Anda di halaman 1dari 5

PH METER

Definisi
pH meter adalah alat ukur elektronik yang digunakan untuk mengukur kadar pH
(keasaman atau alkalinitas) dari sebuah cairan (meski probe khusus kadang digunakan untuk
mengukur kadar pH zat setengah padat). Umumnya pH meter terdiri dari probe pengukur
khusus (elektroda kaca) yang terhubung dengan meter elektronik yang mengukur dan
menampilkan hasil pembacaan pH.

Jenis-jenis pH meter
pH meter mulai dari yang sederhana dan murah seperti pena-perangkat rumit dan
mahal untuk instrumen laboratorium komputer dengan antarmuka dan beberapa masukan
untuk indikator (ion-sensitif, redox), referensi electrodes, dan sensor suhu seperti
thermoresistors atau thermocouples. Murah model kadang-kadang memerlukan pengukuran
suhu yang dapat dimasukkan untuk menyesuaikan untuk sedikit variasi di pH yang
disebabkan oleh suhu. Meter probes khusus dan tersedia untuk digunakan dalam aplikasi
khusus, lingkungan yang keras, dll Pocket pH meter yang tersedia untuk beberapa hari ini
puluhan dollar yang secara otomatis memberikan kompensasi untuk suhu (ATC, Suhu
Otomatis Kompensasi)

Prinsip Kerja
Pada prinsipnya pengukuran suatu pH adalah didasarkan pada potensial elektro kimia
yangterjadi antara larutan yang terdapat didalam elektroda gelas (membrane gelas) yang
telahdiketahui dengan larutan yang terdapat diluar elektroda gelas yang tidak diketahui. Hal
inidikarenakan lapisan tipis dari gelembung kaca akan berinteraksi dengan ion hydrogen
yangukurannya relative kecil dan aktif, elektroda gelas tersebut akan mengukur potensial
elektrokimiadari ion hydrogen atau diistilahkan dengan potential of hydrogen. Untuk
melengkapi sirkuitelektrik dibutuhkan suatu elektroda pembanding. Sebagai catatan, alat
tersebut tidak mengukur arus tetapi hanya mengukur tegangan

.
Gambar 1. Skema elektroda pH meter
pH meter akan mengukur potensial listrik (pada gambar alirannya searah jarum jam)
antaramerkuri Cloride (HgCl) pada elektroda pembanding dan potassium chloride (KCl)
yangmerupakan larutan didalam gelas electrode serta potensial antara larutan dan elektroda
perak.Tetapi potensial antara sampel yang tidak diketahui dengan elektroda gelas dapat
berubahtergantung sampelnya, oleh karena itu perlu dilakukan kalibrasi dengan menggunkan
larutanyang equivalen yang lainya untuk menetapkan nilai dari pH.Elektroda pembanding
calomel terdiri dari tabung gelas yang berisi potassium kloride (KCl)yang merupakan
elektrolit yang mana terjadi kontak dengan mercuri chloride (HgCl) diujunglarutan KCl.
Tabung gelas ini mudah pecah sehingga untuk menghubungkannya digunkanceramic berpori
atau bahan sejenisnya.Elektroda semacam ini tidak mudah terkontaminasi olehlogam dan
unsure natrium.Elektroda gelas terdiri dari tabung kaca yang kokoh yang tersambung dengan
gelembung kacatipis yang. Didalamnya terdapat larutan KCl sebagai buffer pH 7.
Elektroda perak yang ujungnyamerupakan perak kloride (AgCl2) dihubungkan
kedalam larutan tersebut. Untuk meminimalisir pengaruh electric yang gak diinginkan, alat
tersebut dilindungi oleh suatu lapisan kertas pelindung yang biasanya terdapat dibagian dalam
elektroda gelas.Pada kebanyakan pH meter modern sudah dilengkapi dengan thermistor
temperature yaitu suatualat untuk mengkoreksi pengaruh temperature. Antara elektroda
pembanding dengan elektrodagelas sudah disusun dalam satu kesatuan.

Gambar 2.Elektroda pH meter modern


Keterangan gambar.:
1. Bagian perasa electrode yang terbuat dari kaca yang sfesifik.
2. Larutan buffer.
3. Cairan HCL.
4.Elektroda ukur yang dilapisi perak.
5. Tabung gelas elektroda.
6.Elektroda referensi.
7. Ujung kawat yang terbuat dari keramik.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan
- Harganya relative lebih murah.
- Pemakaiannya bisa berulang-ulang
- Nilai pH terukur relatif cukupakurat
Kekurangaan
- Perlu dilakukan kalibrasi pada tiap-tiap pH
- Tidak bisa untuk lingkungan dengan suhu tinggi
- Perubahan yang lambat dan berosilasi

PH Meter ini tidak boleh digunakan untuk mengukur cairan sebagaiberikut :


1. Air panas dengan suhu melebihi suhu kamar karena pengukuranmenjadi tidak presisi,
2. Air Es / air dingin dengan suhu dibawah suhu kamar karenapengukuran menjadi tidak presisi

3. Air Payau atau air laut atau air garam karena pembacaan menjadierror, untuk pengukuran air laut ada alat
khusus tersendiri,
4. Air Accu, alkohol atau spirtus dll,
5. Jenis air atau cairan lainnya yang tidak masuk dalam rangepengukuran dari spesifikasi alat ini