Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
Sebagai negara bahari, Indonesia memiliki kawasan laut yang sangat luas
sekitar 5,8 juta km2 dengan panjang garis pantai lebih kurang 81.000 km. Wilayah
pesisir dan lautan Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati melimpah
berupa keanekaragaman genetik (varietas/ras), spesies (jenis) dan ekosistem
(habitat). Dari sisi kimiawi, laut dapat dipandang sebagai gudang zat kimia yang
amat besar, karena di dalamnya hidup jutaan biota laut yang sesungguhnya
merupakan pabrik zat kimia yang paling canggih di atas bumi ini.
Spons adalah organisme laut yang diduga memiliki banyak molekul kimia
aktif yang fungsional. hal ini dapat tercermin dari warna-warni dan karakteristik
hidupnya. Binatang laut ini sanggup hidup di kedalaman dan kondisi lingkungan
yang ekstrim, cahaya dan oksigen yang sangat terbatas. Diperkirakan lebih dari
10.000 jenis spesies spons yang ada di dunia. Salah satu senyawa yang hanya
ditemukan di dalam spons adalah manzamines.
Manzamines adalah alkaloid -carboline unik terisolasi dari spons
Indo-Pasifik dan ditandai dengan memiliki rumit sistem polisiklik yang
mengandung nitrogen. Pada tahun 1986, Higa dan rekan-rakannya pertama kali
menemukan manzamine A dari spons Okinawa yang berasal dari Haliclona
Jepang pada tahun 1986. Genus senyawa ini memiliki beragam bioaktivitas
termasuk sitotoksisitas, insektisida, dan antibakteri serta terhadap penyakit
malaria. Pada saat ini, terdapat tambahan 40 jenis manzamine alkaloid yang telah
disebarkan dari sembilan negara termasuk Indonesia. Manzamine merupakan
suatu senyawa yang menjanjikan dan terdapat banyak di perairan Indonesia. Hal
ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu obat yang dapat mengatasi masalah
resistensi dari penyakit malaria yang sangat menguntungkan terutama untuk
Indonesia terutama bila bahan bakunya diambil langsung dari Indonesia.

Beri Nilai