P. 1
5.rpjmd09-bab2

5.rpjmd09-bab2

|Views: 511|Likes:
Dipublikasikan oleh teguhsp_tlg

More info:

Published by: teguhsp_tlg on May 06, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/27/2012

pdf

text

original

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

A. Kondisi Geografis 1. Letak Wilayah Kabupaten Temanggung merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah 870,65 Km2. Secara geografis, Kabupaten Temanggung terletak diantara 7°04′ LS – 7°24’ LS (Lintang Selatan) dan 109°55′ BT – 110°19’ BT (Bujur Timur). Di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang, disebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang, disebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Wonosobo dan disebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Magelang.
Gambar 2.1. Peta Administrasi Kabupaten Temanggung

II - 1

Tabel 2.1. Luas dan Batas Wilayah Kecamatan
KECAMATAN Parakan Kledung Bansari Bulu Temanggung Tlogomulyo Tembarak Selopampang Kranggan Pringsurat Kaloran Kandangan Kedu Ngadirejo Jumo Gemawang Candiroto Bejen LUAS DAN BATAS WILAYAH Timur Selatan Kedu Bulu Bulu,Parakan Kab.Magelang Parakan Kledung Temanggung Tlogomulyo Kaloran, Tembarak Kranggan Temanggung Tembarak Kranggan Selopampang Kranggan Pringsurat Kab. Magelang Kab. Semarang Kab. Semarang Kandangan, Kaloran Jumo Gemawang Kandangan, Kab.Smg Gemawang Kab.Semarang Bejen,Wonoboyo Candiroto Kab. Magelang Kab. Magelang Kab. Magelang Temanggung Temanggung Temanggung Bansari Kedu Kedu Jumo Candiroto, Gemawang Wonoboyo Candiroto

Km² 22,23 32,21 22,54 43,04 33,39 24,84 26,84 17,29 57,61 57,27 63,92 78,36 34,96 53,31 29,32 67,11 59,94 68,84

Utara Ngadirejo Bansari Ngadirejo Parakan, Kedu Kedu, Kandangan Bulu Tlogomulyo, Temanggung Tembarak Kaloran Kaloran Kandangan Kab. Semarang Jumo, Gemawang Candiroto Candiroto, Gemawang Semarang Bejen Kab.Kendal

Barat Bansari Kab. Wonosobo Candiroto Kledung Tlogomulyo, Bulu Kab. Magelang Tlogomulyo Tlogomulyo Temanggung Kranggan Kranggan Kedu Parakan, Bulu Candiroto Ngadirejo Candiroto, Jumo Wonoboyo Tretep, Kab.Kendal Kab.Wonosobo Kab.Wonosobo

Tretep 33,65 Kab.Kendal Wonoboyo 43,98 Tretep Sumber : Temanggung Dalam Angka 2008

Secara

Administratif

Kabupaten

Temanggung

terdiri

dari

20

Kecamatan, 266 desa dan 23 kelurahan, dengan 1.584 dusun/lingkungan. Luas wilayah per kecamatan dan batas wilayahnya dapat dilihat pada tabel 2.1. 2. Topogafi Wilayah Kabupaten Temanggung sebagian besar merupakan dataran pada ketinggian antara 500 – 1.450 meter diatas permukaan laut. Sedangkan yang berada diatas ketinggian tersebut merupakan pegunungan yaitu pada lereng Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Karakteristik topografi terkait dengan ketinggian tempat, wilayah Kabupaten Temanggung terbagi kedalam 5 kelas ketinggian yaitu 400-500 meter dpl, 500-750 meter dpl, 750-1000 meter dpl, 1000-1500 meter dpl dan 1500-3000 meter dpl (tabel 2.2).

II - 2

Tabel 2.2. Luas Wilayah Berdasarkan Ketinggian dari Permukaan Air Laut (Ha)
400-500 (m dpl) 2.055 533 66 618 977 4.219 8.468 500-750 (m dpl) 103 818 7.079 1.548 4.610 3.522 7.768 3.633 4.095 2.935 83 36.194 750-1000 (m dpl) 1.208 1.915 502 852 1.052 2.433 1.529 330 2.138 2.612 3.504 2.004 20.079 1000-1500 (m dpl) 2.375 1.824 210 890 237 1.979 470 3.461 11.446 1500-3000 (m dpl) 1.510 923 286 477 1.012 613 1.608 6.429 Jumlah luas Wilayah 5.196 5.480 10.132 4.300 5.728 6.192 9.915 3.963 7.210 5.603 11.741 7.156 82.616

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Kecamatan Parakan1) Bulu Temanggung2) 3) Tembarak Pringsurat Kaloran Kandangan Kedu 4) Jumo Ngadirejo 5) Candiroto 6) Tretep Jumlah

Sumber : Temanggung Dalam Angka 2008 Keterangan : 1) Termasuk wilayah Kecamatan Bansari dan Kecamatan Kledung 2) Termasuk wilayah kecamatan Kranggan dan Kecamatan Tlogomulyo 3) Termasuk wilayah Kecamatan Selopampang 4) Termasuk wilayah Kecamatan Gemawang 5) Termasuk wilayah Kecamatan Bejen 6) Termasuk wilayah Kecamatan Wonoboyo

Sedangkan untuk kemiringan lahan, dibedakan menjadi 4 kelas kemiringan yaitu datar (0-2%) dengan luas 968 Ha (1,17%), bergelombang (2-15 %) dengan luas 32.492 Ha (39,31%), curam (15-40 %) dengan luas 31.232 Ha (37,88%) dan kemiringan sangat curam (>40 %) dengan luas 17.983 Ha (21,64). 3. Jenis Tanah Jenis tanah di Kabupaten Temanggung dan sebarannya adalah sebagai berikut : - Latosol Coklat seluas 26.563,47 Ha (32,13%) membentang di tengahtengah wilayah Kabupaten Temanggung dari arah barat laut ke tenggara. - Latosol Coklat-kemerahan seluas 7.879,93 Ha (9,53%) membentang di bagian timur ke tenggara. - Latosol Merah-kekuningan seluas 29.209,08 Ha (35,33%) membentang di bagian timur dan barat. - Regosol seluas 16.873,97 Ha (20,14%) membentang sebagian di sekitar sungai Progo dan lereng-lereng terjal. - Andosol seluas 2.149,55 Ha (2,60%) membentang di aluvial antar bukit.

II - 3

4. Penggunaan Lahan Penggunaan lahan di Kabupaten Temanggung adalah untuk sawah seluas 20.634 Ha terbagi menjadi sawah irigasi seluas 19.693 Ha dan sawah tadah hujan seluas 941 Ha, bangunan seluas 9.274 Ha, Tegal/huma seluas 28.093, kolam/empang seluas 31 Ha, hutan negara/rakyat seluas 16.117 Ha, perkebunan negara/swasta seluas 10.816 Ha dan untuk lahan lainnya seluas 2.100 Ha.
Tabel 2.3. Luas Penggunaan Lahan Menurut Kecamatan (Ha) Kecamatan
Parakan Kledung Bansari Bulu Temanggung Tlogomulyo Tembarak Selopampang Kranggan Pringsurat Kaloran Kandangan Kedu Ngadirejo Jumo Gemawang Candiroto Bejen Tretep Wonoboyo

Jumlah

Lahan Sawah 1.223 247 619 1.364 1.890 385 752 790 1.425 639 1.436 1.516 2.190 1.505 1,279 643 1.195 678 57 802 20.634

Bukan Lahan Sawah 1.000 2.974 1.635 2.940 1.449 2.099 1.932 939 4.336 5.088 4.956 6.320 1.306 3.826 1.654 6.068 4.799 6.206 3.308 3.596 66.431

Jumlah 2.223 3.221 2.254 4.304 3.339 2.484 2.684 1.729 5.761 5.727 6.392 7.836 3.496 5.331 2.932 6.711 5.994 6.884 3.365 4.398 87.065

Prosentase 2,55 3,70 2,59 4,94 3,84 2,85 3,08 1,99 6,62 6,58 7,34 9,00 4,02 6,12 3,37 7,71 6,88 7,91 3,86 5,05 100,00

Sumber : Temanggung Dalam Angka 2008

Gambar 2.2. Luas Penggunaan Lahan Sawah Menurut Jenis Pengairan

941 3.525

4.641

2.989 8.538

Pengairan teknis Pengairan Sederhana Non PU

Pengairan setengah Teknis Tadah Hujan

Pengairan Sederhana PU

II - 4

Tabel 2.4. Luas Penggunaan Lahan Sawah Menurut Jenis Pengairan per Kecamatan (Ha)
Pengairan teknis Pengaira n setenga h Teknis Pengairan Sederhana PU Pengairan Sederhana Non PU Tadah Hujan

Kecamatan

Jumlah

Parakan Kledung Bansari Bulu Temanggung Tlogomulyo Tembarak Selopampang Kranggan Pringsurat Kaloran Kandangan Kedu

417 170 684 292 372 512 284 197 188 1.162

637 17 396 588 530 268 302 301 142 111 889 232 931

75 100 113 546 164 103 93 80 37 277 346 59

91 130 511 14 65 96 682 63 532 36 73 178 533 10 511
3.525

3 110 60 1 21 9 144 73 218 2 28 124 28 115 5
941

1.223 247 619 1.364 1.890 385 752 790 1.425 639 1.436 1.516 2.190 1.505 1.278 643 1.195 678 57 802
20.634

Ngadirejo 164 966 375 Jumo 199 861 190 Gemawang 198 248 Candiroto 965 24 Bejen 30 Tretep 47 Wonoboyo 157 129 Jumlah 4.641 8.538 2.989 Sumber : Temanggung Dalam Angka 2008

Tabel 2.5. Luas Penggunaan Lahan Bukan Sawah Menurut Kecamatan (Ha)
Kecamatan Lahan untuk bangunan Tegal/ Huma Kolam/ Empang Hutan Negara/ Rakyat Perkebunan Negara/ Swasta Lainnya

Parakan Kledung Bansari Bulu Temanggung Tlogomulyo Tembarak Selopampang Kranggan Pringsurat Kaloran Kandangan Kedu Ngadirejo Jumo Gemawang Candiroto Bejen Tretep Wonoboyo Jumlah

313 138 134 372 847 239 290 214 797 1.177 689 994 492 313 365 451 447 509 188 305 9.274

473 2.124 826 2.095 315 1.615 906 561 2.490 1.770 2.560 1.528 446 1.270 125 1.763 1.944 1.653 2.204 1.425 28.093

1 3 7 1 2 3 12 2 31

135 680 647 411 14 190 640 115 590 22 727 50 2.174 325 1.544 2.308 3.547 887 1.111 16.117

16 27 9 62 29 697 1.375 1.590 2.629 230 14 791 2.190 439 718 10.816

62 32 1 59 257 54 32 17 352 176 95 442 76 55 48 120 100 58 29 35 2.100

Sumber : Temanggung Dalam Angka 2008

II - 5

Gambar 2.3. Luas Penggunaan Lahan Bukan Sawah

2.100 10.816

9.274

16.117 28.093 31

Lahan untuk bangunan Hutan Negara/ Rakyat

Tegal/ huma Perkebunan Negara/ Swasta

Kolam/ Empang Lainnya

Berdasarkan data tersebut diatas maka penggunaan lahan di kabupaten Temanggung paling luas adalah penggunaan lahan untuk tegalan/huma (32,27%), sedangkan paling kecil penggunaannya adalah untuk kolam/empang. 5. Keadaan Iklim Kabupaten Temanggung memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Musim kemarau terjadi antara bulan April sampai dengan September sedangkan musim penghujan terjadi antara bulan Oktober sampai dengan bulan Maret dengan curah hujan pada umumnya tinggi. Pada tahun 2007 curah hujan di kabupaten Temanggung berkisar antara 1000-3100 mm pertahun. Curah hujan pada dataran rendah relatif lebih kecil dibandingkan pada dataran tinggi. Wilayah Kabupaten Temanggung pada umumnya berhawa dingin dengan udara pegunungan pada kisaran suhu antara 20-30oC. Daerah berhawa dingin utamanya di kecamatan Tretep, Bulu, Tembarak, Ngadirejo dan Candiroto (pada lereng gunung Sumbing/3.260m dpl dan gunung Sindoro/3.151m dpl). 6. Tata Ruang Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Temanggung Nomor 5 Tahun 2008 tentang Tata Ruang disebutkan bahwa Kabupaten Temanggung dibagi dalam 5 (lima) struktur ruang wilayah berdasarkan arahan pengembangan sistem pusat permukiman perdesaan dan sistem pusat

II - 6

permukiman perkotaan serta arahan sistem prasarana wilayah. Struktur ruang wilayah sebagaimana dimaksud terdiri dari : a. Pusat Kegiatan Lokal (PKL) meliputi seluruh wilayah kecamatan Temanggung. b. Pusat Kegiatan Lokal (PKL) I meliputi seluruh wilayah kecamatan Parakan, Ngadirejo, Kranggan, Pringsurat dan Kedu. c. Pusat Kegiatan Lokal d. Pusat Kegiatan Lokal (PKL) II meliputi seluruh wilayah kecamatan (PKL) III meliputi seluruh wilayah kecamatan Kandangan, Kledung, Bulu, Candiroto, dan Selopampang. Bejen, Jumo, Tlogomulyo, Tembarak dan Kaloran, dan e. Pusat Kegiatan Lokal (PKL) IV meliputi seluruh kecamatan Gemawang, Wonoboyo, Bansari, dan Tretep. Berdasarkan pemanfaatannya ruang wilayah dibagi menjadi 2 (dua) besar yaitu Kawasan Budidaya dan Kawasan Lindung. Kawasan lindung adalah kawasan yang berfungsi melindungi kelestarian lingkungan Hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan. Mengingat posisi geografis Kabupaten Temanggung yang berada di wilayah atas maka Kawasan lindung ini hampir meliputi seluruh wilayah. Kawasan ini terdiri dari : a. Kawasan yang memberikan perlindungan bagi kawasan bawahannya. b. Kawasan perlindungan setempat. c. Kawasan rawan bencana alam, dan d. Kawasan cagar alam dan cagar budaya. Sedangkan Kawasan budidaya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya buatan. Kawasan budidaya ini meliputi: a. Kawasan pertanian yang terdiri dari : 1). Kawasan pertanian lahan basah dikembangkan di kecamatan Kedu, Temanggung, Selopampang, Parakan, Bulu, Tembarak, Kranggan, Pringsurat, Kandangan, Ngadirejo, dan Jumo. 2). Kawasan pertanian lahan kering dikembangkan pada daerah yang tidak terjangkau jaringan irigasi, bukan hutan lindung atau kemiringan lereng kurang dari 40 % dan terdapat pada seluruh kecamatan pada lahan yang sesuai.

II - 7

3). Kawasan perikanan diprioritaskan dikembangkan di daerah yang tersedia pasokan air yang cukup dan diarahkan ke kecamatan Temanggung, Bulu, Tlogomulyo, Tembarak, Parakan, Wonoboyo, dan Selopampang, dan 4). Kawasan peternakan diprioritaskan dikembangkan di kecamatan Kaloran, Kandangan, Kranggan, Jumo, Kedu, Bejen, Pringsurat, dan Gemawang. b. Kawasan agropolitan, dikembangkan pada daerah perdesaan yang berbasis pertanian dan memiliki embrio sistem jaringan prasarana kawasan agropolitan yaitu pada wilayah Kledung, Pringsurat, Selopampang dan Gemawang dengan ditunjang wilayah sekitarnya sebagai hinterland. c. Kawasan pemukiman sebagaimana dikembangkan di daerah yang datar, bukan lahan irigasi teknis, bukan kawasan lindung, aksesibilitas baik dan tersedia air bersih. d. Kawasan hutan kota dikembangkan di 7 (tujuh) lokasi di kecamatan Temanggung meliputi kelurahan Manding, Sidorejo, Walitelon Utara, Walitelon Selatan, Madureso, Kowangan, dan Kertosari. e. Kawasan perdagangan dikembangkan di kecamatan Temanggung, Parakan, Selopampang, Kranggan, Ngadirejo, Pringsurat, Kandangan, Kaloran, dan Gemawang. f. Kawasan industri dikembangkan pada daerah yang kurang subur, bukan sawah irigasi teknis, bukan hulu sungai, dengan kemiringan lereng kurang dari 40% kawasan ini diarahkan di kecamatan Pringsurat dan Kranggan. g. Kawasan pergudangan dikembangkan untuk mendukung kawasan pertanian dan perdagangan diarahkan di kecamatan Bulu, dan untuk mendukung kawasan industri diarahkan di kecamatan Kranggan dan Pringsurat. h. Kawasan pariwisata diarahkan pada kawasan sebagai berikut : 1). Pengembangan kawasan Pikatan sebagai taman rekreasi dengan obyek pendukung Taman Kartini dan monumen Bambang Sugeng. 2). Pengembangan kawasan pendakian gunung dan agrowisata/rest area Kledung Pass dengan obyek pendukung monumen meteorit, candi dan prasasti Gondosuli, candi Pringapus, dan mata air Jumprit, dan

II - 8

3). Pengembangan kawasan rest area Ngipik dan pasar buah Pingit kecamatan Soropadan. Disamping hal-hal tersebut diatas ditetapkan pula kawasan strategis yang terdiri dari: a. Pengembangan kawasan wisata dan rest area di kawasan Kledung dan kawasan Pringsurat. b. Pengembangan kawasan industri di kecamatan Kranggan dan kecamatan Pringsurat. B. Perekonomian Daerah 1. Indikator Makro Ekonomi Tingkat perkembangan makro ekonomi Kabupaten Temanggung dapat dilihat dari indikator-indikator makro ekonomi yaitu PDRB, PDRB per kapita, pertumbuhan ekonomi, dan inflasi. Perkembangan PDRB Kabupaten Temanggung selama 5 tahun terakhir sebagai berikut:
Tabel 2.6. Perkembangan PDRB Tahun 2003-2007
PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Perkembangan Jutaan Rp. (%) PDRB Atas Dasar Harga Konstan Perkembangan Jutaan Rp. (%)

Pringsurat

dengan

obyek

pendukung

agrowisata

TAHUN

2003 2.311.178,83 2004 2.541.689,78 2005 2.816.682,42 2006 3.210.684,17 2007 3.645.351,52 Sumber : BPS Kab. Temanggung

138,99 152,86 169,39 193,09 219,23

1.845.221,74 1.917.584,34 1.994.172,58 2.060.140,22 2.143.221,21

110,95 115,32 119,93 123,89 128,88

Dari tabel tersebut diatas menunjukkan adanya peningkatan PDRB pada setiap tahunnya. Selanjutnya apabila dilihat dari pertumbuhan ekonomi daerah, secara umum kinerja perekonomian Kabupaten Temanggung selama 5 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Kabupaten Temanggung mengalami fluktuasi antara 3,31%-4,03%.

II - 9

Gambar 2.4. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Temanggung Tahun 2003-2007
4,50

PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN TEMANGUNG TAHUN 2003-2007
3,92 3,99 4,03

4,00 3,37 3,31

3,50

3,00

2,50

2,00

2003

2004

2005

2006

2007

Dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi daerah Provinsi Jawa Tengah maka selama 5 tahun terakhir tingkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Temanggung masih rendah.
Tabel 2.7. Pertumbuhan Ekonomi Daerah
TAHUN Pertumbuhan Ekonomi (%) Temanggung Jawa Tengah

2003 2004 2005 2006 2007

3,37 3,92 3,99 3,31 4,03

4,98 5,15 5,35 5,33 5,59

Sumber : BPS Kab. Temanggung

Apabila dibandingkan dengan tahun 2005 yang mencapai 3,99% dan tahun 2006 yang menurun pada angka 3,31%, terlihat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Temanggung tahun 2007 mengalami kenaikan sebesar 4,03%. Kenaikan pertumbuhan ekonomi ini antara lain disebabkan adanya pertumbuhan yang cukup signifikan pada sektor-sektor utama PDRB Kabupaten Temanggung yaitu pertanian, industri pengolahan, perdagangan dan jasa-jasa, masing-masing diatas angka 3%. Pertumbuhan sektor-sektor ekonomi di Kabupaten Temanggung selama 3 tahun terakhir adalah sebagai berikut :

II - 10

Tabel 2.8. Laju pertumbuhan PDRB Kabupaten Temanggung Sektor Tahun ( %) 2006

2005

2007

1. Pertanian 2. Pertambangan dan penggalian 3. Industri Pengolahan 4. Listrik 5. Bangunan 6. Perdagangan 7. Pengangkutan 8. Lembaga Keuangan 9. Jasa-jasa Jumlah
Sumber: BPS Kab.Temanggung

5,13 7,13 3,69 9,98 2,38 5,44 6,09 1,76 0,18 3,99

1,44 -1,18 4,63 2,46 4,29 4,80 4,26 3,20 3,69 3,31

4,06 - 0,25 3,26 8,63 3,11 4,61 6,60 3,95 3,84 4,03

Gambar 2.5. Pertumbuhan PDRB Sektoral Kabupaten Temanggung Tahun 2007
PERTUMBUHAN PDRB SEKTORAL KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2007

Listrik 8,63

Pengangkutan 6,60

Perdagangan 4,61 Pertanian 4,06

Industri; 3,26

Keuangan 3,95 Jasa-jasa 3,84

pertambangan; -0,25

Bangunan 3,11

Struktur perekonomian daerah di Kabupaten Temanggung pada periode tahun 2005-2007 masih didominasi oleh sektor pertanian dimana pada tahun 2007 kontribusinya mencapai 31,75%, diikuti sektor industri pengolahan sebesar 19,52%, sektor perdagangan sebesar 16,74%, dan sektor jasa-jasa sebesar 14,33%. Struktur PDRB secara lengkap dapat dilihat pada tabel berikut ini:

II - 11

Tabel 2.9. Struktur PDRB Kabupaten Temanggung Tahun 2005-2007 Sektor Tahun (dalam %) 2006 2007

2005

1. Pertanian 2. Pertambangan/penggalian 3. Industri Pengolahan 4. Listrik dan air bersih 5. Bangunan 6. Perdagangan 7. Pengangkutan 8. Lembaga Keuangan 9. Jasa-jasa Jumlah

29,57 1,37 19,89 1,21 5,69 16,46 6,09 4,48 15,21 100,00

30,48 1,26 19,85 1,10 5,72 16,67 5,86 4,31 14,75 100,00

31,74 1,17 19,52 1,07 5,61 16,74 5,63 4,19 14,33 100,00

Sumber data: BPS Kabupaten Temanggung

Gambar 2.6. Struktur PDRB Sektoral Kabupaten Temanggung Tahun 2007
STRUKTUR PDRB KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2007

Per ta ni a n 31,75%

Industr i 19,52%

P er da ga nga n 16,74%

Li str i k 1,06% per ta mba ng an 1,17% Keua nga n 4,20% Ba nguna n 5,61% Penga ngk ut an 5,62%

Ja sa -j a sa 14,33%

Laju inflasi menunjukkan perkembangan indeks harga konsumen atau mencerminkan kestabilan nilai tukar rupiah, artinya apabila dalam suatu periode tertentu tidak terjadi perubahan harga pada semua komoditas barang dan jasa di tingkat konsumen, maka pada periode tersebut apabila konsumen membelanjakan uangnya dalam besaran yang sama akan mendapatkan barang dan jasa dalam jumlah maupun kualitas yang sama pula. Sebaliknya apabila terjadi kenaikan harga barang dan jasa pada periode tertentu, maka barang dan jasa yang diterima secara kuantitatif akan berkurang atau jumlah yang diterima sama namun secara kualitas lebih rendah.

II - 12

Pentingnya kestabilan harga dan pengendalian inflasi didasarkan pada pertimbangan bahwa inflasi yang tinggi dan tidak stabil akan memberikan dampak negatif pada kondisi sosial ekonomi masyarakat. Inflasi yang tinggi menyebabkan daya beli masyarakat masyarakat. Perkembangan inflasi di Kabupaten Temanggung, dibandingkan dengan Provinsi Jawa Tengah dan nasional selama 5 (lima) tahun terakhir adalah sebagai berikut :
Tabel 2.10. Perkembangan Laju Inflasi Tahun Temanggung Jawa Tengah Nasional

turun, sehingga standar

hidupnya turun dan akhirnya semakin menambah berat beban ekonomi

2003 2004 2005 2006 2007

3,94 6,47 15,36 7,33 6,89

4,19 4,76 15,17 6,53 6,24

5,06 6,40 16,16 6,60 6,59

Sumber : BPS Kab. Temanggung

Dari tabel diatas terlihat bahwa upaya menekan angka inflasi agar tidak menembus angka 2 digit pada tahun 2007 nampaknya terwujud, yaitu hanya sebesar 6,89%, dan lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 7,33%. Dibanding dengan angka inflasi Jawa Tengah yang mencapai nilai sebesar 6,24% dan inflasi nasional sebesar 6,59% maka angka inflasi Temanggung sedikit lebih tinggi. Dari hasil analisis terhadap perkembangan inflasi maka secara umum sepanjang tahun 2007 tiap bulannya selalu mengalami inflasi namun masih dalam besaran yang wajar. Deflasi hanya terjadi pada bulan April dan Mei dengan nilai yang tidak terlalu besar yaitu 0,53% pada bulan April dan 0,03% pada bulan Mei. Inflasi tertinggi terjadi pada bulan Pebruari sebesar 1,31%, disusul bulan September sebesar 1,18%. Di delapan bulan lainnya besaran angka inflasi cukup variatif namun masih bisa ditekan sehingga tidak melebihi angka 1% dan mencapai angka inflasi terendah pada bulan Nopember yaitu hanya sebesar 0,09%. Analisis pada 7 (tujuh) kelompok pengeluaran menunjukkan besarnya laju inflasi menurut kelompok pengeluaran sebagai berikut :

II - 13

-

Kelompok Bahan Makanan sebesar 16,87% Kelompok Makanan Jadi sebesar 3,84% Kelompok Perumahan sebesar 4,66% Kelompok Sandang sebesar 8,72% Kelompok Kesehatan sebesar 3,30% Kelompok Pendidikan sebesar 4,80% Kelompok Transportasi sebesar 2,37%.

Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan dan yang terrendah terjadi pada kelompok transportasi. 2. Pertanian dan Perkebunan Sebagai daerah agraris, Kabupaten Temanggung memiliki berbagai potensi baik pertanian, peternakan, perikanan maupun perkebunan. Komoditas utama pada budidaya pertanian terdiri dari padi, palawija, dan hortikultura. Luas panen dan produksi selama 3 (tiga) tahun terakhir sebagai berikut:
Tabel 2.11. Luas Panen Padi dan Palawija Komoditas 2005 Luas Panen (Ha) 2006 2007

Padi Jagung Kedelai Kacang tanah Ubi kayu
Sumber: Dinas Pertanian

28.362 41.767 111 3.425 5.235

31.335 32.313 39 2.986 3.792

32.016 36.850 57 3.292 3.390

Tabel 2.12. Produksi Padi, Palawija dan Hortikultura Komoditas 2005 Produksi (Ton) 2006 2007

Padi Jagung Kedelai Kacang tanah Ubi kayu Cabe Kobis Kelengkeng

143.796 135.744 202 6.884 103.601 115.748 106.488 26.911

148.343 106.566 58 5.186 81.498 90.228 94.758 24.982

190.933 149.151 60 7.077 62.375 76.028 102.211 13.603

Sumber: Dinas Pertanian

II - 14

Potensi perkebunan utama meliputi tembakau, kopi, kakao, panili dan kelapa. Luas areal dan produksi perkebunan adalah sebagai berikut :
Tabel 2.13. Luas Areal Tanaman Perkebunan Komoditas 2005 Luas Areal Tanam (Ha) 2006 2007 2008

Tembakau Kopi Robusta Kopi Arabika Kakao Panili Kelapa

14.548,00 9.160,97 1.452,58 103,75 73,08 2.039,62

9.326,00 9.113,85 1.404,29 670,88 71,12 2.003,86

13.039,90 9.316,19 918,19 476,40 80,70 1.964,96

11.440,00 9.273,00 966,20 525,60 80,50 1961,50

Sumber: Dinas Hutbun dan KSDA Tabel 2.14. Produksi Tanaman Perkebunan Komoditas 2005 Produksi (Ton) 2006 2007 2008

Tembakau Kopi Robusta Kopi Arabika Kakao Panili Kelapa

3.915,05 4.594,58 200,21 52,43 7,58 910,60

4.260,00 4.725,22 201,03 40.68 10.22 911,54

8.019,44 5.741,63 504,44 43,48 14,87 871,51

5.012,60 5.508,10 365,10 44,70 22,30 893,60

Sumber: Dinas Hutbun dan KSDA

Potensi peternakan di Kabupaten Temanggung terdiri dari ternak besar, ternak kecil maupun unggas. Sedangkan potensi perikanan utamanya ikan nila, karper dan lele.
Tabel 2.15. Populasi Ternak Populasi (Ekor) 2005 2006 2007 Kambing 53.464 53.674 55.405 Domba 212.202 212.267 250.089 Ayam Buras 1.641.672 1.642.002 1.639.702 Ayam Ras Petelur 593.118 642.500 663.152 Sapi Potong 13.701 13.780 13.805 Burung Puyuh 50.125 50.375 48.875 Sapi perah 128 174 141 Kerbau 1.617 1.625 1.632 Sumber: Dinas Pertanian Komoditas Tabel 2.16. Produksi Daging 2005 Ternak Besar 437.225 Ternak Kecil 588.056 Unggas 7.112.764 Sumber: Dinas Pertanian Komoditas Produksi (kg) 2006 2007 439.415 448.850 590.996 346.750 7.148.328 7.235.603

II - 15

Tabel 2.17. Produksi Telur Produksi (butir) 2005 2006 2007 Ayam Ras 81.649.312 82.057.558 71.620.416 Ayam Kampung 61.729.660 62.038.308 21.641.426 Itik 9.533.584 6.552.651 8.505.336 Puyuh 9.367.900 9.396.000 6.842.500 Sumber: Dinas Pertanian Komoditas Tabel 2.18. Produksi Ikan Konsumsi Komoditas Produksi (Kw) 2006 2007 6.180,40 7.542,67 2.305,67 3.811,90 2.377,23 3.245,49 681,65 763,70 11.544,95 15.363,76

2005 Ikan Mas 5.750,94 Ikan Lele 929,37 Ikan Nila 1.545,48 Lain-lain 596,97 Jumlah 8.822,76 Sumber: Dinas Pertanian

2008 9.837,98 4.333,87 4.046,49 308,24 18.526,58

3. Penanaman Modal Perkembangan penanaman modal di Kabupaten Temanggung selama 3 tahun terakhir menunjukkan adanya peningkatan, khususnya pada PMDN dan Non Fasilitas sebagaimana Tabel berikut ini.
Tabel 2.19. Jumlah Perusahaan PMA/PMDN/Non Fasilitas Tahun PMA PMDN Non Fasilitas

2005 2006 2007

1 1 1

3 5 5

9 15 92

Sumber: Bagian Penanaman Modal Setda

Sedangkan perkembangan jumlah perusahaan, nilai investasi dan tenaga kerja yang diserap adalah sebagai berikut:
Tabel 2.20. Jumlah Perusahaan, Nilai Investasi dan Jumlah Tenaga Kerja Tahun Jumlah Perusahaan Nilai Investasi (Juta Rupiah) Tenaga Kerja

2005 2006 2007

14.805 14.734 14.907

120.279,93 120.810,00 146.837,90

61.189 61.273 61.759

Sumber: Bagian Penanaman Modal Setda

II - 16

4. Industri Perkembangan industri di Kabupaten Temanggung selama beberapa tahun terakhir dapat disajikan pada tabel berikut ini :
Tabel 2.21. Perkembangan Industri No. 1. KELOMPOK INDUSTRI 2005 2006 2007

Industri Kecil & Rumah Tangga 14.766 - Unit Usaha 54.883 - Tenaga Kerja (org) 2. Industri Besar 11 - Unit Usaha 5.340 - Tenaga Kerja (org) 3. Industri Sedang 28 - Unit Usaha 966 - Tenaga Kerja (org) Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan

14.695 54.849 11 5.465 28 959

14.868 82.966 12 6.143 27 701

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa kelompok industri kecil dan rumah tangga cukup berkembang selama 3 tahun terakhir baik dari jumlah unit usahanya maupun tenaga kerja yang terserap didalamnya. Kelompok industri ini tersebar di perkotaan maupun perdesaan. Beberapa industri yang berkembang antara lain industri makanan, pakaian jadi, kerajinan, batu bata dan genteng. Nilai produksi dan nilai produksi sebagaimana tabel berikut ini:
Tabel 2.22. Nilai Investasi dan Nilai Produksi Industri No 1. Jumlah Tahun 2006 120.810,00 2007 146.838,9

2.

2003 2004 2005 Nilai 470.119,00 508.486,31 120.279,93 Investasi (Juta Rp.) Nilai 937.847,05 971.173,77 318.606,49 Produksi (Juta Rp.) Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan

392.480,98

555.390,65

Kelompok industri besar relatif tetap yaitu sebagian besar bergerak di bidang pengolahan kayu. Namun demikian penyerapan tenaga kerjanya terus meningkat.

II - 17

Tabel 2.23. Jumlah Tenaga Kerja Industri No Kelompok Industri Tahun 2003 2004 2005 2006 2007

1. 2. 3.

Industri Besar Industri Sedang Industri Kecil & Rumah Tangga Jumlah

4.765 947 54.063 59.775

4.765 1.027 55.039 60.831

5.340 966 54.883 61.189

5.465 959 54.849 61.273

6.143 701 82.966 89.810

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan

5. Perdagangan Sarana perdagangan yang ada terdiri dari 6 pasar daerah dan 26 pasar desa. Sarana perdagangan tersebut tersebar di semua wilayah kecamatan sebagai sarana transaksi berbagai produk, utamanya dari sektor pertanian. Keberadaan sarana perdagangan tersebut sangat menunjang kegiatan perekonomian di suatu daerah yang pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta menambah tingkat kesejahteraan masyarakat. Dari segi ekspor ada perkembangan yang cukup menggembirakan disektor perdagangan Kabupaten Temanggung. Pada tahun 2007 Pemerintah Kabupaten Temanggung telah berhasil menfasilitasi kelompok tani dan pedagang kopi melalui kerjasama dengan Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jawa Timur sebanyak 102.562,5 ton dengan nilai jual Rp.1.672.641.700,-. Disamping itu juga telah dilaksanakan ekspor perdana ke Amerika melalui pintu Jawa Timur sebanyak 34,2 ton dengan nilai jual Rp. 547.200.000,Sedangkan perkembangan pasar desa pada akhir tahun 2007 sejumlah 26 unit yang perlu terus dikembangkan.

II - 18

Tabel 2.24. Data Pasar Desa Kabupaten Temanggung KECAMATAN JUMLAH (Unit)

Selopampang Bulu Gemawang Tembarak Pringsurat Kaloran Kandangan Jumo Temanggung Kranggan Bejen Tlogomulyo Kledung Kedu Candiroto Wonoboyo Tretep Jumlah

1 1 2 1 2 3 4 1 1 1 2 1 1 1 2 1 1 26

Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan

6. Koperasi Gerakan koperasi di Kabupaten Temanggung yang tidak lepas dari peran serta pemerintah telah menunjukkan kemajuan. Adanya peningkatan nilai kepercayaan masyarakat untuk menggunakan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat. Berbagai program yang telah dilakukan antara lain program peningkatan kemampuan melalui pendidikan dan pelatihan baik pelatihan Manajemen Kelembagaan Organisasi, Manajemen Usaha dan Administrasi Keuangan juga program penguatan modal bergulir pada koperasi. Peningkatan dan perkembangan perkoperasian di Kabupaten Temanggung terlihat dari jumlah koperasi yang ada yaitu pada tahun 2006 ada 431 unit dan tahun 2007 jumlah koperasi ada 438 unit (316 unit koperasi aktif dan 122 unit koperasi tidak aktif) atau ada peningkatan 1,60%. Sementara itu jumlah anggota koperasi pada tahun 2006 sejumlah 104.525 orang dan pada tahun 2007 menjadi 106.604 orang atau meningkat 1,94%.

II - 19

7. Pariwisata Kabupaten Temanggung belum menjadi daerah tujuan wisata utama, tetapi berada pada jalur wisata antara Magelang (Borobudur) dengan Wonosobo (Dieng). Oleh karena itu perlu adanya upaya pengembangan wisata dengan memanfaatkan kondisi geografis tersebut baik wisata alam, wisata budaya maupun wisata buatan. Beberapa obyek wisata yang ada antara lain pemandian Pikatan, Taman Tirto Asri, wisata alam dan religi Jumprit, Curug Surodipo, Curug Onje, Curug Lawe, Walitis, Goa Lawa, Candi Pringapus, Monumen Batu Meteor, pendakian gunung Sumbing dan gunung Sindoro, pemandangan alam Kledung Pass. Dukungan hotel atau penginapan perlu dikembangkan sejalan dengan pengembangan obyekobyek wisata dimaksud. Data pariwisata daerah sebagaimana tabel berikut ini:
Tabel 2.25. Jumlah Pengunjung Obyek Wisata Jumlah Pengunjung Obyek Wisata 2003 2004 2005 2006 2007

1. Pikatan 2. T. A Kowangan

62.416 27.833

53.264 24.375

50.014 31.533

52.749 29.261

54.063 32.832

Sumber : Dinas Perhubungan dan Pariwisata Tabel 2.26. Jumlah Hotel dan penginapan (Hunian) No Tahun Jumlah Hotel Hunian

1 2 3 4

2004 2005 2006 2007

8 8 7 6

49.043 42.207 40.445 50.080

Sumber : Dinas Perhubungan dan Pariwisata

8. Energi dan Sumber Daya Mineral Sumberdaya alam khususnya mineral belum banyak yang diusahakan karena tidak semua mempunyai nilai ekonomis untuk ditambang, seperti diatomae di Kecamatan Pringsurat. Sumberdaya mineral yang selama ini dilakukan penambangan terbatas pada galian golongan C, utamanya pasir dan batu. Demikian juga untuk pemanfaatan energi alternatif belum banyak

II - 20

dikembangkan namun sudah terdapat beberapa desa pilot project untuk pemanfaatan biogas sebagai salah satu sumber energi alternatif. C. Sosial Budaya 1. Demografi Pada tahun 2008 jumlah penduduk Kabupaten Temanggung adalah 709.343 jiwa yang terdiri dari 353.371 laki-laki dan 355.972 perempuan. Jumlah penduduk ini apabila dibandingkan dua tahun sebelumnya mengalami pertambahan yaitu pada tahun 2004 tercatat 683.540 jiwa dan pada tahun 2005 tercatat 693.343 jiwa. Pertumbuhan dari tahun 2005 ke 2006 sebesar 1,44%.
Tabel 2.27. Jumlah Penduduk berdasarkan Jenis Kelamin
Kecamatan Jumlah Penduduk (Jiwa) Laki-laki Perempuan

Jumlah

Parakan Kledung Bansari Bulu Temanggung Tlogomulyo Tembarak Selopampang Kranggan Pringsurat Kaloran Kandangan Kedu Ngadirejo Jumo Gemawang Candiroto Bejen Tretep Wonoboyo Jumlah

24.212 13.002 11.077 21.312 37.671 10.210 13.752 8.899 20.939 22.330 21.201 23.031 25.397 25.715 13.583 14.413 15.595 9.815 9.487 11.730 353.371

24.368 13.084 11.147 21.448 38.231 10.285 13.842 8.958 21.073 22.477 21.338 23.178 25.561 25.876 13.665 14.502 15.704 9.877 9.549 11.809 355.972

48.580 26.086 22.224 42.760 75.902 20.495 27.594 17.857 42.012 44.807 42.539 46.209 50.958 51.591 27.248 28.915 31.299 19.692 19.036 23.539 709.343

Sumber : Temanggung Dalam Angka 2008

Tingkat kepadatan penduduk di Kabupaten Temanggung yang menunjukkan jumlah penduduk suatu daerah setiap kilometer persegi (Km2) dapat dilihat dari pada tabel berikut ini:

II - 21

Tabel 2.28. Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Luas (Km2) Jumlah Penduduk Kepadatan Penduduk Per Km2 2.185 810 986 993 2.273 825 1.028 1.033 729 782 666 590 1.458 968 929 431 522 286 566 535 815

Kecamatan

Parakan 22,23 Kledung 32,21 Bansari 22,53 Bulu 43,04 Temanggung 33,39 Tlogomulyo 24,84 Tembarak 26,84 Selopampang 17,29 Kranggan 57,61 Pringsurat 57,28 Kaloran 63,92 Kandangan 78,36 Kedu 34,96 Ngadirejo 53,31 Jumo 29,32 Gemawang 67,11 Candiroto 59,94 Bejen 68,84 Tretep 33,65 Wonoboyo 43,98 Jumlah 870,65 Sumber : Temanggung Dalam Angka 2008

48.580 26.086 22.224 42.760 75.902 20.495 27.594 17.857 42.012 44.807 42.539 46.209 50.958 51.591 27.248 28.915 31.299 19.692 19.036 23.539
709.343

Selanjutnya distribusi penduduk usia 15 tahun keatas berdasarkan mata pencaharian adalah sebagai berikut:
Tabel 2.29. Penduduk Usia 15 Tahun Keatas Berdasarkan Mata Pencaharian

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

MATA PENCAHARIAN Pertanian Industri Bangunan Perdagangan Pengangkutan Jasa Lain-lain JUMLAH

JUMLAH (Jiwa) 248.734 30.376 13.738 51.208 10.229 43.098 8.064 405.447

Sumber : Temanggung Dalam Angka 2008

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa mata pencaharian penduduk Kabupaten Temanggung sebagian besar masih pada sektor pertanian (daerah agraris), kemudian disusul pada sektor perdagangan dan jasa.

II - 22

2. Budaya Potensi dipertahankan.
Tabel 2.30. Macam/Jenis Upacara Adat dan Nilai Tradisional
No Macam/Jenis Upacara Adat dan Nilai Tradisional Jml Lokasi

budaya

Kabupaten

Temanggung

cukup

banyak

dan

merupakan peninggalan leluhur dengan nilai-nilai tradisional yang perlu terus

1

Suran

7

2

Sadranan

16

3 4 5 6 7 8 9

Haul Jumat Pahing Pendakian Gunung Penggantian dan Kirab Songsong Djojonegoro Sedekah Bumi Pengambilan air suci Waisak Ritual kesenian

3 1 2 1 1 1 1

Traji, G. Sindoro (Kledung), Giyono (Jumo), Aspol Gemoh, Dewi Sri Dlimo (Ngadirejo), Sekar Gadung (Tlahab – Kledung), Ki Ageng Makukuhan (Kedu) G. Payung Kemiri Kaloran, Kupat Sewu Ngemplak Kandangan, Demangan Candimulyo Kedu, Sucen Gemawang, Dayang Tlogomulyo, Eyang Marto Blawong Gemawang, Pingit Lawang Pringsurat, Pete Kandangan, Nampirejo Temanggung, Tuk Sibagor Wonoboyo, Kyai Sunan Geseng Nglangon Walitelon, Kali Muncar Kulon Gemawang, Pandanaran Bejen, Ploso Kemloko, Jetis Selopampang, Degen Mungseng K. Ageng Makukuhan Wonosari Bulu, Kyai Parak Parakan, Kyai Limbung Ngadirejo Menggoro Tembarak Sumbing dan Sindoro Temanggung Gedong Sari (Jumo) Jumprit, Tegalrejo Ngadirejo Ngaditirto, Selopampang

Sumber: Dinas Perhubungan dan Pariwisata

3. Keluarga Berencana Jumlah penduduk yang besar dapat menjadi aset pembangunan apabila diikuti dengan ciri dan perilaku demografis yang berkualitas, sehingga mampu memberikan kontribusi secara maksimal terhadap pembangunan, sebaliknya jumlah penduduk yang besar dengan laju pertumbuhan yang cepat akan menjadi faktor penghambat pembangunan apabila ciri dan perilaku serta kualitasnya tidak menguntungkan. Perkembangan Program Keluarga Berencana di Kabupaten Temanggung dari tahun 1970 sampai sekarang sudah berusia 38 tahun. Salah satu keberhasilan program KB ditandai dengan turunnya Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) dimana pada tahun 2006 tercatat sebesar 1,44% menjadi 0,85% pada tahun 2007. Keberhasilan ini tidak terlepas dari Kelestarian Peserta KB Aktif pada tahun 2007 sebanyak 118.418 dan

II - 23

Peserta KB Baru sebanyak 20.418. oleh karena itu perkembangan data ini perlu mendapat pemantauan guna mengetahui keberhasilan suatu program yang dilaksanakan.
Tabel 2.31. LPP dan Kesetaraan KB
Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Pasangan Usia Subur (PUS) Peserta KB Aktif (PA) Prosentase PA Terhadap PUS (%) Peserta KB Baru (PB)

Tahun

2005 2006 2007

1,43% 1,44% 0,85%

144.127 144.248 144.834

118.161 116.596 118.418

81,98 80,83 81,76

16.434 17.713 20.418

Sumber : Temanggung dalam angka 2007

Dari tabel di atas dapat diketahui dengan meningkatnya peserta KB aktif akan berpengaruh pada Laju Pertumbuhan Penduduk di Kabupaten Temanggung. 4. Ketenagakerjaan Dari sisi ketenagakerjaan, perkembangan pencari kerja dan tingkat penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Temanggung selama dua tahun terakhir dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 2.32. Perkembangan Tenaga Kerja Terdaftar
Uraian 2005 Tahun (org) 2006 2007

1. Jumlah pencari kerja terdaftar 2. Jumlah yang belum ditempatkan 3. Jumlah yang telah ditempatkan Sumber : Disnakertrans

5.027 8.249 692

4.316 8.943 1.201

4.902 4.389 513

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah pencari kerja di Kabupaten Temanggung mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil Susenas tahun 2006 terdapat 17.219 orang pencari kerja atau 2,90% dari penduduk umur 15 (limabelas) tahun keatas. Dari jumlah tersebut yang terdaftar pada Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi dan belum ditempatkan sebanyak 12.058 orang. Adapun yang sudah ditempatkan sebanyak 1.211 orang dengan rincian Antar Kerja Lokal (AKL) 587 orang, Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) 311 orang dan Antar Kerja Antar Negara (AKAN) 304 orang serta Tenaga Kerja Asing (TKA) sejumlah 9 orang. Disamping pencari kerja sebagaimana tersebut diatas, masih terdapat pengangguran tak kentara (orang yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu) sebanyak 125.617 orang atau 21,14%.

II - 24

5. Kesehatan Fasilitas kesehatan meliputi Rumah Sakit Umum Daerah dan swasta, Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Puskesmas keliling, Klinik bersalin, Balai pengobatan, dan Posyandu sebagai berikut :
Tabel 2.33. Fasilitas Kesehatan Umum Sarana Kesehatan Rumah Sakit Umum Klinik/Praktek Dokter Klinik Bersalin Puskesmas Induk Puskesmas Pembantu Puskesmas Keliling Balai Pengobatan Posyandu Sumber : Dinas Kesehatan Tahun 2005 4 5 1 23 40 24 4 1462 2006 4 10 1 23 41 24 10 1469 2007 4 65 1 23 42 24 11 1472

Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa fasilitas kesehatan umum sudah tersebar pada semua wilayah kecamatan dan dapat menjangkau sampai ke pelosok desa. Mobilitas dari Puskesmas Keliling telah mampu menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di desa-desa. Selain itu melalui koordinasi Pemerintah Desa juga telah dikembangkan Posyandu yang secara merata ada di semua desa. Perkembangannya cukup menggembirakan dalam rangka mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di desa-desa, yaitu pada tahun 2005 sejumlah 1.462 unit, pada tahun 2006 sejumlah 1.469 unit dan pada tahun 2007 meningkat menjadi 1.472 unit. Apabila dilihat dari indikator kesehatan utama yaitu umur harapan hidup, angka kematian ibu, angka kematian bayi dan gizi buruk maka semua indikator menunjukkan angka yang lebih baik. Namun demikian Angka Kematian Ibu yang meningkat tajam pada tahun 2007 dibanding tahun-tahun sebelumnya serta penderita Gizi Buruk yang terus meningkat dari tahun ke tahun perlu mendapatkan perhatian yang serius.

II - 25

Tabel 2.34. Indikator Derajat Kesehatan Masyarakat No Indikator Umur Harapan Hidup Angka Kematian Ibu Angka Kematian Bayi Gizi Buruk Satuan Tahun Per 100.000 kelahiran hidup Per 1000 kelahiran hidup % Capaian 2005 2006 73.23 73.47 88.65 57.15

1 2 3 4

2003 72.75 116.00

2004 72.99 97.84

2007 73.71 109.30

13.00

20.8

10.54

11.81

10.59

1.00

0.27

1.01

2.00

2.10

Sumber : Dinas Kesehatan

6. Pendidikan Perkembangan pendidikan di Kabupaten Temanggung dapat dilihat dari beberapa indikator seperti jumlah sekolah, jumlah siswa/mahasiswa baik untuk pendidikan umum maupun pendidikan keagamaan, serta beberapa indikator tingkat partisipasinya. Data 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 2.35. Jumlah Sekolah Pendidikan Umum No . Tingkatan Pendidikan/Sekolah JUMLAH (Unit) /TAHUN 2005 2006 2007

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Taman kanak-Kanak (TK) - Negeri - Swasta Sekolah Luar Biasa (SLB) - Negeri - Swasta Sekolah Dasar (SD) - Negeri - Swasta SMP - Negeri - Swasta SMA/SMK - Negeri - Swasta Perguruan Tinggi (PT) - Negeri - Swasta

1 274 1 1 432 12 39 27 6 7 0 2

2 282 1 1 430 16 40 26 8 17 0 2

2 295 1 1 428 17 41 27 10 17 0 2

Sumber : Dinas Pendidikan

II - 26

Tabel 2.36. Jumlah Siswa Pendidikan Umum No 1. Tingkatan Pendidikan/Sekolah JUMLAH (orang) /TAHUN 2005/2006 107 10.801 99 18 62.362 2.660 17.815 5.109 3.478 1.914 1.589 3.925 2006/2007 143 12.015 92 14 61.344 3.390 18.924 4.770 3.648 1.772 1.634 4.030 2007/2008 180 12.054 88 11 60.636 3.567 19.063 4.898 3.681 1.616 2.035 4.191

Taman kanak-Kanak (TK) - Negeri - Swasta 2. Sekolah Luar Biasa (SLB) - Negeri - Swasta 3. Sekolah Dasar (SD) - Negeri - Swasta 4. SMP - Negeri - Swasta 5. Sekolah Menengah Atas - Negeri - Swasta Sekolah Menengah Kejuruan - Negeri - Swasta Sumber : Dinas Pendidikan

Dari tabel diatas, menunjukkan bahwa peran masyarakat dan swasta dalam penyelenggaraan pendidikan umum di Kabupaten Temanggung cukup berkembang, utamanya pada penyelenggaraan pendidikan di tingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Sedangkan penyelenggaraan pendidikan SD Negeri mengalami penurunan karena dilakukannya merger/penggabungan beberapa SD karena tidak memenuhi jumlah minimal siswa didik. Pada pendidikan tingkat SLTP, SLTA dan Perguruan Tinggi relatif tetap.

II - 27

Tabel 2.37. Jumlah Sekolah/Pendidikan Keagamaan
No. Tingkatan Pendidikan/Sekolah 2005 JUMLAH (Unit) /TAHUN 2006 2007

1.

Madrasah Ibtidaiyah (MI) - Negeri - Swasta 2. Madrasah Tsanawiyah (MTs) - Negeri - Swasta 3. Madrasah Aliyah (MA) - Negeri - Swasta 4. Perguruan Tinggi Islam (PT) - Negeri - Swasta Sumber : Dinas Pendidikan

2 135 2 29 1 9 0 1

2 135 2 29 1 9 0 1

2 135 2 29 1 9 0 1

Tabel 2.38. Jumlah Siswa Pendidikan Keagamaan
No. Tingkatan Pendidikan/Sekolah JUMLAH (orang) /TAHUN 2005/2006 2006/2007 2007/2008

Madrasah Ibtidaiyah (MI) - Negeri - Swasta 2. Madrasah Tsanawiyah(MTs) - Negeri - Swasta 3. Madrasah Aliyah (MA) - Negeri - Swasta 4. Perguruan Tinggi Islam (PT) - Negeri - Swasta Sumber : Dinas Pendidikan

1.

413 13.513 1.255 4.366 988 885 0 483

407 13.664 1.352 4.568 958 927 0 507

429 13.685 1.372 4.848 967 943 0 507

Dari tabel tersebut diatas menunjukkan bahwa selama 3 tahun terakhir jumlah penyelenggara pendidikan berlatar belakang keagamaan, utamanya Islam relatif tetap baik di tingkat dasar, menengah maupun perguruan tinggi. Apabila dilihat dari tingkat partisipasi dalam berbagai tingkatan pendidikan dapat disajikan dalam tabel berikut ini:

II - 28

Tabel 2.39. Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM)
Tahun Ajaran No Indikator 2003/2004 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008

Tingkat TK/Sederajat APK APM Tingkat 2 SD/Sederajat APK APM Tingkat 3 SMP/Sederajat APK APM Tingkat 4 SMA/Sederajat APK APM Sumber : Dinas Pendidikan 1

-

-

-

41,45 29,61

41,92 27,96

111,17 94,08

110,92 94,53

107,62 92,93

104,29 93,05

102,58 94,21

81,68 62,22

89,24 68,29

93,97 77,57

94,59 78,26

95,39 81,04

34,28 26,31

34,68 26,14

27,72 26,63

35,36 25,72

37,87 26,58

Apabila dilihat dari jumlah tenaga pendidik dan ratio guru dalam berbagai tingkatan pendidikan dapat disajikan dalam tabel berikut ini:
Tabel 2.40. Jumlah Tenaga Pendidik dan Ratio Siswa dibanding Guru
2005 No Tingkat Pendidikan Jumlah Tendik Ratio 2006 Jumlah Tendik Ratio 2007 Jumlah Tendik Ratio 2008 Jumlah Tendik Ratio

1 2 3 4

TK SD SLTP SLTA SMK

5.385 1.872 592 337

17,90 15,19 12,27 16,36

6.298 1.905 618 376

15,45 15,06 11,86 15,09

6.652 1.997 658 410

14,66 14,83 11,12 13,81

8.253 2.053 672 470

11,82 14,71 10,72 13,25

Sumber : Dinas Pendidikan

Perkembangan kondisi ruang kelas dari tahun ke tahun secara umum semakin meningkat. Kondisi ruang kelas untuk berbagai tingkat pendidikan dapat dilihat pada tabel berikut ini :

II - 29

Tabel 2.41. Kondisi Ruang Kelas
No. Kondisi Ruang Kelas Jumlah Ruang Kelas 2005 2006 2007 2008

TK SD - Baik - Rusak Berat - Rusak Ringan 2. SLTP - Baik - Rusak Berat Rusak Ringan 3. SLTA - Baik - Rusak Berat - Rusak Ringan 4. SMK - Baik - Rusak Berat - Rusak Ringan Sumber : Dinas Pendidikan

1.

1.711 964 1.345 688 18 77 176 6 0 133 0 5

1.805 913 1.355 694 19 90 194 1 90 126 0 6

1.952 943 1.250 724 23 84 201 2 17 132 0 8

1.913 1.198 1.154 741 32 79 204 2 5 154 0 7

7. Kesejahteraan Sosial Jumlah kepala keluarga miskin selama 3 (tiga) tahun terakhir mengalami fluktuasi sebagai akibat perubahan kondisi sosial ekonomi dan kebijakan Pemerintah utamanya yang terkait dengan perekonomian negara seperti kenaikan harga bahan bakar minyak. Data kemiskinan menunjukkan bahwa pada tahun 2005 terdapat 54.320 Rumah Tangga Miskin (RTM) atau 213.051 jiwa (30,73%). Pendataan terakhir terhadap penduduk miskin dilakukan pada tahun 2006 menunjukkan terjadinya kenaikan jumlah RTM yaitu menjadi 61.672 RTM (33,37% dari 184.807 RTM) atau 234.424 jiwa (33,33% dari total jumlah penduduk). Disamping masalah kemiskinan, Kabupaten Temanggung masih mengalami permasalahan sosial lainnya yang perlu mendapat perhatian Pemerintah daerah yaitu penanganan terhadap penduduk penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Data-data berikut ini menunjukkan kondisi PMKS di Kabupaten Temanggung.

II - 30

Tabel 2.42. Data PMKS Tahun 2007 No. Jenis PMKS Jumlah

1. 2. 3. 4.

Keluarga Fakir Miskin (FM) Anak Balita Terlantar (ABT) Anak Terlantar (AT) Anak Yang Menjadi Korban Tindak Kekerasan (AKTK) 5. Anak Cacat a. Anak Cacat Tubuh b. Anak Cacat Rungu Wicara c. Anak Cacat Mata (Tuna Netra) d. Anak Cacat Mental: - Mental Resterdasi (Tuna Grahita) - Eks Psycotik e. Cacat Fisik dan Mental (Cacat Ganda) 6. Anak Nakal (AN) 7. Anak Jalanan (ANJAL) 8. Anak Bibir Sumbing 9. Wanita Rawan Sosial Ekonomi 10. Wanita Yang Menjadi Korban Tindak Kekerasan (WKTK) 11. Lanjut Usia Terlantar 12. Lanjut Usia yang menjadi Korban Tindak Kekerasan 13. Penyandang Cacat a. Cacat Tubuh b. Cacat Rungu Wicara c. Cacat Mata Netra d. Cacat Mental: - Retardasi - Eks Psycotik e. Cacat fisik dan mental (Cacat Ganda) 14. Penyandang Cacat Bibir Sumbing 15. Penyandang Cacat Bekas Penderita Penyakit Kronis 16. Tuna Susila (TS) 17. Pengemis 18. Gelandangan 19. Bekas Narapidana 20. Korban penyalahgunaan napza 21. Pekerja migran bermasalah 22. Keluarga Berumah Tak Layak Huni 23. Keluarga Yang Bermasalah Sosial Psikologis 24. Keluarga Rentan 25. Korban Bencana Alam 26. Korban Bencana Sosial 27. Penyanyandang HIV/AIDS 28. Komunitas Adat Terpencil
Sumber : Dinas Sosial

62.012 2.318 3.963 90 540 285 217 334 115 79 166 189 86 4.062 36 3.509 11 1.343 556 465 446 484 99 98 636 25 54 15 427 85 54 7.517 178 695 437 88 58 -

II - 31

8. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pencapaian nilai IPM Kabupaten Temanggung pada tahun 2005 (perhitungan terakhir oleh BPS) sebesar 71,8 menempati peringkat ke 2 seEks Karesidenan Kedu dan peringkat ke 7 se Jawa Tengah. Menurut klasifikasi dari UNDP, pencapaian IPM tersebut termasuk dalam kategori/kelas pembangunan manusia menengah keatas yaitu pada kisaran antara 66 sampai dengan 80. Angka IPM ini didukung oleh angka harapan hidup sebesar 72 (peringkat 1 se-Eks Karesidenan Kedu), Angka Melek Huruf 93,2% (peringkat 2 se-Eks Karesidenan Kedu), rata-rata lama sekolah 6,5 tahun (peringkat 4 se-Eks Karesidenan Kedu) dan pengeluaran riil per kapita Rp. 622.200,00 (peringkat 3 se-Eks Karesidenan Kedu). 9. Agama Penduduk Kabupaten Temanggung memeluk berbagai macam agama antara lain Islam, Kristen, Katholik, Hindu dan Budha. Jumlah pemeluk agama di Kabupaten Temanggung sebagaimana tabel berikut:
Tabel 2.43. Jumlah Pemeluk Agama
No. Agama Jumlah Pemeluk (orang) /Tahun 2005 2006 2007

1. 2. 3. 4. 5.

Islam Kristen Katholik Hindu Budha

660.765 19.276 14.575 225 11.600

660.802 19.281 14.577 226 11.603

667.426 19.271 14.575 225 11.600

Sumber : Kantor Departemen Agama

Dari jumlah pemeluk agama tersebut menunjukkan bahwa penduduk Kabupaten Temanggung sebagian besar beragama Islam (93,60%), kemudian Kristen (2,70%), Katholik (2,04%), Hindu (0,03%) dan Budha (1,63%). Sarana peribadatan yang diinventarisasi meliputi Masjid, Musholla, Gereja Katholik, Gereja Kristen, Kapel, Pura, dan Vihara/Cetya. Pada tahun 2007 jumlah sarana peribadatan berupa masjid sebanyak 1.276 buah, langgar/musholla 1.548 buah, gereja Kristen sebanyak 77 buah, gereja katholik 4 buah, kapel 12, vihara 71 buah, cetya 15 buah dan klenteng 2 buah.

II - 32

Selain sarana peribadatan tersebut, pada tahun 2007 terdapat peningkatan jumlah pondok pesantren dari sejumlah 105 buah pada tahun 2006 menjadi sejumlah 124 di tahun 2007 dengan jumlah santri meningkat dari 9.770 orang pada tahun 2006 menjadi 12.247 orang pada tahun 2007. D. Prasarana dan Sarana 1. Jalan dan Jembatan Dilihat dari panjang jalan berdasarkan kelas jalan di Kabupaten Temanggung tidak mengalami perubahan, yaitu jalan nasional sepanjang 4.566 km, jalan provinsi 5.933 km, jalan kabupaten 616,52 km dan jalan desa/lokal sepanjang 1.866 km. Peningkatan kualitas jalan terus diupayakan oleh Pemerintah Daerah sehingga terdapat perkembangan kondisi dan kualitas jalan guna mendukung kelancaran arus lalu lintas dan perkembangan perekonomian daerah. Jembatan yang sudah dibangun dan berfungsi di Kabupaten Temanggung pada tahun 2007 mencapai 237 buah. Secara lengkap infrastruktur bidang pekerjaan umum dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 2.44. Kondisi Jalan Kabupaten

Kondisi (Km) Baik Sedang Rusak

2005 258,79 73,69 283,04

Tahun 2006 2007 226,99 305,52 72,85 79,14 315,69 230,86

2008 376,75 57,31 176,68

Sumber : Dinas Bina Marga dan Pengairan

2. Sumber Daya Air Tercatat ada 495 bendung serta 885,67 km jaringan irigasi yang termasuk dalam infrastruktur irigasi dibawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Temanggung.
Tabel 2.45. Kondisi Bendung

Kondisi (%) Baik Sedang Rusak

2006 17,20 37,80 45,00

Tahun 2007 22,02 36,97 41,01

2008 27,67 36,97 35,36

Sumber : Dinas Bina Marga dan Pengairan

II - 33

Tabel 2.46. Kondisi Irigasi

Kondisi (%) Baik Sedang Rusak

Tahun 2006 20,00 35,00 45,00 2007 22,00 36,00 41,00 2008 23,89 36,00 39,11

Sumber : Dinas Bina Marga dan Pengairan

3. Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Kabupaten Temanggung mempunyai potensi obyek wisata yang cukup besar, yang meliputi obyek wisata alam dan buatan. Obyek wisata yang sudah dan sedang dikembangkan meliputi 6 obyek wisata alam dan 2 obyek wisata buatan, antara lain Pikatan, Taman Tirto Asri, Jumprit, Kledung, Curug Surodipo dan pendakian gunung Sindoro dan Sumbing. Selain itu beberapa tradisi dan kesenian daerah yang masih dijaga kelestariannya merupakan keragaman potensi wisata yang ada di Kabupaten Temanggung dan terus dikembangkan guna mendukung pengembangan menjadi salah satu daerah wisata di Jawa Tengah. Sedangkan prasarana wisata yang tersedia adalah hotel bintang satu 1 buah dan 5 hotel melati. Untuk mendukung telekomunikasi antar wilayah di Kabupaten Temanggung telah didukung oleh jaringan telepon yang memadai, apalagi saat ini telah berkembang pula telepon nirkabel. Perkembangan sarana telekomunikasi dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 2.47. Sarana Telekomunikasi
No. Sarana Telekomunikasi 2005 2006 2007

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kapasitas Sentral (SST) Kapasitas terpasang (SST) Kapasitas terpakai (SST) Pelanggan Telepon umum Jumlah RT berlangganan telepon

6.050 6.746 6.746 6.746 15 6.546

6.050 6.943 6.943 6.943 15 6.740

4.800 7.495 7.495 7.495 15 6.740

Sumber : PT. Telkom

II - 34

4. Perhubungan dan Transportasi Pengembangan sarana terminal sangat diperlukan untuk mendukung perkembangan sarana angkutan umum sejalan dengan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Demikian juga posisi wilayah Kabupaten Temanggung yang masuk dalam jalur lalu lintas ekonomi dan pariwisata di Jawa Tengah, memerlukan sarana dan prasarana lalu lintas yang memadai. Pada tahun 2007, jumlah terminal di Kabupaten Temanggung adalah 3 unit meliputi 2 terminal kelas B dan 1 terminal kelas C. Secara umum sarana angkutan yang digunakan adalah bus dan angkutan kota. Jumlah bus 63 unit. Sedangkan jembatan timbang yang ada di kabupaten Temanggung hanya 1 buah di wilayah kecamatan Pringsurat.
Tabel 2.48. Jumlah Kendaraan Bermotor yang Diuji Menurut Jenisnya
Tahun 2003 15 1.433 10.275 54 2004 21 1.361 10.822 35 2005 31 1.426 11.426 34 2006 38 1.494 10.616 38 2007 48 1.530 10.657 56

Jenis Kendaraan 1. Mobil Bus Bukan Umum 2. Mobil Bis Umum 3. Mobil Barang Bukan umum 4. Mobil Barang Umum

Jumlah 153 7.244 53.796 217

Sumber: Dinas Perhubungan dan Pariwisata

E. Pemerintahan Umum 1. Administrasi Pemerintahan Pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Temanggung pada tahun 2008 berjumlah 8.290 orang, terdiri dari Golongan I 74 orang, Golongan II 2.206 orang, Golongan III 4.512 orang dan Golongan IV 1.640 orang. Sedangkan distribusi menurut pendidikan adalah SD/sederajat 260 orang, SLTP/sederajat 326 orang, SMA/sederajat 1.610 orang, Diploma 1.368 orang, S1 4.590 orang, dan S2 136 orang. Disamping PNS tersebut diatas masih ada 594 pegawai honorer yang tersebar diseluruh dinas/instansi yang ada. Organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung sudah mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, yaitu terdiri dari Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Inspektorat, Rumah Sakit, 12 Dinas, 6 Badan, dan 5 Kantor.

II - 35

2. Pelayanan Umum Dalam rangka meningkatkan pelayanan umum khususnya dibidang dunia usaha telah didirikan Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu satu pintu (one stop services). Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu sebagai unit pelaksana pelayanan umum dibidang perijinan mengemban tugas untuk menyelenggarakan pelayanan prima dalam administrasi perijinan dengan mengutamakan prinsip-prinsip cepat, tepat, transparan dan terjangkau. 3. Politik Dalam Negeri Partai politik peserta Pemilu tahun 2004 yang memperoleh kursi di DPRD Kabupaten Temanggung adalah 7 partai, yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat . Hasil pemilu yang lalu jumlah anggota DPRD Kabupaten Temanggung terdiri dari 10 orang PDI-P, 11 orang GOLKAR, 8 orang PPP, 5 orang PAN, 6 orang PKB, 4 orang Partai Keadilan Sejahtera dan 1 orang Partai Demokrat. 4. Keamanan, Ketentraman dan Ketertiban Umum Secara umum kondisi keamanan dan ketertiban umum di Kabupaten Temanggung cukup kondusif. Hal ini dapat dilihat dari tidak ditemukannya kasus pertikaian antar warga baik yang dilatar belakangi oleh persoalan-persoalan etnis, wilayah, agama maupun simpatisan partai politik.

II - 36

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->