P. 1
Raja Ampat

Raja Ampat

|Views: 1,441|Likes:
Dipublikasikan oleh anggit28

More info:

Published by: anggit28 on May 06, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/02/2013

pdf

text

original

21 April 2010

RAJA AMPAT, MUTIARA YANG BELUM TERASAH

ABSTRAKSI

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Raja Ampat dengan cara menganalisis kekurangan dan kelebihan yang ada, sehingga dapat ditarik kesimpulan mengenai potensi usaha yang dapat dijalankan di kabupaten tersebut. Analisis dilakukan di sektor pariwisata yang menjadi sektor unggulan, dan sektor-sektor lainnya yang menjadi pendukung pertumbuhan ekonomi di kabupaten tersebut. Data dan informasi yang digunakan dalam riset ini diperoleh dari situs-situs resmi pemerintah daerah, beberapa situs perorangan, dan referensi beberapa buku penunjang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peranan pemerintah daerah dan ketersediaan infrastruktur sangatlah penting sebagai insentif investasi yang kondusif disuatu daerah. Sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Keyword: Kabupaten Raja Ampat, Pariwisata, Investasi.

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

1

21 April 2010

I. PENDAHULUAN
Papua Barat (sebelumnya Irian Jaya Barat disingkat Irjabar) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian barat pulau Papua dengan ibukota Manokwari. Nama provinsi ini sebelumnya adalah Irian Jaya Barat, yang ditetapkan dalam Undang-

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

Undang Nomor 45 Tahun 1999. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2007 tanggal 18 April 2007, nama provinsi ini diubah menjadi Papua Barat. Papua Barat dan Papua merupakan provinsi yang memperoleh status otonomi khusus. Provinsi ini juga telah mempunyai KPUD sendiri dan menyelenggarakan pemilu untuk pertama kalinya tanggal 5 April 2004. Provinsi ini terletak di antara 4º30' LS - 1º30' LU dan 128º50' 135º20' BT, mencakup kawasan kepala burung pulau Papua dan kepulauan-kepulauan di sekelilingnya. Di sebelah utara, provinsi ini dibatasi oleh Samudra Pasifik, bagian barat berbatasan dengan provinsi Maluku Utara dan provinsi Maluku, bagian timur dibatasi oleh Teluk Cenderawasih, selatan dengan Laut Seram dan tenggara berbatasan dengan provinsi Papua. Provinsi ini terdiri dari sebelas kabupaten kota sebagai berikut:

Tabel 1.1: Kabupaten-kabipaten di Papua Barat No. 1 2 3 4 Kabupaten/Kota Kabupaten Fakfak Kabupaten Kaimana Kabupaten Manokwari Kabupaten Maybrat Ibukota Fakfak Kaimana Manokwari Kumurkek

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

2

21 April 2010

5 6 7 8 9 10 11

Kabupaten Raja Ampat Kabupaten Sorong Kabupaten Sorong Selatan Kabupaten Tambrauw Kabupaten Teluk Bintuni Kabupaten Teluk Wondoma Kota Sorong
Sumber: Wikipedia, diolah

Waisai Sorong Teminabuan Fef Bintuni Rasiei

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

Gambar 1.1: PDRB Papua Barat
Sumber: BPSP Papua Barat

Perekonomian provinsi Papua Barat secara umum ditopang oleh beberapa sektor non-ekstraktif seperti industri pengolahan, pengangkutan dan komunikasi, dan sektor konstruksi. Selain sektorsektor tersebut, terdapat beberapa sektor lain yang memiliki potensi pertumbuhan yang baik karena memiliki pertumbuhan diatas 5% seperti sektor listrik, gas, dan air bersih, sektor perdagangan, hotel, dan restoran, serta sektor jasa lainnya. Ketiga sektor terakhir

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

3

21 April 2010

merupakan sektor jasa dan utilities yang erat kaitannya dengan kebutuhan pariwisata di provinsi Papua Barat.

II. TUJUAN PENELITAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan kabupaten

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

Raja Ampat karena potensi sumber daya alamnya yang sangat besar. Dengan mengetahui kelebihan dan kelemahan tersebut, kita dapat melihat unit-unit usaha mana yang dapat dikembangkan untuk menarik investor, sehingga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kabupaten tersebut dapat meningkat. Selain itu akan dibahas pula sektor penunjang lainnya yang dijalankan pemerintah daerah kabupaten meliputi daya saing sektor-sektor tersebut di dalam provinsi papua maupun di Indonesia secara keseluruhan.

III. TINJAUAN PUSTAKA
Sektor unggulan suatu daerah dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Semakin absolut keunggulan sektor tersebut, maka semakin besar pula multiplier effect yang dapat terjadi. Efek tersebut dapat terjadi apabila terjadi pertambahan nilai input yang berasal dari Investasi. Oleh karena itu investasi merupakan suatu elemen penting dalam perekonomian. Pengertian investasi secara umum adalah pembelian barang modal baru oleh sektor bisnis. Berdasarkan teori penghitungan pendapatan nasional (GDP) yang menggunakan pendekatan

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

4

21 April 2010

pengeluaran (expenditure apporach), dimana: Y = C + I + G + NX, mencerminkan bahwa investasi merupakan satu dari empat indikator utama penghitungan pendapatan nasional. Oleh karena itu, perubahan pada positif. investasi Ketika akan terjadi erat kaitannya dengan perubahan nasional, pada maka pendapatan, dimana hubungan antara kedua akun tersebut adalah peningkatan tersebut dapat pendapatan pertumbuhan ekonomi akan meningkat. Hubungan antara investasi dan pendapatan nasional yang mencerminkan memberikan pentingnya kepada kebijakan pemerintah insentif

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

investor, baik dalam negeri atau luar negeri, untuk melakukan investasi di dalam negeri. Untuk menjamin masuknya investasi sebagai stimulus perekonomian, dibutuhkan insentif bagi investor yang akan melakukan investasi yang meliputi kemudahan dalam melakukan investasi secara menyeluruh. Mayoritas insentif tersebut berasal dari kebijakan pemerintah. Dari hasil survei KPPOD pada tahun 2007 di 243 kabupaten/kota dengan responden 12.187 perusahaan, hambatan utama berusaha adalah pengelolaan infrastruktur (35,5%), tidak adanya program pemda dalam pengembangan usaha sektor swasta (14,8%), masalah akses lahan dan kepastian hukum (14%), kurangnya interaksi pemda dan pelaku usaha (10%), biaya transaksi atau pungutan di daerah (9,9%), serta pengurusan izin usaha (8,8%).

IV. TEMUAN HASIL RISET DAN ANALISIS
Salah satu kabupaten di Papua yang terkenal akan keindahannya adalah kabupaten Raja Ampat. Kabupaten ini memiliki luas 46.296 Km² yang terdiri dari 610 pulau. Empat pulau terbesar di antaranya

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

5

21 April 2010

adalah Pulau Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo. Dari seluruh pulau, hanya 35 pulau yang berpenghuni. Pulau lainnya tidak berpenghuni dan sebagian besar belum memiliki nama.

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

Gambar 4.1: Kabupaten Raja Ampat
Sumber: Wikipedia

Pada sensus tahun 2000, jumlah penduduk kabupaten Raja Ampat adalah sebanyak 27.071 penduduk dengan kepadatan tidak sampai satu penduduk per kilometer persegi. Hal ini terjadi karena 80% lebih dari luas wilayah di kabupaten tersebut merupakan perairan. Luasnya perairan dan banyaknya kepulauan tersebut menjadikan pemerintah kabupaten Raja Ampat memfokuskan kegiatan ekonomi di beberapa sektor yang berhubungan dengan bahari, baik ekstraktif maupun non-ekstraktif. Salah satunya adalah sektor pariwisata yang memiliki potensi besar untuk menjadi motor utama perekonomian kabupaten Raja Ampat. Berikut akan dibahas temuan sektor perekonomian dan sektor-sektor lainnya.

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

6

21 April 2010

IV.1 Sektor Pariwisata
Jumlah berkunjung wisatawan ke provinsi baik lokal maupun dari mancanegara tahun ke yang tahun Papua Barat

memperlihatkan adanya peningkatan. Hal ini berpotensi bagi provinsi Papua Barat dan kabupaten Raja Ampat pada khususnya, untuk mendorong sektor pariwisatanya.

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

Tabel 4.1: Jumlah Wisatawan Yang Berkunjung Ke Papua Barat Tahun 2006 2007 2008 Tamu Asing 1100 200 2000 Tamu Indonesia 72560 242000 442600 Total 73660 242200 444600
Sumber: BPS, diolah

Wisatawan Asing (juta) 2500 2000 1500 1000 500 0 2006 2007

Wisatawan Lokal (juta) 500000 450000 400000 350000 300000

250000
200000 150000 100000 50000 0 2008

Gambar 4.2: Wisatawan Yang Berkunjung Ke Provinsi Papua Barat
Sumber: BPS, diolah

Kepulauan Raja Ampat merupakan salah satu tempat di provinsi Papua Barat yang sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai objek wisata, terutama wisata penyelaman. Perairan Kepulauan Raja Ampat

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

7

21 April 2010

menurut berbagai sumber, merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini. IV.1.1 Transportasi

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

Moda transportasi menuju kabupaten Raja Ampat saat ini memang belum sebanyak objek-objek wisata lain. TIdak seperti pulau Bali yang menyediakan penerbangan hingga puluhan kali ke berbagai kota besar di Indonesia dan luar negeri, atau kota Manado yang terkenal dengan Taman Laut Bunakennya yang menyediakan lebih dari sepuluh penerbangan yang menghubungkan Manado dan Jakarta. Perjalanan menuju kabupaten Raja Ampat yang paling populer adalah melalui kota Sorong, salah satu kota terbesar di provinsi Papua Barat. Perjalanan menuju Sorong dapat ditempuh dari beberapa kota besar di Indonesia, bahkan kota-kota lainnya di asia tenggara seperti Singapura, Kuala Lumpur, dan Davao di Filiphina. Beberapa maskapai penerbangan yang menyediakan rute Jakarta Sorong mengharuskan penumpangnya transit di Manado atau Makassar. Maskapai-maskapai tersebut antara lain adalah Lion air, Merpati Nusantara Airlines, dan Garuda Indonesia. Harga tiket yang berlaku berkisar antara Rp1.200.000 hingga Rp.3.500.000 tergantung pada pilihan kelas dan ketersediaan tiket. Sedangkan maskapai luar negeri yang melayani penerbangan menuju Sorong, yang juga transit di Manado, antara lain adalah Silk Air dan Cebu Air Pacific dengan harga tiket berkisar di angka S$450.

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

8

21 April 2010

Perjalanan dari Sorong kemudian dilanjutkan menuju Waisai, ibukota kabupaten Raja Ampat. Perjalanan ini dapat ditempuh dengan menggunakan kapal cepat yang dapat disewa dengan tarif sekitar Rp2.000.000 per kapal per trip. Sekali perjalanan, kapal tersebut dapat memuat lebih dari sepuluh orang. Waktu tempuh yang diperlukan sekitar satu setengah jam untuk mencapai Waisai. Dari

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

Waisai, para wisatawan dapat memilih untuk tinggal di pulau tersebut atau menyewa kapal-kapal kecil untuk menuju pulau-pulau lainnya. IV.1.2 Masyarakat Sekitar Masyarakat Kepulauan Raja Ampat umumnya nelayan tradisional yang berdiam di kampung-kampung kecil yang letaknya berjauhan dan berbeda pulau. Mereka adalah masyarakat yang ramah menerima tamu dari luar, apalagi kalau kita membawa oleh-oleh buat mereka berupa pinang ataupun permen. Barang ini menjadi semacam 'pipa perdamaian indian' di Raja Ampat. Acara mengobrol dengan makan pinang disebut juga "Para-para Pinang" seringkali bergiliran satu sama lain saling melempar mob, istilah setempat untuk cerita-cerita lucu. Mereka adalah pemeluk Islam dan Kristen dan seringkali di dalam satu keluarga atau marga terdapat anggota yang memeluk salah satu dari dua agama tersebut. Hal ini menjadikan masyarakat Raja Ampat tetap rukun walaupun berbeda keyakinan. IV.1.3 Objek Wisata Kepulauan Raja Ampat sangat terkenal dengan wisata bawah airnya. Salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan oleh para wisatawan adalah diving. Spot diving di Raja Ampat termasuk kedalam

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

9

21 April 2010

sepuluh spot diving terbaik di dunia yang dinilai dari keragaman spesies ikan dan terumbu karang yang sangat banyak. Berbagai spot diving yang sangat terkenal diantara diver-diver di seluruh dunia antara lain1:
Gambar 4.3 Wisata di Raja Ampat

Studi, Investasi Pariwisata Daerah
1

1. Pulai Misool

2. Tanjung Kri

Gambar diambil dari www.rajaampat-liveaboard.com

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

10

21 April 2010

3. Sardine Reef

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

4. The Passage

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

11

21 April 2010

5. Nudibranck Rock

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

6. Mike’s Point

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

12

21 April 2010

7. Pulau Wai

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

Raja Ampat terletak di segi tiga karang (Coral Triangle) yang terdiri dari Indonesia, Filiphina, Malaysia, Papua New Guinea, Jepang, dan Australia. Kondisi ini menjadikan kawasan tersebut memiliki kekayaan organisme bawah laut yang sangat besar, termasuk terumbu karangnya. Terumbu karang yang berada di perairan kabupaten Raja Ampat pertama kali ditemukan oleh pakar terumbu karang dunia, John Vernon, pada sebuah survey yang dilakukan oleh dua lembaga konservasi dunia, Conservation International dan The Nature Conservation, pada tahun 2002. Penelitian tersebut menemukan lebih dari terdapat lebih dari 540 jenis karang keras (75% dari total jenis di dunia), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, dan catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans. Ini menjadikan 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat. Tak

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

13

21 April 2010

satupun tempat dengan luas area yang sama memiliki jumlah spesies karang sebanyak ini. Ada beberapa kawasan terumbu karang yang masih sangat baik kondisinya dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90%, yaitu di selat Dampier (selat antara pulau Waigeo dan pulau Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepualauan Misool Timur Selatan dan Kepulauan Wayag. Tipe dari terumbu karang di Raja Ampat umumnya adalah terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam. Tetapi ditemukan juga tipe atol dan tipe gosong atau taka. Di beberapa tempat seperti di kampung Saondarek, ketika pasang surut terendah, bisa disaksikan hamparan terumbu karang tanpa menyelam dan dengan adaptasinya sendiri, karang tersebut tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung. Selain terumbu karang, objek bahari yang ditawarkan juga meliputi berbagai jenis spesies ikan, mulai dari yang biasa ditemui di perairan di Indonesia, hingga yang jarang ditemui. Spesies yang unik yang bisa dijumpai pada saat menyelam adalah beberapa jenis kuda laut katai, wobbegong, dan ikan pari manta. Terdapat lebih dari 1.084 spesies ikan terdapat di daerah ini yang secara garis besar dibagi menjadi tiga kelompok yang dominan, yakni ikan-ikan gobi (Gobiidae), ikan damsel (Pomacentridae), dan ikan maming (Labridae). Objek bahari lain di kabupaten Raja Ampat yang menarik perhatian banyak para wisatawan adalah pantai. Pantai-pantai yang terdapat di kepulauan Raja Ampat ini berbentuk pantai berpasir putih. Pasir di pantai-pantai tersebut memiliki struktur ringan dan berwarna putih bersih, serupa dengan pasir di pantai Gili Trawangan di Provinsi

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

14

21 April 2010

Nusa Tenggara Barat. Berikut adalah beberapa gambar pantai yang terdapat di Kabupaten Raja Ampat. Gambar 4.4 Pantai di Kabupaten Raja Ampat

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

Pantai Yanpepir Sumber: www.thesevenseas.net

Pantai di Pulau Salawati Sumber: www.bureketo.blogspot.com

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

15

21 April 2010

Gambar 4.5 Pantai di Pulau Misool

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

Sumber: www.moreindonesia.com Alternatif lain selain wisata bahari di kabupaten raja ampat adalah wisata peninggalan sejarah dan outbond ke hutan konservasi. Peninggalan sejarah yang terdapat di kabupaten ini antara lain adalah peninggalan prasejarah berupa cap tangan yang diterakan pada dinding batu karang yang berada sangat dekat dengan permukaan laut dan tidak berada di dalam gua. Lokasi situs ini ada di pulau Misool. Menurut perkiraan, usia cap-cap tangan ini sekitar 50.000 tahun dan menjadi bagian dari rangkaian petunjuk jalur penyebaran manusia dari kawasan barat Nusantara menuju Papua dan Melanesia. Kegiatan di hutan konservasi antara lain dengan melakukan outbond untuk melihat dan mempelajari berbagai macam spesies

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

16

21 April 2010

tumbuhan. Kegiatan lain yang berhubungan dengan hutan adalah dengan melakukan bird view, yaitu kegiatan melihat dan mendengarkan suara-suara burung yang hidup secara liar di hutanhutan konservasi tersebut. Berikut adalah beberapa gambar tentang kehidupan hutan di Kabupaten Raja Ampat. Gambar 4.6 Lorenta National Park

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

Sumber: www.richmountain.wordpress.com

Hutan Pulau Batanta Sumber: www.lombokmarine.com

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

17

21 April 2010

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

Bird Watching di Hutan Konservasi Waigeo Sumber:www.kikilmacan.blogspot.com IV.1.4 Akomodasi Tidak terlalu banyak pilihan hotel yang terdapat di kabupaten Raja Ampat. Bahkan data ketersediaan hotel dan pengunjung hotel tidak tersedia di halaman situs Biro Pusat Statistik (BPS). Namun setidaknya terdapat beberapa hotel yang dapat digunakan oleh para wisatawan untuk bermalam di kabupaten Raja Ampat, contohnya adalah Kri Eco Resorts yang terdapat di pulau Kri dan Sorido Bay Resort yang juga terletak di pulau Kri. Tarif yang dikenakan adalah sebesar EUR115 per malam atau sekitar Rp1.400.000.

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

18

21 April 2010

Alternatif lain dari kedua hotel tersebut adalah dengan bermalam di homestay berupa rumah-rumah para penduduk yang memang difungsikan sebagai tempat bagi para wisatawan untuk bermalam. Tarif yang dikenakan relatif lebih rendah dibandingkan kedua hotel diatas. Tarif ditentukan berdasarkan kesepatakan antara wisatawan dan pemilik rumah.

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

IV.2 Sektor Penunjang Perekonomian Lainnya
IV.2.1 Sektor Perkebunan Perkebunan Raja Ampat didominasi oleh tanaman tanaman pantai dan dataran rendah seperti kelapa sawit dan kelapa dalam. Hal ini paralel dengan kenyataan bahwa hampir seluruh wilayah daratan kabupaten Raja Ampat merupakan daerah pantai dan dataran rendah. Tanaman perkebunan tersebut diprioritaskan di wilayah pulau Pam, pulau Kofiau, dan pulau Salawati. Selain tanaman pesisir tersebut, perkebunan di Raja Ampat juga meliputi perkebunan sayur mayur seperti tomat, kacang panjang, dan cabe, dan komoditas perkebunan lainnya. Sektor perkebunan di kabupaten Raja Ampat ini secara relatif masih kalah dengan sektor yang sama di kabupaten-kabupaten lain. Sebagai contoh adalah tingkat produktivitas tanaman kelapa sebesar 0,2 ton per hektar, atau berada pada peringkat produktivitas terendah dibandingkan kabupaten lain.

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

19

21 April 2010

Sorong Selatan 10%

Raja Ampat 3%

Fakfak 5% Kaimana 13%

Teluk Mondama 7%

Sorong Selatan 36%

Manokwari 10%

Teluk Bintuni 16%

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

Gambar 4.3: Persentase Produksi Tanaman Kelapa Per Hektar Lahan
Sumber: BPSP Papua Barat, diolah

Komoditas perkebunan yang cukup baik tingkat produktivitasnya di kabupaten Raja Ampat adalah coklat dengan tingkat produktivitas 1,029 ton per hektar. Angka tersebut berada pada peringkat kedua tertinggi bila dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten lainnya. Namun komoditas coklat di Papua Barat secara keseluruhan tidaklah signifikan bila dibandingkan dengan produksi coklat nasional, yaitu rata-rata sebesar 0,39% dari total produksi nasional.
Fakfak Kaimana 6% 2% Raja Ampat 30%

Teluk Mondama 34%

Sorong Selatan 5% Sorong Selatan Manokwari 9% 2%

Teluk Bintuni 12% Sumber: BPSP Papua Barat, diolah

Gambar 4.4: Persentase Produksi Coklat Per Hektar Lahan

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

20

21 April 2010

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

Tabel 4.2: Produksi Coklat Papua Barat dan Nasional (Dalam Ton) Papua Tahun Nasional Barat Persentase 2004 38849.30 140.27 0.3611 2005 39810.90 148.34 0.3726 2006 41318.00 161.64 0.3912 2007 43199.20 170.23 0.3941 2008 44785.50 180.16 0.4023 2009 45887.10 190.63 0.4154 Rata-rata persentase = 0.3894
Sumber: BPS dan BPSP Papua Barat, diolah

4.2.2 Sektor Pertambangan Sektor pertambangan di kabupaten Raja Ampat cukup menjanjikan. Terlihat dari cukup banyaknya jumlah titik pertambangan yang melakukan eksplorasi di kabupaten ini. Setidaknya terdapat 21 titik pertambangan di kabupaten Raja Ampat dari total 86 titik pertambangan di provinsi Papua Barat. Titik-titik tambang tersebut tersebar di beberapa pulau di kabupaten Raja Ampat yaitu pulau Salawah, pulau Waigeo, pulau Gag, pulau Batanta, dan pulau Misool. Berbeda dengan provinsi tetangga yang mayoritas merupakan pertambangan tembaga dan emas seperti yang dikelola oleh PT. Freeport, mayoritas titik tambang yang terdapat di kabupaten Raja Ampat melakukan eksplorasi batu bara dan nikel, diikuti dengan minyak dan gas, besi, dan tembaga. Sektor pertambangan tersebut cukup menjanjikan sebagai motor pendorong pertumbuhan ekonomi di kabupaten Raja Ampat dan Papua Barat, namun regulasi tentang eksplorasi harus diatur dan diawasi

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

21

21 April 2010

dengan baik sehingga tidak terjadi eksploitasi alam yang dapat mengganggu sektor lain seperti sektor pariwisata, sehingga kasus terganggunya kegiatan pariwisata akibat kegiatan pertambangan yang terjadi di Belitung, Sumatra Selatan, tidak terjadi di kabupaten Raja Ampat. 4.2.3 Sektor Perikanan Seperti yang telah dijabarkan sebelumnya bahwa 80% wilayah kabupaten Raja Ampat merupakan perairan, otomatis sektor perikanan adalah salah satu sektor yang diharapkan oleh pemerintah daerah menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kabupaten tersebut. Tercatat bahwa pemerintah daerah telah mencanangkan beberapa wilayah pulau yang menjadi titik penangkapan ikan utama seperti kepulauan Ayau, pulau Waigeo, oulau Batanta, pulau Sulawati, dan pulau Kofiau. Jenis ikan yang biasa ditangkap oleh nelayan antara lain adalah ikan cakalang dan ikan madhidang. Total produksi sektor pertanian kabupaten Raja Ampat adalah sebesar 4.604,1 ton pada tahun 2005. Namun sektor tersebut masih belum bisa menjadi sektor unggulan kabupaten karena secara relatif, jumlah produksi tersebut masih sangat kecil dibandingkan dengan keseluruhan produksi sektor perikanan di provinsi Papua Barat, atau hanya sebesar 5,25%, jauh dibawah kabupaten Sorong, Manokwari, dan Fakfak.

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

22

21 April 2010

Kota Sorong 37%

Fak Fak 23%

Kaimana 5%

Manokwari 24%

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

Raja Ampat 5%

Sorong 2%

Teluk Wondama 2% Teluk Bintuni 2%

Gambar 4.5: Persentase Total Produksi Sektor Perikanan Provinsi Papua Barat
Sumber: BPSP Papua Barat, diolah

Tidak semua wilayah perairan di kabupaten Raja Ampat ini menjadi wilayah yang legal untuk kegiatan nelayan. Pada tahun 2008 disetujui sebuah kesepakatan antara penduduk lokal dan pemerintah daerah yang tertuang dalam deklarasi Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD). Deklarasi tersebut membatasi kegiatan nelayan pada beberapa wilayah perairan tertentu seperti di kawasan teluk Mayabilit. Selain itu, deklarasi ini juga meregulasi pemakaian pukat harimau, bahan peledak, dan alat-alat penangkapan ikan lain yang berbahaya bagi keragaman hayati di perairan Raja Ampat. Hal ini dapat mendukung kelangsungan kehidupan bawah laut kawasan Raja Ampat termasuk dengan pelestarian spesies-spesies ikan tertentu dan terumbu karang.

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

23

21 April 2010

4.2.4 Kehutanan Hutan di pulau Irian merupakan tutupan hutan yang terluas di Indonesia. Selain itu hutan-hutan tersebut juga menjadi pemasok oksigen utama ke seluruh dunia. Oleh karena itu, sejak praktek pembalakan liar dan ladang berpindah marak di Indonesia, pemerintah pusat beserta pemerintah daerah dan lembaga-lembaga independen seperti tesebut. Begitu pula dengan kabupaten Raja Ampat yang juga memiliki tutupan hutan yang cukup luas. Di wilayah ini terdapat setidaknya empat wilayah konservasi hutan yang terletak di cagar alam pulau Salawati Utara, pulau Batanta Barat, pulau Misool Selatan, dan pulau Waigeo Barat. Keempat cagar alam tersebut memiliki luas sekitar 339.638 hektar atau hampir 50% dari total luas daratan. Jumlah tersebut adalah jumlah cagar alam kedua terbanyak dalam satu kabupaten di provinsi Papua Barat. Jumlah cagar alam terbanyak terdapat di kabupaten Manokwari. Mengingat luasnya lahan konservasi alam di kabupaten Raja Ampat tersebut, maka luas hutan yang dapat dipergunakan untuk kegiatan produksi hanya sebesar 16,8% dari total luas hutan. Persentase tersebut mendudukkan kabupaten Raja Ampat di posisi ketujuh dalam kategori luas hutan yang dapat diproduksi. Hal ini mengurangi kemungkinan kabupaten tersebut memiliki keunggulan komparatif dalam sektor kehutanan. Greenpeace menggalakkan program perlindungan dan

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

konservasi hutan untuk mencegah menghilangnya hutan-hutan Papua

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

24

21 April 2010

Fakfak Kaimana 9% 6% Raja Ampat 7% Kota Sorong 20% Teluk Mondama 13% Teluk Bintuni 13%

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

Sorong Selatan 13%

Sorong Selatan 15%

Manokwari 4% Sumber: BPSP Papua Barat, diolah

Gambar 4.6: Persentase Hutan Produksi Terhadap Total Luas Hutan

Meskipun perbandingan antara hutan konservasi dan hutan produksi tersebut relatif timpang, hal tersebut tidak menjadikan sektor kehutanan sebagai sektor “melempem” di kabupaten tersebut. Walau tidak dapat digunakan untuk produksi kayu dan turunannya, wilayah konservasi hutan dapat mendukung meningkatnya pariwisata di kabupaten tersebut. Hutan konservasi bisa dijadikan objek wisata yang mampu menarik minat wisatawan untuk kegiatan dengan konsep back to nature.

V. ANALISIS HASIL TEMUAN RISET
Berdasarkan temuan-temuan diatas, kita dapat menganalisis keunggulan dan kelemahan dari kabupaten Raja Ampat. Lebih dari itu, kita dapat melihat unit bisnis atau peluang bisnis apa yang dapat berkembang di kabupaten tersebut sehingga pemerintah daerah dapat menentukan strategi investasi yang akan diambil.

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

25

21 April 2010

Keunggulan : a. Kabupaten Raja Ampat mempunyai banyak potensi pariwisata yang sangat potensial dan dapat dikembangkan, baik itu wisata bahari, wisata budaya, wisata sejarah, dan wisata alam. Potensi tersebut menjadikan sektor pariwisata menjadi sektor yang memiliki keunggulan absolut dibandingkan sektor-sektor lainnya.

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

b. Komitmen pemerintah terhadap Industri Pariwisata ini cukup baik, terlihat dari usaha regulasi pemerintah daerah melestarikan sumber daya alam. Regulasi tersebut dapat mencegah eksploitasi sumber daya alam yang dapat merugikan keberlangsungan sektor pariwisata. c. Kebijakan pemerintah pusat mengeluarkan peraturan visa on arrival bagi penduduk negara-negara menjadi tertentu satu di beberapa masuk bandara menuju internasional yang salah pintu

Kabupaten Raja Ampat. d. Masyarakat lokal yang terbuka terhadap kehadiran para pendatang baru. Hal ini membuat para wisatawan merasa nyaman untuk mengunjungi kabupaten tersebut seperti halnya objek-objek wisata lainnya di Indonesia. Selain itu toleransi yang tinggi juga mendorong terciptanya keharmonisan antar umat beragama di kabupaten tersebut. e. Adanya sektor penunjang lainnya yang dapat menjadi sumber penerimaan pemerintah daerah ketika sektor pariwisata yang menjadi sektor unggulan dan kompetitif belum dapat berkontribusi secara maksimal.

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

26

21 April 2010

Kelemahan : a. Kondisi geografis kabupaten Raja Ampat yang berupa kepulauan cenderung menyulitkan mobilitas dari satu tempat ke tempat lainnya. Hal tersebut didukung dengan keterbatasan armada kapal yang dapat menyambung satu pulau dengan pulau lainnya. Dengan terbatasnya armada tersebut, biaya yang dikenakan kepada wisatawan menjadi relatif tinggi. b. Kurang tersedianya keberadaan infrastruktur dan fasilitas yang dapat menunjang kenyamanan para wisatawan selama tinggal di kabupaten tersebut. Infrastruktur dan fasilitas tersebut meliputi hotel-hotel yang dapat diakses melalui internet dan fasilitas penunjang seperti bank, ATM, convenient store, koneksi internet,

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

dan BTS telepon seluler. c. Kurangnya publikasi tentang keindahan alam Raja Ampat melalui program-program resmi pemerintah. Berdasarkan pemaparan diatas kita bisa menemukan peluang bisnis atau unit bisnis yang bisa berkembang di kabupaten Raja Ampat. Mengingat lokasi kabupaten teresebut yang cukup jauh dari objek wisata unggulan Indonesia lainnya seperti Taman Laut Bunaken atau Bali, maka rata-rata pendatang di kabupaten tersebut menghabiskan waktu yang relatif lama di kabupaten ini. Oleh karena itu, salah satu unit bisnis yang dapat dibangun adalah penginapan yang nyaman namun dengan biaya yang terjangkau. Semakin mahal biaya per malam dari penginapan tersebut dikhawatirkan akan meningkatkan beban biaya yang harus ditanggung para wisatawan. Selain itu, paket-paket wisata yang terintergrasi dengan penginapan,

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

27

21 April 2010

seperti diving dan outbond, juga dapat menjadi peluang bisnis yang baik. Selain itu ada beberapa sektor pendukung yang bisa menjadi peluang bisnis, seperti jasa transportasi, jasa agen perjalanan, dan pemandu wisata. Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan baik domestik maupun asing ke kabupaten Raja Ampat dan keyakinan akan terus bertambahnya jumlah wisatatawan, terlebih lagi apabila

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

pemerintah menggalakkan promosi wisata Raja Ampat, maka peluang untuk menanamkan modal di jasa transportasi ini sangat prospektif, terutama dalam kerjasama dengan maskapai asing dan pemilik kapal penyeberangan.

VI. PENUTUP
VI.1 Kesimpulan
Kabupaten Raja Ampat memiliki banyak sektor ekonomi yang potensial yang ditunjang dengan kekayaan sumber daya alam yang sangat besar. Namun sektor ekonomi yang memiliki keunggulan absolut adalah sektor pariwisata. Sektor ini memiliki potensi menjadi salah satu tujuan wisata yang sangat besar di dunia. Hal tersebut didukung oleh keanekaragaman spesies terumbu karang dan ikan yang sangat banyak dalam satu wilayah perairan. Sektor unggulan kedua yang berpotensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah perkebunan coklat. Sektor ini berpotensi menjadi sektor unggulan karena produktivitas kabupaten Raja Ampat yang relatif tinggu diatas rata-rata kabupaten lainnya di provinsi Papua Barat. Namun hal ini masih terkendala kalahnya tingkat produktivitas

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

28

21 April 2010

provinsi

Papua

Barat

dibandingkan

provinsi-provinsi

lainnya

di

Indonesia. Untuk mengoptimalkan sektor pariwisata menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, dibutuhkan aliran investasi untuk membangun sarana dan fasilitas penunjang untuk mempermudah para wisatawan. Investasi tersebut meliputi investasi di bidang transportasi dan akomodasi. Kebijakan dan penyediaan infrastruktur oleh pemerintah juga merupakan hal penting dalam mengoptimalkan sektor tersebut karena akan menjadi stimulus bagi investor untuk melakukan kegiatan usaha di kabupaten tersebut.

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

VI.2 SARAN
Berdasarkan temuan dan analisis diatas, maka saran yang dapat diberikan kepada pemerintah adalah: 1. Pemerintah memfokuskan peningkatan kinerja sektor pariwisata sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi kabupaten Raja Ampat, tanpa melupakan perbaikan kinerja di sektor-sektor pendukung. 2. Komitmen pemerintah dalam memberikan insentif bagi investor dengan menjalankan kebijakan-kebijakan yang jelas dan akuntabel sangat diperlukan untuk menjaga keberlangsungan kinerja sektor pariwisata di kabupaten Raja Ampat

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

29

21 April 2010

REFERENSI
www.bps.go.id www.coraltrianglecenter.org www.diverajaampat.org www.gorajaampat.com/ www.indonesia.go.id

Studi, Investasi Pariwisata Daerah

www.irjabar.bps.go.id www.papuabaratprov.go.ig www.rajaampat-liveaboard.com www.wikipedia.com

ANALIS
Fadjar AD, Direktur Eksekutif fadjar_ad@lepmida.com Muhammad Hanri, Analis muhammad.hanri@lepmida.com Susan Meliana , Analis Susan.meliana@lepmida.com Ronald Sianipar , Analis Ronald.sianipar@lepmida.com

DISCLAIMER
The information provided on this report is not intended for distribution to, or use by, any person or entity in any jurisdiction or country where such distribution or use would be contrary to law or regulation or which would subject Lepmida.com or any of its affiliates and subsidiaries to any registration requirement within such jurisdiction or country. Neither the information, nor any opinion contained in this report constitutes a solicitation, or offer by Lepmida.com to buy or sell any securities, futures, options or other financial instruments or provide any investment advice or service. Disclaimer of Warranty and Limitation of Liability of The information on this report is provided "AS IS". Although the information provided on this report is obtained or compiled from sources Lepmida.com believes to be reliable, Lepmida.com does not guarantee the accuracy, validity, timeliness or completeness of any information or data made available on this report for any particular purpose. Neither Lepmida.com, nor any of its directors, officers or employees, will be liable or have any responsibility of any kind for any loss or damage incurred by the viewer in the event of any failure or interruption of this site, or resulting from the act or omission of any other party involved in making this site or the data contained therein available to the viewer , or from any other cause relating to the access to, inability to access, or use of the report or these materials, whether or not the circumstances giving rise to such cause may have been within the control of Lepmida.com or of any vendor providing software or services support. In no event will Lepmida.com or any such parties be liable to the viewer for any direct, special, indirect, consequential, incidental damages or any other damages of any kind even if Lepmida.com have been advised of the possibility thereof.

Vibiz Regional Research Center © 2010 Lepmida.com, All Rights Reserved

30

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->