit.
4; Dilakukan analisa yang mendalam mengenai struktur biaya di Electronic Motor
Division untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses produksi, sehingga
Electronic Motor Division diharapkan tetap dapat mencatatkan laba di level harga
jual produk sebesar USD 2,25 / unit
5; Selama masih terjadi excess supply untuk produk thermostatic control di pasar,
maka perusahaan akan memberikan subsidi harga sebesar USD 0,10 / unit, sehingga
harga beli dari Laundry Equipment Division dan Refrigeration Division tetap
sebesar USD 2,15 / unit. Subsidi akan dilepas apabila harga produk di pasar telah
mencapai level USD 2,25 / unit atau lebih.
3; Masalah Transmisi
a; Divisi Pemasok (Divisi Gear dan Transmition)
1; Pada bulan maret 1985, Thorndike Machining Corporation diberitahu bahwa mulai

1 januari 1987, General Appliance Corporation tidak lagi memesan transmisinya


2; Perusahaan tersebut telah mengembangkan suatu transmisi berbiaya rendah yang

cocok untuk mesin cuci ekonomis. Transmisi tersebut berbiaya $2 lebih rendah dari
pada model yang sekarang dan mulai dapat diproduksi pada tanggal 1 januari 1988.
3; Divisi gear and transmission menilai harga komponen transmisi $ 10 dari

Throndike Machining Corporation tidak masuk akal, dan kemungkinan akan naik
4; Divisi mesin cuci telah menyetujui harga komponen transmisi $ 12 dari divisi gear

and transmission, mestinya jika merasa keberatan disampaikan ketika presentasi


proyek.
b; General Manager dari Divisi Pembeli (Divisi Mesin Cuci)

1; Divisi Mesin Cuci dapat membeli transmisi yang sebanding dengan yang

diproduksi Divisi Gear dan Transmission dari Thorndike dengan harga $11.21
2; Divisi Gear dan Transmission menyetujui harga tersebut dengan pertimbangan izin

utk memproduksi seluruh transmisi. Sedangkan Divisi mesin cuci masih memiliki
kontrak untuk membeli 50% dari total kebutuhannya pada Thorndike , dan kontrak
tersebut masih berlaku hingga 1987.
3; Kebijakan harga dalam perusahaan adalah bahwa penjual harus menjual pada

tingkat harga yang kompetitif.


4; Divisi Mesin Cuci tidak pernah menyetujui pengajuan harga $12 tersebut, maka

tidak adil apabila harus memesan seluruh kebutuhan pada Divisi Gear dan
Transmission dengan harga tersebut.
5; Dengan adanya sistem ekonomis ini, maka seharusnya ada karakteristik yang

dikurangi. Maka Divisi Mesin cuci bersedia membeli pada harga $11.21
6; Beberapa karakteristik mesin yang ditawarkan Divisi Gear dan Transmisi bahkan

berbeda dengan yang ditawarkan oleh Thorndike , dan hal ini akan berdampak pada
kualitas Mesin Cuci
c; Financial Staff

Atas terjadinya ketidaksepakatan antara divisi Laundry Equipment dan Gear and
Transmission, alternatif penyelesaian yang dapat diambil adalah sebagai berikut :
1; Divisi Laundry Equipment tetap membeli seluruh transmission unit ke divisi Gear

and Transmission dengan pertimbangan :


a; Perusahaan telah mengeluarkan biaya investasi untuk pengembangan pabrik
divisi Gear and Transmission dengan dasar proyeksi pendapatan yaitu harga jual
US$ 12/unit. Apabila Divisi Laundry Equipment tidak membeli transmission ke
divisi Gear and Transmission, maka akan terjadi pemborosan sumber daya
finansial yang akan membebani perusahaan karena adanya idle capacity di divisi
Gear and Transmission.
b; Transmission unit merupakan bagian yang penting dalam sebuah produk mesin
cuci. Oleh karena itu perusahaan harus dapat mengontrol kualitas dari unit ini
dengan baik. Apabila unit ini dibeli dari luar perusahaan (Thorndike Machining
Corporation), maka terdapat risiko penurunan kualitas di masa mendatang

karena perusahaan tidak dapat mengontrol kualitas transmission unit


sepenuhnya.
2; Transfer pricing yang ditetapkan sebesar US$ 11,40 per unit dengan rincian
sebagai berikut :
Production cost

= USD 9,00

Net design cost

0,50

Inflation added

0,75

Expected profit

1.15

Final Price

11.40

Penetapan dilakukan dengan pertimbangan sebagai berikut :


1; Keuntungan yang didapat oleh divisi Gear and Transmission sebesar 10%, cukup

moderat sehingga diharapkan tidak mengganggu cashflow dari pabrik yang telah
dibangun
2; Harga ini masih dibawah harga efektif transmission unit terendah dari Thorndike
sebesar USD 12. Harga unit transmission untuk low cost product tidak digunakan
karena masih dalam pengembangan sehingga risiko ketidaksesuain/kegagalan
produk masih cukup tinggi.

4; Saran Untuk Perbaikan

Berdasarkan permasalahan-permasalahan transfer pricing yang terjadi di General


Appliances, maka terdapat beberapa saran-saran untuk perbaikan sistem sebagai berikut :
a; Memperkuat komunikasi antar divisi, terutama divisi dengan fungsi produksi dengan

fungsi penjualan end product. Beberapa masalah seperti masalah transmisi terjadi
karena kurangnya komunikasi antara divisi terkait yang kemudian menyebabkan
adanya kesalahpahaman dan konflik. Penguatan komunikasi dapat dilakukan dengan
mengadakan pertemuan rutin baik formal maupun informal yang dipimpin oleh jajaran
top management untuk mengetahui isu-isu yang terjadi beserta penyelesaian terbaik
bagi seluruh divisi yang terkait

b; Adanya kesepakatan di seluruh jajaran manager bahwa dalam setiap pembelian, akan

diutamakan barang yang diproduksi oleh divisi di General Appliances dengan harga
beli yang kompetitif. Dalam hal divisi tidak dapat memenuhi permintaan atau
spesifikasi barang yang diminta, maka atas persetujuan bersama, barang dapat dibeli di
luar perusahaan.
c; Basis penilaian kinerja karyawan di seluruh divisi adalah keuntungan masing-masing

divisi dan kontribusi keuntungan bagi perusahaan secara keseluruhan. Dengan


perubahan ini, diharapkan manajer dapat lebih memikirkan keuntungan bagi
perusahaan, tidak hanya memikirkan keuntungan divisi
.
6;

KESIMPULAN
Divisi-divisi diharapkan untuk saling berinteraksi satu sama lain seakan-akan mereka
merupakan perusahaan-perusahaan yang independen. Komponen-komponen yang ditransfer
diberikan harga sesuai dengan hasil negosiasi diantara mereka. Harga ini biasanya
berdasarkan harga aktual yang dibayarkan kepada pemasok luar untuk komponen yang
sebanding. Harga-harga luar tersebut disesuaikan untuk mencerminkan perbedaan disain
antara komponen dari luar dan dari dalam. Selain itu, jika harga luar berdasarkan pembelian
yang dilakukan pada tanggal yang lebih awal, maka ia disesuaikan untuk perubahan tingkat
harga umum sejak tanggal tersebut. Secara umum, divisi-divisi menentukan harga
berdasarkan negosiasi diantara mereka sendiri, tetapi jika mereka tidak dapat sepakat pada
harga tertentu, mereka dapat menyampaikan pertentangan itu kepada staf keuangan untuk
mencari jalan tengah.
Dari masalah-masalah yang dihadapi oleh General Appliances, maka dapat diambil
pelajaran bahwa komunikasi menjadi hal yang sangat krusial bagi penyelesaian masalah
transfer pricing. Dengan komunikasi yang baik antar divisi, maka harga yang ditetapkan
dapat menguntungkan perusahaan secara keseluruhan.