Anda di halaman 1dari 29

I

1. PENGERTIAN VAKSIN
Vaksin adalah antigen dapat berupa bibit penyakit yang sudah
dilemahkan atau dimatikan (bakteri,virus atau riketsia) dan juga dapat
berupa toxoid.
Bila vaksin diberikan kepada sasaran manusia, maka akan dapat
menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyekait tertentu.

2. PENGGOLONGAN VAKSIN
a. Penggolongan berdasarkan asal antigen ( Immunization Essential)
(1) Live attenuated : berasal dari bibit penyakit yang dilemahkan
- Virus
: OPV,Campak,Yellow Fever
- Bakteri
:BCG
(2) Inactivated : berasal dari bibit penyakit yang dimatikan
- Seluruhnya : Virus
: IPV ( Injectable Polio Vaccine )
Bakteri
: Pertusis
- Sebagian : Berdasarkan Protein : Sub unit : Aseluler pertusis
Toxoid : DT
Berdasarkan Polisakarida : Murni : Meningococal
Gabungan
: Hib
- Recombinan ( Rekayasa genetika )
: Hep. B

b. Penggolongan berdasarkan Sesnsitivitas terhadap suhu


(1) Vaksin yang peka terhadap suhu dibawah 0 o C yaitu vaksin FS
( Freeze
sensitive ) seperti ;
Hep.B vial
Hep.B ADS (PID = Prefill injection Device)
DPT , TT , DT
DPT HB
(2) Vaksin yang peka terhadap suhu panas berlebih ( > + 34 o C ) yaitu
vaksin HS
(Heat sensitive) seperti : BCG , Polio dan Campak

3. KERUSAKAN VAKSIN TERHADAP SUHU


Menurut sifat vaksin , suhu mempengaruhi umur vaksin
a.

Vaksin FS ( Freeze Sensitive )


VAKSIN
Hepatitis B
DPT,TT,DT

PADA SUHU

BERTAHAN SELAMA

- 0,5o C

Max jam

- 5o C s.d - 10o C

Antara 1,5 2 jam

Selain rusak karena pembekuan , untuk vaksin DPT,TT dan Hep.B juga
akan rusak pada paparan suhu yang tinggi dan waktu seperti dibawah ini ;
VAKSIN

PADA SUHU

BERTAHAN SELAMA

Hepatitis B & TT

Beberapa o C diatas suhu


kamar ( < 34o C )

30 hari

DPT

Beberapa o C diatas suhu


kamar ( < 34o C )

14 hari

b. Vaksin HS ( Heat Sensitive )


VAKSIN

PADA SUHU

BERTAHAN SELAMA

Polio

Beberapa o C diatas suhu


kamar ( < 34o C )

2 hari

Campak & BCG

Beberapa o C diatas suhu


kamar ( < 34o C )

7 hari

4. KERUSAKAN VAKSIN TERHADAP SINAR MATAHARI / ULTRA VIOLET


Semua vaksin akan rusak bila terkena sinar matahari langsung

5. MASA SIMPAN VAKSIN


VAKSIN

PADA SUHU

BERTAHAN SELAMA

BCG

+ 2o C s.d + 8o C
- 15o C s.d - 25o C

1 tahun
1 tahun

DPT

+ 2o C s.d + 8o C

2 tahun

HEPATITIS B

+ 2o C s.d + 8o C

26 bulan

TT

+ 2o C s.d + 8o C

2 tahun

DT

+ 2o C s.d + 8o C

2 tahun

POLIO

+ 2o C s.d + 8o C
- 15o C s.d - 25o C

6 bulan
2 tahun

CAMPAK

+ 2o C s.d + 8o C
- 15o C s.d - 25o C

2 tahun
2 tahun

DPT HB

+ 2o C s.d + 8o C

2 tahun

+ 8o C s.d Suhu Kamar

4 tahun

Pelarut BCG &


Campak

Catatan;
Untuk Vaksin BCG dan Campak dalam rangka menghemat energi sebaiknya disimpan dalam
lemari es +2o C s.d +8o C
Pada saat penyuntikan suhu pelarut dan vaksin agar dikondisikan sama , dengan cara
menggosok vial vaksin diantara kedua telapak tangan

VAKSIN PROGRAM IMUNISASI


(1). Vaksin B C G (Bacillus Calmette Guerin )
Vaksin BCG adalah vaksin bentuk beku kering yang mengandung
Mycobacterium bovis hidup yang sudah dilemahkan dari strain Paris no.1173 P2
( Vademecum Bio Farma Jan 2002)

Indikasi ; Imunisasi aktif terhadap Tuberculosa


Penggunaan;
- Sebelum disuntikan vaksin BCG harus dilarutkan terlebih dahulu
menggunakan alat
suntik steril dan kering dengan jarum panjang.
- Pelarut 4 ml cairan NaCl 0,9 % (untuk Bayi < 1 tahun)
- Suntikan secara Intrakutan didaerah Insertio M Deltoideus
- Dosis pemberian : 0,05 ml untuk bayi < 1 tahun
- Vaksin yang sudah dilarutkan hanya dapat bertahan paling lama 3 jam.

Kemasan:

1 box vaksin terdiri dari 10 Amp


1 Amp + pelarut 4 ml = 20 dosis

Penyimpanan & Kadaluarsa

Disimpan pada suhu +2o C s.d +8o C kadaluarsa selama 1 tahun


Pendistribusian dalam keadaan dingin dg Water Pack dan hindari sinar
matahari langsung. Panas dapat merusak vaksin. Pembekuan tidak merusak
vaksin BCG
Pelarut disimpan pada suhu kamar jangan disimpan di lemari es/Freezer.

(2). Vaksin D P T (Difteri Pertusis Tetanus)


Vaksin jerap DPT adalah vaksin yang terdiri dari Toxoid Dofteri dan Tetanus
yang dimurnikan serta bakteri Pertusis yang telah di inaktivasi dan teradsorbsi
kedalam 3 mg/ml aluminium fosfat ( Vademecum Bio Farma Jan 2002)
Indikasi : Untuk Imunisasi secara simultan terhadap Difteri,Tetanus dan batuk
Rejan
Penggunaan;
- Sebelum digunakan vaksin harus dikocok terlebih dahulu untuk
menghomogenkan
suspensi.
- Disuntikan secara intramuskular dengan dosis pemberian 0,5 ml sebanyak 3
dosis ,
dosis pertama diberikan pada usia bayi 2 bulan dan selanjutnya
diberikan dengan
interval 1 bulan.

Kemasan & Dosis

1 box vaksin terdiri dari 10 Vial


1 Vial untuk 10 dosis
Vaksin DPT adalah vaksin berbentuk cairan

Penyimpanan & Kadaluarsa


Disimpan pada suhu +2o C s.d +8o C kadaluarsa selama 2 tahun
Pendistribusian dalam keadaan dingin dg Water Pack dan hindari sinar matahari
langsung / tidak langsung .
Vaksin DPT rusak terhadap suhu dibawah 0o C

(3). Vaksin T T (Tetanus Toksoid)


Vaksin jerap TT adalah vaksin yang mengandung Toxoid Tetanus yang
dimurnikan serta bakteri Pertusis yang telah di inaktivasi dan teradsorbsi
kedalam 3 mg/ml aluminium fosfat ( Vademecum Bio Farma Jan 2002)
Indikasi : Imunisasi aktif terhadap,Tetanus
Penggunaan;
- Sebelum digunakan vaksin harus dikocok terlebih dahulu untuk
menghomogenkan
suspensi.
- Sebelum disuntikan , kondisi vaksin hingga mencapai suhu kamar.
- Disuntikan secara intramuskular atau subkutan dalam dengan dosis
pemberian 0,5 ml.

Kemasan & Dosis


1 box vaksin terdiri dari 10 Vial
1 Vial untuk 10 dosis
Vaksin TT adalah vaksin berbentuk cairan

Penyimpanan & Kadaluarsa


Disimpan pada suhu +2o C s.d +8o C kadaluarsa selama 2 tahun
Pendistribusian dalam keadaan dingin dg Water Pack dan hindari sinar matahari
langsung / tidak langsung .
Vaksin TT rusak terhadap suhu dibawah 0o C

(4). Vaksin D T (Difteri Tetanus)


Vaksin jerap DT adalah vaksin yang mengandung Toxoid Difteri & Tetanus yang
dimurnikan serta bakteri Pertusis yang telah di inaktivasi dan teradsorbsi
kedalam 3 mg/ml aluminium fosfat ( Vademecum Bio Farma Jan 2002)
Indikasi : Untuk Imunisasi secara simultan terhadap Difteri & Tetanus
Penggunaan;
- Sebelum digunakan vaksin harus dikocok terlebih dahulu untuk
menghomogenkan
suspensi.
- Sebelum disuntikan , kondisi vaksin hingga mencapai suhu kamar.
- Disuntikan secara intramuskular atau subkutan dalam dengan dosis
pemberian 0,5 ml.

Kemasan & Dosis

1 box vaksin terdiri dari 10 Vial


1 Vial untuk 10 dosis
Vaksin DT adalah vaksin berbentuk cairan

Penyimpanan & Kadaluarsa


Disimpan pada suhu +2o C s.d +8o C kadaluarsa selama 2 tahun
Pendistribusian dalam keadaan dingin dg Water Pack dan hindari sinar matahari
langsung / tidak langsung .
Vaksin DT rusak terhadap suhu dibawah 0o C

(5). Vaksin Polio ( Oral Polio Vaksin)


Vaksin Oral Polio adalah Vaksin Polio Trivalent yang terdiri dari suspensi virus
Poliomyelitis type 1 , 2 & 3 dari 3 strain Sabin yang sudah dilemahkan , dibuat
dalam biakan jaringan kera dan distabilkan dengan sukrosa ( Vademecum Bio
Farma Jan 2002)

Indikasi : Untuk Imunisasi aktif terhadap Poliomyelitis


Penggunaan;
- Sebelum digunakan vial vaksin harus dipasang pipet terlebih dahulu untuk
meneteskan.
- Diberikan secara oral dengan
1 dosis pemberian
Kemasan
& Dosisadalah 2 tetes
1 box vaksin terdiri dari 10 Vial
1 Vial untuk 10 dosis
Vaksin Polio adalah vaksin berbentuk cairan

Penyimpanan & Kadaluarsa


Penyimpanan di Puskesmas & RS pada suhu +2o C s.d +8o C
Disimpan pada suhu +2o C s.d +8o C kadaluarsa selama 6 bulan
Disimpan pada suhu - 15o C s.d - 25o C kadaluarsa selama 2 tahun
Pendistribusian dalam keadaan dingin dg Water Pack dan hindari sinar matahari
langsung / tidak langsung .
Vaksin Polio tidak rusak terhadap suhu dibawah 0o C

(6). Vaksin Campak


Vaksin Campak merupakan vaksin virus hidup yang dilemahkan . Setiap dosis
(0,5 ml) mengandung tidak kurang dari 1.000 infective unit virus strain CAM 70
dan tidak lebih dari 100 mcg residu kanamycin dan 30 mcg residu erythromycin
(Vademecum Bio Farma Jan 2002)

Indikasi : Untuk Imunisasi aktif terhadap Penyakit Campak


Penggunaan;

- Sebelum disuntikan vaksin Campak harus dilarutkan terlebih dahulu dengan


pelarut
steril yang berisi 5 ml cairan pelarut aqua bidest.
- Disuntikan secara Subkutan dengan dosis 0,5 ml .
- Vaksin yang sudah dilarutkan hanya digunakan paling lama 6 jam.

Kemasan & Dosis


1 box vaksin terdiri dari 10 Vial
1 Vial untuk 10 dosis
1 box pelarut berisi 10 ampul @ 5 ml
Vaksin Campak adalah vaksin berbentuk beku
kering

Penyimpanan & Kadaluarsa

Disimpan pada suhu +2o C s.d +8o C kadaluarsa selama 2 tahun


Pendistribusian dalam keadaan dingin dg Water Pack dan hindari sinar matahari
langsung.
Pembekuan tidak merusak vaksin Campak
Pelarut disimpan pada suhu kamar jangan disimpan di lemari es/Freezer.

(7). Vaksin Hepatitis B


Vaksin Hepatitis B Recombinan adalah vaksin virus recombinan yang telah
diinaktivasikan dan bersifat non infeksius , berasal dari HBsAg yang dihasilkan
dalam sel ragi (Hansenula polymorpha) menggunakan teknologi DNA
recombinan (Vademecum Bio Farma Jan 2002)
Indikasi :
Untuk Imunisasi aktif terhadap Infeksi yang disebabkan oleh virus
Hep.B
dan tidak dapat mencegah infeksi virus Hep.A &
Hep.C
Penggunaan;

- Vaksin disuntikan dengan dosis 0,5 ml atau 1 buah HB ADS Prefil Injection
Device intra muskuler , sebanyak 3 dosis dengan interval paling cepat 1 bulan
Kemasan & Dosis
- Dosis pertama diberikan pada bayi usia 0 7 hari.
Vaksin Hep.B terdiri dari 2 kemasan Vial & HB ADS
Prefil Injection Device (PID)
1 box Hep.B vial terdiri dari 10 vial
1 box Hep.B PID terdiri dari 100 HB ADS PID
Vaksin Hep.B adalah vaksin berbentuk cairan
warna putih

Penyimpanan & Kadaluarsa

Disimpan pada suhu +2o C s.d +8o C kadaluarsa selama 26 bulan


Pendistribusian dalam keadaan dingin dg Water Pack dan hindari sinar matahari
langsung / tidak langsung . Vaksin Hep.B rusak terhadap suhu dibawah
0o C
Di tingkat Bidan Desa vaksin dapat disimpan pada suhu ruangan selama VVM
masih bagus

(8). Vaksin DPT - Hepatitis B


Vaksin mengandung DPT berupa Toxoid difteri dan toxoid tetanus yang
dimurnikan dan Pertusis yang inaktifasi serta vaksin Hepatitis B yang
merupakan sub unit vaksin virus yang mengandung HBsAg murni yang bersifat
non infectious . Vaksin Hep.B merupakan vaksin DNA recombinan pada sel ragi
(Vademecum Bio Farma Jan 2002)

Indikasi :Memberikan
Pertusis & Hep.B

kekebalan/imunitas

aktif

terhadap

Difteri,Tetanus

Penggunaan;

- Pemberian dengan cara ntra muskuler 0,5 ml sebanyak 3 dosis


- Dosis pertama pada usia bayi 2 bulan dan berikutnya interval paling cepat 1

Kemasan
& Dosis
bulan.

1 box vaksin terdiri dari 10 Vial @ 5 dosis


Warna vaksin putih keruh seperti DPT

Penyimpanan & Kadaluarsa


Disimpan pada suhu +2o C s.d +8o C kadaluarsa selama 2 tahun
Pendistribusian dalam keadaan dingin dg Water Pack dan hindari sinar matahari
langsung / tidak langsung .

Semua Vaksin sudah dilengkapi dengan VVM kecuali


BCG

II
PENGERTIAN
Seluruh peralatan yang digunakan dalam pengelolaan
vaksin sesuai prosedur untuk menjaga vaksin pada suhu
yang telah ditetapkan.

MANFAAT
a) Untuk menyimpan dan membawa vaksin pada suhu
yang telah ditetapkan.
b) Vaksin dapat mencapai kadaluarsa
ditetapkan oleh pabrik pembuatnya.

yang

telah

c) Peralatan rantai vaksin yang sesuai dapat menjamin


potensi vaksin

ALAT MEMBAWA VAKSIN


BOX Vaksin adalah suatu wadah untuk menyimpan
sementara dan membawa/mengirim vaksin dengan
volume 40 lt dan 70 lt
Cold Box ada 2 macam ;
1) Terbuat dari platik denga insulasi polyuretan
2) Terbuat dari kardus dengan insulasi polyuretan

WATER PACK

Alat untuk mempertahankan suhu Cold pack ada 2


macam
1) Cold pack beku ( Warna putih ) yang dibekukan
dalam Freezer minimal 24 jam. Untuk vaksin Polio
bisa juga vaksin BCG & Campak
2) Cold pack cair ( wana biru & merah ) yang
didinginkan dalam suhu Lemari es minimal selama 24
jam. Untuk vaksin DPT,DT,TT & Hep.B
Vaccine Carrier / Thermos
suatu wadah untuk
mengirim/membawa vaksin dari Puskesmas ke Posyandu

VACCINE CARRIER

B. PENCAIRAN BUNGA ES PADA LEMARI ES


a. Pindahkan Vaksin kedalam Cold Box atau Lemari Es lain
b. Cabut steker Lemari Es dari Sto Kontak
mematikan Lemari es dari Thermostat )

(Jangan

c. Keluarkam Cold Pack dari lemari es


d. Siramlah bunga es pada evavorator dengan air biasa
(air
hangat)
setelah
bunga
es
hilang
lalu
bersihkan/keringkan dengan kain lap.
e. Selama pencairan bunga es pintu lemari es harus
terbuka.
f. Setelah bersih dan kering masukan kembali cold pack
cair ke dalam Lemari es.
g. Setelah suhu mencapai + 8o C atau suhu stabil isi
kembali Lemari Es dengan vaksin.

V V M ( Vaksin Vial Monitor )


a. VVM adalah alat pemantau paparan suhu panas
b. Fungsi :
untuk memantau suhu vaksin selama dalam
perjalanan maupun penyimpanan.
c. VVM ditempelkan pada setiap vial vaksin
d.
e.
f.

g.

Mempunyai bentuk lingkaran dengan segi empat pada bagian


dalamnya.
Diameter VVM sekitar 0,7 cm
VVM mempunyai karakteristik yang berbeda , spesifik untuk setiap
jenis vaksin. VVM untuk vaksin Polio tidak dapat digunakan untuk
vaksin Hep.B, begitu juga sebaliknya.
Setiap jenis vaksin mempunyai VVM tersendiri.

Cara Penggunaan VVM


VVM Menyatakan : GUNAKAN VAKSIN INI --UNIJECT

Segi empat dibagian dalam


lebih terang dari lingkaran
diluarnya.

VVM Menyatakan : GUNAKAN VAKSIN INI --Segi empat dibagian dalam lebih
terang dari pada lingkaran
diluarnya.
Gunakan secepatnya
dahulu dari yang lain

lebih

UNIJEC
T

VVM Menyatakan : JANGAN Menggunakan Vaksin ini !!

Segi empat dibagian dalam


Sama dengan
lingkaran
diluarnya.

VVM Menyatakan : JANGAN Menggunakan Vaksin ini !!

Segi empat dibagian dalam


Lebih Gelap dari pada
lingkaran diluarnya.

PEMANTAUAN SUHU PADA


LEMARI ES
PERIKSA DAN CATAT SUHU LEMARI ES 2 KALI SEHARI YAITU PAGI
DAN SORE HARI PADA LEMBAR GRAFIK SUHU
BILA MENGGUNAKAN FREEZE WATCH CATAT KEADAANNYA.
PADA VAKSIN YANG MENGGUNAKAN VVM , MAKA CATAT JUGA
KONDISI VVM
HINDARKAN SERINGNYA BUKA-TUTUP PADA LEMARI ES.
BILA SUHU LEMARI ES SUDAH STABIL ANTARA +2 C s/d +8 C
POSISI THERMOSTAT TIDAK PERLU DIRUBAH.

V
Vaksin memiliki sifat yang sangat peka terhadap panas yang
berlebihan maupun dingin berlebihan,juga terhadap sinar
matahari langsung kondisi seperti ini secara langsung dapat
merusak vaksin .
Vaksin merupakan barang bilogis yang spesifik sehingga perlu
dilakukan penanganannya khusus .
EMPAT HAL TERPENTING DARI PENANGANAN VAKSIN

Penanganan Penerimaan Vaksin


Penanganan Penyimpanan Vaksin
Penanganan Pengambilan Vaksin
Penanganan Pengeluaran Vaksin

Cold Chain tidak akan efektif , walaupun dengan


peralatan yang modern sekalipun , bila tidak ada
petugas yang menangani secara benar

1. PENERIMAAN VAKSIN
Yang perlu diperhatikan dan dilakukan pada saat penerimaan vaksin
yaitu ;
- Jumlah setiap jenis vaksin apakah sesuai dengan SBBK
- Periksa Exp dan VVM pada vial vaksin secara random.
- Catat penerimaan vaksin kedalam buku/kartu stock vaksin .
- Lakukan Uji Kocok (Shake Test) untuk tiap vaksin FS .

UJI KOCOK
Sebelum Uji kocok dilakukan terlebih dahulu sudah ada vaksin yang
dibekukan(beri tanda) untuk pembanding dalam uji kocok.
Pengendapan vaksin tersangka
Beku

LEBIH LAMBAT

GUNAKAN

Dari vaksin yang dibekukan


Pengendapan vaksin tersangka Beku

SAMA atau LEBIH CEPAT


Dari vaksin yang dibekukan

JANGAN GUNAKAN
Vaksin sudah Rusak

2. PENYIMPANAN VAKSIN
Agar vaksin tetap mempunyai potensi yang baik sewaktu diberikan
kepada sasaran maka vaksin harus disimpan pada suhu tertentu
dengan lama penyimpanan yang telah ditentukan dimasing-masing
tingkatan administrasi.
Pusat

JENIS
VAKSIN

DPT
DT
TT
BCG
CAMPAK
HEP.B (vial)
DPT-HB
HB.UNIJECT

Kabupaten

RS

Biddes/Unit
Pelayanan

1 bl + 1 mg
Cadangan

1 bl + 1 mg
Cadangan

MASA SIMPAN VAKSIN

6 Bulan

Polio

Propinsi

3 bl + 1 bl
Cadangan

2 bl + 1 bl
Cadangan

FREEZER SUHU - 15 C s.d 25 C

LEMARI ES
SUHU +2o C s.d +8o C

Suhu
Ruangan

PENYIMPANAN VAKSIN
A. Penempatan Lemari Es
1. Jarak minmal antara Lemaris Es dengan dinding belakang 10 15
cm atau Pintu Lemari es dapat dibuka.
2. Jarak minimal antara Lemaris dengan Lemari Es lainnya 15 cm
3. Lemari Es tidak terkena sinar matahari langsung
4. Ruangan mempunyai sirkulasi udara yang cukup
5. Setiap 1 unit Lemari Es menggunakan hanya 1 Stop Kontak Listrik.

B. Penyimpanan Vaksin di lemari Es


1. Semua vaksin disimpan pada suhu +2o C s.d + 8o C
2. Bagian bawah Lemari Es diletakan water pack sebagai penahan
dingin dan kesetabilan suhu
3. Jarak antara dus vaksin minimal 1 2 cm atau satu jari tangan.
4. Vaksin HS diletakan pada dekat dengan Evavorator
5. Vaksin FS diletakan berjauhan dengan Evavorator

Satu buah Lemari Es dipantau dengan 1 buah Termometer & Kartu


Suhu

TATA CARA PENYIMPANAN VAKSIN DI TINGKAT

LEMARI ES HANYA UNTUK MENYIMPAN VAKSIN.


COLD PACK YANG ADA DIDALAMNYA JANGAN DIPINDAHKAN

HINDARI PEMBEKUAN VAKSIN !!


PEMBEKUAN MERUSAK VAKSIN DPT,TT,DT DAN HB

Bersihkan Refrigerator
bila timbul bunga es

Atur Thermostat Off


pada suhu + 4 C
Jangan merubah Thermostat
sekalipun suhu diatas +8 C
disaat siang hari yang terik

Tempatkan Thermometer
& Freeze watch dianatar
vaksin DPT,DT, TT & HB .
Freeze watch mendeteksi
Pembekuan

Beri jarak antar


kotak vaksin untuk
sirkulasi udara

Letakan Cold Pack dibagian dasar dan bagian evaporator.


Letakan Vaksin yang peka pembekuan (DPT,TT,DT & HB) jauh dari evaporator

3. PENGAMBILAN VAKSIN
Yang perlu dipersiapkan pada saat pengambilan vaksin yaitu ;
- Menghitung Jumlah setiap jenis vaksin sesuai kebutuhan
-

Menyiapkan Water pack yang sudah didinginkan minimal 24 jam


dalam Lemari Es ( suhu +2o C s.d +8o C ) dan Box vaksin
disesuaikan dengan volume vaksin yang akan diambil

- Siapkan alat pematau suhu (Freeze watch atau Termometer muller)

4. PENGELUARAN VAKSIN
a. Memilih vaksin yang akan dikeluarkan
- Vaksin dengan kondisi VVM (B)
- Vaksin dengan Exp terdekat ( EEFO = Early Expire First Out )
- Vaksin yang lebih dulu masuk dikeluarkan lebih awal ( FIFO = First In
First Out )

PENCATATAN STOCK VAKSIN


TAHUN :

Propinsi
Kab/Kodya
Puskesmas

JENIS VAKSIN : .......................................


Jumlah
No

Tgl/bln

Kondisi
Diterima Dikeluarkan
Pemasukan VVM
Pengeluaran
dari
ke

(Vial)

A,B,C,D

(Vial)

Kondisi
VVM

A,B,C,D No.Batch
8

Bl/Th

Sisa
Kumulatif

Ket

11

12

Kadaluarsa
10

UKURAN VOLUME VAKSIN PROGRAM IMUNISASI


No

JENIS VAKSIN

Jumah
ml / vial

Isi
1 dus

Ukuran Dus
(liter)

Volume
Vial+Pack
(liter)

BCG

4 ml

10 amp

8,7 x 3,6 x 11,1 cm


= 0,348

0,035

DPT

5 ml

10 vial

4,4 x 4,4 x 11,0 cm


= 0,213

0,021

POLIO

1 ml

10 vial

4,0 x 2,0 x 9,0 cm


= 0,072

0,008

CAMPAK

5 ml

10 vial

5,0 x 5,0 x 12,3 cm


= 0,308

0,031

TT

5 ml

10 vial

4,4 x 4,4 x 11,0 cm


= 0,213

0,021

DT

5 ml

10 vial

4,4 x 4,4 x 11,0 cm


= 0,213

0,021

Hep.B (Vial)

5 ml

10 vial

4,5 x 4,5 x 11,0 cm


= 0,223

0,022

Hep.B (Uniject)

0,5 ml

100 bh

17,0 x 15,5 x 12 cm
= 3,162

0,317