Anda di halaman 1dari 8

METABOLISME KARBOHIDRAT INTERMEDIARY

NAMA : ANANDA LISDA PUTRI


NIM

: N111 10 903

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Karbohidrat merupakan senyawa organik dengan atom C, H, dan O
dengan rasio 1:2:1 ( C6H12O6 ) dan juga merupakan zat gizi sumber energi ,
dimana setiap gramnya menghasilkan

4 kalori. Walaupun lemak

menghasilkan energi yang lebih besar namun karbohidrat digunakan dan


dikonsumsi lebih umum setiap harinya sebagai bahan makanan pokok.di
negara berkembang konsumsi karbohidrat sekitar 70 80 % dari total kalori,
bahkan pada daerah-daerah miskin bias mencapai 90 %. Sedangkan pada
negara maju karbohidrat dikonsumsi hanta sekitar40 6- % dari total kalori.
Hal ini disebabkan karena sumber makanan yang mengandung karbohidrat
lebih mudah didapatkan dan harganya cenderung lebih murah dibandingkan
dengan bahan makanan yang mengandung lemak ataupun protein.
Karbohidrat banyak ditemukan di serealia ( beras, gandum, jagung,
kentang, dsb. ) serta pada biji-bijian yang tersebar luas di seluruh alam. Oleh
karena itu karbohidrat sangat berperaan penting bagi kelangsungan hidup
manusia.
Adapun fungsi dari karbohidrat adalah :
1. Sebagai sumber energi utama tubuh. Dimana karbohidrat akan diurai
menjadi bagian yang lebih kecil yaitu glukosa sehingga bisa digunakan
sebagai energi paling pertama atau utama bagi tubuh.
2. Merupakan cadangan energi. Keberadaan karbohidrat dalam tubuh
akan dimetabolisme di system pencernaan dan sampai ke darah dalam
bentuk glukosa. Sebagian akan disimpan dalam otot dan hati dalam
bentuk Glikogen. Glikogen aan dipecah menjadi glukosa kembali saat
tubuh membutuhkan energy ataupun kadar glukosa dalam darah
menurun.
3. Melancarkan pencernaan. Karbohidrat melancarkan gerakan peristaltik
usus dan memberikan rasa kenyang.
4. Sebagai pemanis alami. Jenis karbohidrat disakarida dapat memberi
rasa manis alami pada makanan.

Oleh karena fungsi utaa karbohidrat yang berhubungan dengan pasokan


energy utama tubuh, maka penting mengetahui bagaimana proses karbohidrat
sehingga sapat enjadi sumber energy utama bagi manusi. Di makalah ilmiah kali
ini akan membahas tentang metabolisme karbohidrat intermediary.

B. TUJUAN
Untuk

mengetahui

bagaimana

proses

metabolisme

intermediary

karbohidrat dalam tubuh sehingga bisa menghasilkan energi.Hal ini penting


karena karbohidrat merupakan senyawa yang paling banyak dikonsumsi setiap
harinya oleh manusia. Karbohidrat juga merupakan sumber makanan utaa untuk
menghasilkan energi bagi tubuh. Sehingga sangat penting mengetahui tahapan
yang dilalui oleh tubuh hingga menghasilkan energy yang sangat dibutuhkan oleh
tubuh untuk melakukan aktivitas dan bertahan hidup.
Hal penting lain untuk mengetahui metabolism karbohidrat ini adalah
adanya beberapa penyakit yang diakibatkan oleh kelainan pada metabolism
karbohidrat sehingga akan mengganggu kesehatan pada manusia.

PEMBAHASAN
Peristiwa yang dialami unsur-unsur makanan setelah dicerna dan diserap
adalah metabolisme intermediat. Jadi metabolisme karbohidrat intermediary
adalah peristiwa yang dialami oleh karbohidrat setelah diserap dan dicerna dalam
tubuh.

Ada beberapa macam metabolisme karbohidrat yang terjadi dalam tubuh,


antara lain :
1.
2.
3.
4.

Glikogenesis
Glikogenolisis
Glikolisis atau Jalur Embden-Meyerhof
Glukoneogenesis

1. Glikogenesis
Merupakan konversi glukosa menjadi glikogen. Metabolisme ini terjadi di
dalam sel-sel hati. Awalnya glukosa difosforilasi menjadi glukosa-6-fosfat (G6P)
oleh enzim hexokinase. Energi untuk reaksi ini dihasilkan oleh ATP.
Untuk membangun glikogen hati, maka glukosa-6-fosfat (G6P) akan diubah
menjadi glukosa-1-fosfat (G1P) yang dikatalis oleh enzim Phospoglucomutase.
Lalu enzim Phosporylase mengubah banyak glukosa-1-fosfat menjadi molekul
glikogen..
Reaksi :
Glukosa + ATP

hexokinase Mg++

G6P + ADP

G6P

phospoglucomutase

G1P

G1P

Phosporylase, H3PO4

Glikogen

1. Glikogenolisis
Saat level glukosa darah menurun , glikogen akan diubah kembali menjadi
glukosa. Pada proses ini, Glikogen diubah menjadi glukosa-1-fosfat oleh enzim
fosforylase dan H3PO4.dan akan segera diubah menjadi glukosa-6fosfat (G6P)
oleh enzim Phospoglucomutase. Glukosa -6-Fosfat dihidrolisis menjadi
glukosa dan asam fosfat oleh enzin Phospatase hati.
2. Glukoneogenesis
Pembentukan glukosa atau glikogen dari sumber non karbohidrat disebut
gluconeogenesis.Sekitar 90 % proses ini terjadi di hati dan sisanya di ginjal.

Senyawa utama untuk gluconeogenesis adalah asam amino glukogenik dan


gliserol.
3. Glikolisis
Perombakan selular glukosa melalui beberapa enzim glikolitik menjadi
asam piruvat , jalur ini biasa disebut Jalur Ebden-Meyerhof

ANALISIS
Ada beberapa metode analisis kadar glukosa darah
a. Metode Kimia
Merupakan metode dengan prinsip proses kondensasi glukosa dengan
akromatik amin dan asam asetat glasial pada suasana panas, sehingga
terbentuk senyawa berwarna hijau kemudian diukur secara fotomrtri.
b. Metode Enzimatik, yaitu metode yang menggunakan enzim-enzim
tertentu, seperti :
Metode Glukosa oksidase
Metode Hexokinase
Metode Glukosa Dehidrogenase

c. Metode reagen kering


Dimana menggunakan reagen strip yang telah terdapat reagen kimia
yang telah dikeringkan. Strip test diletakkan pada alat, ketika darah
diteteskan pada zona reaksi strip katalisator glukosa akan mereduksi
glukosa . intensitas electron yang terbentuk dalam alat strip setara
dengan konsentrasi glukosa dalam darah.

RANGKUMAN
Karbohidrat merupakan senyawa organik dengan atom C, H, dan O dengan rasio
1:2:1 ( C6H12O6 ) .
Adapun fungsi dari karbohidrat adalah
1, Sebagai sumber energy utama tubuh. Dimana karbohidrat akan diurai
menjadi bagian yang lebih kecil yaitu glukosa sehingga bisa digunakan
sebagai energi paling pertama atau utama bagi tubuh.
2. Merupakan cadangan energi. Keberadaan karbohidrat dalam tubuh akan
dimetabolisme di system pencernaan dan sampai ke darah dalam bentuk
glukosa. Sebagian akan disimpan dalam otot dan hati dalam bentuk
Glikogen. Glikogen aan dipecah menjadi glukosa kembali saat tubuh
membutuhkan energy ataupun kadar glukosa dalam darah menurun.
3. Melancarkan pencernaan. Karbohidrat melancarkan gerakan peristaltic
usus dan memberikan rasa kenyang.
4. Sebagai pemanis alami. Jenis karbohidrat disakarida dapat memberi rasa
manis alami pada makanan.

Peristiwa yang dialami unsur-unsur makanan setelah dicerna dan diserap


adalah metabolisme intermediat. Jadi metabolisme karbohidrat intermediary
adalah peristiwa yang dialami oleh karbohidrat setelah diserap dan dicerna dalam
tubuh.
Ada beberapa macam metabolisme karbohidrat yang terjadi dalam tubuh,
antara lain :

Glikogenesis
Glikogenolisis
Glikolisis atau Jalur Embden-Meyerhof
Glukoneogenesis

Ada beberapa metode analisis kadar glukosa darah


A. Metode Kimia
Merupakan metode dengan prinsip proses kondensasi glukosa dengan
akromatik amin dan asam asetat glasial pada suasana panas, sehingga
terbentuk senyawa berwarna hijau kemudian diukur secara fotomrtri.
B. Metode Enzimatik, yaitu metode yang menggunakan enzim-enzim
tertentu, seperti :
Metode Glukosa oksidase
Metode Hexokinase
Metode Glukosa Dehidrogenase
C. Metode reagen kering
Dimana menggunakan reagen strip yang telah terdapat reagen kimia
yang telah dikeringkan. Strip test diletakkan pada alat, ketika darah
diteteskan pada zona reaksi strip katalisator glukosa akan mereduksi
glukosa . intensitas electron yang terbentuk dalam alat strip setara
dengan konsentrasi glukosa dalam darah.

DAFTAR PUSTAKA
1. Tornheim K, Ruderman NB. Intermediary Metabolism of
Carbohydrate, Protein, and Fat. Boston: Springer Science+Business
Media; 2011.
2. Pujari S. Intermediary Metabolism of Carbohydrate Includes The
Following Reactions. YourArticle Library;2015.
3. Lichtenhaler FW. Carbohydrates : Occurrence, Structures and
Chemistry. Jerman: Wiley-VCH Verlag GmbH; 2011
4. Baquer NZ. Intermediary Metabolism: Carbohydrate Metabolism. New
Delhi: Jawaharlal Nehru University; 2007.
5. Braeckman BP, Houthoofd K, Vanfleteren JR. Intermediary
Metabolism. Belgia: Ghent University; 2009.