Anda di halaman 1dari 6

BAB 8 LIABILITAS

Liabilitas adalah kewjiban entitas terhadap kreditur sedangkan ekuitas adalah nilai sisa aset
setelah dikurangi kewajiban, namun bukan merupakan kewajiban untuk mentransfer asset
kepada pemilik modal.
Propietary theory
Propietorship mewakili nilai bersih dari bisnis (P = Asset Liabilitas). Keseluruhan tujuan dari
bisnis adalah meningkatnkan proprietorship/kemakmuran dimana net income sebagai peningkat
kemakmuran. Dalam hal ini tujuan akuntanasi adalah menentukan net worth dari pemilik.
Dimana income meningkatkan proprietorship dan expense menguranginya. Propietary theory
sangat sesuai dengan perusahaan kecil dimana tidak terdapat pemisahan antara aset dan
kewajiban perusahaan dengan aset dan kewajiban pemilik, dimana pemilik dapat mengambil aset
perusahaan secara langsung dan dimintai pertanggungjawaban atas kewajiban perusahaan,
namun tidak demikian dengan perusahaan besar berbentuk korporasi. Akuntabilitas merupakan
fungsi yang signifikan pada perusahaan besar, namun tidak demikian dengan perusahaan kecil.
Entity Theory
Entity Theory muncul sebagai jawaban atas keterbatasan proprietary theory terkait dengan status
legal perusahaan yang terpisah dengan pemilik. Pada teori ini net worth bukan merupakan
konsep yang penting, karena entitas merupakan pusat dari perhatian. Pemilik dan kreditor samasama dianggaap equity holder (Asset = Equity). Dua asumsi yang membentuk gagasan entitas
akuntansi :
1. Pemisahan : untuk kepentingan akuntansi entitas dipisahkan dari pemilik.
2. Sudut pandang : Prosedur akuntansi dilaksanakan dari sudut pandang entitas.
Meskipun entitiy theory diperuntukkan bagi korporasi, teori ini dapat diterapkan pada
perusahaan perseorangan maupun non-profit, dengan ,menyediakan :
1. Akun dan transaksi dianalisis dan diklasifikasikan dari sudut pandang entitas ebagai unit
operasi.
2. Prosedur akuntansi dan dan prinsip tidak diformulasikan pada kepentingan tunggal, seperti
perseorangan.

Pada versi tradisional dari teori entitas, perusahaan bisnis beroperasi untuk kepentingan
equityholders. Interpretasi baru melihat entitas yang beroperasi untuk dirinya sendiri dan
berkepentingan pada keberlangsungan hidupnya, sehingga entitas melaporkan ke equityholders
hanya untuk memenuhi persyaratan hukum dan untuk mempertahankan hubungan baik dengan
mereka dalam kasus dana yang dibutuhkan di masa depan. Versi tradisional menganggap
equityholder sebagai rekan, sedangkan versi baru menganggap equityholder sebagai pihak luar.
Konsep entitas berfokus pada aset, bukan ekuitas, karena aset bersifat nyata tidak seperti ekuitas,
sehingga seharusnya entitas menilai aset berdasarkan fair value, karena investor sebagai pihak
luar tidak dapat menyesuaikan sendiri nilai aset. Pada konsep entitas, income dianggap sebagai
aliran masuk asset dan beban dianggap biaya aset atau jasa yang dihabiskan perusahaan untuk
menghasilkan income.
Pendefinisian Liabilitas
IASB mendefinisikan liabilitas sebagai kewajiban kini dari entitas yang timbul dari peristiwa
masa lalu , dimana penyelesaiannya diperkirakan menyebabkan arus keluar sumberdaya entitas.
Definisi di atas mengandung dua komponen utama :
1. Keberadaan kewajiban kini yang menyebabkan penyelesaian masa depan.
2. Hasil dari kejadian atau transaksi masa lalu.
Kewajiban masa kini.
Definisi ini berfokus pada pengorbanan sumberdaya di masa depan atas kewajiban yang ada di
saat ini (pengorbanan belum dilakukan).
Transaksi di masa lalu.
Persyaratan keajiban harus berasal dari peristiwa masa lalu memastikan hanya kewajiban masa
kini yang dicatat. Meskipun demikian kondisi kejadian masa lalu sulit untuk diinterpretasikan.
Pengakuan liabilitas.
Aturan mengenai pengakuan kewajiban sebagai berikut :
1. Reliance on the law : kebanyakan liabilitas ditentukan berdasarkan basis adanya klaim yang
sah terhadap entitas yang harus dipenuhi.
2. Penentuan substansi ekonomi dari kejadian : adakah kewjiban nyata yang muncul meskipun
tidak terikat oleh peraturan.
3. Kemampuan untuk mengukur nilai kewajiban : nilai liabilitas dapat berbeda dari nilai
nominal karena faktor nilai waktu uang.
4. Penggunaan prinsip konservatif : liabilitas diakui lebih awal dari aset.
IASB Framworks
Paragraf 82 dalam IASB Framework mengenai pengakuan elemen laporan laba rugi dan neraca,
menyetakan item yang memenuhi definisi element harus diakui jika :

1. Terdapat kemungkinan yang tinggi manfaat ekonomi masa depan terkait dengan item akan
mengalir masuk atau keluar entitas.
2. Item memiliki nilai/biaya yang dapat diukur dengan andal.
Paragraf 91 memberikan panduan khusus : liabilitas diakui dalam neraca jika terdapat
kemungkinan yang tinggi terdapat aliran keluar manfaat ekonomi sebagai akibat dari
penyelesaian kewajiban saat ini dimana jumlahnya dapat diukur dengan andal.
Pengukuran Liabilitas
Sesuai dengan IFRS, metode pengukuran liabilitas yang paling umum adalah historical
cost/modified historical cost. Pengukuran berdasarkan fair value digunakan pada tahap awal
pengukuran transaksi yang melibatkan liabilitas terkait dengan Lease, Instrumen keuangan,
share-based payment dan business combination. Sesuai dengan IAS 17 fair value didefiniskan
sebagai jumlah aset dapat dipertukarkan atau liabilitas yang diselesaikan antara pihak yang
memiliki pengetahuan dan keinginan dalam transaksi jangka panjang.
Employee Bnefits-Pension (superannuation) plans.
Pension fund adalah stitas hukum yang terpisah dari entitas perusahaan. Ketika Pension fund
tergolong unfunded dan pension fund kekurangan sumberdaya untuk membayar kewajiban
pension, maka terdapat perdebatan apakah kekurangan tersebut dianggap liabilitas oleh entitas
perusahaan, karene pension fund terpisah dari entitas perusahaan. Untuk pension benefit yang
belum didanai, liabilitas muncul sebagai akibat dari pemberian jasa oleh pegawai
Provision and Contingencies.
Continget liabilities menurut IAS 37/AASB 137 :
1. Kemungkinan kewajiban perusahaan yang muncul dari transaksi masa lalu yang mana
keberadaannya akan dikonfirmasi oleh ada atau tidaknya satu atau lebih kejadian yang tidak
pasati di masa depan yang secara keseluruhan tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan.
2. Kewajiban saat ini yang muncul sebagai akibat kejadian di masa depan yang tidak diakui
sebab :
a. Tidak terdapat kemungkinan yang tinggi bahwa sumber daya perusahaan akan mengalir
keluar untuk penyelesaian kewajiban tersebut.
b. Nilai kewajiban tidak dapat diukur dengan keandalan yang cukup
Sesuai dengan definisi liabilitas, provinsion dan contingencies tidak dapat dimasukkan sebagai
laporan keuangan dan dimunculkan dalam CaLK dalam bentuk yang dapat dikuantifikasi dan
tidak dapat dikuantifikasi.
Owners Equity

Kerangaka konsemptual paragraph 49 c mendefinisikan owner equity : residual interest pada aset
entitas setelah dikurangi semua liabilitas perusahaan. Hal penting yang membedakan antara
liabilitas dan ekuitas adalah :
1. Hak yang dimiliki.
Satu keistimewaan dari hak yang diberikan oleh hukum atau kebijakan perusahaan terkait
dengan hak prioritas untuk dibayar ketika persahaan mengalami maslaah kebangkrutan.
Kretidur memiliki hak-hak sebagai berikut :
a. Penyelesaian klaimnya pada tanggal yang telah ditentukan melalui transfer aset, barang
atau jasa.
b. Prioritas yang lebih dari pemilik dalam penyelesaian klaim jika terjadi likuidasi.
Perbedaan antara hak kreditur dan pemilik lainnya adalah pemilik memiliki hak terhadap
seluruh operasi perusahaan ( penggunaan aset dan menentukan keputusan) sedangkan
kreditur hanya memiliki hak terhadap operasi terbatas pada perjanjian yang telah disepakati.
2. Substansi ekonomi dari persetujuan.
Kreditur memiliki resiko yang rendah terhadap kerugian dibanding owner, namun memiliki
tingkat hasil yang lebih rendah pula dibanding owner. Owner atau perwakilannya memiliki
control terhadap pembelian, komposisi, penggunaan dan pemindahan aset perusahaan.
Konsep modal.
Modal dapat dikonseptualisasikan sebagai uang yang diinvestasikan atau kekuatan membeli yang
diinvestasikan (financial capital) atau kapasitas produktif entitas (physical capital).
Klasifikasi dalam owner equities
Owner equity dikelompokkan menjadi dua, yaitu contributed capital dari transaksi financing, dan
earned capital yang merupakan investasi kembali dari keuntungan yang diperoleh dari aktivitas
perusahaan. Menurut American Accounting Association penginvestasian kembali profit
digunakan untuk :
1. Didesain untuk menjelaskan kebijakan manajemen terkait dengan penginvestasian kembali
profit.
2. Bertujuan untuk membatasi deviden sebagaimana dipersyaratkan oleh hukum dan kontrak.
3. Disediakan untuk kerugian yang telah diantisipasi.
Tantangan Bagi Penyusun Standar.
IASB sedang mengamandemen IAS 37 yang mengatur Provision, contingent liabilities and
contingent asset, serta IAS 19 yang mengatur Employee bnefit. Tantangan yang dihadapi dalam
amandemen tersebut adalah :
1. Perbedaan Debt vs Equity.
Tujuan dari membedakan debt dengan equity adalah meningkatkan usefulness informasi
untuk pengambilan keputusan. Pertanyaan muncul ketika mencoba membedakan debt dan
equity terkait dengan hybrid instrument yang memiliki karakteristik baik debt maupun

liabilities. Contoh saham preferen dianggap sebagai equity, namun juga memiliki kriteria
libilitas, yaitu ada klaim deviden yang bersifat tetap, deviden yang diberikan bersifat tetap
seperti bunga, memiliki keutamaan seperti liabilitas terkait dengan pengembalian, umumnya
tidak memiliki hak suara. IAS 32/AASB 132 menyatakan saham preferen yang
memwajibkan issuer utuk menebus dengan jumlah dan pada tanggal yang tetap ataupun dapat
ditentukan ulang merupakan liabilitas.
2. Membedakan liabilitas.
Menurut kerangka konseptual, liabilitas dilunasi jika telah terdapat transfer barang atau jasa
kepada pihak lain.
3. Share-based payment.
IASB membedakan share-based payment menjadi share based paymen yang diselesaikan
dengan ekuitas dan share-based payment yang diselesaikan dengan kas. Share Based
payment yang diselesaikan dengan ekuitas termasuk ekuitas, sedangkan yang diselesaikan
dengan kas termasuk kedalam kas.
BAGAN LIABILITAS