Anda di halaman 1dari 10

KLIPING METAMORFOSIS

KUPU-KUPU

DISUSUN OLEH:
MUHAMMAD YUSUF FAIQ
KELAS 4
SDN CICADAS 4

METAMORFOSIS
Metamorfosis merupakan perubahan bentuk tubuh yang terjadi pada suatu
organisme (meta= perubahan; morfom= bentuk). Kelompok hewan insekta (serangga)
mengalami perubahan bentuk tubuh dalam fase hidupnya. Metamorfosis menjadi
dasar pengelompokan serangga. Ada dua macam metamorfosis yang terjadi pada
serangga, sempurna dan tidak sempurna. Serangga dikelompokkan dalam kelompok
metamorfosis sempurna apabila memiliki bentuk hewan muda dengan hewan dewasa
sangat berbeda. Hewan muda disebut dengan istilah larva yang memiliki jenis
makana yng berbeda dibanding hewan dewasa. Sedangkan kelompok metamorfosis
tidak sempurna ialah jika serangga memiliki bentuk hewan muda yang sama dengan
hewan dewasanya.
Kupu-kupu merupakan serangga yang mengalami metamorfosis sempurna.
Adapun tahapan-tahapan proses metamorfosis dari kupu- kupu ialah sebagai
berikut:

metamorfosis kupu-kupu

Tahapan-Tahapan Metamorfosis Kupu-Kupu


1. Fase Telur

fase telur

Kupu-kupu dewasa berkembangbiak dengan cara bertelur, telur


tersebut akan menetas antara 3 5 hari, larva akan berjalan ke pinggir
daun

tumbuhan

inang

dan

memulai

memakannya.

Sebagian

larva

mengkonsumsi cangkang telur yang kosong sebagai makanan pertamanya.


Kulit luar dari larva tidak meregang mengikuti pertumbuhannya, tetapi
ketika menjadi sangat ketat larva akan berganti kulit

2. Fase Larva (Ulat)

Fase Ulat (Larva)

Setelah telur menetas, larva akan mencari makan Sebagian larva


mengkonsumsi cangkang telur yang kosong sebagai makanan pertamanya.
Kulit luar dari larva tidak meregang mengikuti pertumbuhannya, tetapi
ketika menjadi sangat ketat larva akan berganti kulit. Jumlah pergantian
kulit selama hidup larva umumnya 4 6 kali, dan periode antara pergantian
kulit (molting) disebut instar.
Larva kupu-kupu bervariasi dalam bentuk, tetapi pada sebagian besar
berbentuk silindris, dan terkadang memepunyai rambut, duri, tuberkel
atau filamen. Ketika larva mencapai pertumbuhan maksimal, larva akan
berhenti

makan,

berjalan

mencari

tempat

berlindung

terdekat,

melekatkan diri pada ranting atau daun dengan anyaman benang. Larva
telah memasuki fase prepupa dan melepaskan kulit terakhir kali untuk
membentuk pupa.

3. Fase Pupa (Kepompong)

Fase Pupa (Kepompong)

Fase pupa (kepompong) Disebut juga sebagai fase transisi terjadi


ketika larva telah sempurna berkembang, maka larva akan berhenti
memakan dedauan dan membentuk pupa atau kepompong. Larva akan
membentuk struktur yang dibentuk dari ludahnya yang membentuk seperti
anyaman

benang-benang

halus

yang

kuat

disebut

dengan

kokon.

Pembentukan kupu-kupu dalam pupa biasanya berlangsung selama 7 20


hari tergantung spesiesnya. Pada kupu- kupu biasanya ulat akan
membentuk pupa di bawah cabang batang, di awah dauh, atau di bawah
serah-serah daun, hal ini tergantung pada spesies kupu- kupunya. Fase
kepompong pada kupu kupu berlangsung dengan waktu yang bervariasi,
ada yang berkisar beberapa minggu, bulan, bahkan ada yang sampai
tahunan. Fase pupa merupakan fase yang amat penting bagi kupu- kupu
karena pada fase ini akan mempersiapkan perubahan yang besar. Sel- sel
larva akan berubah membentuk sayap, kaki, mata, dan bagian- bagian
tubuh lainnya. Pada fase ini memerlukan energi yang sangat besar, yang
diperoleh dari simpanan makanan pada saat fase larva.

4. Fase Kupu-kupu

Fase Kupu-kupu

Setelah keluar dari pupa, kupu-kupu akan merangkak ke atas sehingga


sayapnya yang lemah, kusut dan agak basah dapat menggantung ke bawah
dan

mengembang

secara

normal.

Segera

setelah

sayap

mengering,mengembang dan kuat, sayap akan membuka dan menutup


beberapa kali dan percobaan terbang.
Terlihat perubahan bentuk yang amat jauh pada kupu- kupu muda
dengan kupu- kupu dewasa. Setelah melewati masa- masa kepompong, kupu
kupu mengalami perubahan bentuk yang amat besar. Fase dewasa ini
merupakan

fase

persiapan

untuk

reproduksi.

Kupu

kupu

dewasa

merupakan pemakan madu yang diperoleh dari sari sari bunga. Beberapa
kupu kupu memiliki masa hidup pada fase dewasa selama satu atau dua
minggu. Namun beberapa spesies ditemukan melakukan hibernasi selama
musim dingi dan akan hidup untuk beberapa bulan setelahnya. Kupu- kupu
dewasa merupakan hewan dengan mobilitas yang tinggi dengan sayapnya
dibanding ketika fase larva yang sangat lamban. Fase dewasa ini
bertanggung jawab atas kelangsungan jenisnya dan menntukan dimana
individu- indivu baru akan berkembang. Kupu-kupu betina siap kawin dalam
waktu 4 sampai 5 hari setelah keluar dari kepompong. Selanjutnya, tahap
metamorfosis kupu-kupu ini pun kembali lagi ke fase pertama(telur),
membentuk siklus yang tidak berhenti.

KESIMPULAN
Metamorfosis adalah proses dari ulat menjadi hewan baru (fase
sempurna) yaitu kupu-kupu. Pada prosesnya terjadi cukup panjang dan lama

namum sederhana. Pertama-tama mulai dari telur yang diletakkan oleh kupukupu pada daun (biasanya daun pohon jeruk atau dapat juga pohon yang lain)
yang bertujuan nantinya daun tersebut bisa menjadi bahan makanan ulat
tersebut hingga mencapai dewasa setelah tiba waktunya menjadi pupa/
kepompong dan dalam beberapa hari akan menjadi kupu-kupu baru.
Kupu-kupu merupakan serangga yang melakukan aktivitas pada siang
hari, pada malam hari kupu-kupu akan istirahat dan terlindungan daun
pepohonan.
siang kupu-kupu makin aktif terbang dan melakukan aktivitas mencari makan
dan berproduksi. Kegiatan mencari makan dilakukan sendiri-sendiri tetapi
sering tampak kupu-kupu jantan dan batina terbang berpasangan dan pada
saatnya

akan melakukan

kopulasi. Selanjutnya

induk

kupu-kupu

akan

meletakkan telurnya pada tumbuhan inangnya. kupu-kupu yang rentang


sayapnya kecil akan terbamg rendah antara 10 cm- 2 m. Sedangkan kupu-kupu
yang rentang sayap lebih besar terbang lebih tinggi sampai 10 m. Pada
kegiatan mencari makan, kupu-kupu akan hinggap pada bunga-bunga dan
menjulurkan probosisnya.

MENGAMATI DAUR HIDUP KUPU-KUPU


Tujuan Pengamatan:
Untuk mengetahui dan mengamati daur hidup kupu-kupu
Manfaat Pengamatan:

Dapat memahami tahapan metamorfosis.


Memiliki keterampilan memelihara ulat hingga mampu

Alat dan Bahan:

Stoples Bening
Kain kasa
Tali rapia
Beberapa ekor ulat
Beberapa helai daun

Kegiatan:
1.
2.
3.
4.
5.

Masukkan beberpa helai daun kedalam stoples


Masukkan beberapa ekor ulat kedalam stoples
Tutup mulut stoples dengan kain kasa. Jangan lupa mengikatnya dengan tali
Jika daun habis tambahkan daun yang baru
Amatilah setiap hari perubahan yang terjadi hingga ulat menjadi kupu-kupu.
Catatlah setiap perubahan yang terjadi dan waktu yang diperlukan untuk
setiap

perubahan

tersebut.jika

kemungkinan

fotolah

untuk

setiap

perubahannya.
6. Buatlah laporan hasil pengamatan mu. Bandingkan dengan hasil pengamatan
temanmu dan diskusikan di kelas.

Hasil Pengamatan:

Setelah melakukan pengamatan pada ulat (larva) kupu-kupu ( Papilio memnon)


selama 1 minggu, diperoleh data sebagai berikut :

Hari ke1
2
3
4
5
6
7
8

Tanggal
26-11-2015
27-11-2015
29-11-2015
30-11-2015
31-11-2015

Keterangan
Berupa larva berwarna hijau,aktif makan
Masih berupa larva yang aktif makan
Masih berupa larva yang aktif makan
Tubuh larva bertambah panjang dan besar
Ukuran tubuh sama dengan hari ke-4 namun

01-11-2015

aktivitas makan berkurang


Ukuran tubuh menyusut,aktivitas

02-11-2015
15-11-2015

berhenti dan diam


Larva berubah menjadi pupa
Pupa berubah menjadi kupu-kupu

makan

Pembahasan
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, peningkatan perubahan yang
terlihat jelas yaitu pada pengamatan hari ke 4 yaitu tubuh larva bertambah panjang
dan besar, perubahan tersebut terus sampai berlangsung sampai hari ke 5. hal
tersebut dikarenakan larva terus mkan dan makan.
Pada hari ke 6 tubuh larva mulai menyusut, tahap ini merupakan tahap awal
untuk menuju tahap pupa yang ditandai dengan mulai mengurangi makanannya. Dan
mencari tempat terlindung. Pada hari ke 7 larva tersebut berhenti makan dan
berglantingna terbalik dibawah daun yang kemudian mengeluarkan benang-benang
sutranya untuk melekatkan diri pada daun tersebut.
Tahap ini yang dinamakan tahap pupa yaitu dengan paket tubuh yang memadat
tidak memiliki kaki dan mata serta tidak ada masruas tubuh (menyatu) yang
berwarna hijau, tahap ini ada juga yang menyebabkan sebagai tahap istirahat karena
tidak terlihat adanya aktifitas. Padahal sebenarnya terjadi reorganisasi.
Perubahan-perubahan yang terjadi dari larva yang bertambah panjang dan
besar hingga menjadi pupa,sebenarnya beriringan dengan pergantian kulit, hanya
saja pada pengamatan yang kami lakukan pergantian kulit dari hari pertama

pengamatan sampai ke lima tidak terlalu jelas, tapi pada hari keenam dan ketujuh
perubahan kulit tersebut baru terlihat yaitu salah satunya dengan berubahnya
warna yang sebelumnya berwarna hijau tua menjadi hijau agak pudar. Proses ganti
kulit melibatkan proses pelepasan kulit lama dan pembentukan kulit baru oleh sel-sel
jaringan epidermis.
Dari hasil pengamatan tersebut, terjadi perubahan yang sangat cepat dari
larva/ulat menjadi pupa padahal menurut literature rata-rata memerlukan waktu 2
minggu untuk berubah menajdi kupu-kupu. Jadi kemungkinan larva/ulat pada saat
ditemukan sudah berumur lebih dari satu minggu. Selain itu juga, karena
pengamatannya dimulai dari tahap larva bukan dari telur, sehingga dari waktu yang
diberikan untuk pengamatan (satu minggu) peruahan yang terjadi hingga tahap pupa.
Padahal jika satu minggu diberikan hanya akan sampai pada tahap larva.

SELESAI