Anda di halaman 1dari 52

TRAUMA TRAKTUS

UROGENITAL
dr. Eko Rustianto S.,Msi Med,Sp B
Bagian Bedah
RSUD Kota/UNTAN
PONTIANAK

Trauma Traktus Urogenital


10% dari seluruh trauma
Tindakan awal :
- KU
- Tanda vital : Tensi
Nadi
Suhu
Pernafasan (RR)

Resusitasi :
- kontrol perdarahan
- atasi shock
- resusitasi
jalan nafas
jantung
single organ
Trauma
multiple organ
Pemeriksaan tambahan :
USG, X-ray, CT-Scan

TRAUMA GINJAL

Terpukul / tertusuk / tertembak pinggang


Jejas / lubang tusukan / lubang peluru
USG
FPA/ UIV
Laboratorium : hematuria
CT Scan

Pengelolaan trauma ginjal terbuka


Luka tembus
FPA-UIV
Luka tusuk

KU baik
Organ lain (-)

Bed rest
antibiotika

Luka tembak

KU menurun
Multi organ

CITO operasi

PENGELOLAAN
a.

Trauma ginjal
- trauma minor ( 85% kasus ) :
ekhimosis (berupa bercak perdarahan
dalam parenchim ginjal) akibat
kontusio.
hematoma subkapsuler
tidak perlu tindakan operatif, cukup
bed rest

- Trauma mayor ( 15% kasus ) :


14% trauma parenchim ginjal
1% trauma pembuluh darah ginjal

TRAUMA URETER :

Trauma tumpul / tusuk / tembak (jarang)


Iatrogenik :
lebih sering
operasi di rongga pelvis
laparatomi
Pinggang :
Bulging
Nyeri tekan
Drain keluar urine
Anemia
USG
FPA/UIV
RPG

b. Trauma ureter
Trauma dari luar :
- Luka tembak, luka tusuk, maupun tumpul
- Sangat jarang
Trauma Iatrogenik :
- Paling sering
- Akibat tindakan ahli bedah/urologi
Paling sering akibat operasi obstetri
ginecologi ( >70% )

c. Trauma Buli

keadaan kosong buli jarang trauma di posterior


os pubis terlindung
Keadaan terisi penuh mudah mengalami trauma
Brosman 72 % trauma buli akibat fraktur pelvis
trauma buli bersama-sama trauma multi organ
Cass 15% fraktur pelvis mengakibatkan ruptur buli
trauma abdomen 4% bersama dengan ruptur buli

Trauma Buli
Jejas / luka di supra pubik
Tanda rangsangan peritoneal
Hematuria / anemia / oliguria
Test buli-buli
Sistogram
Sistoskopi

d. Trauma urethra
Ruptur urethra posterior :
akibat fraktur os pubis / simpisiolisis
Trauma abdomen 2% bersamaan dengan ruptur
urethra
fraktur pelvisnya lebih banyak yaitu
8,2% (livine)
21,5% ( connoly )
Lowe : 3,5% - 25% fraktur pelvisnya akan
ruptur urethra
Turner warwick : 10 %

Ruptur Urethra Anterior

Straddle injury
Trauma perineum
Nyeri perineum
Hematom : perineum, bisa meluas
Retensio urine
Meatal bleeding
Urethrogram retrograde : extravasasi

Ruptur Urethra Posterior

Fractur / simpisiolisis os pubis


RT : floating prostate
Retensio urine
Meatal bleeding
FPA / UIV
Urethrogram retrograde : extravasasi

TRAUMA PENIS
1.Tajam

: - iris
- digigit binatang
2. Tumpul : - KLL
- fraktur penis
Disertai / tanpa cedera urethra

Trauma Scrotum
Mobile jarang
1.
Tertutup : hematoma
hematocele
ruptur testis
2.
Terbuka vulnus laceratum
Testis robek jahit sebisa mungkin :
- regenerasi baik
- vital

PENUTUP
Trauma tractus urogenitalis
pengelolaannya baik dan benar
( dokter umum / ahli bedah )
Dokter Umum :
diagnosa
pertolongan pertama ( resusitasi,
penghentian perdarahan, pemasangan
kateter,dll )
tentukan dirujuk / dirawat sendiri di daerah

Ahli bedah :
pilih tindakan definitif
menguntungkan penderita
morbiditas dan mortalitas yang paling
kecil

PENYAKIT PADA KELENJAR PROSTAT


Prostate cancer 18 %
Prostatitis 2 %

BPH 80 %
Figure 2.1 BPH is by for the most common
Condition in men presenting with prostate problems.

GEJALA PROSTATISMUS
I. Obstructive
Hesitancy / Delayed
Urination
Loss of Force
Double Voiding
Terminal Dribbling
Straining
Sense of Residual Urine
Small caliber
Urinary Retention

II. Iritative
Urgency
Frequency / Polakisuria
Nocturia
Dysuria

PREVALENSI PH

Age ( ys )
40 - 49
50 -59
60 - 69
70 - 79

PH KLINIS : - weight > 20 gram


- Symptom score > 11
- Peak flow rate < 11 ml / sec
PH Autopsy (%)
PH clinic (5)
25
40
70
80

13,8
23,7
43,0
40,0

IPSS
Gejala

Selama satu bulan yang lalu


1. Merasa ada sisa
2. Sering kencing
3. Kencing selesai ->keluar
lagi
4. Sukar Menahan kencing
5. Pancaran lemah
6. Mengejan untuk mulai
kencing
7. Kencing malam hari
Kualitas Hidup

Hidup dengankondisi ini


Bagaimana perasaan anda ?

Tidak
perna
h

Kurang dari
1xsetiap 5
x

Kurang
Dari

0
0
0
0
0
0
0

1
1
1
1
1
1
1

2
2
2
2
2
2
2

Senang

Puas

Kirakira
1/2

Lebih dari
1/2

Hampir
selalu

3
3
3
3
3
3
3

4
4
4
4
4
4
4

5
5
5
5
5
5
5

Umumnya
Puas

Campuran

Umumnya
Tak puas

Sangat
Tergangg
u

IPSS > 7 (%)


Umur (Ys)

USA

40 49 24

French

Netherland

50 59 31

47

26

44

60 69

36

14

30

52

70 79

44

22

36

63

Japan

Diagnostic
1. Lab
PSA
2. DRE
3. Uroflowmetry
4. USG (TRUS,TAUS)
5. Cystogram
6. Urethrocystocopy

Table 4.1 Theories for the cause of BPH


Theory
Dihydrotestosterone
hypotesis
Oestrogen-testosterone
imbalance
Stromal-epithelial
interactions

Cause
5-alpha reductase and
androgen receptors
Oestrogens
Testosterone
Epidermal growth
factor / fibroblast
growth factor
Transforming growth
faktor

Reduced cell death

Oestrogens

Stem cell theory

Stem cells

Effect
Epithelial and stromal
hyperplasia
Stromal hyperplasia

Epithelial and stromal


hyperplasia

Longevity of stroma
and epithelium

Proliferation of transit
cells

Table 5.7 Interpretation of prostate specific antigen (PSA)


Values
PSA value

Interpretation

0.5 - 4 ng / ml

Normal

4 10 ng / ml

20 % chance of cancer

>10 ng / ml

50 % + chance of cancer

Rise of > 20 % / year

Refer immediately for biopsy

Table 5.8 Recommended age adjusted prostate specific


antigen ( PSA) cut- off values
Age (years)

PSA cut- off value (ng / ml )

40 - 49

2. 5

50 - 59

3. 5

60 - 69

4. 5

70 - 79

6. 5

Table 6.1 Contraindication for medical treatment of BPH


Recurrent Urinary retention acute or chronic
Renal insufficiency / upper tract dilatation
Recurrent haematuria
Recurrent urinary tract infection (UTIs) secondary to BPH
Blader stones / diverticula
Suspected Malignancy

Komplikasi BPH
Statis urine di buli (batu, tumor, dll)
UTI,Trabekula,Sakula,Divertikula.
Hidronefrosis
Gangguan fungsi ginjal
Hernia
Hemoroid

Medikamentosa
WMA ( World Medical Association ) Declaration of Helsinski
The health of my patients will be my first consideration

I.

5 - - Reductase - inhibitor ( Finasteride )

II.

Phytotherapy (Plant extract )

- blocker

I. 5 - - Reductase inhibitor
Cegah perubahan testosteron
Contoh :

- Finasteride

-Dutasteride

- Epinasteride
Pemakaian 12 bulan

volum prostat turun 20 25 %

Side effect : impotensi, headache,min.loss of libido


Obat berhenti

membesar lagi

II. Phytotherapy ( Plant extract )


-

Akar Hipoxis Rooperi

Buah Seronea Repens

Kulit Kayu Pygeum Africanum

Biji Cucurbita Pepo

Daun Poplar

Akar Echinacea Purpurea

Terapi Medikamentosa (%)


France

Germany

U.K

U. S

- bloker

45.3

40

65

85

Finasteride

17.2

20

65

15

Plant extract

37.5

40

Trend Pengobatan
1992

1996

- WW

46 %

34 %

- Medikamentosa

4%

53 %

- Operasi

43 %

13 %

Indikasi Mutlak Operasi


Retensio berulang
Gross Hematuria
UTI
Batu
Divertikel
Gagal Ginjal
Curiga ganas

TURP

TERAPI MINIMAL INVASIV


Kateterisasi berkala
Prostatic stent
Laser Prostatektomi
TUMT (Trans Urethral Microwave Thermo
Therapy)
Cyro Surgery
TUNA (Trans Uretrhral Neddle Ablation)

TERAPI
I.

II.
III.
IV.

OPERATIF

TERBUKA
TVP (Trans Vesical Prostatectomy)
TMP (Terrence Millin Prostatectomy)
TPP (Trans Perineak Prostatektomy)
TERTUTUP
TUIP (Trans Uretral Incision of the prostate)
TURP (Trans Urethral Resection of Prostate)
Laparoscopic Prostatectomy
Robotic Prostatectomy

KOMPLIKASI OPERASI

Perdarahan
Inkontinensia
Ejakulasi utrograd
Impotensi
Urosepsis

Terima Ka