Anda di halaman 1dari 5

BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Banten


Pertemuan ke-5
A.Fungsi Dan Peranan Bank
Fungsi bank pada umumnya adalah sebagai penerima
kredit dan pemberi kredit. Dengan demikian maka
manajemen bank ditujukan untuk mencari dana dan
menyalurkan kredit secara efisien dan efektif kepada
pengusaha. Karena itu bank baru dapat tumbuh dan
berkembang, jika bank tersebut memperoleh soliditas
atau kepercayaan.
Soliditas dapat diartikan bahwa masyarakat atau
pengusaha yakin uang yang ditabungnya akan dapat
diambil kembali beserta bunganya.Untuk menjaga
kepentingan masyarakat/pengusaha maka pemerintah
ikut mengawasi dan membina kehidupan perbankan
yang dilakukan oleh Bank Indonesia atau bank Sentral.
Fungsi dan peranan bank di Indonesia telah diatur
dalam undang-undang Pokok Perbankan No. 14 Tahun
1967.
Peranan Bank Indonesia
Bank Indonesia menurut undang-undang pokok
Perbankan No. 14 Tahun 1967 mengawasi bank-bank
dalam rangka pelaksanaan moneter. Dalam undangundang No. 13 Tahun 1968 ditentukan bahwa

pembentukan Dewan Moneter yang tugas-tugasnya


membantu perencanaan, penentuan, serta pengawasan
pola kebijaksanaan moneter untuk kestabilan moneter,
kesempatan kerja penuh dan menaikan taraf hidup
rakyat. Dewan moneter juga harus mengatur dan
mengkoordinasi moneter seperti yang telah ditentukan
oleh pemerintah. Selain itu Dewan Moneter juga
memberikan pengarahan dan mengeluarkan peraturanperaturan yang merupakan kebijaksanaan moneter
yang akan dilakukan oleh Bank Indonesia.
Bank Indonesia adalah milik negara dan merupakan
badan hukum yang dipimpin oleh direksi yang terdiri
dari seorang gubernur dan 5-7 orang direktur yang
diangkat oleh presiden.
Undang-undang No.13 Tahun 1968 menetapkan
bahwa Gubernur dan Direksi Bank Indonesia
berkewajiban untuk :
1. Mengatur, menjaga dan memelihara stabilitas nilai
rupiah
2. Mendorong kelancaran produksi dan pembangunan
serta memperluas kesempatan kerja guna
peningkatan taraf hidup rakyat.
Kedua pokok kewajiban di atas pelaksanaannya diatur
dan dirinci sesuai dengan Undang-undang Pokok Bank
Indonesia No.11 tahun1953, sebagai berikut :
1. Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk
mengedarkan dan mengatur nilai satuan mata uang

logam dan uang kertas yang merupakan alat


pembayaran yang sah serta menjaga agar nilainya
relative stabil.
2. Bank Indonesia memajukan perkembangan yang
sehat urusan kredit dan urusan perbankan di
Indonesia pada umumnya, serta urusan kredit
nasional dan urusan bank-bank nasional pada
khususnya, yang meliputi :
a. Memajukan perkembangan yang sehat dari
urusan kredit dan perbankan;
b. Membina perbankan dengan jalan memperluas,
memperlancar dan mengatur lalu-lintas
pembayaran giral dan menyelenggarakan
kliring antarbank;
c. Menetapkan
ketentuan-ketentuan
umum
tentang likuiditas, dan solvabilitas bank-bank;
d. Memberikan
bimbingan
kepada
penatalaksanaan bank-bank secara sehat;
e. Meminta
laporan
dan
mengadakan
pemeriksaan terhadap semua aktivitas bank,
guna mengawasi pelaksanaan ketentuan
perbankan;
f. Menetapkan tingkat dan suku bunga;
g. Menetapkan pembatasan kualitatif dan
kuantitatif atas pemberian kredit oleh
perbankan;
h. Memberikan kredit likuiditas kepada bankbank;

i. Dapat mengadakan ketentuan-ketentuan yang


bertalian dengan penggunaan dana oleh
lembaga-lembaga keuangan;
j. Mendorong penyerahan dana-dana masyarakat
oleh
perbankan
untuk
tujuan
usaha
pembangunan yang produktif dan berencana;
k. Memindahkan
uang,
baik
dengan
pemberitahuan secara telegram (Telegraphic
Transfer=TT), maupun dengan surat (Mail
Transfer=MT), membeli dan menjual kertaskertas perbendaharaan negara;
l. Memberikan jaminan bank (bank garansi)
dengan tanggungan yang cukup.
3. Bank Indonesia sebagai bank pemerintah bertindak :
Sebagai pemegang kas pemerintah;
Menyelenggarakan pemindahan uang untuk
pemerintah;
Memberikan kredit kepada pemerintah dalam
bentuk rekening Koran;
Membantu pemerintah dalam penempatan
surat-surat utang Negara
4. Bank Indonesia dalam hubungan internasional
bertugas sebagai :
Perencana devisa dengan memperhatikan
posisi likuiditas dan solvabilitas internasional,
untuk diajukan kepada pemerintah melalui
Dewan Moneter;

Mengawasi, mengurus. dan menyelenggarakan


tata usaha cadangan emas dan devisa negara;
Mengawasi dan mengkoordinasi pembayaran
internasional.
5. Bank Indonesia adalah pelaksana moneter yang
disusun oleh Dewan moneter. Dewan Moneter
bertugas
membantu
pemerintah
dalam
merencanakan dan menetapkan kebijaksanaan
moneter dengan mengemukakan patokan-patokan
kerangka usaha untuk menjaga kestabilan moneter,
kesempatan kerja penuh, dan peningkatan taraf
hidup rakyat.
Dewan Moneter ini terdiri atas 3 orang anggota,
yaitu :
Menteri keuangan sebagai ketua
Menteri yang membidangi perekonomian, dan
Gubernur Bank Indonesia.
Penyusun ;
Supriyadi, SE