Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR PROSES KIMIA

PENENTUAN KONDUKTIVITAS LARUTAN


LABORATORIUM KIMIA DASAR

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Tujuan Percobaan


Dapat membedakan larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.
Dapat menentukan konduktivitas suatu larutan dengan cara yang
sederhana.
I.2 Dasar Teori
Larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut dan pelarut. Zat
terlarut adalah zat yang terdispersi (tersebar secara merata) dalam zat pelarut.Zat
terlarut mempunyai jumlah yang lebih sedikit dalam campuran. Ini biasa di sebut
dengan solute. Sedangkan zat pelarut adalah zat yang mendispersi atau (fase
pendispersi) komponenkomponen zat terlarut. Zat pelarut mempunyai jumlah
yang lebih banyak dalam campuran. Zat pelarut disebut solvent.
I.2.1 Larutan Elektrolit
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik
dengan memberikan gejala berupa menyalanya lampu pada alat uji atau
timbulnya gelmbung gas dalam larutan. Larutan yang menunjukan gejalagejala
tersebut pada pengujian tergolong ke dalam larutan elektrolit. Berikut adalah
macam larutan elektrolit :
Elektrolit Kuat
Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang banyak
menghasilkan ionion karena terurai sempurna, maka harga derajat
Ionisasi ( ) = 1. Banyak sedikit elektrolit menjadi ion dinyatakan
dengan derajat ionisasi () yaitu perbandingan jumlah zat yang
menjadi ion dengan jumlah zat yang dihantarkan.

Elektrolit Lemah
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar
listriknya lemah dengan harga derajat ionisasi sebesar 0 < > 1.

D3 PETRO & OLEO KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR PROSES KIMIA


PENENTUAN KONDUKTIVITAS LARUTAN
LABORATORIUM KIMIA DASAR
Larutan elektrolit lemah mengandung zat yang hanya sebagian
kecil menjadi ion ion ketika larut dalam air.
I.2.2 Larutan Non-Elektrolit
Larutan non elektrolit

adalah

larutan

yang

tidak

dapat

menghantarkan arus listrik karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak


dapat menghasilkan ion ion ( tidak mengion ). Yang tergolong jenis larutan
ini adalah larutan urea, larutan sukrosa, larutan glukosa, alcohol dan lain
lain.
Secara umum, perbedaan macam larutan elektrolit dan non elektrolit tersebut
dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Jenis
Larutan

Sifat dan
Pengamatan Lain
terionisasi sempurna
menghantarkan arus

Elektroli

listrik
t Kuat lampu menyala terang
terdapat gelembung

Contoh

NaCl Na+ + ClNaCl, HCl, NaOH Na+ + OH+


KCl, NaOH H2SO4 2H +
dan H2SO4

gas
terionisasi sebagian
menghantarkan arus
Elektroli

listrik
t Lemah lampu menyala redup
terdapat gelembung

Non
Elektroli
t

arus listrik
lampu tidak menyala
tidak terdapat

SO42 KCl K+ + Cl-

CH3COOH H+

NH4OH, HCN
dan Al(OH)3

+ CH3COOHCN H+ + CNAl(OH)3 Al3+

CH3COOH,

+ 3OH-

gas
tidak terionisasi
tidak menghantarkan

Reaksi Ionisasi

Senyawa

C6H12O6,
C12H22O11,
CO(NH2)2 dan

C2H5OH

gelembung gas
I.2.3 Konduktivitas

D3 PETRO & OLEO KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR PROSES KIMIA


PENENTUAN KONDUKTIVITAS LARUTAN
LABORATORIUM KIMIA DASAR
Konduktivitas adalah kemampuan suatu zat untuk menghantarkan
arus listrik. Arus listrik terjadi karena terdapat aliran elektron dari ion-ion
yang terdapat dalam larutan elektrolit. Daya hantar suatu larutan, tergantung
pada :
1. Jumlah ion yang ada dan kecepatan dari ion pada beda potensial anatar
kedua elektroda.
2. Konsentrasi larutan.
3. Kecepatan dari ion-ion pada beda potensial antara kedua elektroda.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan ion adalah :
1. Berat dan muatan ion
2. Adanya hidrasi
3. Orientasi atmosfer pelarut
4. Gaya tarik antara ion
5. Temperature
6. Viskositas
Larutan asam, basa dan garam dikenal sebagai elektrolit yang
dapat menghantarkan

arus

listrik

atau

disebut

konduktor

listrik.

Konduktivitas listrik ditentukan oleh sifat elektrolit suatu larutan, konsentrasi


dan suhu larutan. Pengukuran konduktivitas suatu larutan dapat dilakukan
dengan pengukuran konsentrasi larutan tersebut, yang dinyatakan dengan
persen dari berat, part per million (ppm) atau satuan lainnya.
Jika harga konduktivitas dari bermacam konsentrasi larutan elektrolit
diketahui, maka untuk menentukan konsentrasi larutan tersebut dapat
dilakukan dengan mengalirkan arus melalui larutan dan mengukur resistivitas
atau konduktivitasnya.
Senyawa Ionik
Ikatan ion adalah ikatan antara ion positif dan negatif. Atom yang
melepaskan elektron akan menjadi ion positif, sebaliknya yang menerima
akan menjadi ion negatif. Senyawa ion yang terbentuk dari ion positif dan
negatif tersusun selang seling membentuk molekul raksasa (Syukri,
1999). Sifat-sifat

senyawa

ion

antara

lain

adalah

kebanyakan

menunjukkan titik leleh tinggi, pada umumnya senyawa ion larut dalam
pelarut polar (seperti air dan amoniak). Senyawa ion berwujud padat tidak
menghantarkan listrik, karena ion positif dan negatifterikat kuat satu sama
lain. Akan tetapi cairan senyawa ion akan menghantarkan karena ion-ion

D3 PETRO & OLEO KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR PROSES KIMIA


PENENTUAN KONDUKTIVITAS LARUTAN
LABORATORIUM KIMIA DASAR
yang lepas dan bebas. Senyawa ion juga dapat menghantarkan listrik bila
dilarutkan dalam pelarut polar misalnya air karena terionisasi. Karena
kuatnya ikatan antara ion positif dan negatif, maka senyawa ion berupa
padatan dan berbentuk kristal. Permukaan kristal itu tidak mudah digores
atau digeser. Selain dari sifat-sifat yang disenutkan diatas, senyawa ion
juga memiliki sifat hampir tidak terbakar (Syukri, 1999).
Suatu ikatan yang seratus persen ion ialah gaya tariknya antar dua
ion dengan muatan yang berlawanan itu menyatakan transfer lengkap dari
sebuah atom logam ke sebuah atom non logam. Tak ada senyawa yang

mempunyai ikatan yang seratus persen bersifat ion (Keenan, 1984).


Senyawa Kovalen
Sifat-sifat senyawa kovalen antara lain kebanyakan menunjukkan
titik leleh rendah, pada suhu kamar berbentuk cairan atau gas, larut dalam
pelarut non polar dan sedikit larut dalam air, sedikit menghantarkan
listrik, mudah terbakar dan banyak yang berbau (Syukri, 1999).
Suatu ikatan yang seratus persen kovalen ialah yang pasangan
elektronnya digunakan bersama-sama antara dua atom bukan logam.
Keadaan ini hanya terjadi jika atom-atom itu sama, seperti dalam hal
molekul diatom unsur. Dipihak lain, ijka kedua atom bukan logam itu
berbeda, maka pasangan elektron itu lebih tertarik ke salah satu atom
(Keenan, 1984).
Pasangan elektron semacam ini membentuk ikatan kovalen polar,
suatu ikatan kovalen dimana terdapat sesuatu gaya tarik elektrostatik
antara kedua atom ini. Gaya tarik elektrostatik ini disebabkan oleh fakta
bahwa salah satu atom negatif sebagian dan atom positif sebagian
(Keenan, 1984).
Ikatan kovalen paling umum ditemukan dalam senyawa-senyawa
organik, yang banyak mengandung atom karbon. Selain senyawasenyawa organik, beberapa contoh snyawa lain yang berikatan melalui
ikatan kovalen adalah H2O; HCI; NH3; dan pada ikatan antar sesama
unsur silikon; fosfor, boron dan sulfur. Ikatan kovalen terbentuk melalui
pemakaian bersama pasangan elektron bebas antara dua atom yang

D3 PETRO & OLEO KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR PROSES KIMIA


PENENTUAN KONDUKTIVITAS LARUTAN
LABORATORIUM KIMIA DASAR
berbeda, sehingga dapat terjadi melalui tumpang tindih orbital antar atom
tersebut.
I.2.4 Pengukuran Konduktivitas
Aliran listrik dalam suatu elektrolit akan memenuhi hokum ohm,
yang menyatakan bahwa besarnya arus listrik (I ampere) yang mengalir
melalui larutan sama dengan perbedaan potensial (V Volt) dibagi dengan
tahanan (R ohm), secara matematis :
V
I=
R

Tahanan suatu larutan bergantung pada dimensi larutan lainnya berdasarkan


rumus :
R=

= Tahanan
l = Panjang
A = Luas penampang lintang
K = Konduktansi spesifik atau konduktivitas
l
K=

K = Konduktivitas dengan satuan ohm-1.cm-1 (CGS) dalam SI : ohm-1.m-1


Untuk suatu larutan elektrolit, biasanya yang diukur adalah
konduktivitasnya dan bukan tahanannya. Untuk mengukur konduktan suatu
larutan dapat digunakan alat yang dinamakan sel konduktan. Sel
konduktansi terdiri dari sebuah wadah kecil, tempat larutan yang akan
diukur konduktivitasnya ditempatkan ke dalam larutan yang hendak diukur
konduktivitasnya, ditempatkan dua elektroda platina berbentuk bujur
sangkar yang diletakkan berhadapan dengan jarak tertentu.
Sel Konduktan
Sel konduktan adalah alat untuk mengukur konduktivitas suatu
larutan. Sel konduktansi terdiri dari wadah kecil, tempat larutan yang
akan diukur konduktivitasnya ditempatkan ke dalam larutan yang

D3 PETRO & OLEO KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR PROSES KIMIA


PENENTUAN KONDUKTIVITAS LARUTAN
LABORATORIUM KIMIA DASAR
hendak diukur konduktivitasnya, ditempatkan dua elektroda platina
berbentuk bujur sangkar yang diletakkan berhadapan dengan jarak
tertentu.
Bagian-bagian Sel Konduktan :
a. Multimeter
b. Power supplay
c. Batang platina
d. Jepit buaya
e. Kabel

Power SupplyPower Supplay

D3 PETRO & OLEO KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR PROSES KIMIA


PENENTUAN KONDUKTIVITAS LARUTAN
LABORATORIUM KIMIA DASAR

BAB II
METODOLOGI

II.1
Alat dan Bahan
II.1.1 Alat yang digunakan
Konduktimeter
Labu Ukur 100ml
Pipet Volume 10ml & 50 mL
Gelas Kimia 250 mL
Bulp
Botol Semprot
II.1.2 Bahan yang digunakan
NaCl 2M
Etanol 100%
Aquadest
II.2
Prosedur Kerja :
Persiapan Larutan Sampel NaCl :
1. Mengencerkan larutan NaCL 2M menjadi 1M dengan menggunakan
rumus pengenceran sebanyak 100 mL pada labu ukur.
2. Selanjutnya dengan cara yang sama larutan NaCl dengan konsentrasi
1M menjadi 0,1M , larutan NaCl 0,1M menjadi larutan NaCl 0,01M , &
larutan NaCl 0,01M menjadi larutan NaCl 0,001M.

Persiapan Larutan Etanol :

D3 PETRO & OLEO KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR PROSES KIMIA


PENENTUAN KONDUKTIVITAS LARUTAN
LABORATORIUM KIMIA DASAR
1. Mengencerkan larutan etanol 100% menjadi 10% dengan menggunakan
rumus pengenceran sebanyak 100 mL pada labu ukur.
2. Selanjutnya dengan cara yang sama larutan NaCl dengan konsentrasi
10% menjadi 5% , larutan NaCl 5% menjadi larutan NaCl 1% , larutan
NaCl 1% menjadi larutan NaCl 0,5% , & larutan NaCl 0,5% menjadi
larutan NaCl 0,1%
Pengukuran Konduktivitas :
1. Rangkai alatnya.
2. Ukur masing-masing

konduktivitas

dari

larutan

NaCl

dengan

konsentrasi 2M,1M,0,1M,0,01M, & 0,001M dan larutan etanol


10%,5%,1%,0,5%, & 0,1%.
3. Catat hasil pengukurannya.

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
III.1
Data Pengamatan
Tabel 1. Konduktivitas Larutan NaCL
N

Konsentrasi (M)

Konduktivitas

93,6 ms/cm

49,1 ms/cm

D3 PETRO & OLEO KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR PROSES KIMIA


PENENTUAN KONDUKTIVITAS LARUTAN
LABORATORIUM KIMIA DASAR

0,1

6,38 ms/cm

0,01

723 s/cm

0,001

85.5 s/cm

Tabel 2. Konduktivitas Larutan Etanol


N

Konsentrasi (%)

Kondukitivitas

10

3,09 s/cm

8,17 s/cm

4,39 s/cm

0,5

4,16 s/cm

0,1

2,80 s/cm

III.2

PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini, dilakukan pengukuran konduktivitas suatu larutan

elektrolit dan non elektrolit dengan cara sederhana serta membedakan kedua
larutan

tersebut.

Konduktivitas

adalah

kemampuan

suatu

zat

untuk

menghantarkan arus listrik.


Dalam praktikum kali ini, digunakan 2 jenis larutan yang masing-masing
dibuat dengan berbagai konsentrasi. Larutan pertama yang digunakan adalah
larutan NaCl dengan konsentrasi 2M, 1M, 0.1M, 0.01M, 0.001M. Larutan NaCl
2M merupakan larutan induk. Dari larutan NaCl 2M tersebut, dilakukan metode
pengenceran untuk membuat larutan dengan konsentrasi lainnya. Sedangkan
larutan kedua yang digunakan adalah larutan etanol dengan konsentrasi 10%,
D3 PETRO & OLEO KIMIA
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR PROSES KIMIA


PENENTUAN KONDUKTIVITAS LARUTAN
LABORATORIUM KIMIA DASAR
5%, 1%, 0.5%, 0.1%. Larutan etanol 10% merupakan larutan induk. Dari larutan
etanol 10% tersebut, dilakukan metode pengenceran untuk membuat larutan
dengan konsentrasi lainnya.
Larutan NaCl merupakan senyawa ionik yang bila dilarutkan dalam air akan
terionisasi sempurna dan berubah menjadi ion-ion dalam larutannya yaitu ion
Na+ dan Cl- sehingga larutan NaCl ini memiliki muatan yang dapat
menghantarkan listrik. Dikarenakan larutan NaCl dapat terionisasi sempurna,
maka larutan NaCl tergolong sebagai larutan elektrolit kuat. Senyawa termasuk
elektrolit kuat mempunyai daya hantar listrik relatif lebih baik walaupun
memiliki konsentrasi yang kecil. Sedangkan untuk larutan etanol tidak dapat
terionisasi bila dilarutkan dalam air. Larutan etanol tidak dapat berubah menjadi
ion-ion dalam larutannya sehingga larutan etanol ini tidak memiliki muatan yang
dapat menghantarkan listrik. Dikarenakan larutan etanol tidak dapat terionisasi,
maka larutan etanol tergolong sebagai larutan non elektrolit.
Dari pengukuran konduktivitas yang dilakukan, dari semua konsentrasi yang
diukur didapat larutan NaCl memiliki kondukfitas yang lebih tinggi
dibandingkan etanol. Hal ini membuktikan bahwa larutan NaCl memiliki daya
hantar listrik yang lebih baik dibandingkan larutan etanol. Dari grafik
konduktivitas hasil percobaan larutan NaCl dapat dilihat bahwa semakin rendah
konsentrasi maka konduktivitas larutan semakin rendah pula. Hal ini sesuai
dengan sifat larutan elektrolit kuat yang dapat terionisasi sempurna yang mana
semakin besar konsentrasi larutan maka semakin banyak NaCl yang terlarut
dalam larutan tersebut. Karena semakin banyak NaCl yang terlarut dalam larutan
tersebut maka semakin banyak NaCl yang terionisasi menghasilkan muatanmuatan negatif dan positif.
Ionisasi NaCl menjadi ion-ionnya :
NaCl Na+ + ClApabila semakin banyak muatan-muatan dalam larutan maka semakin banyak
arus listrik yang dihantarkan. Hal ini tentunya menyebabkan nilai daya hantar
listrik suatu larutan akan semakin besar. Begitupun sebaliknya dengan larutan
yang memiliki konsentrasi rendah, maka semakin sedikit muatan-muatan yang
ada pada larutan, maka semakin kecil daya hantar listrik suatu larutannya.

D3 PETRO & OLEO KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

10

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR PROSES KIMIA


PENENTUAN KONDUKTIVITAS LARUTAN
LABORATORIUM KIMIA DASAR
Dari grafik konduktivitas hasil percobaan larutan etanol dapat dilihat
bahwa seiring perubahan konsentrasi yang diuji didapat konduktivitas larutan
tidak tetap. Pada awalnya, dari konsentrasi 10% ke 5% konduktivitas larutan
naik sedangkan seterusnya dari konsentrasi 5% ke 0,1% konduktivitas turun. Hal
ini sebenarnya tidak sesuai dengan teoritis karena etanol merupakan larutan non
elektrolit dimana tidak terionisasi jika dilarutkan dalam air sehingga semakin
rendah konsentrasi maka semakin tinggi konduktivitasnya. Ketidaksesuaian ini
dapat disebabkan karena ketidaktelitian alat yang digunakan yakni konduktivity
meter. Selain itu hal ini dapat disebabkan karena kurang bersihnya elektroda
ketika dicelupkan karena masih terkontaminasi dengan sampel sebelumnya.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

IV.1
KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. NaCl merupakan larutan elektrolit sedangkan Etanol merupakan larutan
non elektrolit.
2. Pada NaCl, semakin rendah konsentrasi larutan maka semakin rendah
pula konduktivitasnya sedangkan pada larutan etanol, semakin rendah
konsentrasi larutan maka semakin tinggi konduktivitasnya.

IV.2

Saran
1. Dalam pengukuran konduktivitas ini sebaiknya dilakukan pengukuran
dari konsentrasi kecil ke besar. Hal ini untuk mencegah banyaknya
ion-ion yang menempel pada logam konduktivity meter.

D3 PETRO & OLEO KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

11

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR PROSES KIMIA


PENENTUAN KONDUKTIVITAS LARUTAN
LABORATORIUM KIMIA DASAR
2. Elektroda pun harus tercelup seutuhnya ke dalam larutan sehingga
pengukuran konduktivitas dapat dilakukan secara teliti.

DAFTAR PUSTAKA

Day Jr., R.A. dan A.L. Underwood. 1988. Analisa Kimia Kualitatif. Edisi ke 4.
Diterjemahkan oleh: R.Soendoro. Jakarta: Erlangga
Tim Laboratorium Kimia Dasar. 2015. Penuntun Praktikum Dasar Proses Kimia.
Samarinda: Politeknik Negeri Samarinda
Utami, Budi. 2009. Kimia Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

D3 PETRO & OLEO KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

12

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR PROSES KIMIA


PENENTUAN KONDUKTIVITAS LARUTAN
LABORATORIUM KIMIA DASAR

LAMPIRAN

D3 PETRO & OLEO KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

13

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR PROSES KIMIA


PENENTUAN KONDUKTIVITAS LARUTAN
LABORATORIUM KIMIA DASAR

D3 PETRO & OLEO KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

14

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR PROSES KIMIA


PENENTUAN KONDUKTIVITAS LARUTAN
LABORATORIUM KIMIA DASAR

PERHITUNGAN

A. PENGENCERAN NaCl

1.

2.
NaCl 2 M 1 M
3.
Dik : M1 = 2 M
4.
M2 = 1 M
5.
V2 = 100 mL
6.
Dit : V1 = ...?
7.
Jawab :
8.
V1.M1 = V2.M2
9.
V1.2 M = 100 mL.1 M
10.
V1
= 50 mL

11.
NaCl 1 M 0.1 M
12.
Dik : M1 = 1 M
13.
M2 = 0.1 M
14.
V2 = 100 mL
15.
Dit : V1 = ...?
16.
Jawab :
17.
V1.M1 = V2.M2
18.
V1.1 M = 100 mL.0.1 M
19.
V1
= 10 mL

20.
21.
NaCl 0.1 M 0.01 M
22.
Dik : M1 = 0.1 M
23.
M2 = 0.01 M
24.
V2 = 100 mL
25.
Dit : V1 = ...?
26.
Jawab :
27.
V1.M1 = V2.M2
28. V1.0.1 M = 100 mL.0.01 M
29.
V1
= 10 mL
30.

31.
NaCl 0.01 M 0.001 M
32.
Dik : M1 = 0.01 M
33.
M2 = 0.001 M
34.
V2 = 100 mL
35.
Dit : V1 = ...?
36.
Jawab :
37.
V1.M1 = V2.M2
38. V1.0.01 M = 100 mL.0.001
M
39.

V1

= 10 mL

40.
41.
42.
43.

45.
46.
47.

44.
B. PENGENCERAN C2H5OH
C2H5OH 100% 10%
48.
Dik : %1 = 100%
49.
%2 = 10%
50.
V2 = 100 mL

D3 PETRO & OLEO KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

51.
52.
53.
54.

Dit : V1 = ...?
Jawab :
V1.%1 = V2.%2
V1.100% = 100 mL.10%

15

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR PROSES KIMIA


PENENTUAN KONDUKTIVITAS LARUTAN
LABORATORIUM KIMIA DASAR
55.
V1
= 10 mL
56.
C2H5OH 100% 10%
57.
Dik : %1 = 10%
58.
%2 = 5%

67.
68.
69.
70.
71.
72.
73.
74.
75.

65.
66.
C2H5
OH
5%

1%
Dik : %1 = 5%
%2 = 1%
V2 = 100 mL
Dit : V1 = ...?
Jawab :
V1.%1 = V2.%2
V1.5% = 100 mL.1%
V1
= 20 mL

87.
88.
89.
90.
91.
92.
93.
94.

76.
C2H5
OH

59.
60.
61.
62.
63.
64.

V2 = 100 mL
Dit : V1 = ...?
Jawab :
V1.%1 = V2.%2
V1.10% = 100 mL.5%
V1
= 50 mL

77.
1%
78.
0.5%
79.
100 mL
80.
= ...?
81.
82.
V2.%2
83.
100 mL.0.5%
84.
50 mL

1%

0.5%
Dik : %1 =
%2 =
V2 =
Dit : V1
Jawab :
V1.%1 =
V1.1% =
V1

85.
86.
C2H5OH 0.5% 0.1%
Dik : %1 = 0.5%
%2 = 0.1%
V2 = 100 mL
Dit : V1 = ...?
Jawab :
V1.%1 = V2.%2
V1.0.5% = 100 mL.0.1%
V1
= 20 mL

95.

D3 PETRO & OLEO KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

16

96.

97. GAMBAR ALAT


98.
99.
100.
101.
102.
103.
104.
105.
106.
107.
108.
109.
110.
111.
112.
113.
114.
115.
116.
117.
118.
119.
120.

121.

GRAFIK KONDUKTIVITAS

122.

123.

Grafik 1.Konduktivitas NaCl

Konduktivitas NaCl
93.6
100
80
60

Konduktivitas (ms/cm)

49.1

40
20
0
2M

6.38
1M

0,1 M

0.72

0.09

0,01 M

0.001 M

Konsentrasi

124.

Grafik 2. Konduktivitas Etanol

Konduktivitas C2H5OH
10
8
6
3.09
4
2
0

8.17
4.39

Konduktivitas (s/cm)

Konsentrasi

4.16

2.8

125.
126.
127.
128.
129.
130.