Anda di halaman 1dari 5

JURNAL PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI LANJUT

UJI KATALASE DAN FERMENTASI KARBOHIDRAT

Oleh :
Nama

: Rissa Rochimah

NIM

: 1147020056

Kelompok

:3

Dosen

: Opik Taufiqurrohman, S.Si

Asisten

: Sri Rahayu Ningsih

Tanggal Praktikum

: 14 April 2016

Tanggal Masuk Laporan

: 21 April 2016

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2016

I.

PENDAHULUAN
I.1 Tujuan
- Untuk menguji kemampuan mikroba penghasil enzim katalase dalam
-

mendegradasi hidrogen peroksida.


Mempelajari
kemampuan mikroba

untuk

mendegradasi

dan

memfermentasi karbohidrat yang disertai produksi asam atau asam dan


gas.
I.2 Dasar teori
Enzim merupakan senyawa yang dibentuk oleh organisme. Enzim
pencernaan banyak terdapat dalam sel-sel tubuh. Enzim merupakan zat yang
membantu semua kegiatan yang dilakukan sel. Kegunaan enzim katalase
adalah menguraikan Hidogen Peroksida ( H2O2 ) bila tidak segera diuraikan,
senyawa ini akan bersifat racun dan merusak sel itu sendiri. Dengan adanya
enzim katalase, senyawa Hidrogen Peroksida ( H2O2 ) dapat diuraikan
menjadi air ( H2O ) dan oksigen ( O2 ) yang tidak berbahaya. Cara kerja yang
dilakukan enzim adalaqh sebagai berikut bahwa molekul selalu bergerak dan
saling bertumbukan satu sama lainnya. Jika ada molekul substrat menumbuk
molekul enzim yang tepat makaakan menempel pada enzim.Tempat
menempelnya molekul substrat tersebut disebut dengan sisi aktif. Kemudian
terjadi reaksi dan terbentuk molekul produk (Poedjiadi, 2005).
Enzim katalase adalah salah satu jenis enzim yang umum ditemui di
dalam sel-sel makhluk hidup. Enzim katalase berfungsi untuk merombak
hydrogen peroksida yang bersifat racun yang merupakan sisa / hasil
sampingan dari proses metabolisme (Cotton dan Wilkinson, 2009)
Apabila H2O2 tidak diuraikan dengan enzim ini, maka akan
menyebabkan kematian pada sel-sel. Oleh sebab itu, enzim ini bekerja dengan
merombak H2O2 menjadi substansi yang tidak berbahaya, yaitu berupa air
dan oksigen. Selain bekerja secara spesifik pada substrat tertentu, enzim juga
bersifat termolabil (rentan terhadap perubahan suhu) serta merupakan suatu
senyawa golongan protein. Pengaruh temperature terlihat sangat jelas, karena
dapat merusak enzim dan membuatnya terdenaturasi seperti protein
kebanyakan (Cotton dan Wilkinson, 2009)
Enzim katalase termasuk enzim hidroperoksidase, yang melindungi
tubuh terhadap senyawa-senyawa peroksida yang berbahaya. Penumpukan
senyawa peroksida dapat menghasilkan radikal bebas, yang selanjutnya akan
merusak membrane sel dan kemungkinan menimbulkan penyakit kanker serta

arterosklerosis. Enzim Katalase memiliki kemampuan untuk inaktivasi


hydrogen peroksida (Solomons dan Fryhle, 2011).
Senyawa H2O2 dihasilkan oleh aktivitas enzim oksidase. H2O2
berpotensi membentuk radikal karena membentuk OH- . Enzim katalase
merupakan hemoprotein yang mengandung 4 gugus hem (Solomons dan
Fryhle, 2011).
Fermentasi merupakan salah satu aktivitas biokimia yang dilakukan
oleh mikroba. Fermentasi adalah proses pengubahan senyawa makromolekul
organik menjadi senyawa yang lebih sederhana oleh aktivitas mikrobia pada
kondisi anaerob. Fermentasi dapat menghasilkan berbagai senyawa akhir,
contohnya fermentasi karbohidrat yang dapat menghasilkan berbagai senyawa
asam seperti asam laktat dan propionet, ester-ester, keton dan gas
(Dwidjoseputro, 2008).
Sebagian besar mikroorganisme memperoleh energi dari substrat
berupa karbohidrat yang selanjutnya difermentasi menghasilkan asam-asam
organic (seperti asam laktat, format, asetat), dengan disertai atau tidak disertai
pembentukan gas. Oragnisme-organisme yang berbeda akan menggunakan
karbohidrat / gula-gula yang berbeda tergantung dari komponen enzim yang
dimilikinya (Azizah dan Baarri, 2012).
Perbenihan gula-gula digunakana untuk melihat adanya pembentukan
asam yaitu dengan adanya perubahan warna indicator (merah fenol atau biru
bromtimol) yang terdapat dalam perbenihan menjadi kuning yang sebelum
ditanami berwarna merah (indicator merah fenol) atau berwarna biru
(indicator biru bromtimol) serta untuk pembentukan gas, yaitu dengan
terlihatnya udara di dalam tabung peragian / fermentasi (tabung Durham)
(Supriyati dan Hamid, 2004).
Jenis karbohidrat yang digunakan pada uji fermentasi karbohidrat
antara lain , sukrosa, laktosa, maltosa dan manitol. Glukosa dapat langsung
masuk dalam jalur fermentasi tahap pertama sedangkan sukrosa, laktosa,
manitol dan maltosa akan dihidrolisis terlebih dahulu menjadi monosakarida
penyusunnya. Laktosa dihidrolisis menjadi galaktosa dan glukosa. Sukrosa
dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa. Manitol diubah menjadi manosa
atau galaktosa. Sedangkan maltosa akan dihidrolisis menjadi dua molekul
glukosa (Radji, 2010).
Monosakarida jenis manosa dan galaktosa terlebih dahulu akan diubah
menjadi glukosa melalui reaksi epimerisasi . Sedangkan fruktosa akan diubah

terlebih dahulu menjadi fruktosa 6-fosfat dan kemudian fruktosa 6-fosfat


diubah menjadi glukosa 6- fosfat. Glukosa 6-fosfat dan glukosa hasil
epimerisasi galaktosa dan manosa akan masuk dalam tahap awal proses
fermentasi untuk menghasilkan asam piruvat, asam asetat dan CO2 dan
kemudian pada tahap kedua fermentasi

asam piruvat dan asam asetat

direduksi kembali oleh atom hidrogen yang dilepaskan dalam tahap pertama,
membentuk asam laktat dan etanol (Seftian dan Antonius, 2012).
II.

METODE
II.1Alat dan bahan
N

Alat

Jumlah

Bahan

Jumlah

o
1.

Pembakar bunsen

1 buah

S.aureus berumur 24-48 Disesuaika


n
Disesuaika
n
Disesuaika

2.

Rak tabung reaksi

1 unit

jam
Media miring TSA

3.

Loop inokulasi

1 buah

Hidrogen peroksida 3%

1 buah

n
E.coli berumur 24-48 Disesuaika

4.

Spidol

jam
n
Kaldu laktosa merah Disesuaika

5.

fenol,

dekstrosa

dan n

sukrosa
II.2Cara Kerja
a. Uji Katalase
Alat dan bahan
Disiapkan
Digoreskan pada media miring
Bakteri
Diinkubasikan pada kultur pada suhu
37oC selama 24-48 jam.
Diteteskan 3-4 hidrogen peroksida 3%
Ditetentukan mikroba yang
mempunyai
aktivitas katalase

Hasil

b. Uji Fermentasi Karbohidrat


Alat dan bahan
Disiapkan
Digoreskan pada media miring
Bakteri
Diinkubasikan pada kultur pada suhu
37oC selama 24 jam.
Diamati kultur karbohidrat terhadap
perubahan warna dan ada tidaknya gas
Ditetentukan mikroba anda apakah
merupakan pelaku fermentasi
Hasil
DAFTAR PUSTAKA
Azizah, N. dan Baarri, Al. 2012. Pengaruh Lama Ferementasi Terhadap Kadar Alkohol,
pH, dan Produksi Gas Pada Proses Fermentasi Bioetanol Dari Whey Dengan
Substitusi Kulit Nanas. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. 1(2) : 72-77/
Chang, Raymond. 2010. Kimia Edisi Sepuluh. Jakarta : Erlangga
Cotton, F. Albert dan Wilkinson, Geoffrey. 2009. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta : UI.
Dwidjoseputro, D. 2008. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Malang : Djambatan.
Poedjiadi, Anna. 2005. Dasar-Dasar Biokimia Edisi Revisi. Jakarta : UI.
Radji, Maksum. 2010. Buku Ajar Mikrobiologi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran
EGC.
Seftian, Decky dan Antonius, Ferdinand. 2012. Pembuatan Etanol Dari Kulit Pisang
Menggunakkan Metode Hidrolisis Enzimatik dan Fermentasi. Jurnal Teknik
Kimia. 18 (1) : 10-16.
Solomons, T.W Graham dan Fryhle, Craig B. 2011. Organic Chemistry Tenth Edition.
New Jersey : John Wiley & Sons Ltd.
Supriyati dan Hamid. 2004. Fermentasi Bungkil Sawit Secara Substrat Padat Dengan
Menggunakkan Aspergillus Niger. Jurnal Mikrobiologi. 13(22) : 165-170.