Anda di halaman 1dari 4

PENGERTIAN.

REAKSI REDOKS.

MANFAAT PADA KEHIDUPAN SEHARI2.

Penerapan Konsep Reaksi Redoks Dalam


Pengolahan Limbah (Lumpur Aktif)
Advertisement

Salah satu penerapan konsep reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam bidang
pengolahan limbah. Prinsip dasar yang dipergunakan adalah teroksidasinya bahan-bahan organik
maupun anorganik, sehingga lebih mudah diolah lebih lanjut.
Limbah merupakan salah satu pencemar lingkungan yang perlu dipikirkan cara-cara mengatasinya.
Untuk menjaga dan mencegah lingkungan tercemar akibat akumulasi limbah yang semakin banyak,
berbagai upaya telah banyak dilakukan untuk memperoleh teknik yang tepat dan efisien sesuai
kondisi lokal.
Berbagai tipe penanganan limbah cair dengan melibatkan mikroorganisme telah dikerjakan di
Indonesia, yaitu sedimentasi, kolam oksidasi, trickling filter, lumpur aktif (activated sludge), dan
septic tank. Pada uraian ini akan kita pelajari salah satu teknik saja, yaitu teknik lumpur
aktif (activated sludge).
Proses lumpur aktif (activated sludge) merupakan sistem yang banyak dipakai untuk penanganan
limbah cair secara aerobik. Lumpur aktif merupakan metode yang paling efektif untuk menyingkirkan
bahan-bahan

tersuspensi

maupun

terlarut

dari

air

limbah.

Lumpur

aktif

mengandung

mikroorganisme aerobik yang dapat mencerna limbah mentah. Setelah limbah cair didiamkan di
dalam tangki sedimentasi, limbah dialirkan ke tangki aerasi. Di dalam tangki aerasi, bakteri
heterotrofik berkembang dengan pesatnya. Bakteri tersebut diaktifkan dengan adanya aliran udara
(oksigen) untuk melakukan oksidasi bahan-bahan organik. Bakteri yang aktif dalam tangki aerasi
adalah

Escherichia

coli,

Enterobacter,

Sphaerotilus

natans,

Beggatoa,

Achromobacter,

Flavobacterium,
dan Pseudomonas. Bakter-bakteri tersebut membentuk gumpalan- gumpalan atau flocs. Gumpalan
tersebut melayang yang kemudian mengapung di permukaaan limbah.

Proses Lumpur Aktif (Activated Sludge Process)


Kata Kunci: mikroorganisme, Proses Lumpur Aktif, return sludge
Ditulis oleh Suparni Setyowati Rahayu pada 24-06-2009

Sesudah dikembangkan pada 1910 an di Eropa dan Amerika Serikat, karena efisien dan ekonomis,
proses Lumpur aktif mulai banyak digunakan dan menjadi proses aerobik yang paling popular.Istilah
lumpur aktif sering diartikan sebagai nama proses itu sendiri dan juga sering diartikan sebagai
padatan biologik yang merupakan motor di dalam proses pengolahan.

Seperti pada gambar diatas, sesudah equalization tank di mana fluktuasi kwalitas/ kwantitas influen
diratakan, limbah cair dimasukkan ke dalam tangki aerasi di mana terjadi pencampuran dengan
mikroorganisme yang aktif (lumpur aktif). Mikroorganisme inilah yang melakukan penguraian dan
menghilangkan kandungan organik dari limbah secara aerobik.

Oksigen yang dibutuhkan untuk reaksi mikroorganisme tersebut diberikan dengan cara memasukkan
udara ke dalam tangki aerasi dengan blower.Aerasi ini juga berfungsi untuk mencampur limbah cair
dengan lumpur aktif, hingga terjadi kontak yang intensif.Sesudah tangki aerasi, campuran limbah cair
yang sudah diolah dan lumpur aktif dimasukkan ke tangki sedimentasi di mana lumpur aktif
diendapkan, sedangkan supernatant dikeluarkan sebagai effluen dari proses.
Sebagian besar lumpur aktif yang diendapkan di tangki sedimentasi tersebut dikembalikan ke tangki
aerasi sebagai return sludge supaya konsentrasi mikroorganisme dalam tangki aerasinya tetap sama
dan sisanya dikeluarkan sebagai excess sludge.

Reaksi
a.

Redoks

Pada

Pengolahan Air

Penerapan

Konsep
+2

+2

+2

Limbah
Elektrolit

2+

Limbah yang mengandung logam berat (Hg , Pb , Cd , dan Ca ) direaksikan dengan elektrolit
yang mengandung anion (SO4-2) yang dapat mengendapkan ion logam sehingga air limbah bebas
dari
Pb
b.

+2

air
+

(aq

SO4

Pengolahan

limbah

Limbah

-2

(aq)

dengan

PbSO4(S)
Lumpur

Aktif

Lumpur aktif mengandung bakteri-bakteri aerob yang berfungsi sebagai oksidator bahan organik
tanpa menggunakan oksigen terlarut dalam air sehingga harga BOD dapat dikurangi. Zat-zat
organik dioksidasi menjadi CO2,H2O, NH 4+ dan sel biomassa baru. Proses lumpur aktif berlangsung
di tangki aerasi. Dikolam tersebut berlangsung proses oksidasi limbah organik (karbohidrat, protein,
minyak). Hasil oksidasi senyawa-senyawa organic adalah CO2, H2O,sulfat, nitrat, dan fosfat.
Oksigen yang diperoleh untuk olsidasi diperoleh dari proses fotosintesa alga yang hidup ditangki

aerasi

HTTP://WWW.CHEM-IS-TRY.ORG/MATERI_KIMIA/KIMIA-INDUSTRI/LIMBAHINDUSTRI/PROSES-LUMPUR-AKTIF-ACTIVATED-SLUDGE-PROCESS/

http://kimia-asyik.blogspot.com/2009/11/penerapan-reaksi-redoks.html

http://www.scribd.com/ted2y_sharahap/d/76996397-Final-Makalah-Lumpur-Aktif

http://www.artikelkimia.info/penerapan-konsep-reaksi-redoks-dalam-pengolahanlimbah-lumpur-aktif-04022327122011