Anda di halaman 1dari 1

Waduh, Efek Kecanduan Gula Sama Buruknya

dengan Kecanduan Narkoba


Jakarta, Beberapa waktu lalu, dr Hakim Sorimuda Pohan, SpOG dari Komisi Nasional Pengendalian
Tembakau (Komnas PT) mengatakan tembakau tak ubahnya narkoba karena dapat mengakibatkan
kecanduan.
Menyusul rokok, kini gula juga ditengarai mampu memicu kondisi serupa sehingga penanganannya bisa
saja sama dengan yang diberikan kepada para pecandu narkoba. Setidaknya inilah yang disimpulkan
peneliti dari Queensland University, Australia.
Pembuktiannya dilakukan dengan mengamati perbandingan efek konsumsi gula dan nikotin pada hewan
percobaan. Seperti dikutip dari Telegraph, Senin (18/4/2016), mereka memastikan bahwa konsumsi gula
dapat menimbulkan efek yang sama dengan rokok, kokain maupun morfin.
"Sama-sama meningkatkan level dopamine di otak, yang kemudian mengendalikan bagian otak yang
bertugas memunculkan perasaan gembira dan puas. Tetapi ketika sudah berlebihan, yang terjadi adalah
sebaliknya," ungkap Prof Selena Bartlett dari Institute of Health and Biomedical Innovation.
Jadi setelah gula dikonsumsi dalam waktu lama, efek yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu penurunan
level dopamine. Dan untuk terus mendapatkan efek ini, yang bersangkutan didorong untuk mengonsumsi
gula melebihi kadar yang direkomendasikan.

"Padahal konsumsi gula dianggap dapat berkontribusi langsung terhadap kenaikan berat badan. Hewan
percobaan yang terus mengonsumsi gula dalam jumlah besar hingga dewasa juga menghadapi masalah
neurologis dan psikiatri di kemudian hari," lanjut Bartlett.
Bartlett semakin yakin dengan temuannya saat mengujicobakan obat bernama varenicline. Obat yang
sudah mendapat approval dari FDA ini ternyata tak hanya bisa mengobati kecanduan nikotin tetapi juga
memberikan efek 'peredam' yang sama pada mereka yang gemar makan makanan manis secara
berlebihan.
"Kami juga menemukan pemanis buatan seperti sakarin dapat memunculkan efek serupa, jadi
nampaknya kita harus mengevaluasi konsumsi gula atau pemanis buatan kita selama ini," timpal rekan
Bartlett, Masroor Shariff.
Bahkan Shariff meyakini efek withdrawal yang terlihat pada mereka yang sudah kecanduan gula 'kronis'
bakal sama sulitnya untuk diobati seperti halnya yang terlihat pada pecandu narkoba ataupun rokok.