Anda di halaman 1dari 5

Sony Music Entertainment adalah sebuah perusahaan musik Amerika yang dikelola dan

dioperasikan oleh Sony Corporation of America . Pada tahun 1929, perusahaan pertama kali
didirikan sebagai American Record Company. Lalu menjadi Columbia Broadcasting
Company pada tahun 1938. Selama perkembangannya, pernah melakukan beberapa
kerjasama atau joint venture dengan Bertelsmen AG dan Michael Jackson Family Trust.
Hingga akhirnya menjadi Sony Music Entertainment dengan berhasil mendapatkan 50%
sahamnya kembali dan menjadi anak perusahaan dari Sony Corporation, dengan competitor
utamanya adalah Universal Music
Bergerak dalam industry music, Sony Music Entertainment mendapatkan beberapa tantangan
dalam menjalankan bisnisnya. Perubahan dan pergeseran jaman tidak dapat lepas darinya.
Mulai dari awalnya dia memperkenalkan compact disc untuk menjual hasil rekamannya
dalam bentuk hard, sampai dengan perkembangan jaman dimana compact disc tidak diminati
lagi.
Industri music telah dihadapkan pada era digital, dimana sekarang telah berbasis teknologi
dan internet. Beberapa aplikasi digital music mulai bermunculan, seperti iTunes dari Apple
telah rilis terlebih dahulu pada tahun 2001, youtube dengan menyediakan streaming video,
dan beberapa unternet radio seperti Pandora. Tren ini terbaca bahwa 91% net income
didapatkan dari tipe penjualan digital sedangkan untuk tipe CD sebesar 75%.
Selanjutnya Sony Music Entertainment dihadapkan pula dengan permasalahan copyright,
dimana perkembangan internet mengurangi royalty yang didapatkan. Dengan internet, music
dapat dipublikasikan dengan bebas dan illegal, sehingga mengurangi royalty yang didapat.
1. Bagaimana model bisnis dari Sony Music Entertainment?
2. Bagaimana analisis macro environment dari Sony Music Entertainment?
3. Bagaimana analisis keuangan dari Sony Music Entertainment?
Analisis
1. Model bisnis
Sony Music Entertainment merupakan salah satu anak perusahaan dari sony corporation.
Sony Music Entertainment bergerak dalam industry music. SME memiliki model bisnis
sebagai berikut
Customer value proposition
Menjual hasil rekamannya dalam bentuk
hardcopy yaitu dengan compactdisc
Memberikan jaminan legal pada produk
Digital music (streaming video, radio, dan
download konten)
Mengikuti perkembangan jaman, Desember

Profit Formula
Penjualan CD
Royalti dari pemanfaatan produk
Iklan
Record label service
2009 SME melakukan joint venture

bersama Abu Dhabi Media dan Universal Music untuk membuat VEVO. Vevo merupakan

media digital music unutk upload video clip. Selanjutnya pada Desember 2010, SME meliris
Music Unlimited basis streaming service milik SME sendiri dengan dukungan dari Qriocity
(penyedia jasa distribusi video)
Melalui model bisnisnya tersebut, pada Januari 2014 SME mendapatkan posisi kedua
label rekaman dengan 20% dari total industry market share. Model bisnis yang dijalankan
oleh SME lebih kepada strategic alliances dimana SME melakukan Joint venture dan
partnership dengan beberapa perusahaan untuk pengembangan produk.
2. Macro Environment
Lingkungan macro turut andil
dalam

pertumbuhan

dan

perkembangan suatu perusahaan.


Sony

Music

Entertainment

menghadapi dua komponen yang


menjadi masalah utama yaitu
Technological

Factors

dan

Legal/Regulatory Factors.
a.

Technological factors
Faktor
perkembangan ternologi
Sumber : http://slideplayer.com/slide/3376062/
sangat mempengaruhi pertubuhan dan perkembangan Sony Music Entertainment, dari era
manual yang masih berbasis compact disc menuju era digital yaitu internet dengan live
streaming. Hal ini tidak dapat dielakkan karena zaman telah berubah. Membendung
perkembangan teknologi serasa mustahil dan biasanya mereka yang mampu mengikuti jaman
adalah yang unggul.
b. Legal/Regulatory Factors
Dengan kemajuan teknologi tersebut, diringi pula dengan tidak terbendungnya illegal.
Dimana seseorang sekarang dapat saling berbagi,upload, download music serta video dengan
mudah. Hal tersebut berimbas pada lemahnya proteksi kelegalan suatu produk.
3. Kompetitor
Kompetitor dari SME dapat dibedakan menjadi dua yaitu dari label rekaman dan mobile
application.
a. Label rekaman

Gambar 2 Grafik pangsa pasar dan publikasi music dalam industri musik

Terdapat 3 besar companies collectively yang menguasai pangsa pasar yaitu Universal
Music Group dengan 25,5%, lalu diposisi kedua adalah Sony Mucis Entertainment dengan
20% dan Warner Music Group dengan 12%. Walaupun menempati posisi kedua companies
collectively, namun dalam publikasi music SME lebih unggul daripada Universal Music
Group dengan perolehan 16,9% SME dan 13,9 Universal Music Group. Dengan publikasi
music yang lebih banyak dari Universal Music group, SME dapat menjadi ancaman bagi
Universal Music group bukan benar benar leader of industry karena sebagai market leader
yang rentan untuk diserang. Sehingga hal tersebut dapat menjadi peluang SME dengan posisi
publikasi music lebih unggul.
b. Mobile Applications
Tabel Perbandingan Mobile Music Applications
Pandora

Spotify

Music
Unlimited
Bintang 3
Bintang 3.7

Rating Apple Store


Rating
Google
Play
Registered users
Active users

Bintang 4
Bintang 4.5

Bintang 4.5
Bintang 4

250 juta
-

diunduh

24 juta (5 juta interactive streaming service)


>100 juta
10 juta

Sumber : case 12 Sony Music Entertainment and the Evolution of the Music Industry

Dari table tersebut, posisi Music Unlimited sebagai mobile application dari SME
mendapat rating yang jauh kalah dengan kompetitornya yaitu Pandora dan spotify. Rataan
pengguna Music Unlimeted hanya memberikan rating bintang 3 kepada Music Unlimited,
sedangkan

untuk

Pandora

dan

Spoty

sudah

menembus

bintang

4.

Hal

ini

mmenginformasikan bahwa Pandora dan Spotify lebih popular disbanding dengan Music

Unlimited. Ketika seorang pengguna baru akan menjadikan rating sebagai pertimbangan
menggunakan aplikasi.
Selain itu untuk digital music,
terdapat YouTube sebuah media popular
internet yang menyediakan banyak
video. Spotify memiliki perubahan
subscribers yang cukup meningkat dari
tahun 2010 2013. Sedangkan channel
VEVO di Youtube hanya mendapatkan
11 juta subscribe.Hal ini dirasa bahwa
VEVO dan Music Unlimited memiliki langkah strategi terlambat dalam mengambil pasar
digital music.
4. Keuangan SME
Pada case dilampirkan annual report 2013 dari Sony Corp, dengan 9 total keseluruhan
dari anak perusahaannya. Untuk music mendapatkan peringkat 8 tertinggi dari penjualan dan
operating revenue mengalami penurunan 0,24% dari tahun 2012. Sedangkan untuk operating
income mendapat peringkat 5 dengan mengalami kenaikan sebesar 0,89%. Dapat dilihat
bahwa walaupun penurunan penjualan namun dari segi income dari divisi music mengalami
kenaikan. Sehingga divisi music tidak memperlihatkan performance yang terlalu buruk
setidaknya untuk tahun 2012 2013.
Kesimpulan
Dari fakta kasus yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa SME dengan bisnis
model yang telah dijalankan sampai sekarang SME mengusasai 20% pangsa pasar masih
kalah dengan Universal Music Group padahal SME publikasi music yang dilakukan SME
lebih tinggi dari Universal Music Group. Selain itu macro environment mengalami perubahan
dari era dimana Compact Disc

berjaya hingga akhirnya harus mengalami kemunduran

dengan masuknya era digital dimana segala berbasis internet. Era internet yang tidak dapat
dikendalikan oleh SME merubah bisnis model dengan mengikuti jaman yaitu beralih ke
digital music, namun pada posisi ini Music Unlimited dari SME dirasa kurang diminati dari
pesaingnya yaitu Pandora dan Spotify sehingga strategi SME untuk merebut pasar dari digital
music dapat dikatakan terlambat. SEdangkan dari segi keuangan corporate, divisi music
mengalami pasang surut yang tidak terlalu mengalami lonjakan penurunan atau kenaikan
yang berarti.
Rekomendasi
1. Strategi Human Resource

Tidak dapat dipungkiri perkembangan jaman sangat mempengaruhi keberlanjutan dari


SME, untuk digital music dapat dikatakan kalah start dari pesaingnya. Diperlukan investasi
Sumber daya manusia yang inovatif terutama pada bidang IT untuk mampu membaca tren
pasar bahkan untuk mampu pengembangan inovasi agar tidak kalah dengan perkembangan
teknologi digital.
2. Strategi Operasional
Tidak lagi mengutamakan dan menganggap bahwa penjualan compact disc akan
memberikan keuntungan jangka panjang. Fokus lebih kepada era digital bagaimana caranya
agar mampu merebut pasar kembali, karena digital music saat ini lebih menjanjikan daripada
penjualan dari hardcopy. Selain itu lebih memperhatikan untuk copyright agar publikasi
music tetap legal, dengan legal tersebut SME akan tetap mendapatkan royalty.
3. Strategi Pemasaran
Melalui perkembangan teknologi informasi, SME dapat memanfaatkan Social Customers
relationship management kepada konsumen. Dengan membuat komunitas pecinta music dan
iklan pada aplikasi aplikasi mobile seperti di Clash of clans yang menjadi mobile
application terpopuler di dunia. Selain itu memanfaatkan aplikasi popular lain seperti
Youtube untuk menampilkan acara yang lebih mengedukasi dan menghibur konsumen.
Selanjutnya untuk pesaing, SME tidak menganggapnya pesaing justru ikut bekerjasama atau
berpartner dengan Universal Music Group dengan membentuk VEVO, hal tersebut juga dapat
dilakukan untuk digital music dengan melakukan kerjasama atau berpartner dengan Pandora
atau spotify.
Dapus
Thompson et al. (2016). Crafting and Executing Strategy The Quest forCompetitive
Advantage Concepts and Cases. Singapore : McGraw Hill.
https://www.sonymusic.com/ diakses tanggal 19 maret 2016
https://id.wikipedia.org/wiki/Sony_Music_Entertainment diakses tanggal 19 maret 2016
https://www.youtube.com/user/VEVO diakses tanggal 20 maret 2016
https://www.youtube.com/user/spotify diakses tanggal 20 maret 2016
http://www.musicbusinessworldwide.com/whos-more-powerful-universal-music-or-sonyatv/
diakses tanggal 20 maret 2016