Anda di halaman 1dari 41

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Pertambangan di Indonesia mempunyai peranan penting dalam
penyedia sumber daya energi. Seiring perkembangan teknologi kebutuhan
akan

sumber daya energi juga semakin meningkat. Batubara sebagai

alternatif pengganti sumber daya energi minyak dan gas. Batubara


merupakan bahan galian yang sangat berguna dalam kegiatan industri
sebagai bahan bakar. Dalam proses penambangan peran survey menjadi
bagian yang sangat penting diantaranya adalah sebagai penentu batasan
suatu pit, elevasi jenjang, dan pembuatan topografi.
Survey pertambangan yaitu sebuah cabang ilmu dan teknologi
bidang pertambangan. Pekerjaan ini meliputi pengukuran, perhitungan,
dan pemetaan yang melayani tujuan mendapatkan informasi pada semua
tahap dari prospeksi untuk eksploitasi dan memanfaatkan kandungan
mineral, baik berada pada permukaan maupun pada bawah tanah. Survey
pengukuran Topografi Pit progres

dilapangan untuk mengetahui

perkembangan tambang, berapa kandungan yang sudah diambil.


PT. Sumber Rejeki Ekonomi yang berada di Desa Lemo, KM 420,
Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan
Tengah, dalam aktifitas pengambilan data di lapangan apa saja faktor yang
sering di temui di lapangan yang mengakibatkan salah dalam pengambilan
data tentang survey progres yang dilaksanakan oleh Section Survey.
1.2.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan
sebagai berikut :
1. Bagaimana pengambilan data primer di lapangan selama 2 bulan
untuk PT. Sumber Rejeki Ekonomi menjadi dasar pembentukan design
selanjutnya.
2. Bagaimana cara pengukuran dengan menggunakan Total Station
Sokkia 550X untuk topografi harian yang dilakukan di lapangan.

3. Apa saja faktor yang sering di temui di lapangan yang mengakibatkan


salah dalam pengambilan data.
1.3.

Tujuan

Praktek Kerja lapangan (PKL) bertujuan sebagai berikut :


a.
b.
1.4.

Survey topografi progres tambang terbuka (open pit)


Penggambaran peta topografi
Manfaat PKL
Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini diharapkan akan

memberikan manfaat kepada.


Mahasiswa
a. Mahasiswa paham standar penggunaan alat Total Station dan
mengerti tatacara penggunaan alat Total Station.
b. Mahasiswa juga dapat mengeluarkan pemiikiran, pemahaman,
pendapat, kesimpulan, bakat dan ilmu pengetahuan yang ada dengan
terjun ke dunia kerja/lapangan langsung.
c. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman kerja yang baik dan
terampil sehingga

memungkinan mahasiswa

setelah

selesai

menjalani perkuliahan ini, dapat langsung bekerja di dunia kerja


pertambangan tersebut.
Perusahaan
Perusahaan mendapatkan sumber daya manusia yang diharapkan
dapat memberikan kontribusi dalam usaha pencapaian target produksi
atau kemajuan bagi pihak perusahaan.
Politeknik Negeri Banjarmasin
Menjalin hubungan kerjasama dan kekerabatan antara pihak
perusahaan dan perkuliahan sehingga menciptakan mahasiswa yang
terampil dan terdidik dengan mengadakan kegiatan praktek kerja
lapangan secara langsung di perusahaan tersebut.
1.5.

Batasan Masalah
Laporan praktek kerja lapangan

ini perlu pembatasan/perumusan

masalah, sehingga isinya padat dan jelas, yaitu :

1. Membahas mengenai proses kegiatan survey progres di pit 1 blok 1


dengan menggunakan alat Total Station sokkia 350X .
2. Pelaksanaan praktek kerja di PT. Sumber Rejeki Ekonomi KM 420 ,
Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah dari tanggal 6
Agustus 2015 sampai tanggal 28 September 2015.
3. Pembahasan sampai dengan lapangan.

BAB II
SPESIFIKASI KERJA

2.1.

Tambang Batubara
Pada dunia pertambangan, khususnya tambang batubara dikenal ada
2 jenis tambang, yaitu tambang terbuka dan tambang bawah tanah.
Dimana tambang terbuka adalah suatu kegiatan penambangan batubara
dengan cara membuka dan menggali lahan yang sangat luas hingga
membentuk suatu lubang terbuka yang sangat lebar. Sedangkan tambang
bawah tanah adalah suatu kegiatan penambangan batubara dengan cara
membuat lubang/terowongan bawah tanah dengan tanpa membuka lahan
di atasnya secara luas
2.1.1.

Jenis Jenis Tambang Batubara

Ada beberapa jenis tambang yaitu :


1. Tamabang terbuka (Surface Mining) merupakan satu dari dua
sistem penambangan yang dikenal yaitu, tambang terbuka dan
tambang bawah tanah. Dimana segala kegiatan atau aktivitas
penambangan dilakukan diatas atau relatif dekat permukaan
bumi dan tempat kerja berhubungan dengan dunia luar.

Gambar 2.1 Sumber Tambang Terbuka

(PT. SUMBER REJEKI EKONOMI)

2. Tambang bawah tanah mengacu pada metode pengambilan bahan


mineral yang dilakukan dengan membuat terowongan menuju
lokasi mineral tersebut Berbagai macam logam bisa diambil
melalui metode ini seperti emas, tembaga, seng, nikel,dan timbal.

Gambar 2.2 Sumber Tambang Bawah Tanah


(PT. SUMBER REJEKI EKONOMI)

Karena letak cadangan yang umumnya berada jauh dibawah


tanah, jalan masuk perlu dibuat untuk mencapai lokasi cadangan.
Jalan masuk dapat dibedakan menjadi beberapa:
Ramp, jalan masuk ini berbentuk spiral atau melingkar
mulai dari permukaan tanah menuju kedalaman yang dimaksud.
Ramp biasanya digunakan untuk jalan kendaraan atau alat-alat
berat menuju dan dari bawah tanah. Shaft, yang berupa lubang
tegak (vertikal) yang digali dari permukaan menuju cadangan
mineral. Shaft ini kemudian dipasangi semacam lift yang dapat
difungsikan mengangkut orang, alat, atau bijih. Adit, yaitu
terowongan mendatar (horisontal) yang umumnya dibuat disisi
bukit atau pegunungan menuju ke lokasi bijih.
Ada dua tahap utama dalam metode tambang bawah tanah:
development (pengembangan) dan production (produksi). Pada
tahap development, semua yang digali adalah batuan tak
berharga. Tahap development termasuk pembuatan jalan masuk
5

dan penggalian fasilitas-fasilitas bawah tanah lain. Sedang tahap


production adalah pekerjaan menggali sumber bijih itu sendiri.
Tempat bijih digali disebut stope (lombong). Disini uang mulai
bisa dihasilkan.
2.2.

PIT
PIT batubara adalah lubang atau cekungan yang diakibatkan oleh
kegiatan penambangan batubara. PIT ini merupakan area yang telah
dikupas tanah permukaannya sampai dengan lapisan batubaranya terlihat.

Gambar 2.3 Bentuk Pit PT. Sumber Rejeki Ekonomi

2.2.1. Istilah Pada PIT


Berikut ini istilah-istilah pada PIT.
1. Striping Ratio ( SR ) Adalah perbandingan antara volume
limbah ( overburden + interburden ) dengan 1 ton batubara.
Striping ratio dapat digunakan untuk membatasi area yang
akan di tambang.
2. Seam batubara adalah lapisan batubara.
3. Low Wall Merupakan dinding yang dibentuk searah dengan
arah kedalaman (Dip) dari batubara. Sudut kemiringan dinding
ini

biasanya

mengikuti

sudut

dip

dari

keterdapatan

batubaranya, kecuali apabila terdapat kondisi tertentu yang


harus dibentuk dinding dengan bentuk khusus.

Gambar 2.4 Low Wall

4. High

Wall

Merupakan

dinding

yang

dibentuk

berlawanan/memotong arah dip batubara. Sudut kemiringan


dinding ini berdasarkan hasil perhitungan geoteknis dari
kondisi batuan yang terdapat di daerah tersebut. Sudut
kemiringan yang di harapkan adalah mendekati 90, karena
akan semakin mengurangi biaya produksi tetapi faktor
keselamatanlah yang paling utama untuk dipertimbangkan agar
tidak terjadi longsor.

Gambar 2.5 High Wall

5. Ramp
Ramp atau jalan yang terdapat pada pit merupakan faktor
penting

dalam

menunjang

produktifitas unit sehingga

produksi

achievmentnya

baik.

dan
Diantara

parameter jalan yang musti dipertimbangkan :


a. Grade jalan, biasanya digunakan 8% - 10% sesuai dengan
spec unit hauling.
b. Lebar jalan, 3x unit terbesar.
c. Tanggul sebagai pengaman agar ketika terjadi slip pada unit
tidak langsung jatuh/terguling/terbalik.
d. Hauling distance, jarak dari front loading ke disposal untuk
keperluan maching fleet.
e. Radius

tikungan,

dibuat

sehalus

mungkin,

menghindari bidang gelincir.

Ramp

Gambar 2.6 Ramp

2.3.

Survey
Survey adalah

pengukuran untuk menentukan relief/bentuk

permukaan bumi berserta luasnya, kondisi bumi (tanah) dan segala sesuatu
yang terdapat di atas permukaan bumi tersebut.
Tujuan survey adalah :
1. Menetukan sebaran bentuk yang berbeda diatas permukaan bumi.
8

2. Menentukan letak ketinggian (elevasi) segala sesuatu yang berbeda


permukaan air laut yang tenang .
3. Menentukan panjang, arah, dan kedudukan (posisi) dari suatu garis
yang terdapat pada permukaan bumi, yang merupakan batas dari
suatu areal tertentu. Boleh dikatakan bahwa survey merupakan
section terpenting dari beberapa devisi lainnya dalam Departement
Engineering. Karena semua kegiatan yang ada di tambang, kemajuan
tambang, dan data informasi ada pada section survey.
Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan survey yaitu untuk
mengambil data dari pengukuran daerah penambangan serta
monitoring perkembangan fisik tambang yang dilakukan secara
berkala:
a. Harian (Daily monitoring survey)
b. Mingguan (Weekly)
c. Bulanan (Monthly)
Dengan demikian, maka dapat dilakukan perencanaan lebih
lanjut dan terarah sehingga target yang diinginkan dapat tercapai
dengan baik.
2.4.

Pemetaan
Pemetaan adalah kegiatan memproses data dari hasil suatu
pengukuran permukaan bumi, yang dituangkan dengan garis, gambar,

maupun simbol-simbol yang dilihat secara vertikal dari suatu bidang datar.
1. Fungsi pemetaan adalah:
a. Untuk mempermudah dalam merencanakan suatu pekerjaan
berdasarkan

data-data

yang

telah

disimpulkan

dari

hasil

pengukuran.
b. Untuk mengambarkan suatu daerah yang luas ke dalam bentuk
yang kecil sehinga mudah dilihat dan dimengerti.
c. Khusus untuk pengukuran yang dilakukan secaara berkala,
pemetaan berguna untuk mengetahui perubahan permukaan bumi
maupun untuk menentukan volume area pekerjaan.
2. Peta-peta dan gambar tambang hasil survey ditampilkan untuk:

a. Mengotrol semua operasi penambangan untuk ketepatan dan


keamanan operasi itu sendiri dan mengontrol apakah sudah sesuai
dengan desain dengan pemasangan patok.
b. Mengevaluasi atau membuat perkiraan cadangan mineral yang ada
atau yang telah ditambang.
c. Mengontrol kemajuan kerja dengan selang waktu yang telah
ditentukan.
2.5.

Kegiatan Survey Tambang


Secara garis besar kegiatan survey yang dilakukan pada tambang
terbuka adalah sebagai berikut :
2.5.1.

Pembuatan Peta Topografi

Yang dimaksud dengan peta topografi adalah peta yang


menggambarkan semua unsur yang nampak di permukaan bumi,
baik unsur alam (seperti sungai, garis pantai, danau, kehutanan,
gunung, dll.), serta menggambarkan pula keadaan relief permukaan
bumi. Pengambilan topografi surface (normal) adalah kegiatan
pengambilan data koordinat untuk keperluan pembuatan peta
topografi dan keperluan lainnya yang menyangkut survey dan mine
plan

Gambar 2.7 Sumber Contoh Peta Topografi


(PT. SUMBER REJEKI EKONOMI)

10

2.6.

Metode Pengukuran
Metode pengukuran merupakan metode yang menjadi dasar
penentuan posisi berdasarkan arah dan jarak suatu titik ketitik lain.

Ada beberapa macam pengukuran yaitu sebagai berikut :


1. Poligon
Poligon adalah rangkaian titik-titik secara berurutan sebagai
kerangka dasar pemetaan. Untuk kepentingan kerangka dasar titik-titik
poligon tersebut harus diketahui atau ditemukan posisinya atau
koordinatnya.
2. Pengukuran situasi
Pengukuran situasi adalah pengukuran yang bertujuan untuk
membuat atau menghasilkan sebuah peta yang bias menggambarkan
kondisi lapangan atau bentuk permukaan bumi. Pengukuran situasi ini
menggunakan metode polar.
Metode polar merupakan metode yang menjadi dasar penentuan
posisi horizontal.
2.7.

Total Station Sokkia 350X


Total station adalah alat ukur sudut dan jarak yang terintegrasi dalam
satu unit alat. Total station juga sudah dilengkapi dengan processor
sehingga bisa menghitung jarak datar, koordinat, dan beda tinggi secara
langsung tanpa perlu kalkulator lagi.
Berikut ini penjabaran mengenai pengertian Total station :
a. Total Station : adalah peralatan elektronik ukur sudut dan jarak
(EDM) yang menyatu dalam 1 unit alat.
b. Data dapat disimpan dalam media perekam. Media ini ada yang
berupa on-board/internal, external (elect field book) atau berupa
card/PCMCIA Card. -> salah catat tidak ada.
c. Mampu melakukan beberapa hitungan (misal: jarak datar, beda
tinggi dll) di dalam alat. Juga mampu menjalankan programprogram survey, misal : Orientasi arah, Setting-out, Hitungan
Luas dll, kemampuan ini tergantung type total stationnya.
d. Untuk type high endnya ada yang dilengkapi motor
penggerak, dan dilengkapi dengan ATR-Automatic Target
Recocnition, pengenal objek otomatis (prisma).

11

e. Type tertentu mampu mengeliminir kesalahan-kesalahan :


kolimasi Hz & V, kesalahan diametral, koreksi refraksi, dll.
Hingga data yang didapat sangat akurat.
f. Ketelitian dan kecepatan ukur sudut dan jarak jauh lebih baik
dari theodolite manual dan meteran. Terutama untuk pemetaan
situasi.
g. Alat baru dilengkapi Laser Plummet, sangat praktis dan
Reflector-less EDM ( EDM tanpa reflector )
h. Data secara elektronis dapat dikirim ke PC dan diolah menjadi
Peta dengan program mapping software.
2.8.

Spesifikasi Sokkia 350X


Total Station Sokkia 350X adalah merupakan alat ukur sistem optis
untuk keperluan sudut mendatar dan sudut tegak dengan penyimpanan
digital.
Karakteristik alat ukur ini adalah :
a. Magnification / Resolving Power 30x/2,5
b. Length 171mm
c. Objective Aperture 45mm
d. Image Erect
e. Field Of View 130
f. Minimum Focus 1,3 M
g. Reticle Illumination : 4 Brightness Levels
h. Display Resolution 1/5,0.0002 / 0.001gon,0.005/0.02mil,selectable
i. Accuracy

(ISO

17123-3:2001)3/0.6mgon/0.01mil

Measurment

Results 1.7 to 4.2 Seconds


j. Dual Axis Compersator Dual Axis Liquid Tilt Sensor,Working Range :
+6(+111mgon)
k. Reflectorless 0,3 to 400M
l. Jarak ukur prisma kecil 1,3 ke 2 : 500M
m. One AP Prism 1,3 to 4000M
n. Three AP Prism 5000M

12

o. Display / Keybord Grapich LCD, 192x80 Dot Backlight


p. Internal Memory 10.000 Point Record
q. External Memory SD Card and SDHC Card / USB Flash Memory
(Max 4GB)
r. Bluetooth Modem Class 2, SFX Data Transfer via Bluetooth
s. Dimension 166x180x341 mm
t. Wight with Handle & Battery 5,5kg
u. Baterry BDC46B Dedactalbe Battery (7,2V, 2,4Ah)
v. Approx 50 Hours
w. Input Voletage 6,0 to 8,0V DC
x. Opertating Temperature -20 C to +50 C
2.9.

Keunggulan Menggunakan Total Station Sokkia 350X

Berikut ini keunggulan dari menggunakan alat Total Station 350X :


1. Pengumpulan informasi yang relatif cepat
2. Beberapa survey dapat dilakukan pada satu lokasi set-up
3. Mudah untuk melakukan pengukuran jarak dan horizontal dengan
perhitungan secara bersamaan koordinat proyek (Northings,
Easthings, dan Elevasion)
2.10.

Kekurangan Alat Total Station Sokkia 350X

Berikut ini kekurangan dari alat Total Station :


1.

Elevasi vertilal tidak seakurat menggunakan alat Waterpass

2.11.

Peraturan survey pengukuran PT. Sumber Rejeki Ekonomi


Peraturan survey pengukuran yang ditetapkan PT. Sumber Rejeki

Ekonomi sebagai berikut :


1. Pengukuran ROOF dan FLOOR Batubara
2.12.

Teori Dasar Survey Lapangan

Untuk

melakukan

survey

atau

pengukuran

dilapangan

harus

memperhatikan dasar-dasar teori sebagai berikut :


1. Melakukan polygon/boundy line STN poin di sekitar area tambang.
Monitoring tambang, antara lain :

13

a. Melakukan pemasangan batas/boundy, limit clearing sebelum


tambang dibuka/dikerjakan terlebih dahulu
b. Pengambilan data original/topografi
c. Pemasangan patok design tambang, antara lain : crest, toe, pit limit,
limit disposal dan band wall.
d. Pengukuran top soil dan sub soil.
2. Pengukuran penutupan akhir bulan/progres yang terdiri dari 3 (tiga)
lokasi dan dilakukan dengan joint survey antara OWNER dan
KONTRAKTOR.
a. Pengukuran pertama kali progress dimulai dari Port stockpile
Tanjung kepala.
Pengukuran antara lain : Pengambilan data top, toe, spot serta
pengukuran data batubara yang telah di stok.
b. Pengukuran yang kedua dilakukan di ROM Stockpile.
Pengukuran meliputi : Pengambilan data crest, toe dan spot.
Pengukuran diaambilberdasarkan nama per seam-nya agar lebih
mudah untuk mengetahui jenis, mutu/kualitas batubara tersebut.
c. Pengukuran Plant Feed.
Pengambilan data meliputi crest, toe, spot dan mengikuti bentuk
batubara tersebut.
d. Pengukuran Product Bin.
Pengambilan data meliputi pengukuran crest, toe, spot sama
dengan pengambilan di Plant Feed tersebut.
e. Pengukuran terakhir kali dilakukan di tambang.
Pengukuran meliputi :
Pengambilan data crest, toe, spot, OB dan mud (lumpur)
Pengukuran road, roof batubara/ floor, mine out, serta batubara
yang terpotong.
2.13.

SOP Pengukuran Untuk Survey Topografi Pit

Berikut ini SOP pengukuran untuk survey topografi pit :


1. Pastikan peralatan yang akan digunakan untuk pengukuran Roof dan
Floor tersedia dan layak pakai (WI: Peralatan Survey).
2. Koordinasikan seluruh aktifitas yang akan dilakukan besrta lokasilokasi tempat pengukuran kepada pihak-pihak terkait (Pit Geology
dan QC, Survey dan Production).

14

3. Pastikan batas/kontak antara batubara dan lapisan penutup jelas


(spoll-spoll, fine coal dan material lain berada minimal 2 meter dari
batas kontak batubara dan lapisan penutup) dan mintakan persetujuan
dari pihak-pihak terkait (Production, Survey dan Pit Geology dan
QC) bahwa proses pengukuran dapat dilakukan dengan
menandatangani form pengukuran Roof dan Floor.
4. Pengawas (Pit Geology dan QC dan Survey) memastikan lokasi
pengukuran jauh dari potensi bahaya : alat berat, longsor, debu dan
potensi bahaya lainnya.
5. Lakukan proses pengukuran batas-batas Roof dan Floor besrta point
elevation dengan maksimal ukuran 10 X 10 meter (Pit Geology dan
QC dan Survey)
6. Lakukan proses ini pada saat batubara ter-ekspos pada day-shift.
7. Batubara yang belum dilakukan pengukuran Roof dan Floor tidak
boleh digali (coal digging)
8. Batubara yang baru ter-ekspos diukur secara keseluruhan (3-dimensi).
9. Pastikan form pengukuran Roff dan Floor ditandatangi dan nyatakan
bakwa proses pengkuran telah dilaksanakan dengan baik dan aman.
10. Simpan data-data hasil pengukuran dengan kode-kode yang telah
ditentukan perusahaan
11. Olah data hasil pengukuran dengan baik dan distribusikan ke
departemen-depatemen yang terkait yang membutuhkan data tersebut
12. Lakukan proses peremajaan data model geologi dengan data-data
mutakhir dari proses pengukuran Roof dan Floor.
13. Lakukan proses perhitungan rekonsiliasi batubara dengan
menggunakan model geologi yang sudah direvisi/diperbaharui.
14. Lakukan evaluasi dan tindakan perbaikan terhadap proses pengukuran
Roof dan Floor agar diperoleh hasil yang optomal dan akurat.
2.14.

Instruksi Kerja (INK) Pengukura Topografi Pit

Berikut ini instruksi kerja pengukuran pada PT. Sumber Rejeki Ekonomi :
1. Buat peta dan jadwal rencana pengukuran.
2. Buat daftar tim/tenaga kerja pendukung pengukuran joint survey.
3. Persiapan alat pelindung diri (yang di X adalah wajib dan V
disarankan).
X

Safety Glasses
15

Kaus tangan / Golve

Pelampung / Safety
X
X

Steel Toed Shoes


Helm
Baju / Rompi

Reflector

Jas Hujan

Vest
Ear Plug
V

Masker
SRT / Body Fall
Protector

Tabel 2.1 Perlemgkapan safety

4. Check dan persiapkan alat, bahan dan material kerja


a. Alat Total Station
b. Peta kerja jadwal rencana pengukuran dengan koordinat patok
design
5. Lakukan inspeksi harian pada lokasi rencana pengukuran untuk
memastikan pengukuran dilakukan secara aman
6. Lakukan P5M d setiap pagi hari dari data hasil inspeksi sebelum
melakukan pengukuran. Catat data P5M dan absen petugas peserta Joint
Survey.
7. Pastikan area batubara yang akan diukur sudah memenuhi standar
kelayakan pengukuran sesuai SOP pengukuran Roof dan Floor batubara
8. Dirikan alat survey Total Station pada posisi yang aman, lakukan
persiapan pengukuran :
a. Pembuatan JOB data lapangan
b. Orientasi Total Station pada backsight yang ditentukan
9. Cek hasil orientasi alat dengan membandingkan koordinat untuk
backsight dan koordinat hasil pengukuran di backsight
10. Lakukan pengukuran feature batubara (roof, floor spot hight, crest,
toe) menggunakan alat bantu prisma Total Station.
11. Pilih stik-stik ukuran secara acak mengikuti bentuk permukaan dengan
kerapatan interval titik setiap 10 meter atau lebih rapat jika terdapat
undulasi atau bentuk tidak beraturan.
12. Lakukan pengecekan koordinat backsight dan orientasi sudut setiap 15
menit.
13. Ambil foto-foto lokasi pengukuran pada hari yang sama untuk
membantu proses data lapangan
14. Hindari berdiri di atas candi atau pada posisi crest dan toe line pada
area batubara. Jarak aman untuk berdiri mining face adalah 1,5 X
tinggi mining face.

16

15. Serahkan data hasil pengukuran pada hari yang sama dengan jadual
pengukuran.
16. Record Raw data pengukuran dalam PC.
17. Lakukan pengukuran pada setiap proses pengangkutan batubara atau
penurunan jenjang batubara dengan ketinggian jenjang maksimal 10
meter, Teknis pengukuran sama seperti pada no 1 sampai no 15
tersebut diatas.

BAB III
METODE PELAKSANAAN
3.1.

Lokasi Dan Kesampaian Daerah


Lokasi Pertambangan PT. Sumber Rejeki Ekonomi berlokasi di Desa

Lemo

Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Propinsi

Kalimantan Tengah. Pencapaian lokasi tambang PT. SRE dari Banjarmasin


sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan melalui jalan darat, sepanjang
420 km kearah utara, dengan waktu tempuh sekitar 10 jam. Jalan raya ini
adalah bagian dari ruas jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan
Banjarmasin dengan Barito Utara. Dari Banjarmasin, Balikpapan dan
Palangkaraya pusat kota Barito Utara juga dapat dicapai dalam waktu 60
menit dengan menggunakan pesawat ringan. Dari pusat kota membutuhkan
waktu 30 menit menuju lokasi proyek yang di tempuh melalui jalan darat
selama 15 menit menuju pelabuhan dan melalui jalur sungai selama 15 menit.

17

Gambar 3.8 Sumber SITE LEMO


( PT. SUMBER REJEKI EKONOMI )

18

3.2.

Letak Koordinat Blok 1


Area pertambangan PT. Sumber Jaya Agung tebagi menjadi lima blok

prospek. Batas koordinat blok 1 yaitu :


1. Batas 1 (256600,9883500)
2. Batas 2 (257200,9882300)
3. Batas 3 (255400,9881300)
4. Batas 4 (254800,9882400)

Gambar 3.9 Sumber Peta Pembagian Blok


( PT. SUMBER REJEKI EKONOMI )

19

3.3.

Keadaan Geologi
Blok 1 PT. Sumber Rejeki Ekonomi termasuk dalam formasi warukin.

Lapisan tanah terdiri dari batu pasir, batu pasir tufan, batu pasir gampingan,
batu lanau dan batu lempung. Dibeberapa tempat terdapat konglemarat
berlapis silang - siur dan sisipan batu gamping. Lapisan batu bara dengan
ketebalan 0,3 2 meter terdapat di dalam lapisan batupasir. Di daerah yang
dipetakan formasi ini mengandung bahan gunung api dan kekuning kuningan dengan ketebalan kira-kira 10 sampai 15 meter.

Gambar 3.10 Sumber Peta Geologi Blok 1


( Pertamina 1997, S.Supriatna 1980 dalam SAM
Supriatna DKK Puslitbang Geologi Bandung,1981 )

3.4.

Peta Topografi
Sebagai bagian dari komunitas ahli ilmu kebumian, pasti sudah tidak

asing lagi dengan peta topografi. Peta topografi ini penting, karena sebagai
peta dasar, nantinya dapat digunakan sebagai dasar bagi pengembangan
sebagai peta-peta tematik lainnya. Untuk kebutuhan perencanaan tambang
terbuka, peta topografi memegang peranan sentral, karena dari sini nantinya
akan diturunkan beberapa satuan peta, seperti:

20

1.

Peta hasil eksplorasi, yang memuat informasi tentang posisi singkapan


batubara, posisi titik bor, dll.

2.

Peta ketebalan batubara

3.

Peta ketebalan overburden

4.

Peta distribusi fungsi kualitas, misalnya kadar sulfur, distribusi kalori,


dll.

5.

Peta jalan tambang dan kemiringan lereng

6.

Peta layout dan kemajuan tambang

7.

Peta perencanaan drainase tambang (peta penyaliran)

8.

Dan lain-lain
Dengan demikian pemahaman tentang peta topografi bagi seorang
perencanaan tambang adalah mutlak.

21

Gambar 3.11 sumber Peta Topografi Lahan


( PT.SUMBER REJEKI EKONOMI )

STRUKTUR ORGANISASI
HEAD OFFICE
PT.SUMBER REJEKI EKONOMI

22

DEWAN
KOMISARIS

DIREKTUR
UTAMA

WAKIL
DIREKTUR
KEUANGAN
&
ADMINISTRA
SI

BUSINESS
DEVELOPME
NT

MARKETING

OPERATING

FINANCE

DOMESTIK

BUSINESS
PLANNING

MINING

LEGAL

INTERNASIO
NAL

PROJECT
CONTROL

INTERMEDIE
TE
TERMINAL/P
ORT

HR

INVESTOR
RELATION

MANAGEME
NT SYSTEM

LOGISTIC

Gambar 3.12 sumber Struktur Organisasi Head Office


( PT.SUMBER REJEKI EKONOMI )

23

3 STRUKTUR ORGANISASI
MINING DIVISION
PT.SUMBER REJEKI EKONOMI
DIREKTUR UTAMA

PROJECT CONTROL

WAKIL DIREKTUR

OPERATION

ADM CORPORATE

FA & CREDIT
CONTROL

LOGISTIC &
PURCAHING

MANAGEMENT
SYSTEM

I.T

KEPALA TEKNIK TAMBANG

DATA CENTER

ADMINISTRASI

ENGINEERING

PRODUKSI

SHE

HR&LEGAL

GEOTECHNICA
L

MINE & ROAD

SAFETY &
HEALTY

ACCOUNTING

SURVEYOR

PORT & PLANT

ENVIROMENT

GENERAL
AFFAIR

PLANNING

QUALITY CONTROL

Gambar 3.13 sumber Struktur Organisasi Mining Division


( PT.SUMBER REJEKI EKONOMI )

24

EXTERNAL

HUB.MAS

SC &
COMPENSATION

3.5.

Waktu dan Tempat PKL


Berikut ini table perincian waktu dan tempat pelaksanaan Praktek Kerja

Lapangan (PKL)
WAKTU PELAKSANAAN / MINGGU
NO

JENIS KEGIATAN

TEMPAT

FEBRUARI
1

Safety Induksi

Pengenalan
pengukuran

Pengambilan
lapangan

Proses perhitungan data


pengukuran

Lapangan

Analisis
perhitungan
volume cadangan

Kantor

Pembuatan laporan PKL

Kantor

Inventarisasi
dan
pengambilan data TA

Kantor

Presentasi

Kantor

MARET
4

Lapangan
alat
Lapangan
data

di
Lapangan

Tabel 3.2 Rincian Waktu Dan Tempat Pelaksanaan

3.6.

Pelaksanaan Pengukuran Topografi Pit


Pelaksanaan pengukuran topografit pit

dimulai dengan beberapa

langkah sebagai berikut :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
3.7.

Persiapan Alat dan Bahan


Pematokan
Sentring Alat
Setting Alat
Pengikataan
Pengukuran Detail
Download Alat
Diagram Alir Pengukuran Topografi Pit Progres

Diagram alir pelaksanaan pengukuran topografi pit progres :

25

Gambar 3.14 Diagram Alir Pengukuran

26

3.8.

Penjelasan Sistematis dari Diagram Alir


Penjelasan sistematis dari diagram alir akan mempermudah pemahaman

tentang pengerjaan langkah kerja dari suatu proses pengukuran sampai


mendapatkan hasil sebagai berikut :
1. Persiapan pelaksanaan
Pada persiapan ini meliputi, peralatan-peralatan survey. Selain itu juga
melakukan penyusunan daftar data-data yang akan diperlukan pada
pengerjaan lapangan. Untuk perlengkapan yang harus dipersiapkan
sebelum memulai survey adalah sebagai berikut:
a. Perlengkapan Safety
Contoh pada gambar berikut :

Gambar 3.8 Peralatan safety


b. Total Station Sokkia 350X
Berikut ini gambar alat Total Station.

Gambar 3.9 Total Station


Berikut ini penjabaran mengenai pengertian Total station :
Total Station : adalah peralatan elektronik ukur sudut dan jarak
(EDM) yang menyatu dalam 1 unit alat.

27

Data dapat disimpan dalam media perekam. Media ini ada yang
berupa on-board/internal,

external (elect field book) atau berupa

card/PCMCIA Card. -> salah catat tidak ada.


Mampu melakukan beberapa hitungan (misal: jarak datar, beda
tinggi dll) di dalam alat. Juga

mampu menjalankan program-

program survey, misal : Orientasi arah, Setting-out, Hitungan Luas

dll, kemampuan ini tergantung type total stationnya.


Untuk type high endnya ada yang dilengkapi motor penggerak,
dan dilengkapi dengan ATR-Automatic Target Recocnition,

pengenal objek otomatis (prisma).


Type tertentu mampu mengeliminir kesalahan-kesalahan : kolimasi
Hz & V, kesalahan diametral, koreksi refraksi, dll. Hingga data

yang didapat sangat akurat.


Ketelitian dan kecepatan ukur sudut dan jarak jauh lebih baik dari

theodolite manual dan meteran. Terutama untuk pemetaan situasi.


Alat baru dilengkapi Laser Plummet, sangat praktis dan Reflector-

less EDM ( EDM tanpa reflector )


Data secara elektronis dapat dikirim ke PC dan diolah menjadi Peta
dengan program mapping software.

c. Statif

28

Gambar 3.10 Statif Alat

Statif atau tripod merupakan tempat dudukan alat dan untuk


menstabilkan alat seperti Waterpass dan theodolite. Statif terbuat
dari kayu atau aluminium sehingga lebih ringan. Alat ini
mempunyai 3 kaki yang sama panjang dan bisa dirubah ukuran
ketinggiannya. Ujung dari statif berbentuk runcing . Terdapat kunci
untuk mengikat alat agar tidak bergeser . Di kaki statif terdapat
sekrup penyetel yang berfungsi agar kaki statif terkunci. Statif saat
didirikan harus rata karena jika tidak rata dapat mengakibatkan
kesalahan saat pengukuran.
d. Prisma

Gambar 3.11 Prisma

Reflektor/Prisma berguna memantulkan gelombang yang


dipancarkan oleh totalstation untuk mengetahui nilai pada titik

29

yang ingin di ambil bacaannya. Prima bisa di pasangkan dengan


Statif atau Jalon.
e. Jalon

Gambar 3.12 Jalon

Alat ini berwarna merah-putih dari bahan kayu atau


alumunium.yang dibulatkan dan biasanya berukuran panjang 160200 cm. Tongkat ini terdiri atas 4 bagian: 2 merah, 2 putih
berselang seling dan setiap bagian 50 cm. Setiap ujung tongkat
kayu ini dipasang besi yang lancip agar mudah ditancapkan
kedalam tanah. Apabila tongkat tersebut tidak dapat ditancapkan,
misalnya pada jalan aspal, maka dapat digunakan bantuan statif
untuk menegakkannya.
f. Tribach

Gambar 3.13 Tribach

Tribach : tempat landasan alat di atas statif


g. Meteran saku

30

Gambar 3.14 Meteran saku

Meteran saku digunakan untuk mengukur ketiggian alat


(Total Station Sokkia 530X) dari titik referensi (BM,titik
Poligon,dll)
h. Payung

Gambar 3.15 Payung

Payung ini digunakan atau memiliki fungsi sebagai pelindung


dari panas dan hujan untuk alat ukur itu sendiri. Karena bila alat
ukur sering kepanasan atau kehujanan, lambat laun alat tersebut
pasti mudah rusak.
i. Paku payung

Gambar 3.16 Paku Payung

Paku terbuat dari baja (besi) dengan ukuran 10 mm.


Digunakan sebagai tanda apabila cat mudah hilang dan patok kayu
tidak dapat digunakan
j. Flasdisk

31

Gambar 3.17 Flasdisk

Flasdisk berguna untuk menyimpan data/file


2. Pengikatan Titik Referensi
Pengikatan terhadap titik referensi berguna sebagai titik ikat dalam
melakukan suatu pengukuran di lapangan. Contoh pada gambar
berikut :

Gambar 3. 18 Pengikatan titik

3. Pengukuran Detail atau Situasi


Pengukuran detail atau situasi adalah untuk memberikan data
Topografi di atas peta sehingga diperoleh bayangan atau informasi dari
bentuk atau relief bumi.

32

Metode yang digunakan untuk pengukuran situasi adalah metode


tachimetry atau polar.
4. Pengolahan Data
Pengolahan data adalah untuk mengetahui hasil dari suatu
pekerjaan dilapangan.
5. Hasil Gambar Peta
Hasil gambar peta topografi berguna untuk menggambarkan bentuk
tinggi rendahnya permukaan bumi.
6. Perbandingan Luas Area Agustus dan September
Perbandingan ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pada
lapangan setelah dilakukan pengerukan atau penimbunan di lapangan.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHSAAN

4.1

Data Hasil Pengukuran pada Bulan Agustus dan September


sebagai berikut :
1. Data Excel topo_sre_agustus.xls
Keterangan gambar
33

Kolom A menunjukkan koordinat Y atau northing titik


Kolom B menunjukkan koordinat X atau easthing titik
Kolom C menunjukkan koordinat Z atau elevasi titik
Kolom D menunjukkan Deskripsi titik atau nama titik
A
98819
31
98819
32
98819
33
98820
55
98820
64
98820
73
98820
83
98820
89
98820
99
98821
15
98821
28
98821
34
98821
40
98821
47
98821
49
98821
56
98821
63
98821
70
98821
90
98821
84
98821
75

B
25393
4.5
25394
0.7
25395
1.3
25375
9.1
25376
2.9
25376
5.1
25376
7.5
25377
0
25377
3.5
25377
9.1
25378
3.7
25378
4.4
25378
7
25379
0.5
25379
0.9
25379
6.4
25380
4.3
25381
2.3
25382
0.4
25381
2.3
25380
0.5

34

32.3

BDY

31.39
7
30.49
2
40.49
8
40.98
40.81
1
39.96
8
39.33
3
39.00
7
40.04
8
39.87
7
39.12
4
38.85
1
37.85
7
37.85
3
37.56
8
36.95
5
36.03
3
36.55
3
36.23
5
35.17
8

BDY
BDY
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C

98821
83

25379
8.4

36.50
4

Tabel 4.15 Hasil download data survey progres bulan agustus

2. Data Excel topo_sre_september.xls


Keterangan gambar
Kolom A menunjukkan koordinat Y atau northing titik
Kolom B menunjukkan koordinat X atau easthing titik
Kolom C menunjukkan koordinat Z atau elevasi titik
Kolom D menunjukkan Deskripsi titik atau nama titik
A
98819
31
98819
32
98819
33
98820
55
98820
64
98820
73
98820
83
98820
89
98820
99
98821
15
98821
28
98821
34
98821
40
98821
47
98821
49
98821
56

B
25393
4.5
25394
0.7
25395
1.3
25375
9.1
25376
2.9
25376
5.1
25376
7.5
25377
0
25377
3.5
25377
9.1
25378
3.7
25378
4.4
25378
7
25379
0.5
25379
0.9
25379
6.4

35

32.3

BDY

31.39
7
30.49
2
40.49
8
40.98
40.81
1
39.96
8
39.33
3
39.00
7
40.04
8
39.87
7
39.12
4
38.85
1
37.85
7
37.85
3
37.56
8

BDY
BDY
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C
C

98821
63
98821
70
98821
90
98821
84
98821
75
98821
83

25380
4.3
25381
2.3
25382
0.4
25381
2.3
25380
0.5
25379
8.4

36.95
5
36.03
3
36.55
3
36.23
5
35.17
8
36.50
4

C
C
C
C
C
C

Tabel 4.16 Hasil download data survey progres bulan september

4.2

Hasil dalam bentuk peta


a. Peta kontur pada bulan Agustus
Berikut ini adalah peta kontur hasil pengukuran dilapangan pada bulan
Agustus:

36

Gambar 4.3 Peta kontur pada bulan Agustus

b. Peta kontur pada bulan September


Berikut ini adalah peta kontur hasil pengukuran dilapangan pada bulan
September :

37

Gambar 4.4 Peta kontur pada bulan September

4.3

Pembahasan dari Praktek Kerja Lapangan

Praktek kerja lapangan ini memiliki pembahasan sebagai berikut :


1. Persiapan
Persiapan tersebut meliputi sebagai berikut :
a. Persiapan Safety
PT. Sumber Rejeki Ekonomi mewajibkan bagi seluruh karyawan untuk
selalu menggunakan K3 (Safety) sebelum memulai pekerjaan seperti,
helm, rompi dan sepatu safety.
b. Total Station Sokkia 350X
Total station adalah alat ukur sudut dan jarak yang terintegrasi dalam
satu unit alat. Total station juga sudah dilengkapi dengan processor
sehingga bisa menghitung jarak datar, koordinat, dan beda tinggi
secara langsung tanpa perlu kalkulator lagi.
2. Pengikatan Titik Referensi
Pengikatan terhadap titik referensi berguna sebagai titik ikat dalam
melakukan suatu pengukuran di lapangan. Titik referensi biasanyan sudah
mempunyai koordinat dan koordinat tersebut ialah untuk acuan pengikatan

38

dari titik atau koordinat alat berdiri. Pengikatan ini biasanya dilakukan
dengan penembakan kebelakang atau Backsight.
3. Pengukuran Detail atau Situasi
Pengukuran detail atau situasi adalah untuk memberikan data
Topografi di atas peta sehingga diperoleh bayangan atau informasi dari
bentuk atau relief bumi.
Metode yang digunakan untuk pengukuran situasi adalah metode
tachimetry atau polar. Metode tachimetry atau polar banyak digunakan
untuk memetakan daerah yang luas dan detil-detil yang bentuknya tidak
beraturan yang diikatkan pada titik kontrol yang telah diketahui
koordinatnya lewat pengukuran titik-titik kerangka.
4. Pengolahan Data
Pengolahan data adalah untuk mengetahui hasil dari suatu pekerjaan
dilapangan.
5. Hasil Gambar Peta
Hasil gambar peta topografi berguna untuk menggambarkan bentuk
tinggi rendahnya permukaan bumi. Dalam peta topografi digunakan garis
kontur, yaitu garis yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai
ketinggian yang sama.
6. Perbandingan Luas Area Agustus dan September
Perbandingan ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pada
lapangan setelah dilakukan pengerukan atau penimbunan di lapangan.

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dalam pelaksanaan topografi pit progres mempunyai kesimpulan sebagai
berikut :
1. Praktek kerja lapangan Survey topografi progres tambang terbuka
(open pit) ini adalah proses yang meliputi pengambilan data di
lapangan yang nantinya data hasil pengukuran akan diproses atau di
design dengan menggunakan sofware.
39

2. Penggambaran peta topografi


Peta topografi yang sudah ada digunakan sebagai progres kemajuan
tambang.
5.2 Saran
Dalam pelaksanaan topografi pit progres mempunyai saran sebagai
berikut :
1. Diperlukannya survey awal untuk lebih memahami kondisi lapangan.
2. Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang sesuai dengan yang
diharapkan, sebaiknya dalam melaksanakan pengukuran harus
3.

mengikuti petunjuk teknis.


Dalam pelaksanaan pengukuran topografi pit sangat diperlukan
ketelitian alat yang digunakan dan seorang surveyor yang handal
dalam penggunaan alat dan mengerti cara mengatasi berbagai masalah
atau kondisi dilapangan untuk mendapatkan data dan hasil yang
terbaik dari lapanga

40

DAFTAR PUSTAKA

SNI 4646-2009 Survey Topografi


Anonim, 2007, Cetak III, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, Universitas Negeri Malang.
Anonim, 2012, (Online), di akses: [Minggu 03 Maret 2013], Dokumen Akademik Buku
Pedoman Penulisan Proposal dan Laporan Praktek Kerja Lapangan, Program Kedokteran
Hewan, Universitas Brawijaya, Malang.
Arikunto, S, Edisi VI, 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis, PT. Rineka Cipta,
Jakarta.
Pascasarjana, Prodi Magister Teknik Sipil, 2011, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, Banjarmasin.

41