Anda di halaman 1dari 3

Review II

Patogenisitas Jamur Karat (Puccinia philippinensis Syd.) pada Gulma Teki (Cyperus
rotundus L.)

I.

General
1. Host Controlled
Gulma teki Cyperus rotundus L.
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Cyperales
Famili: Cyperaceae
Genus: Cyperus
Spesies: Cyperus rotundus L.
2. Name Biocontrol Agent
Jamur karat Puccinia philiinensis Syd.
3. Laboratory, green house or field experiments
Penelitian tersebut dalam jurnal kedua merupakan murni eksperimental yang
dilaksanakan di green house dan Laboratorium Proteksi Fakultas Pertanian Universitas
Mataram, pada tahun 2004.
4. Biocontrol target
Target utama adalah menghentikan pertumbuhan dan perkembangan dari rumput teki.
Infeksi jamur karat diharapkan dapat membuat pertumbuhan rumput teki merana
ditandai dengan pertumbuhan terhambat dan daun berwarna coklat kehitaman.
5. Mechanism
Mekanisme yang terjadi adalah penghambatan penyerapan nutrisi oleh gulma teki.
Awal gejala ditandai dengan gulma berwarna kekuningan, laliu tumbuh pustul dibawah
daun yang kemudian membesar dan berubah warna jadi coklat kehitaman.

6. Effectivity
II. How to get
1. Availability in nature
Keberadaan dialam cukup banyak, oleh karena inangnya adalah rumput teki maka dapat
dicari dari daun gulma yang terdapat ciri-ciri khusus terinfeksi jamur P. philippinensis.
2. How to isolate
Mengambil rumput teki yang terkenana atau terdapat ciri infeksi jamur antagonis
tersebut. Mengerik dengan kuas halus bagian bawah daun yang terdapat spora P.

philippinensis dan yang jatuh ditampung pada kertas alumunium. Spora terkoleksi
3.
4.
5.
6.

kemudian ditaruh di kontainer yang berisi silica gel didalamnya.


Measure in lab
Develop or increase selected biocontrol
Application in the field
Factor affecting efficacy
Faktor uutama adalah jumlah dosis yang diberikan berkaitan dengan kerapatan spora

yang tumbuh dan akan menginfeksi gulma teki.


7. Effectivity
8. Factors environment
Suhu dan kelembapan sangat berpenggaruh terhadap perkembangan spora dan
perkecambahan jamuur karat pada daun rumput teki.
9. Integration with other control measures
10. Specificity controlled
Jamur karat sangat spesifik terhadap gulma teki dan tidak menyerang tanaman
budidaya.
11. Toxicity
12. Competitivenes and persistence in nature
13. Host colonization
III.
Application in the fields
1. Factors affecting efficacy
Kerapatan dari spora yang terbentuk akan menentukan efikasi dari jamur karat.
Semakin rapat akan semakin cepat pula infeksi dari jamur karat ke jaringan daun
rumput teki.
2. Effectivity
3. Factors environment
Faktor yang mendukung infeksi dari jjamur karat pada rumput teki adalah suhu dan
kelembapan udara.
4. Integration with other control measure
5. Specifity host
Inang yang diserang sangat spesifik hanya pada gulma teki. Hasil observasi lapang
setelah aplikasi jamur karat tidak ada tanaman budidaya yang terinfeksi jamur karat.
6. Toxicity to human
7. Competitiveness in nature
8. Host colonization

9. Expensiveness
10. Viability
Jamur karat akan menghasilkan kecambah pada suhu optimum sekitar 15-30C.
Jamur akan mati pada suhu dibawah 0C dan suhu diatas 40C.
11. Mass production
12. Comercially
Percobaan yang dilakukan pada jamur karat hanya murni eksperimental di dalam
IV.

laboratorium dan plot percobaan.


Others
1. Future research
2. Chance turning to be pathogenic
Tidak ada ciri atau tanda yang menyebutkan bahwa jamur karat akan berbahaya bagi
tanaman budidaya. Pengamatan setelah aplikasi menunjukkan tidak ada tanaman
budidaya yang terinfeksi P. philippinensis Syd..
3. Pathogenic to other plants
Jamur karat hanya bersifat spesifik pada gulma teki, karena sumber awal jamur karat

ini adalah permukaan daun dari gulma teki.


V. Saran
Penggunaan jamur karat untuk menangangi masalah gulma memiliki kesempatan besar
dijadikan salah satu cara pengendalian hayati yang ramah lingkungan. Eksperimen yang
dilakukan menunjukan bahwa jamur karat sanggat spesifik dalam hal infeksi hanya pada
gulma teki. Diharapkan ada riset lanjutan untuk memperbanyak jamur karat dan dapat
disebarluuaskan ke masyarakat.