Anda di halaman 1dari 19

suhu, dan flow (aliran) pada proses pemisahan argon agar tercapai kemurnian

yang baik sehingga dapat diproduksi.

1.3. Tujuan penelitian

a. Untuk mengetahui proses pemisahan argon dari liquid oksigen di unit destilasi

b. Untuk mengetahui aplikasi pada product liquid argon

c. Untuk mengetahui sifat-sifat dari liquid argon

1.4. Manfaat

Manfaat dari penulisan tugas akhir ini ialah untuk dapat memahami proses

pemisahan argon dari liquid oksigen agar diperoleh liquid argon murni yang

sesuai dengan standar mutu produksi.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Komponen-Komponen Udara

Universitas Sumatera Utara

Udara merupakan campuran dari berbagai komponen gas seperti Nitrogen,

Oksigen, argon, Karbondioksida, hidrogen, unsur-unsur dari gas mulia dan uap air

dengan komposisi tertentu. Jumlah kandungan gas-gas didalam udara tergantung

kepada kondisi tertentu dari udara tersebut. Komposisi dari komponen udara

tersebut memiliki sifat yang berbeda baik sifat fisika maupun sifat kimia, seperti

table berikut ini:

Tabel 2.1

 

Komponen

Konsentrasi

Titik

Titik

Temperatur

Tekanan

(%Vol)

Embun

Beku

Kritis

Kritis

(

o C)

(atm)

N

2

78,085

-195,6

-210

-147

34,5

O

2

20,949

-182,8

-219

-119

51,3

Ar

0,937

-185,7

-189

-122

49,59

He

0,0004

-268,9

-272,55

-267,7

2,355

Ne

0,00123

-246,1

-249

-228,7

28,13

Kr

0,00005

-153,2

-157

-63,7

56

Xe

0,0001

-108,0

-111,8

-16,6

60,1

2.2. Nitrogen

 
 

Nitrogen merupakan komponen terbesar

yang

terdapat

di udara

yakni

dengan volume sekitar 78%. Nitrogen juga merupakan gas inert yaitu gas yang

sukar

bereaksi

pada

temperatur

biasa.

Jika

nitrogen

dalam

keadaan

terikat

biasanya dalam bentuk persenyawaan seperti nitrat, nitrit, ammonium sulfat dan

Universitas Sumatera Utara

lain-lain. Nitrogen juga memiliki persenyawaan dengan tumbuh-tumbuhan dan

hewan. Nitrogen yang terkombinasi secara kimia disebut nitrogen terfiksasi, dan

semua proses yang mengubah N 2 menjadi senyawanya disebut fiksasi nitrogen.

Nitrogen adalah salah satu unsure esensial dalam makhluk hidup. Karena hewan

dan sebagian besar tanaman hanya dapat menggunakan nitrogen terfiksasi, maka

proses fiksasi nitrogen alami sangat penting.

2.2.1 Sifat-sifat Nitrogen

a. Nitrogen merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau.

b. Titik didih

: -196 ºC

c. Titik beku

: -210,65 ºC

d. Temperature kritis

: -147ºC

e. Sukar larut dalam air

f. Pada temperatur kamar sulit bereaksi

g. Dengan bunga api listrik dapat bereaksi dengan hidrogen dan oksigen.

h. Isotop-isotopnya adalah sebesar N 14 19,62% dan N 15 sebesar 0,38%.

i. Densitas gas nitrogen pada suhu 0ºC, tekanan 1 atm adalah 1,209,9ºC.

j. Bilangan oksidasinya +5 dan -3.

k. Gas nitrogen berkondensasi menjadi cairan tidak berwarna pada suhu

195,8ºC dan menjadi padatan putih -209,9ºC.

2.2.2. Pembuatan Nitrogen

Secara komersial (dalam bidang industri), gas nitrogen diperoleh melalui

destilasi udara cair. Oleh karena itu,

N 2 memiliki titik didih yang lebih rendah

dari O 2, maka N 2 mendidih lebih dulu untuk memisahkan dari campuran udara

Universitas Sumatera Utara

cair. Gas N 2 kemudian dikompres dalam tangki khusus. Meskipun N 2 yang

diperoleh sedikit terkotori oleh gas-gas mulia, ia cukup murni untuk berbagai

keperluan. Secara laboratorium, gas nitrogen diperoleh dengan memanaskan

larutan yang mengandung garam ammonium (biasanya NH 4 Cl) dan garam nitrit

(bisanya NaNO 2 ).

NH 4 + (Ag) + NO 2(Ag) N 2(Ag) + 2H 2 O

2.2.3. Kegunaan Senyawa Nitrogen

1. Industri Kimia

A. Pembuatan polymidis, nitrogen digunakan untuk lapisan garam

untuk kebutuhan reaktor.

B. Pembuatan

polimer

styrene,

acrilonitrile,

nitrogen

digunakan

untuk mengeluarkan oksigen dari polimer tersebut.

C. Pembuatan asetil resin dan formaldehid, nitrogen digunakan untuk

membersihkan reaktor dari oksigen.

D. Pembuatan senyawa nitrogen lainnya seperti amoniak.

2. Industri petroleum

A. Dalam

penyulingan

petroleum,

nitrogen

regenerasi dan

pembentukan katalis.

digunakan

dalam

B. Dalam pembuatan lilin petroleum, yaitu pada proses penyulingan

lilin, nitrogen digunakan untuk membersihkan lilin dari senyawa

lainnya dan mencegah tercampurnya bensin dari senyawa lainnya.

3. Industri makanan

Universitas Sumatera Utara

A. Digunakan untuk mencegah pertumbuhan jamur gangguan bakteri

B. Digunakan untuk mempercepat proses pengawetan dengan cara

pendinginan pada sayur, buah-buahan dan makanan laut yang

akan diekspor.

4. Industri-industri lain

A. Sebagai pengisi bola lampu listrik

agar oksidasi terhadap kawat

filament bias dicegah atau diperlambat.

B. Pada termometer digunakan sebagai pengisi ruang di atas raksa

agar penguapan raksa bisa dikurangi.

2.2.4. Faktor Ekonomi Pada Pembuatan Nitrogen.

Adapun faktor ekonomi pada pembuatan nitrogen tergantung pada dua

faktor, yaitu:

A. Harga pembuatan (operasi) yang ditentukan oleh :

a. Tenaga kerja

b. Peralatan produksi

c. Pemeliharaan dan perawatan fasilitas produksi

d. Transportasi

2.3. Oksigen Oksigen adalah unsur kimia dalam system periodic yang mempunyai

lambang O dan nomor atom 8. Ia merupakan unsur golongan kalkogen dan dapat

dengan mudah bereaksi dengan hampir semua unsur lainnya (utamanya menjadi

oksida). Pada temperatur dan tekanan standar, dua atom unsure ini berikatan

menjadi dioksigen, yaitu senyawa gas diatomic dengan rumus O 2 yang tidak

berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau. Oksigen merupakan unsure paling

Universitas Sumatera Utara

melimpah kedua dialam semesta berdasarkan massa dan unsur paling melimpah di

kerak bumi. Gas oksigen diatomic mengisi 20,9% volume atmosfer bumi.

Gas Oksigen (O 2 ) merupakan gas yang sangat reaktif. Hampir semua unsur

dan senyawa dapat bereaksi dengan Oksigen. Reaksi Oksigen dengan suatu zat

dikenal dengan nama oksidasi. Oksigen terdapat di mana-mana, bukan hanya

sebagai gas Oksigen yang berjumlah seperlima volume atmosfer tetapi juga

sebagai senyawa-senyawa. Pada kulit bumi, Oksigen merupakan unsur yang

paling banyak terdapat meliputi 46,6% dari berat kulit bumi.

Gas oksigen dapat larut dalam air dan alcohol. Gas ini menyebabkan

resiko kebakaran serta sebagai pengoksidasi. Oksigen cair dapat menyebabkan

iritasi pada kulit dan jaringan otot. Oksigen di udara berasal dari reaksi fotosintetis

tumbuh-tumbuhan

yang

mempunyai

klorofil

(zat

hijau

daun).

Pada

reaksi

fotosintetis dimana CO 2 dari udara dan H 2 O dari tanah diubah menjadi karbohidrat

dan gas oksigen yang dibuang ke udara.

2.3.1. Kemurnian produksinya

Oksigen dalam keadaan bebas terdapat dalam bentuk molekul diatomic O 2

yang meliputi 21% dari komponen udara.

Oksigen merupakan unsur yang

palingbanyak dijumpai, ditinjau dari segala segi meliputi 46,6% dari berat kulit

bumi, meliputi 62,6% dihitung dari jumlah atom penyusun kulit bumi, serta

meliputi 93,8% diukur dari volume kulit bumi.

Universitas Sumatera Utara

Eksiensi gas oksigen baru dikenal pada tahun 1774 oleh josph priesley.

Adapun nama oksigen, yang artinya “ pembentuk asam”, diberikan oleh Antoine

lavoiser pada tahun 1779, berdasarkan anggapan saat itu bahwa semua asam

mengandung unsur oksigen. Namun pada perkembangan selanjutnya anggapan

tersebut salah, karena beberapa asam yang dikenal ternyata tidak mengandung

oksigen, misalnya asam-asam halida, HCN dan sebagainya.

2.3.2.

Sifat-sifat oksigen

Dalam bentuk diatomik (O 2 ) berwujud gas

1.

Oksigen yang berbentuk cairan mendidih pada suhu -183 o C.

2.

Titk beku -219 o C.

3.

Baik oksigen padat atau oksigen cair mempunyai warna biru muda.

4.

Bereaksi dengan semua unsur, kecuali dengan gas-gas mulia selain

xenon.

5.

Dapat larut sekitar 0,05 liter dalam satu liter air.

2.3.4.

Pembuatan gas oksigen

1.

Dibidang industri, gas oksigen diperoleh melalui dua cara:

a. Proses elektrolisis air

2H 2 O (l) → 2H 2(G) + O (g)

Gas oksigen akan dihasilkan pada anoda sedangkan pada katoda berbentuk

gas hidrogen.

Universitas Sumatera Utara

b. Proses penyulingan udara cair, yang dihasilkan O 2 , N 2 dan gas-gas mulia.

Barium, gas oksigen dapat dengan mudah melalui pemanasan zat-zat seperti

kalium klorat (KClO 3 ), merkuri (HgO), atau barium peroksida (BaO 3 ).

2KClO 3(g)

2Hg (s)

2Ba 2(g)

2.3.5. Siklus Oksigen di alam

2KCl (g) + 3O 2(g)

2Hg (s) + 3O 2(g)

2BaO (aq)

Gas oksigen diatmosfer merupakan hasil fotosintesa tumbuh-tumbuhan

yang mempunyai klorofil. Kemudian gas oksigen diambil oleh manusia dan

hewan melalui respirasi (pernafasan). Manusia dan hewan, juga melalui respirasi,

melepaskan CO 2 ke udara CO 2 ini diserap untuk tumbuh-tumbuhan sebagai

fotosintesa yang kembali menghasilkan gas O 2 ke atmosfer.

2.3.6. Penggunaan gas Oksigen

1.

Gas

oksigen

diperlukan

oleh

para

penyelam,

pendaki

gunung

dan

antariksawan

juga

para

penderita

penyakit

paru-paru

dan

saluran

pernafasan memerlukan oksigen.

2. Nyala

api

dari campuran

oksigen

murni

dengan

gas

asetilena

akan

menimbulkan suhu tinggi, sehingga dapat dipakai untuk memotong dan

menggelas oksigen.

3. Oksigen cair (liquid oksigen atau “LOX”) digunakan sebagai bahan bakar

pesawat ruang angkasa.

Universitas Sumatera Utara

4.

Dalam industri kimia, gas oksigen digunakan sebagai bahan baku untuk

memproduksi berbagai senyawa kimia, serta sebagai zat pengoksida.

2.4

Oksidasi dan pembakaran

 

Reaksi suatu zat (baik unsur maupun senyawa) dengan oksigen dikenal

dengan

oksidasi.

Peristiwa

oksidasi

ada

yang

berlangsung

cepat

sehingga

menimbulkan panas dan cahaya, Peristiwa ini disebut dengan pembakaran.

Ada juga oksidasi yang berlangsung lambat, misalnya pelapukan organisme atau

perkaratan logam.

Laju pembakaran bergantung pada jumlah oksigen yang tersedia dalam

jenis bahan yang akan dibakar. Setiap bahan memiliki “suhu nyala” yang berbeda-

beda, dan suatu benda tidak mungkin terbakar. Di bawah suhu nyalanya, korek api

mempunyai suhu nyala yang rendah. Sehingga dipakai untuk menimbulkan api.

Untuk mengutarakan benda-benda lain mencapai suhu nyalanya jika api

terlalu besar, kita menyirami benda yang terbakar itu dengan air, agar suhu benda

itu turun di bawah suhu nyalanya. Makin banyak oksigen yang tersedia, peristiwa

pembakaran semakin cepat. Bara api rokok akan menyala lebih terang jika kita

sering meniup atau menghisap rokok tersebut, atau konsentrasi oksigen disekitar

api akan membesar.

2.5. Gas argon

Gas argon dikenal karena kemurnian kimianya, pada suhu yang tinggi.

Argon dipergunakan untuk pengelasan, sebagai gas pelindung. Argon, baik murni

maupun mengandung sedikit karbondioksida, oksigen, hydrogen, dan helium,

Universitas Sumatera Utara

banyak dipergunakan sebagai gas pelindung dalam aplikasi pengelasan terhadap

baja karbon dan steinless, aluminium, magnesium, dan sebagainya.

Argon juga dipergunakan di bidang metalurgi untuk pengolahan panas

system gas proteksi, khususnya untuk memperkuat baja yang banyak mengandung

karbon, dimana dekarburisasi

harus dihindari.

Argon bertindak sebagai gas

pembawa pada pergantian komposisi silicon. Argon dipergunakan di industry besi

dan baja dengan cara-cara sebagai berikut:

a. Dengan menggunakan cairan argon, argon mencegah oksidasi dari baja

cair dan akan berlangsung proses pengurangan belerang dan gas-gas

didalam cairan baja.Pada bidang lampu listrik, argon dipergunakan untuk

mengisi:

b. Bola lampu pijar

c. Tabung lampu pospor, dalam campuran dengan neon, helium, dan gas

merkuri

d. Tabung lampu radio thyratron, dalam campuran dengan neon.

2.5.1. Sifat-sifat dari gas argon

a. gas argon memiliki sifat-sifat secara kimia diantaranya:

1. Tidak berbau

2. Tidak berwarna

3. Tidak berasa

4. Mudah larut dalam air

Universitas Sumatera Utara

5.

Dan bukan gas yang mudah terbakar.

2.5.2. Bahaya dari gas argon

Bila argon menggantikan oksigen diudara dapat menyebabkan sesak napas

karena udara yang mengandung oksigen kurang dari 16% sangat berbahaya.

2.6 Proses Produksi Oksigen, Nitrogen, dan Argon dari Udara

Proses produksi oksigen, nitrogen dan argon dari udara secara murni

dilakukan melalui proses cryogenic dimana udara didinginkan sampai mencair

lalu dilanjutkan dengan destilasi bertingkat

berdasarkan perbedaan titik didih nitrogen sebagai komponen yang lebih

volatil daripada oksigen akan lebih menguap umumnya interval suhu cryogenic

berkisar dari -100 o C sampai dengan -185 o C

2.7 Tekanan Uap Dan Cairan

(Anonim,1997)

Istilah uap (vapor) dan gas digunakan dengan sangat longgar. Suatu gas

yang berada dibawah suhu kritisnya biasanya disebut uap karena gas tersebut

dapat mengembun. Jika anda memanfaatkan suatu gas murni secara kontinu pada

suhu konstan, asalkan suhu tersebut dibawah suhu kritis, ketika mencapai tekanan

tertentu

gas

tersebut

mulai

mengembun

menjadi

cairan

(atau

padatan).

Universitas Sumatera Utara

Pemanfaatan lebih lanjut tidak menaikkan tekanan tetapi hanya menaikkan fraksi

gas yang mengembun. Kebalikan dari prosedur yang baru saja diuraikan akan

menyebabkan cairan berubah menjadi keadaan gas lagi (yaitu menguap). Mulai

sekarang dan seterusnya, kata uap (vapor) akan digunakan untuk merujuk suatu

gas dibawah titik kritisnya yang proses tertentu memungkinkan terjadi perubahan

fase, sedangkan kata gas atau gas yang tidak dapat mengembun (noncondensable

gas) akan digunakan untuk mendiskripsikan suatu gas di atas titik kritis atau suatu

gas dalam suatu proses ketika gas tersebut tak dapat mengembun.

Jika uap dan cairan dari suatu komponen murni berada dalam ekuilibrium

(equilibrium), maka tekanan ekuilibrium itu disebut tekanan uap. Pada suatu suhu

tertentu hanya ada satu tekanan yang fase cair dan uap dari suatu komponen murni

mungkin berada dalam ekuilibrium. Ada kemungkinan terdapat salah satu fase itu

sendiri, tentu saja pada kondisi yang beraneka ragam (Himmelblau, 1996).

2.8 Adsorpsi

Adsorpsi adalah suatu proses pemisahan bahan dari campuran gas atau

cair, bahan yang harus dipisahkan ditarik oleh permukaan adsorben padat dan

diikat oleh gaya-gaya yang bekerja pada permukaan tersebut. Proses adsorpsi

sangat sesuai untuk memisahkan bahan dengan konsentrasi yang sangat kecil dari

campuran yang mengandung bahan lain yang berkonsentrasi tinggi. Bahan yang

akan dipisahkan tentu

saja

harus dapat

diadsorpsi.

Contoh adsorpsi adalah

pengeringan udara atau gas-gas lain, pemisahan campuran gas untuk memperoleh

komponen-komponen gas dll.

2.9 Silika gel

Universitas Sumatera Utara

Silicagel terdiri atas silisium dioksida (SiO 2 ) yang berbentuk koloida,

hampir tidak mengandung air dan mempunyai banyak sekali pori yang halus.

Bahan ini dibuat secara sintetik dengan mengolah silikat alkali dengan asam

sulfat.

Silica gel sering kali dibuat dalam bentuk butiran (sebagai granulat), dan

tergantung

pada

tujuan

pemanfaatannya,

dapat

berpori

sempit

atau

lebar.

Kemampuan adsorpsi terhadap uap air sangat besar dan karena itu sering kali

digunakan

untuk

pengeringan

gas

yang

lembab,

contohnya

pada

instalasi

pengeringan udara. Silica gel juga digunakan untuk menjaga agar kemasan dan

instrument

yang

peka

terhadap

kelembaban

tetap

kering.

Silica

gel

yang

dilengkapi

dengan

indikator

kelembaban

disebut

dengan

gel

biru.

Dengan

indicator ini, yang mempunyai warna yang reversibleyaitu biru (kering) dan

merah jambu (lembab), dapat diketahui apakah adsorben sudah terbebani dan

sudaah waktunya harus diregenerasi atau diganti.

Silica gel dapat diregenerasi dengan cara yang sederhana, yaitu dengan

pemanasan

pada

120-180

o C.

pemanasan

dapat

dilakukan

secara

langsung,

misalnya dengan mengalirkan udara panas, atau secara tidak langsung dengan

perantaraan alat penukar panas (Heat Exchanger).

2.10

Destilasi

 

Destilasi berarti memisahkan komponen-komponen yang mudah menguap

dari

suatu

campuran

dengan

cara

menguapkannya,

yang

diikuti

dengan

kondensasi uap yang terbentuk dan menampung kondensat yang dihasilkan. Uap

yang dikeluarkan dari campuran disebut sebagai uap bebas, kondensat yang jatuh

Universitas Sumatera Utara

sebagai destilat dan bagian cairan yang tidak menguap sebagai residu. Apabila

yang

diinginkan

adalah

bagian

campuran

yang

tidak

teruapkan

dan

bukan

destilatnya,

maka

proses

tersebut

biasanya

dinamakan

pengentalan

dengan

evaporasi. Dalam hal ini seringkali bukan pemisahan sempurna yang dikehendaki,

melainkan

peningkatan

konsentrasi

bahan-bahan

yang

terlarut

dengan

cara

menguapkan sebagian dari pelarut.

 

Dengan

penguapan

atau

destilasi

sederhana

diatas,

yang

dapat

dipiisahkan hanyalah campuran yang komponen-komponennya memiliki tekanan

uap atau titik didih yang sangat berbeda, dan yang komposisi uapnya amat

berlainan. Pada campuran bahan padat dalam cairan, persyaratan tadi praktis

selalu terpenuhi. Sebaliknya, pada larutan cairan dalam cairan biasanya tidak

mungkin dicapai pemisahan yang sempurna, karena semua komponen pada titik

didih campuran akan memiliki tekanan uap yang besar. Destilat yang murni

praktis hanya dapat diperoleh jika cairan (atau cairan-cairan) yang sukar menguap

mempunyai tekanan uap yang kecil sekali sehingga dapat diabaikan.

Dalam alat ini jarak antara penguapan (lapisan cairan yang terbentuk

secara mekanis) dan permukaan kondensasi demikian kecilnya (beberapa cm)

sehingga jalan bebas rata-rata (mean free path) molekul uap lebih besar daripada

jarak tersebut. Dalam hal ini tidak terdapat hambatan karena tumbukan antar

molekul.

Artinya,

setelah

satu

kali

penguapan,

molekul-molekul

uap

dapat

mengalir

ke

permukaan

kondensasi

hampir

tanpa

hambatan.

Untuk

dapat

mencapai kondisi vakum sedang dan tinggi diperlukan biaya peralatan yang lebih

besar (pompa-pompa vakum, penyekat vakum tinggi), karena itu alat penguap

Universitas Sumatera Utara

molekuler hanya dibuat dengan konstruksi yang kecil. Dengan sendirinya untuk

kerjanya juga kecil.

Pada

destilasi

refluks

(refluks

distillation)

destilat

tidak

dipisahkan,

melainkan (sesuai dengan tujuan proses: panas atau dingin) dibiarkan mengalir

kembali kedalam campuran yang mendidih. Destilasi refluks dapat digunakan

misalnya untuk tujuan-tujuan berikut:

1. Mempertahankan suhu reaksi pada harga tertentu atau memperoleh

kelarutan atau konsentrasi yang setinggi mungkin.

2. Mengeluarkan panas yang timbul dari suatu reaksi eksotermis (dengan

memanfaatkannya sebagai panas penguapan)

3. Mengaduk isi tangki reaksi (dengan bantuan gelembung-gelembung

uap yang timbul).

2.10 Media pendingin

Media pendingin

adalah

bahan

(Bernasconi,G.1995 bagian 2)

berbentuk

padat, cair

atau

gas

yang

memiliki temperature lebih rendah dari bahan proses yang akan didinginkan.

Media ini digunakan untuk mendinginkan bahan-bahan proses dan peralatan,

untuk

mempertahankan

temperature

operasi

dari

suatu

proses,

serta

untuk

mengeluarkan panas dari reaksi-reaksi kimia yang eksoterm.

Universitas Sumatera Utara

Bahan proses suatu peralatan yang perlu didinginkan, sebelum didinginkan

dengan menggunakan media pendingin yang mahal, sedapat mungkin didinginkan

dulu dengan media pendingin yang lebih murah, seperti air atau udara. Media

pendingin hanya boleh dimasukkan secara langsung kedalam bahan proses, bila

media pendingin tersebut tidak menggangu, baik ditinjau dari segi reaksi kimia

maupun

perubahan

volume.

Media

pendingin

yang

padat

sering

diperkecil

ukurannya agar terjadi perpindahan panas yang lebih cepat. Penggunaan media

pendingin secara tidak langsung yaitu melalui alat penukar panas selalu dapat

dilakukan, namun perpindahan panas berlangsung lebih lambat. Media pendingin

dalam bentuk cair dan gas lebih mudah ditakar dan dikendalikan daripada media

pendingin yang padat (Bernasconi. 1995).

2.11 Turbin Gas Regeneratif Dengan Pemanasan Ulang Dan Intercooling

Dua modifikasi pada turbin gas biasa yang dapat meningkatkan kerja netto

yang dihasilkan melalui ekspansi multi-tingkat (multistage expansion) dengan

pemanasan ulang dan kompresi multi-tingkat (multistage compression) dengan

intercooling.

Jika

digunakan

bersama-sama

dengan

regenerasi,

modifikasi-

modifikasi tersebut akan menghasilkan peningkatan yang cukup besar di dalam

nilai

efisiensi

termal.

Konsep

diperkenalkan pada bagian ini.

pemanasan

ulang

dan

intercooling

akan

2.11.1 TURBIN GAS DENGAN PEMANASAN ULANG

Dengan alasan-alasan metalurgis, temperatur dari gas hasil pembakaran

yang memasuki turbin harus dibatasi. Temperatur dari gas hasil pembakaran yang

memasuki turbin harus di batasi. Temperatur ini dapat di kontrol dengan cara

Universitas Sumatera Utara

memberikan udara berlebih dari yang dibutuhkan dalam proses pembakaran di

dalam ruang bakar. Sebagai konsekuensinya, gas yang meninggalkan ruang bakar

mengandung udara yang cukup untuk mendukung pembakaran bahan bakar

tambahan. Beberapa pembangkit tenaga turbin gas memanfaatkan udara berlebih

ini

melalui

penerapan

turbin

multi-tingkat

yang

dilengkapi

dengan

reheat

combustor (ruang bakar untuk pemanasan ulang) di antara tingkat-tingkat yang

ada. Dengan pengaturan seperti ini, kerja netto per satuan massa aliran akan

meningkat( Moran,J,M. 2003).

2.12 Sistem Refrigerasi Penyerapan

Penghematan masukan daya yang besar dapat dibuat jika sebuah pompa

dapat menggantikan kompresor dalam system refrigerasi karena volume spesifik

cairan yang kecil dibandingkan dengan volume spesifik gas. Ini dapat dicapai

dengan menyerap gas refrigerant dari dalam cairan seperti air. Dalam system

refrigerasi penyerapan, derajat penyerapan meningkat begitu temperature larutan

menurun. Cairan digunakan sebagai cara transport untuk membawa refrigerant

dalam bentuk larutan melalui siklus refrigerasi ini. System refgrigerasi penyerapan

yang paling banyak digunakan ialah system amonia-air. System refrigerasi lain

ialah system air-litium bromide dan dan air-litium klorida. Dalam kedua system

ini,

air

digunakan

sebagai

refrigerant,

dan

dengan

demikian

penggunaan

keduanya dibatasi oleh temperature pembekuan air.

Dalam penyerapan, amonia diserap oleh air dalam reaksi eksotermal, dan

pendinginan yang diperlukan untuk mempertahankan temperaturnya konstan.

Larutan amonia-air pekat dipompakan kedalam generator, yang disini amonia

Universitas Sumatera Utara

berpisah dari air dalam reaksi endotermal. Kalor dipindahkan ke generator untuk

memperlancar proses pemisahan ini. Larutan encer yang masih tertinggal dalam

generator mengalir kembali penyerap melalui katup. Pemisah uap (rectifier)

digunakan untuk memisahkan lebih lanjut uap air yang masih bercampur dengan

uap amonia. Pada tingkat ini, uap amonia mengalami siklus kompresi-uap biasa.

Uap amonia ini berkondensasi, dilewatkan melalui katup, dan kemudian menguap

dalam evaporator. Setelah menyelesaikan efek pendinginan, uap ini memasuki

penyerap yang di sini uap ini diserap oleh air, dan siklusnya berulang lagi. Untuk

meningkatkan

kinerja

siklus

ini,

diantara penyerap dan generator.

2.13 Sistem Refrigerasi Gas.

penukar

kalor

atau

regenerator

diselipkan

Dalam system refrigerasi gas, fluida kerja tetap dalam bentuk gas dalam

keseluruhan

siklus

ini.

System

refrigerasi

gas

lazim

digunakan

untuk

mendapatkan temperatur yang sangat rendah untuk penggunaan seperti pencairan

gas.

Penggunaan

lainnya,

dengan

udara

pendinginan kabin pesawat terbang.

sebagai

fluida

kerja

ialah

untuk

Siklus refrigerasi gas ideal beroperasi pada siklus brayton tertutup yang

terbalik. Skematik dan diagram T-s system refrigerasi siklus-udara ditunjukkan

pada

gambar

7.51.

gas

refrigerant

mula-mula

dikompresi secara

isentropic

sepanjang proses 1-2, dan setelah pendinginan awal pada tekanan konstan dalam

penukar

kalor

sepanjang

proses

2-3,

gas

ini

dibiarkan

berekspansi

secara

isentropic dalam turbin sepanjang proses 3-4, yang menyebabkan penurunan

temperature lebih lanjut. Kerja yang dibangkitkan oleh turbin dapat digunakan

Universitas Sumatera Utara

untuk mengimbangi sebagian kerja yang dibutuhkan oleh kompresor. Atau, kerja

turbin dapat digunakan untuk mensirkulasikan udara dingin melalui penukar kalor

dan kemudian ke ruang yang akan didinginkan. Dalam system ini, udara dicerat

dari

kompresor

motor

jet-nya

dan

berfungsi

sebagai

sumber

utama

udara

kompresi. Udara ini kemudian didinginkan dalam penukar kalor dan dikompresi

lebih lanjut oleh kompresi kecil. Udara ini selanjutnya didinginkan sebelum

diekspansi

dalam

turbin

kecil.

Unit

ini

menggunakan

kompresor

turbin

berkecepatan tinggi dan yang dapat menangani volume udara dalam jumlah besar.

Kelembabannya

yang

dikumpulkan

dalam

pemisah

air

digunakan

untuk

menurunkan udara padatan untuk mendinginkan udara cerat motor jet dan udara

kompresi yang keluar dari kompresor (Saad,A,M.1997).

BAB III

METODE PENELITIAN

Bahan baku utama yang digunakan dalam proses ini adalah udara yang terdiri

dari beberapa komponen-komponen dan masing-masing memiliki perbedaan sifat,

baik pada titik didihnya maupun pada tekanan uapnya. Komponen yang cukup

banyak jumlah persentasinya adalah nitrogen, oksigen, argon, dan CO 2 . Gas lain

Universitas Sumatera Utara