Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PRAKTIKUM

TANAMAN HORTIKULTURA SAYUR

Disusun Oleh:
Nama : Furqon sidki
NIM. 1203015084

Program Studi Agronomi


Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian
Universitas Mulawarman
Samarinda
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kata hortikultura ( horticulture ) berasal dari bahasa latin, yakni hortus
yang berarti kebun dan colere yang berarti menumbuhkan (terutama sekali
mikroorganisme) pada suatu medium buatan (Zulkarnain 2010). Secara harfiah,
hortikultura berarti ilmu yang mempelajari pembudidayaan tanaman kebun atau
tanaman sayuran, buah-buahan, bunga-bungaan dan tanaman hias serta tanaman
obat. Orang yang ahli mengenai hortikultura dikenal sebagai hortikulturist.
Pada umumnya, isi kebun di Indonesia berupa tanaman sayuran, tanaman
hias dan wangi- wangian, tanaman bumbu masak, tanaman obat- obatan, dan
tanaman penghasil rempah. Sedangkan di negara maju, budidaya tanaman
hortikultura sudah merupakan suatu usaha tani yang berpola komersial. Yaitu
diusahakan secara monokultur di ladang produksi yang luas. Seiring dengan
semakin pentingnya kedudukan hortikultura dalam kehidupan sehari-hari sebagai
sumber vitamin dan mineral disamping sebagai bahan baku produk olahan,
pengusahaan hortikultura di Indonesia kini mulai dilakukan secara monokultur
dan dikelola secara agribisnis.
Tanaman-tanaman yang digolongkan ke dalam tanaman hortikultura
sangat luas dan beragam, namun tanaman hortikultura memiliki banyak kesamaan
pokok. Diantaranya mudah rusak; mutu produk ditentukan oleh kandungan air;
ketersediaan bersifat musiman; harga produk ditentukan oleh kualitas; dibutuhkan
oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit; sebagai sumber vitamin dan mineral serta
berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan rohani. Oleh karena itu, tanaman
hortikultura bersifat padat modal dan padat karya. Sehingga membutuhkan
masukan yang tinggi, namun menghasilkan keluaran yang tinggi pula persatuan
luas dan persatuan waktu.
Budidaya tanaman hortikultura menghendaki perhatian yang serius,
khususnya dalam penentuan persyaratan ekologinya, hal ini dikarenakan

pertumbuhan dan perkembangan tanaman hortikultura sangat tergantung pada


keadaan ekologi tempat tanaman tersebut tumbuh. Apabila tanaman tersebut
diusahakan pada lingkungan yang memenuhi kebutuhan syarat tumbuhnya, dapat
dipastikan tanaman tersebut akan tumbuh dan berproduksi secara maksimal.
Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman
hortikultura dapat dipengaruhi oleh faktor iklim dan faktor medium tumbuh.
Melihat dari prospek produk hortikultura tersebut, kami mengadakan
kegiatan temu tani dibalai benih induk provinsi Kalimantan timur, agar
mengetahui proses kegiatan budidaya tanaman hortikultura yang sering di lakukan
oleh petani pada umumnya, dan menjadi pembanding dengan teori yang telah
kami pelajari selama satu semester di kelas.
1.2 Tujuan
Dalam praktikum mata kuliah tanaman Hortikultura, memiliki beberapa
tujuan yaitu:
1.

Mengetahui jenis dan tanaman apa saja yang di tanam oleh petani;

2.

Mengetahui cara budidaya tanaman hortik dalam hal ini adalah tanaman

hortik jenis sayur yang ditanam oleh petani;

BAB II
METODELOGI
2.1 Waktu dan Tempat
Adapun waktu pelaksanaan praktikum mata kuliah tanaman hortikultura
adalah pada tanggal 20 Desember 2015 betempat di UPTD BBI Hortikultura Loa
Janan.
2.2 Metode Praktikum
Kegitan praktikum ini dibagi kedalam 3 kelompok, ada kelompok bunga,
buah dan sayur masing-masing kelompok bertugas untuk memahami lebih dalam
dan mencatat hasil pemaparan dan tanya jawab dengan petani, ketika sewaktu
bertemu dengan petani masing-masing komoditas hortikultura yang telah
ditugaskan sebelumnya.

BAB III
HASIL
3.1 Beberapa Jenis Tanaman
Hasil kunjungan dari UPTD BBI Hortikultura Loa Janan adalah disana
banyak sekali jenis tanama yang ditanam, baik dari jenis bunga buah, sayur,
maupun tanaman obat, atau rempah, beberapa jenis tanamannya antara lain
sebagai berikut:
1. Durian (Durio zibethinus)
2. Mangga (Mangifera indica)
3. Rambutan (Nephelium lappaceum)
4. Lai (Durio kutejensis)
5. Kelapa (Cocos nusifera)
6. Jeruk (Citrus aurantiifolia)
7. Kecapi (Sandoricum koetjape)
8. Bunga kertas (Bougainvillea)
9. Anggrek (Orchidaceae)
10. Puring (Codiaeum variegatum)
11. Semangka (Citrulus lanatus
12. Melon (Cucumis melo)
13. Pare (Momordica charantia)
14. Cabe rawit (Capsicum annuum)
15. Terong (Solanum melongena)
16. Buah naga (Hylocereus undatus)
17. Jagung (Zea mays)
18. Langsat (Lansium domesticum)
19. Kopi (Coffea sp)
20. Jambu air (Syzigium aqueum)
21. Pepaya (Carica papaya)
22. Sukun (Artocarpus altilis)
3.2 Beberapa Jenis Tanaman Sayur
Adapun dari jenis tanaman sayur yang ditanam oleh petani yang ada di
UPTD BBI hortikultura loa janan adalah sebagai berikut:
1. Cabe rawit (Capsicum annuum)
- Varieatas sret
- Varietas sigantung
- Varietas Hibrida f1 maruti
- Varietas jenggo f1

- Varietas hibrida f1 priyayi


- Varietas darmais f1
- Varietas hibrida f1 batalion
- Varietas balebat f1
2. Terong (Solanum melongena)
- Varietas pondoh
- Varietas yolaf 1
- Varietas hijo
3. Pare (Momordica charantia)
4. Jagung (Zea mays)

BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Cabe Rawit
Cabe rawit yang ditanam oleh petani di UPTD BBI Hortikultura Loa janan
ada beberapa varietas diantaranya adalah:
-

Varieatas sret
Varietas sigantung
Varietas Hibrida f1 maruti
Varietas jenggo f1
Varietas hibrida f1 priyayi
Varietas darmais f1
Varietas hibrida f1 batalion
Varietas balebat f1

Dari 8 varietas yang ditanam ini memiliki karakter sifat dan ciri masingmasing, adapun cara budidaya yang dilakukan oleh petani di UPTD BBI
HORTIKULTURA Loa janan adalah sebagai berikut:
-

Pengolahan lahan dilakukan menggunakan handtraktor sekaligus


diberikan pupuk dasar pada saat pengolahan lahan, pupuk yang

digunakan adalah kompos dan pupuk kandang


Kemudian lahan yang telah di olah dibuatkan bedengan dengan
ukuran L x T (1M x 30 cm) yang kemudian ditutupi mulsa sebagai

pengendali gulma
Satu minggu setelah pengolahan lahan barulah kemudian di tanam
10 hari setelah tanam diberikan pupuk NPK ZA
Untuk pengendalian hama dan penyakit dilakukan penyemprotan
pestisida dengan merek dagang bayfolaan, virtago, ompidor karena

hama yang menyerang biasa nya ulat dan jamur.


Penyiraman dilakukan dengan aliran selang driff, apabila tidak ada

hujan turun.
4.2 Pare
Terdapat dua jenis pare yang dibudidayakan oleh petani di UTPD BBI
HORTIKULTURA Loa janan yaitu pare jenis biasa dan pare dari jenis yang lebih
besar dan panjang, adapaun cara budidaya nya adalah sebagai berikut:
-

Pengolahan lahan dilakukan menggunakan handtraktor sekaligus


diberikan pupuk dasar pada saat pengolahan lahan, pupuk yang

digunakan adalah kompos dan pupuk kandang


Kemudian lahan yang telah di olah dibuatkan bedengan dengan
ukuran L x T (1M x 30 cm) yang kemudian ditutupi mulsa sebagai

pengendali gulma
Satu minggu setelah pengolahan lahan barulah kemudian di tanam
10 hari setelah tanam diberikan pupuk NPK ZA
Untuk pengendalian hama dan penyakit dilakukan penyemprotan
pestisida dengan merek dagang bayfolaan, virtago, ompidor karena

hama yang menyerang biasa nya ulat dan jamur.


Penyiraman dilakukan dengan aliran selang driff, apabila tidak ada
hujan turun.

4.3 Terong
Terdapat tiga jenis terong yang dibudidayakan oleh petani di UTPD BBI
HORTIKULTURA Loa janan yaitu :
Terong (Solanum melongena)
- Varietas pondoh
- Varietas yolaf 1
- Varietas hijo
Dari ketiga jenis terong ini memiliki ciri dan sifat yang berbeda-beda,
adapun cara budidaya yang dilakukan adalah sebagai berikut:
-

Pengolahan lahan dilakukan menggunakan handtraktor sekaligus


diberikan pupuk dasar pada saat pengolahan lahan, pupuk yang

digunakan adalah kompos dan pupuk kandang


Kemudian lahan yang telah di olah dibuatkan bedengan dengan
ukuran L x T (1M x 30 cm) yang kemudian ditutupi mulsa sebagai

pengendali gulma
Satu minggu setelah pengolahan lahan barulah kemudian di tanam
10 hari setelah tanam diberikan pupuk NPK ZA
Untuk pengendalian hama dan penyakit dilakukan penyemprotan
pestisida dengan merek dagang bayfolaan, virtago, ompidor karena

hama yang menyerang biasa nya ulat dan jamur.


Penyiraman dilakukan dengan aliran selang driff, apabila tidak ada
hujan turun.

4.4 Jagung
Jagung yang dibudidayakan adalah jagung manis dari varietas jagung
hibrida, adapun cara budidaya nya adalah sebagai berikut:
-

Pengolahan lahan dilakukan menggunakan handtraktor sekaligus


diberikan pupuk dasar pada saat pengolahan lahan, pupuk yang

digunakan adalah kompos dan pupuk kandang


Kemudian lahan yang telah di olah dibuatkan bedengan dengan
ukuran L x T (1M x 30 cm) yang kemudian ditutupi mulsa sebagai

pengendali gulma
Satu minggu setelah pengolahan lahan barulah kemudian di tanam

10 hari setelah tanam diberikan pupuk NPK ZA


Untuk pengendalian hama dan penyakit dilakukan penyemprotan
pestisida dengan merek dagang bayfolaan, virtago, ompidor karena

hama yang menyerang biasa nya ulat dan jamur.


Penyiraman dilakukan dengan aliran selang driff, apabila tidak ada
hujan turun.

Lampiran gambar

Daftar Pustaka
Zulkarnain. 2010. Dasar-Dasar Hortikultura. Jakarta (ID). Bumi Aksara
https://id.wikipedia.org/wiki/Buah_naga
https://www.google.co.id/webhp?sourceid=chrome
instant&ion=1&espv=2&ie=UTF-8#q=nama+latin+jeruk+nipis
https://www.google.co.id/webhp?sourceid=chromeinstant&ion=1&espv=2&ie=UTF-8#q=nama+latin+cabe+rawit
https://www.google.co.id/webhp?sourceid=chromeinstant&ion=1&espv=2&ie=UTF-8#q=nama+latin+durian
https://www.google.co.id/webhp?sourceid=chromeinstant&ion=1&espv=2&ie=UTF-8#q=nama+latin+mangga
https://www.google.co.id/webhp?sourceid=chromeinstant&ion=1&espv=2&ie=UTF-8#q=nama+latin+rambutan
https://www.google.co.id/webhp?sourceid=chromeinstant&ion=1&espv=2&ie=UTF-8#q=nama+latin+terong
https://www.google.co.id/webhp?sourceid=chromeinstant&ion=1&espv=2&ie=UTF-8#q=nama+latin+kecapi
https://www.google.co.id/webhp?sourceid=chromeinstant&ion=1&espv=2&ie=UTF-8#q=nama+latin+semangka
https://www.google.co.id/webhp?sourceid=chromeinstant&ion=1&espv=2&ie=UTF-8#q=nama+latin+melon
https://www.google.co.id/webhp?sourceid=chromeinstant&ion=1&espv=2&ie=UTF-8#q=nama+latin+kelapa
https://www.google.co.id/webhp?sourceid=chromeinstant&ion=1&espv=2&ie=UTF-8#q=nama+latin+puring