Anda di halaman 1dari 21

Mampu melakukan praktik kefarmasian secara

professional dan etis.


Mampu memproduksi sediaan obat, sediaan obat
tradisional, serta sediaan kosmetika yang baik,
bermutu dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Mampu mendistribusikan sediaan farmasi sesuai
ketentuan yang berlaku.
Mampu melakukan dispensing obat.
Mampu memberikan pelayanan swamedikasi.
Mampu melakukan penelusuran informasi ilmiah,
mengolah dan memanfaatkan informasi tersebut.
Mampu mengelola dan melakukan layanan farmasi
klinis yang berkualitas.
Mampu mendorong pemilihan terapi obat yang
rasional, serta menyampaikan informasi dan edukasi
obat kepada pasien maupun tenaga kesehatan lainnya.

B. KOMPETENSI PENDUKUNG:
Mampu berperan sebagai penyedia layanan,
pengambil keputusan, komunikator,
pemimpin, manajer, pendidik serta peneliti.
Mampu mengelola dan melaksanakan praktik
kefarmasian sesuai dengan peraturan
perundang-undangan dan etika kefarmasian.
Mampu mengelola pekerjaan dan
membangun hubungan interpersonal dalam
melakukan praktik kefarmasian.
C. KOMPETENSI LAINNYA:
Mampu berwirausaha dengan berbasis pada
perencanaan.

Dalam menjalankan profesinya secara umum


sebagai berikut:
a. Menguasai ilmu kefarmasian
b. Menguasai regulasi kefarmasian
c. Menguasai manajemen praktek
kefarmasian
d. M enguasai komunikasi kefarmasian
e. Mengikuti pendidikan dan pelatihan
kefarmasian berkesinambung
f. Mampu melakukan penelitian dan
pengembangan kefarmasian.

Pesatnya perkembangan ilmu kefarmasian maka


Bidang pekerjaan farmasis di Indonesia saat ini
tersebar di:
lembaga pemerintahan,
lembaga penelitian,
lembaga pendidikan (pendidikan tinggi dan
kejuruaan),
sarana produksi sediaan farmasi,
sarana penyaluran sediaan farmasi,
sarana pelayanan sediaan farmasi, dan
bidang lainnya.

di lembaga kesehatan, seperti:


Dinas Kesehatan,
Gudang Farmasi,
Balai Pengawasan Obat dan Makanan, dll.
Mereka bekerja pada aspek regulasi,
pengawasan baik distribusi maupun
pengawasan mutu sediaan farmasi.

Adapun kompetensi yang dituntut bagi farmasi


yang bekerja di lembaga pemerintahan, yaitu:
a. Mampu melakukan kontribusi dan koordinasi
dalam penyusunan kebijakan dalam bidang
kesehatan khususnya obat.
b. Mampu merencanakan dan mengelola obat
dan alkes secara regional , nasional maupun
internasional.
c. Mampu melaksanakan fungsi administrasi
pemerintahan dari obat dan alat kesehatan
d. Mampu melaksanakan fungsi pengawasan
obat dan makanan.
e. Mampu berkontribusi dalam penetapan
kebijakan pendidikan kefarmasian nasional.
f. Mampu melaksanakan fungsi perizinan.
g. Mampu melaksanakan fungsi perwakilan
bangsa dan negara diluar negeri.

Sesuai dengan tugas tridarma perguruan tinggi,


farmasis yang bekerja di lembaga pendidikan tinggi,
dituntut juga dapat melakukan penelitian bidang
farmasi.
Lembaga penelitian pemerintah dimana farmasis
eksis didalamnya seperti: LIPI, BATAN, dll.
Penilitian yang dikerjakan oleh lembaga swasta,
khusus dibidang obat-obatan masih sangat kurang.
Belakangan ini telah terjadi pengingkatan perhatian
dari lembaga industri dalam melakukan penelitian,
khususnya penelitian pengembangan tanaman obat
menjadi produk sediaan obat (jamu, atau sediaan
fitofarmaka).
Hal ini ditunjukkan mulai banyak dikenal produk
fitofarmaka yang beredar dimasyarakat.
Hasil penelitian ini juga merupakan kerjasama antara
Lembaga Pendidikan Tinggi Farmasi dengan Industri
Farmasi.

1. pemeriksaan mutu
Mempersiapkan reagen sesuai kebutuhan
Melakukan pemeriksaan dan pengujian bahan baku
Melakukan pemeriksaan dan pengujian produk jadi
Membuat kesimpulan pemeriksaan dan pengujian
bahan baku produk jadi
Melakukan evaluasi dan monitoring
menindaklanjuti produk jadi

2. bagian produksi industri


Membaca formula dengan baik dan benar
Menghitung kebutuhan baku obat
Membuat sediaan sesuia formula
Mengerti spesifikasi alat / mesin
Mengerti spesifikasi produk dalam proses
dan ruahan
Mengkoordinasi pemakaian sumber daya
manusia, mesin dan bahan
Membuat laporan dibidang produksi

3. Pengembangan produk
Ikut serta dalam perencanaan produk baru
kut serta melakukan percobaan sesuai
literature
Ikut serta dalam pembuatan laporan

4. bagian pengemasan
Menyiapkan kemasan sesuai produk jadi
Menyiapkan produk dan kelengkapan
produk jadi
Menyortir produk jadi dengan kemasan
yang tidak sesuai
Mengkoordinasi sumber daya manusia,
mesin dan material

5. bagian gudang
Melakukan administrasi bahan masuk dan
keluar
Melakukan admnistrasi produk jadi masuk
dan keluar
Menyediakan bahan baku dan produk jadi
sesuai sesuai dengan jumlah dan waktu
yang dibutuhkan.

1.

Pengelolaan sediaan Farmasi


Memesan dan menerima sedang Farmasi
Memeriksa sediaan Farmasi yang habis
Memeriksa dan mengendalikan sediaan
Farmasi yang mendekati waktu kadaluarsa
Menyimpan sediaan Farmasi sesuai
dengan golongannya.
Menghitung harga sediaan Farmasi
Menerima pesanan sediaan Farmasi dari
institusi farmasi

2.Pengelolaan Dokumen
Melaksanakan tata cara menyimpan resep
Pencatatan persediaan Farmasi
Penyimpanan surat pesanan
Ikut serta dalam pencatatan dan penyimpanan
laporan
3. Marketing
Pencatatan dan pendataan konsumen
Menerima pemesanan sediaan Farmasi
Memberikan informasi harga produk / harga
Melakukan pengiriman pesanan sediaan Farmasi
Melakukan penyelesaian faktur

apotek, instalasi rumah sakit, klinik bersama,


dan puskesmas. Kompetensi farmasis pada
bidang pelayanan meliputi:
a. Mampu melaksanakan pengelolaan obat
sesuai peraturan yang berlaku.
b. Mampu melaksanakan pelayanan
kefarmasian secara profesional kepada
pasien secara tepat , aman dan efektif.
c. Mampu melaksanakan fungsi pelayanan
konsultasi, informasi dan edukasi tentang
obat dan alat kesehatan pada pasien.

d. Melakukan pencatatan dan pelaporan


sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku.
e. Mampu berpatisipasi aktif dalam program
monitoring keamanan obat.
f. Mampu berpartisipasi aktif dalam program
promosi kesehatan masyarakat.

a. Mampu melaksanakan fungsi pengadaan


obat dan alkes sesuai kebutuhan rumah
sakit.
b. Mampu melaksanakan Good Inventory
Practices dan Good Storage Practices.
c. Mampu melaksanakan Good Laboratory
Practices.
d. Mampu melaksanakan distribusi obat di
Rumah Sakit
e. Mampu melaksanakan fungsi Farmasi Klinik
untuk kepentingan pasien.

f. Mampu melaksanakan fungsi konsultasi,


informasi dan edukasi tentang obat yang
digunakan oleh pasien.
g. Mampu memberikan pelayanan informasi
tentang obat kepada yang membutuhkan.

Perubahan orientasi pelayanan kefarmasian


menuju asuhan kefarmasian menuntut
peningkatan ketrampilan dan keilmuan
farmasis.
Pharmaceutical care yaitu obat sampai
ketangan pasien dalam keadaan baik, efektif
dan aman disertai informasi yang jelas
sehingga penggunaannya tepat dan mencapai
kesembuhan.

Keahlian farmasis dalam bidang kimia


farmasi analisis, farmakologi-toksikologi,
patologi klinik, farmakokinetik,
biotransformasi merupakan dasar
kecapakan yang didapat dijadikan dasar
oleh farmasis untuk bekerja dibidang:
laboratorium klinik,
labiratorium analisis toksikologi
klinik/forensik,
sebagai toksikolog forensik/klinik, dan
laboratorium kesehatan lainnya.

Alat kesehatan merupakan bagian dari


sediaan farmasi menuntut penguasaan
farmasis akan pengetahuan tentang
medical devices (alat kesehatan, pereaksi
diagnostik).
Penguasaan pengetahuan ini tentunya juga
bermuara pada peluang kesempatan kerja
baru bagi farmasis.