Anda di halaman 1dari 76

PENYELIDIKAN TANAH

UNTUK
ANALISIS DAN DESAIN
PONDASI DALAM

Jenis Pengujian Untuk


Penyelidikan Tanah Pondasi
Dalam

Macam Pengujian
1. CPT (Cone Penetration Test) or DCPT (Dutch Cone
Penetration Test) or Sounding or Sondir
2. CPTu (Cone Penetration Test with Pore Pressure
Measurement) or Piezocone or PCPT (Piezocone
Penetration Test)
3. Pemboran Teknik or Geotechnical Drilling
- Uji SPT (Standard Penetration Test)
- Sampling or Pengambilan Sampel

Macam Pengujian
4.
5.
6.
7.

VST (Vane Shear Test)


PMT (Pressure Meter Test)
DMT (Dilatometer Test)
Cross Hole / Down hole Test

CPT (Cone Penetration Test)

CPT (Cone Penetration Test)

Equipment

CPT (Cone Penetration Test)

Equipment

CPT (Cone Penetration Test)


Data Primer :
qc (tahanan Ujung)
fs (gesekan selimut)
FR (friction ratio)
Data Sekunder :
Kekuatan tanah
Perkiraan kedalaman
tanah keras
Perkiraan perilaku tanah
Perkiraan muka air
tanah (tidak digunakan!)

Result

Menentukan Stratifikasi
Tanah Berdasarkan Data
Sondir

Stratifikasi Tanah - CPT

Gunakan
tabel data
qc, fs, FR

Stratifikasi Tanah - CPT

Gunakan
grafik dari
Schmertmann

Stratifikasi Tanah - CPT

Tentukan
Jenis Tanah
Untuk setiap
nilai qc, dan
FR

Stratifikasi Tanah - CPT


0.0
Tentukan
kedalamannya
2.6

4.6

Stratifikasi Tanah - CPT


0.0
Tentukan
Pembagian
Jenis tanah

SILT
2.6
SAND
4.6

Stratifikasi Tanah - CPT


0.0
Tentukan nilai
tahanan ujung
(qc) rata-rata
2.6
atau terkecil
4.6

SILT

qc = 11
kg/cm2

SAND

qc = 14
kg/cm2

Stratifikasi Tanah - CPT


0.0
Stratifikasi
tanah

SILT

qc = 11
kg/cm2

SAND

qc = 14
kg/cm2

2.6

4.6

Pemboran Teknik

Equipment

Pemboran Teknik

Purposes

Pemboran Teknik

Equipment

Pemboran Teknik

Core Sample Core Box

Pemboran Teknik

SPT Test

Pemboran Teknik

SPT Test

Pemboran Teknik

SPT Test

Pemboran Teknik

Result

Pemboran Teknik
Stratifikasi dan
Pelapisan Tanah

Result

Pemboran Teknik
Symbol
Stratifikasi dan
Pelapisan Tanah

Result

Pemboran Teknik
Elevasi Muka Air
Tanah

Result

Pemboran Teknik
Kedalaman
Pengambilan
Sample

Result

Pemboran Teknik
Kedalaman
Pengujian SPT

Result

Pemboran Teknik
Nilai N Value

Result

Menentukan Perlapisan
Tanah Berdasarkan Data Bor

Perlapisan Tanah

Tentukan
Elevasi Batas
Perlapisan
Tanah

Perlapisan Tanah
0
1

4.5

Tentukan
Elevasi Batas
Perlapisan
Tanah

11

Perlapisan Tanah

SILTY CLAY

0
1

PEAT

4.5

Tentukan
Jenis
Tanahnya

CLAY

11

Perlapisan Tanah

SILTY CLAY

0
1

N=1
N=1

PEAT

4.5

Tentukan Nilai
N nya (Rata2
atau Terkecil)

N=11
CLAY
N=26

11

Perlapisan Tanah

SILTY CLAY

0
1

N=1
N=1

PEAT

4.5
Untuk Perlapisan yg
sama, boleh dibagi lagi
jika strength berbeda
jauh

CLAY

N=11

8.5
CLAY

N=26

11

Perlapisan Tanah
PASIR

Panduan
pengelompokan nilai N

Perlapisan Tanah
LEMPUNG

Panduan
pengelompokan nilai N

Perlapisan Tanah
N<2
 very soft  Su < 0.25 kg/cm2
2 < N < 4  soft
 0.25 < Su < 0.5 kg/cm2
4 < N < 8  medium  0.5 < Su < 1 kg/cm2
8 < N < 15  stiff /firm
 1 < Su < 2 kg/cm2
15 < N < 30  very stiff  2 < Su < 4 kg/cm2
N > 30
 hard
 Su > 4 kg/cm2
Panduan
pengelompokan nilai N

LEMPUNG

Perlapisan Tanah
0
1

SILTY CLAY

N=1

PEAT

N=1

4.5
CLAY

Sketsa Perlapisan
Tanah

N=11

8.5
CLAY

11

N=26

Menentukan Parameter
Tanah Berdasarkan Data Bor

Perlapisan Tanah
PARAMETER TANAH
Berdasarkan data lab. (UCT, TX UU, TX CU, TX CD)
Berdasarkan data lapangan :
N  pemboran teknik
qc  sondir/CPTu

GUNAKAN SEBANYAK MUNGKIN DATA


AGAR DIPEROLEH PARAMETER YANG
DAPAT DIANDALKAN

Perlapisan Tanah
PARAMETER TANAH UNTUK DESAIN PONDASI
Kuat geser tanah  kohesi (c), sudut geser dalam (
)
Berat isi tanah  n, sat
Parameter konsolidasi  Cc, Cs, Pc, e, E, mv

JIKA DATA LAB TIDAK LENGKAP


GUNAKAN KORELASI YANG SESUAI
DAN AMAN

Perlapisan Tanah
Asumsikan
Lempung  cu = ada, = 00
Pasir  cu = 0, = ada0

JIKA DATA KURANG LENGKAP


ASUMSIKAN TANAH ADALAH PASIR
MURNI, ATAU LEMPUNG MURNI

Perlapisan Tanah

LEMPUNG

Kuat Geser Tanah

PASIR

Perlapisan Tanah
qc = 4 Nspt  untuk tanah pasiran
qc = 2 Nspt  untuk lempung
cu = (1/25 1/40 ) qc
cu = (1/14) qc (begemann 1963)
qu = 0.5 cu
cu = (1/20 ) qc (n/a)
cu = (qc - sv0)/Nk ; Nk = 15 (first estimate) or 17 (Kjekstad et al)
cu = fs/12

Kuat Geser Tanah

Perlapisan Tanah

PASIR

Kuat Geser Tanah

Perlapisan Tanah
mv = 1/(
.qc) ; = 2
(Gielly et al 1969 dan Sanglerat et al 1972) or 3
mv = 1/(7.6 N)
E = 1/mv
E = 7 Nspt (jepang) (drained)
Es = 2 qc (schmertmann 1970)

Konsolidasi

Perlapisan Tanah
Jenis Tanah
Lempung
Pasir

n (t/m3)
1.2 - 1.7
1.5 - 1.9

sat = 1.1 x n
Berat Isi tanah

Perlapisan Tanah
Bore hole : BH 01
Layer Depth (m)
1
0.0 - 5.5
2
5.5 - 7.5
3
7.5 - 11.5
4
11.5 - 13.5
5
13.5 - 19.5
6
19.5 - 23.5
7
23.5 - 30.0
8
30.0
33.5
9
33.5
37.5
10
37.5 - 40.0

Water Table : 2.5


m
Soil Type
N Value cu (kg/cm2)
Sand
9
0.00
Sand
2
0.00
Sand
17
0.00
Sand
50
0.00
Sand
16
0.00
Sand
50
0.00
Sand
18
0.00
Clay
22
1.38
Clay
50
3.13
Clay
32
2.00

Stratifikasi dan Parameter Tanah

(0)
31.8
25.5
36.2
47.7
35.7
47.7
36.6
0.0
0.0
0.0

(t/m3)
2.00
1.90
1.85
1.80
1.77
1.77
1.77
1.75
1.75
1.75

sat

(t/m3) E (kg/cm2)
1.82
126
1.73
28
1.68
238
1.64
700
1.61
224
1.61
700
1.61
252
1.59
154
1.59
350
1.59
224

unsat

0.30
0.35
0.30
0.25
0.30
0.25
0.30
0.30
0.25
0.30

Menentukan Kedalaman
Pondasi Tiang

Tipe Pondasi
Berdasarkan porsi daya dukung dan keandalan tiang
1. End Bearing Pile / Tiang Ujung
Tiang yang lebih mengandalkan daya dukung
ujung atau porsi daya dukung ujung lebih besar
2. Friction Pile / Tiang Friksi
Tiang yang lebih mengandalkan daya dukung
selimut atau porsi daya dukung selimut lebih besar

End Bearing Pile


Keuntungan
1. Daya dukung besar
2. Cukup aman dari bahaya settlement dan differential
settlement
3. Cocok untuk stratifikasi tanah yang ada tanah
kerasnya
4. Cocok untuk beban besar

End Bearing Pile

Tanah Keras
N = 50
qc = 150 kg/cm2

End Bearing Pile


Tiang Pancang/Tiang Bor

Tanah Keras
N = 50
qc = 150 kg/cm2

Tiang Bor

Friction Pile
Keuntungan
1. Daya dukung tidak terlalu besar (bahkan cukup kecil)
2. Ada resiko settlement dan differential Settlement
3. Cocok untuk stratifikasi tanah yang tidak ada tanah
kerasnya atau tanah keras sangat dalam
4. Cocok untuk beban yang kecil

Friction Pile
Tiang Pancang/Tiang Bor

Tanah Keras
N = 50
qc = 150 kg/cm2

Cara Penentuan

Data Bor
Ambil data tanah

Data Sondir

Cara Penentuan

Data Bor

Data Sondir

Tentukan/Putuskan apakah akan menggunakan tipe End Bearing Pile


atau Friction Pile (dengan segala keuntungan/kerugiannya)

Cara Penentuan

Data Bor
END BERAING PILE

Data Sondir

Cara Penentuan

Data Bor
FRICTION PILE

Data Sondir

Catatan
1. Usahakan angka kedalaman tiang adalah bilangan
bulat, terutama untuk tiang pancang
2. Pertimbangkan ketersediaan material (ingat tiang
pancang bisa dalam beberapa segmen dengan
panjang yang sudah ditentukan dari pabrik)
3. Jika terdapat beberapa data tanah, ambil yang paling
dalam (konservatif) atau bagi dalam beberapa zona
kedalaman tiang (untuk effisiensi)

Merencanakan Penyelidikan
Tanah Untuk Kepentingan
Pondasi Dalam

Penyelidikan Tanah
Pengguna Laporan Penyelidikan Tanah
Perencana, untuk perancangan
Kontraktor, untuk perencanaan peralatan dan metode
konstruksi
Pemilik proyek untuk judgement kelayakan proyek
dalam aspek ekonomis
Syarat dari Pemerintah untuk menjamin keamanan
konstruksi dan operasi bangunan sipil
Bila terjadi dispute antara pihak-pihak yang terlibat

Lingkup Penyelidikan Tanah

Uji Lapangan
Jumlah dan Kedalaman Pengujian
Klasifikasi Tanah & Uji Laboratorium
Parameter Kuat Geser
Interpretasi Hasil Pengujian Tanah
Permasalahan Lapangan
Pengujian Pondasi Tiang

Program Penyelidikan Tanah

Site plan proyek


Kondisi geologi area studi
Kondisi topografi sekeliling proyek
Problem geoteknik yang mungkin muncul
Informasi yang dibutuhkan untuk mengatasi problem
tersebut
Kedalaman sampel
Jenis uji yang dibutuhkan

Tujuan Desain Pondasi


1. Beban yang bekerja pada pondasi < beban yang
mampu dipikul pondasi
2. Pembatasan differential settlement dalam toleransi
yang dapat diterima
3. Pengendalian konstruksi untuk membatasi
pergerakan tanah dan air tanah

Jumlah dan Jenis Uji


Faktor yang mempengaruhi
1. Beban yang bekerja pada pondasi < beban yang
mampu dipikul pondasi
2. Pengetahuan mengenai geologi setempat
Pengalaman lokal
3. Metode konstruksi
4. Cara analisis
5. Persepsi owner
6. Ketersediaan dana

Macam Pengujian
1. CPT (Cone Penetration Test) or DCPT (Dutch Cone
Penetration Test) or Sounding or Sondir
2. CPTu (Cone Penetration Test with Pore Pressure
Measurement) or Piezocone or PCPT (Piezocone
Penetration Test)
3. Pemboran Teknik or Geotechnical Drilling
- Uji SPT (Standard Penetration Test)
- Sampling or Pengambilan Sampel

Macam Pengujian
4.
5.
6.
7.

VST (Vane Shear Test)


PMT (Pressure Meter Test)
DMT (Dilatometer Test)
Cross Hole / Down hole Test

Jumlah dan Jarak Pengujian


1. Jarak antara titik bor untuk pekerjaan pondasi tiang
pada abutment jembatan umumnya dikonsentrasikan
pada lokasi abutment
2. Untuk bangunan gedung bertingkat, pada umumnya
sebuah titik bor dapat mewakili radius dari 20 m
hingga 30 m
3. Tiga buah titik bor untuk sebuah gedung tinggi
disepakati sebagai jumlah minimum di DKI Jakarta

Jumlah dan Jarak Pengujian


4. Untuk pekerjaan jalan, jarak pemboran berkisar antara
50 m hingga 200 m
5. Sowers (1979) memberikan anjuran untuk penentuan
jarak antar titik bor :
Jenis struktur
Gedung Tinggi
Bangunan Industri

Jarak titik bor (m)


15 ~ 45
30 ~ 90

Kedalaman Pengujian
1. Umumnya harus dilakukan hingga kedalaman
dimana lapisan tanah keras (umumnya diasumsikan
jika nilai NSPT > 50) telah dicapai beberapa meter,
sekurangnya 3 kali pembacaan nilai NSPT
2. Bila di bawah lapisan keras masih terdapat lapisan
tanah yang kompresibel, maka pemboran perlu
dilanjutkan kecuali jika lapisan tersebut tidak akan
mengakibatkan penurunan yang berlebihan

Kedalaman Pengujian
3. Bila terdapat rencana penggalian, maka kedalaman
pemboran di lokasi tersebut sekurangnya adalah 1.5
hingga 2.0 kali dari kedalaman galian
4. Bila kaki pondasi tiang diharapkan masuk ke dalam
lapisan batuan, maka pemboran harus dilakukan
sekurangnya 3.0 m ke dalam lapis batuan tersebut
5. Untuk struktur yang berat seperti bangunan tinggi,
minimum sebuah titik bor perlu dilakukan hingga
mencapai batuan dasar bila kondisi memang
memungkinkan

Kedalaman Pengujian
6. Usulan Sowers (1979)
Jenis struktur
Sempit dan ringan
Luas dan berat

S = jumlah lantai
Kedalaman titik bor (m)
3 S0.7
6 S0.7

7. TPKB DKI JAKARTA


Minimum 1.5 x Lebar tapak pondasi atau kedalaman
pondasi tiang +6 m
Minimum 1.5 x lebar tapak basement
Min 1 titik bor kedalaman 1.5 x lebar bangunan

- Selesai 27 Juli 2011