Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH DIALOG PRAKTEK COMPOUNDING

& DISPENSING
Komunikasi Apoteker dan Pasien

Disusun oleh:

NAFSIA BASIR

(1620313338)

NASYRAH MUSABAR

(1620313339)

NENITRI WAHYUNI

(1620313340)

NIA OKTAVIANI

(1620313341)

NORHALIFAH

(1620313342)

PROGRAM PROFESI APOTEKER


UNIVERSITAS SETIA BUDI
SURAKARTA
2016

I. Resep Asli

dr. Isbianto Sutedjo., M.Sc., SpPD


Spesialis Penyakit Dalam (Internist)
SIP : 3372.57139/DS/02/449.1/0407/10/2012
Rumah Sakit :
RS. Dr OEN Surakarta
Jl. Brigjen Katamso
No. 55 Solo
Telp. (0271) 643139
Pagi : Senin-Sabtu : 08.00-14.00
Sore : Selasa
: 17.00-19.00

Praktek :
Apotik Bunda
Jl. Josodipuro 146
Banjareari, Solo
Telp. (0271)716336
Senin, Rabu, Kamis, Jumat
Jam : 17.00-19.00

Solo, 16/9/2015

R/ Analsik

500 mg

xxx

3 dd 1

R/ Mertigo 10

xxx
3 dd 1

R/ Citicoline 500 mg xx
1-0-1
R/

Trombo aspilet

80 mg x
1 dd 1

Pro
Umur

: Bapak Jaiman
:

II. SKRINING RESEP


1. Skrining Administrasi / kelengkapan resep
a. Nama dokter
: Ada
b. SIP
: Ada
c. Alamat Dokter
: Ada
d. Paraf Dokter
: Tidak Ada
e. Tanggal Penulisan Resep
: Ada
f. Nama Pasien
: Ada
g. Umur Pasien
: Tidak Ada
h. Alamat Pasien
: Tidak Ada
i. Aturan Pakai
: Ada
2. Skrining Farmasetika
a. Analsik 500mg
Komposisi
Indikasi

Dosis
Kontra Indikasi
Efek Samping

Interaksi Obat

: Methampyrone 500 mg, diazepam 2 mg.


: Meredakan nyeri sedang hingga berat,terutama
kolik & nyeri pasca op, jika perlu diberikan
terapi kombinasi dg trankuilizer. Sakit kepala,
terutama yg disebabkan krn faktor psikis,
neuralgia.
: Dws 1 kapl, jika nyeri tetap timbul, lanjutkan dg
1 kapl tiap 6-8 jam. Maks: 4 kapl/hr.
: Bayi usia 1 bln pertama. TD <100 mmHg,
psikosis akut. Hamil, laktasi.
: Mengantuk, pusing, amnesia, ggn penglihatan,
hipotensi, ketergantungan, agranulositosis,
reaksi alergi.
: Klorpromazin, simetidin, alkohol, obat depresan
SSP lain.

b. Mertigo
Komposisi
Indikasi

Dosis
Kontra Indikasi
Efek Samping

: Betahistine mesylate 6 mg
: Mengurangi gejala vertigo, berupa pusing, mual,
mau muntah yang berhubungan dengan gangguan
keseimbangan yang terjadi akibat gangguan
sirkulasi darah atau sindrom Meniere, penyakit
Meniere dan vertigo perifer.
: Dewasa : 1 sd 2 tablet 3 kali sehari. ( admin
Cybermales memakannya 2x1 sehari )
: Pasien yang menderita feokromositoma.

: Mual, muntah atau gangguan saluran cerna,


ruam kulit.

Interaksi Obat

c. Citicoline 500 mg
Komposisi
Indikasi

Dosis

: Citicoline 125 mg
:
Keadaan akut
Kehilangan kesadaran akibat trauma serebral
atau kecelakaan lalu lintas dan operasi otak.

Keadaan kronik
Gangguan psikiatrik atau saraf akibat
apopleksia, trauma kepala dan operasi otak.

Memperbaiki sirkulasi darah otak sehingga


termasuk stroke iskemik.

Keadaan akut
Biasanya 250-500 mg, 1-2 kali sehari secara
drip IV dan oral

Keadaan kronik
Biasanya 100-300 mg, 1-2 kali sehari secara
IV atau IM.

Kontra Indikasi
Efek Samping
Interaksi Obat

Gangguan serebrovaskular dapat diberikan


oral, IV atau IM sampai 1000 mg.
: Hipersensitivitas terhadap citicoline.
: Syok
: -

d. Trombo aspilet
Komposisi
Indikasi

: Asam asetilsalisilat
:
Pengobatan dan pencegahan trombosis
(agregrasi platelet) pada infark miokardial akut
atau setelah stroke.

Dosis
Kontra Indikasi

Efek Samping

:
1 kali sehari 1-2 tablet
: Pasien yang sensitif terhadap Aspirin, asma,
ulkus peptikum yang sering atau kadangkadang, perdarahan subkutan, hemofilia,
trombositopenia. Pasien yang sedang diterapi
dengan antikoagulan.
: Iritasi
lambung-usus,
mual,
muntah.
Penggunaan jangka panjang : perdarahan
lambung-usus, ulkus peptikum.

III. Permasalahan yang ditemukan dan solusi yang diberikan


1. Alamat, umur dan nomor telepon pasien belum ditulis pada resep,
sehingga bisa langsung diatasi dengan ditanyakan langsung pasien

DIALOG ANTARA PASIEN, APOTEKER DAN DOKTER


Pada siang hari, pak Jaiman dan anaknya datang ke apotek sehat abadi
hendak menebus resep yang baru saja didapatkan dari dokter. Pasien kebetulan
langsung bertemu dengan Apoteker Penanggung jawab Apotek.
Apoteker

: Selamat siang pak, saya Ervi apoteker disini, ada yang bisa saya
bantu?

Pasien

: Iya bu, ini saya mau menebus resep dari dokter (sambil
menyerahkan resep), (apoteker membaca resep/skrining resep,
dan didapat ada suatu masalah).

Apoteker

: oiya pak saya cek dulu (setelah mengecek) maaf bapak, periksa
ke dokternya kapan?

Pasien

: tadi bu, habis dari dokter saya langsung kesini.

Apoteker

: baik pak, boleh saya tau alamatmya dimana?

Pasien

: alamat rumah saya Jl. Juanda 8 no 32 bu.

Apoteker

: maaf bapak kalau usianya berapa?

Pasien

: 65 tahun

Apoteker

: maaf pak, tadi dokter bilang bapak sakit apa?

Pasien

: tadi sih kata dokter saya sakit transient iscemic apa gitu buu

Apoteker

: oh mungkin transient iscemic attack pak, itu penyakit yang


terjadi akibat penurunan aliran darah yang berlangsung sepintas
kearea tertentu dari otak.

Pasien

: oh begitu ya bu, saya memang dari tadi malam merasa sakit


kepala yang berputar-putar gitu bu.

Apoteker

: oh iya pak, mohon tunggu sebentar, silahkan bapak duduk dulu.

Pasien

: baik bu..

(setelah dilakukan skrining resep, apoteker ke ruang konseling dan menelpon


dokter)

Apoteker

: Selamat siang, apakah ini tempat prakteknya dokter Isbianto


Sutedjo?

Dokter

: Iya benar saya sendiri, ada yang bisa saya bantu ?

Apoteker

: Saya Ervi dok, apoteker dari apotik N Farma.

Dokter

: Oh iya bu, ada masalah apa ?

Apoteker

: Begini dok, kami mendapatkan resep dari tempat praktek dokter


atas nama Tn.Jaiman, apa benar Tn.Jaiman pasien dokter ?

Dokter

: iya bu benar, ada yang bisa saya bantu ?

Apoteker

: Begini dok, pada resep dokter tertulis kaempat resep!


Resep I berisi

: Analsik

Resep II berisi

: Mertigo

Resep III berisi

: Citicolin

Resep IV berisi

: Tromboaspilet

Dokter

: ooo.iyaaabenar, ada apa bu?

Apoteker

: begini dok, pada resep I obat Analsik diberikan, apakah pasien


sebelumnya pernah menjalani operasi?

Dokter

: iya bu pernah, karena pasien baru saja menjalani operasi jadi


untuk menghilangkan nyerinya karena pasca operasi.

Apoteker

: oh iya dok, apakah ini diperlukan sebanyak 30 tablet? Apakah


tidak kebanyakan dok?

Dokter

: Oh begitu, kalau menurut ibu seberapa banyak yang perlu


diberikan?

Apoteker

: kalau menurut saya, 20 tablet saja dok, karena obat analsik


mengandung obat psikotropika jika diberikan berlebih akan
menyebabkan ketergantungan dan pasien mengalami hipotensi

Dokter

: oh iya bu, obat analsiknya dikurangin saja. Terima kasih ya bu

Apoteker

: jadi saya ulangi lagi ya dok, ada 4 jumlah obat yaitu analsik
tablet 3x sehari 1 tablet setelah makan, Mertigo 3x sehari 1
tablet setelah makan, Citicolin 2x sehari diminum pagi dan
malam setelah makan dan Tromboaspilet 1x sehari 1 tablet
bersamaan dengan makanan

Dokter

: Iya

Apoteker

: baik dok terimakasih, selamat siang.

Dokter menutup telepon...


(Setelah melakukan komunikasi dengan dokter, apoteker menghitung jumlah
harga obat dan menanyakan kepada pasien)
Apoteker

: Atas nama Tn. Jaiman (pasien datang untuk mengambil obat),


mohon maaf agak sedikit lama ya pak, ini obatnya ada empat
pak, harga semua obat Rp.,320.000- . Mau diambil berapa pak?

Pasien

: iya bu saya ambil semua

Apoteker

: baik pak, saya ambilkan obatnya dulu..

(Apoteker menyiapkan semua obat dan segera diberikan kepada pasien)


Apoteker

: Atas nama Tn. Jaiman?

Pasien

: iya bu (pasien datang)

Apoteker

: ini obatnya ada 4 pak, yang pertama analsik tablet 3x sehari 1


tablet setelah makan, kemudian yang kedua ini Mertigo 3x
sehari 1 tablet setelah makan, Citicolin 2x sehari diminum pagi
dan malam setelah makan dan Tromboaspilet 1x sehari 1 tablet
bersamaan dengan makanan. Bisa tolong diulangi pak?

Pasien

: Yang ini (analsik) ini diminum 3x sehari 1 tablet setelah makan,


yang kedua (Mertigo) diminum 3x sehari 1 tablet setelah makan,
yang ketiga (Citicolin) 2 kali sehari 1 tablet diminum pada pagi
hari dan malam hari sesudah makan, ini (Tromboaspilet)
diminum 1x sehari 1 tablet bersamaan dengan makanan.

Apoteker

: iya pak baik. Semuanya Rp.320.000,- ya pak?

Pasien

: (memberikan uang)

Apoteker

: (sambil membungkus semua obat) ini pak obatnya, terimakasih


pak, semoga lekas sembuh

Pasien

: iya sama-sama