Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH METABOLISME KARBOHIDRAT

Posted on 5 Maret 2014 by Muhammad Abdillah Rahman


BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah

Di dalam kehidupan, karbohidrat merupakan molekul yang sangat penting bagi tubuh makhluk
hidup. Kata karbohidrat berasal dari kata karbon dan air. Secara sederhana karbohidrat
didefinisikan sebagai polimer gula. Karbohidrat adalah senyawa karbon yang mengandung
sejumlah besar gugus hidroksil. Karbohidrat paling sederhana bisa berupa aldehid (disebut
polihidroksialdehid atau aldosa) atau berupa keton (disebut polihidroksiketon atau ketosa).
Pokok bahasan ini erat kaitannya dengan kerja tubuh kita sehari-hari. Selain untuk menambah
pengetahuan dan wawasan kami, pembuatan makalah ini juga dapat membuat kami menyadari
akan kebesaran Allah Yang Maha Esa dan menjadi belajar lebih bersyukur.

Dengan adanya naluri rasa ingin tahu pada diri manusia menyebabkanperkembangan yang
sangatpesatdibidangapapun, termasukmasalah yang berkaitandengan metabolisme karbohidrat
yang diangkatdariberbagai media sepertibuku, internet, dan lain-lain.

B.

Rumusan Masalah

Apakah yang dimaksud dengan metabolisme karbohidrat?


Bagaimana proses glikolisis?
Apakah yang dimaksud dengan glikogenesis dan glikogenolisis?

Bagaimanakah siklus asam sitrat?


Berapakah energi yang dihasilkan dari metabolisme karbohidrat?

C.
1.

Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui pengertian metabolisme karbohidrat.

Untuk mengetahuiproses glikolisis.


Untuk mengetahui proses glikogenesis dan glikogenolisis.
Untuk mengetahui proses siklus asam sitrat.
Untuk mengetahui energi yang dihasilkan dari metabolisme karbohidrat.

D.

Metode Penulisan
Pada makalah ini kami menggunakan metode perpustakaan yang berasal dari buku-buku

pengetahuan alam dan melalui media internet.

BAB II

METABOLISME KARBOHIDRAT

2.1

Pengertian Metabolisme

Metabolisme adalah keseluruhan proses kimiawi dalam tubuh organisme yang melibatkan energi
dan enzim, diawali dengan substrat awal dan diakhiri produk akhir. Metabolisme dapat
digolongkan menjadi dua, yakni proses penyusunan yang disebut anabolisme dan proses
pembongkaran yang disebut katabolisme.

Karbohidrat merupakan hasil sintesis CO2 dan H2O dengan bantuan sinar matahari dan zat hijau
daun (klorofil) melalui fotosintesis. Zat makanan ini merupakan sumber energi bagi organisme
heterotrof(makhluk hidup yang memperoleh energi dari sumber senyawa organik di
lingkungannya).

Pada

proses

pencernaan

makanan,

karbohidrat

mengalami

proses

hidrolisis(penguraian dengan menggunakan molekul air). Proses pencernaan karbohidrat terjadi


dengan menguraikan polisakarida menjadi monosakarida.

A.

Pembagian Karbohidrat

Berdasarkan gugus gula penyusunnya, karbohidrat terbagi atas:

Monosakarida(C6H12O6)

Monosakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari satu gugus gula.Monosakarida ini memiliki
rasa manis dan sifatnya mudah larut dalam air. Contoh dari monosakarida adalah heksosa,
glukosa, fruktosa, galaktosa, monosa, ribose (penyusun RNA) dan deoksiribosa(penyusun DNA).
Disakarida(C12H22O11)
Disakarida

adalah

karbohidrat

yang

terdiri

dari dua

gugus

gula.Sama

seperti

monosakarrida,Disakarida juga memiliki rasa manis, dan sifatnyapun mudah larut dalam
air.Contoh

dari

Disakarida

adalah

laktosa(gabungan

antara

glukosa

dan

galaktosa),sukrosa(gabungan antara glukosa dan fruktosa) dan maltosa(gabungan antara dua


glukosa)
Polisakarida(C6H11O5)
Polisakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari banyak gugus gula,dan rata-rata terdiridari lebih
10 gugus gula.Pada umumnya polisakarida tidak berasa atau pahit,dan sifatnyasukar larut dalam
air. Contohnya dari polisakarida adalah amilum yang terdiri dari 60-300gugus gula berupa
glukosa,glikogen

atau

gula

otot

yang

tersusun

dari

12-16

gugus

gula,danselulosa,pektin,lignin,serta kitin yang tersusun dari ratusan bahkan ribuan gugus


guladengan tambahan senyawa lainnya.

B.

Fungsi Karbohidrat :

Sebagai sumber energi utama.


Berperan penting dalam proses metabolisme,menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh,
dan pembentuk struktur sel,jaringan,serta organ tubuh,
Membantu proses pencernaan makanan dalam prose pencernaan,

Jadi, pengertian metabolisme karbohidrat adalah suatu proses reaksi secara mekanis dan kimiawi
karbohidrat di dalam tubuh makhluk hidup.(Reece-Mitchell, 2002:90).

2.2

Proses Glikolisis

Pada dasarnya metabolisme glukosa dapat di bagi dalam dua bagian yaitu yang tidak
menggunakan oksigen atau anaerob dan yang menggunakan oksigen atau aerob.Reaksi anaerob
terdiri atas serangkaian reaksi yang mengubah glukosa menjadi asam laktat. Proses ini disebut
glikolisis. Tiap reaksi dalam proses glikolisis ini menggunakan enzim tertentu, dan akan dibahas
satu persatu.

1.

Heksokinase

Tahap pertama proses glikolisis adalah pengubahan glukosa menjadi glukosa -6-fosfat dengan
reaksi fosforilasi. Gugus fosfat diterima dari ATP dalam reaksi sebagai berikut :

Enzim heksokinase merupakan katalis dalam reaksi tersebut di bantu oleh ion Mg++ sebagai
kofaktor. Heksokinase yang berasal dari ragi merupakan katalis pada reaksi pemindahan gugus
fosfat dari ATP tidak hanya kepada glukosa tetapi juga kepada fruktosa, manosa dan
glukosamina.

2.

Fosfoheksoisomerase

Reaksi berikutnya ialah isomerisasi, yaitu pengubahan glukosa -6-fosfat menjadi fruktosa -6fosfat, dengan enzim fosfoglukoisomerase. Enzim ini tidak memerlukan kofaktor dan telah
diperoleh dari ragi dengan cara klistalisasi. Enzim fosfoheksoisomerase terdapat pada jaringan
otot dan mempunyai berat molekul 130.000.

3.

Fosfofruktokinase

Fruktosa-6-fosfat diubah menjadi fruktosa-1,6-difosfat oleh enzim fosfofruktokinase dibantu


oleh ion Mg++ sebagai kofaktor. Dalam reaksi ini gugus fosfat dipindahkan dari ATP kepada
fruktosa-6-fosfat dan ATP sendiri akan berubah menjadi ADP. Fosfofruktokinase dapat dihambat
atau dirangsang oleh beberapa metabolit, yaitu senyawa yang terlibat dalam proses metabolisme
ini.

4.

Aldolase

Reaksi tahap keempat dalam rangkaian reaksi glikolisis adalah penguraian molekul fruktosa-1,6difosfat membentuk dua molekul triosa fosfat, yaitu dihidroksi aseton fosfat dan D-gliseraldehida-3-fosfat. Dalam tahap ini enzim aldolase yang menjadi katalis, telah ditemukan dan
dimurnikan oleh Warburg.

Triosafosfat Isomerase
Dalam reaksi penguraian oleh enzim aldolase terbentuk dua macam senyawa, yaitu Dgliseraldehida-3-fosfat dan dihidroksiasetonfosfat. Yang mengalami reaksi lebih lanjut dalam
proses glikolisis ialah D-gliseraldehida-3-fosfat. Andaikata sel tidak mampu mengubah
dihidroksiasetonfosfat menjadi D-gliseraldehida-3-fosfat, tentulah dihidroksiasetonfosfat akan
bertimbun dalam sel. Hal ini tidak berlangsung karena dalam sel enzim triosafosfat isomerase
yang dapat mengubah dihidroksiasetonfosfat menjadi D-gliseraldehida-3-fosfat.

Gliseraldehida-3-Fosfat Dehidrogenase
Enzim ini bekerja sebagai katalis pada reaksi oksidasi gliseraldehida-3-fosfat menjadi asam 1,3
difosfogliserat. Dalam reaksi ini digunakan koenzim NAD+, sedangkan gugus fosfat diperoleh
dari asam fosfat.Reaksi oksidasi ini mengubah aldehida menjadi asam karboksilat.

Fosfogliseril Kinase

Reaksi yang menggunakan ini ialah reaksi pengubahan asam 1,3-difosfogliserat menjadi asam 3fosfogliserat.Dalam reaksi ini terbentuk satu molekul ATP dari ADP dan ion Mg++ diperlukan
sebagai kofaktor. Oleh karena ATP adalah senyawa fosfat berenergi tinggi, maka reaksi ini
mempunyai fungsi untuk menyimpan energi yang dihasilkan oleh proses glikolisis dalam bentuk
ATP.

Fosfogliseril Mutase
Fosfogliseril mutase bekerja sebagai katalis pada reaksi pengubahan asam 3-fosfogliserat
menjadi asam 2-fosfogliserat.

Enolase
Reaksi berikutnya ialah reaksi pembentukan asam fosfoenolpiruvat dari asam 2-fosfogliserat
dengan katalis enzim enolase dan ion Mg ++ sebagai kofaktor.Reaksi pembentukan asam
fosfoenol piruvat ini ialah reaksi dehidrasi.

Piruvat Kinase
Enzim ini merupakan katalis pada reaksi pemindahan gugus fosfat dari asam fosfoenolpiruvat
kepada ADP sehingga terbentuk molekul ATP dan molekul piruvat. Piruvat kinase telah dapat
diperoleh dari ragi dalam bentuk kristal. Enzim ini adalah suatu tetramer dengan berat molekul
165.000.dalam reaksi tersebut, di perlukan ion Mg++ dan K+ sebagai aktivator.

2.3

1.

Proses Glikogenesis dan Glikogenelisis

Proses Glikogenesis

Glikogenesis merupakan proses pembentukan glikogen dari glukosa kemudian disimpan dalam
hati dan otot. Pada proses ini, lintasan metabolisme yang mengkonversi glukosa menjadi
glikogen akan diaktivasi di dalam hati, olehhormoninsulinsebagairesponterhadaprasioguladarah
yang

meningkat,

misalnyakarenakandungankarbohidratsetelahmakan

atauteraktivasipadaakhirsiklus Cori.

Pada hati, glikogenesis berfungsi untuk mempertahankan kadar gula darahsedangkan padaotot
bertujuan untuk kepentingan otot sendiri dalam membutuhkan energi. Proses Glikogenesis terjadi
apabila jumlah glukosa ( dari makanan ) yang masuk kedalam tubuh terlalu berlebih maka
glukosa tersebut akan disimpan di hati dalam bentuk glikogen. Proses terjadinya glikogenesis :

Glukosa mengalami fosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat (reaksi yang lazim terjadi juga pada
lintasan glikolisis). Di otot reaksi ini dikatalisir oleh heksokinase sedangkan di hati oleh
glukokinase.
Glukosa 6-fosfat diubah menjadi glukosa 1-fosfat dalam reaksi dengan bantuan katalisator enzim
fosfoglukomutase. Enzim itu sendiri akan mengalami fosforilasi dan gugus fosfo akan
mengambil bagian di dalam reaksi reversible yang intermediatnya adalah glukosa 1,6-bifosfat.
Enz-P + Glukosa 6-fosfat Enz + Glukosa 1,6-bifosfat Enz-P + Glukosa 1-fosfat
Selanjutnya glukosa 1-fosfat bereaksi dengan uridin trifosfat (UTP) untuk membentuk uridin
difosfat glukosa (UDPGlc). Reaksi ini dikatalisir oleh enzim UDPGlc pirofosforilase.
UTP + Glukosa 1-fosfat UDPGlc + PPi
Hidrolisis pirofosfat inorganic berikutnya oleh enzim pirofosfatase inorganik akan menarik
reaksi kea rah kanan persamaan reaksi
Atom C1 pada glukosa yang diaktifkan oleh UDPGlc membentuk ikatan glikosidik dengan atom
C4pada residu glukosa terminal glikogen, sehingga membebaskan uridin difosfat. Reaksi ini
dikatalisir oleh enzim glikogen sintase. Molekul glikogen yang sudah ada sebelumnya (disebut
glikogen primer) harus ada untuk memulai reaksi ini. Glikogen primer selanjutnya dapat
terbentuk pada primer protein yang dikenal sebagai glikogenin.

UDPGlc + (C6)n UDP + (C6)n+1


Glikogen

Glikogen

Residu glukosa yang lebih lanjut melekat pada posisi 14 untuk membentuk rantai pendek yang
diaktifkan oleh glikogen sintase.Pada otot rangka glikogenin tetap melekat pada pusat molekul
glikogen, sedangkan di hati terdapat jumlah molekul glikogen yang melebihi jumlah molekul
glikogenin.

Setelah rantai dari glikogen primer diperpanjang dengan penambahan glukosa tersebut hingga
mencapai minimal 11 residu glukosa, maka enzim pembentuk cabang memindahkan bagian dari
rantai 14 (panjang minimal 6 residu glukosa) pada rantai yang berdekatan untuk membentuk
rangkaian 16 sehingga membuat titik cabang pada molekul tersebut. Cabang-cabang ini akan
tumbuh dengan penambahan lebih lanjut 1glukosil dan pembentukan cabang selanjutnya.
Setelah jumlah residu terminal yang non reduktif bertambah, jumlah total tapak reaktif dalam
molekul akan meningkat sehingga akan mempercepat glikogenesis maupun glikogenolisis.
(Murray dkk. Biokimia Harper)
Tampak bahwa setiap penambahan 1 glukosa pada glikogen dikatalisir oleh enzim glikogen
sintase.Sekelompok glukosa dalam rangkaian linier dapat putus dari glikogen induknya dan
berpindah tempat untuk membentuk cabang.Enzim yang berperan dalam tahap ini adalah enzim
pembentuk cabang (branching enzyme).

2.

Proses glikogenolisis

Glikogenolisis merupakan reaksi pemecahan molekul glikogen menjadi molekul glukosa. Proses
ini terjadi apabila tubuh membutuhkan glukosa, untuk digunakan lebih lanjut dalam proses
glikolisis. Glikogenolisis juga dapat berarti lintasan metabolisme yang digunakan oleh tubuh,
selain glukoneogenosis untuk menjaga keseimbangan kadar glukosa di dalam plasma darah

untuk menghindari simtomahipoglisemia. Jika glukosa dari diet tidak dapat mencukupi
kebutuhan, maka glikogen harus dipecah untuk mendapatkan glukosa sebagai sumber energi.
Proses ini dinamakan glikogenolisis. Glikogenolisis seakan-akan kebalikan dari glikogenesis,
akan tetapi sebenarnya tidak demikian. Untuk memutuskan ikatan glukosa satu demi satu dari
glikogen diperlukan enzim fosforilase. Enzim ini spesifik untuk proses fosforolisis rangkaian 14
glikogen untuk menghasilkan glukosa 1-fosfat. Residu glukosil terminal pada rantai paling luar
molekul glikogen dibuang secara berurutan sampai kurang lebih ada 4 buah residu glukosa yang
tersisa pada tiap sisi cabang 16.

(C6)n + Pi (C6)n-1 + Glukosa 1-fosfat

Glikogen

Glikogen

Glukan transferase dibutuhkan sebagai katalisator pemindahan unit trisakarida dari satu cabang
ke cabang lainnya sehingga membuat titik cabang 16 terpajan. Hidrolisis ikatan 16
memerlukan kerja enzim enzim pemutus cabang (debranching enzyme) yang spesifik. Dengan
pemutusan cabang tersebut, maka kerja enzim fosforilase selanjutnya dapat berlangsung.
(Murray dkk. Biokimia Harper)

Berikut tahap-tahap glikogenelisis :

Tahap pertama penguraian glikogen adalah pembentukan glukosa 1-fosfat. Berbeda dengan
reaksi pembentukan glikogen, reaksi ini tidak melibatkan UDP-glukosa, dan enzimnya adalah
glikogen fosforilase. Selanjutnya glukosa 1-fosfat diubah menjadi glukosa 6-fosfat oleh enzim
yang sama seperti pada reaksi kebalikannya (glikogenesis) yaitu fosfoglukomutase.

Tahap reaksi berikutnya adalah pembentukan glukosa dari glukosa 6-fosfat. Berbeda dengan
reaksi kebalikannya dengan glukokinase, dalam reaksi ini enzim lain, glukosa 6-fosfatase,
melepaskan gugus fosfat sehigga terbentuk glukosa. Reaksi ini tidak menghasilkan ATP dari
ADP dan fosfat.
Glukosa yang terbentuk inilah nantinya akan digunakan oleh sel untuk respirasi sehingga
menghasilkan energi, yang energi itu terekam / tersimpan dalam bentuk ATP

2.4 Siklus Asam Sitrat

Pada bagian sebelumnya telah dibahas mengenai jalur glikolisis yang mengubah glukosa menjadi
piruvat. Pada keadaan aerob, langkah berikutnya pada pembentukkan energi dari glukosa adalah
dekarboksilasi oksidatif piruvat menjadi asetil koenzim A (asetil koA). Unit asetil aktif ini
kemudian mengalami oksidasi sempurna menjadi CO2 melalui siklus asam sitrat.

Siklus asam sitrat adalah serangkaian reaksi kimia dalam sel, yaitu pada mitokondria, yang
berlangsung secara berurutan dan berulang, bertujuan mengubah asam piruvat menjadi CO2,
H2O dan sejumlah energi. Proses ini adalah proses oksidasi dengan menggunakaan oksigen atau
aerob (Poedjiani, A : 264).

Siklus asam sitrat dikenal juga sebagai siklus asam trikarboksilat atau siklus krebs, menggunakan
nama penemunya Hans Krebs seorang ahli biokimia yang banyak jasa atau sumbangannya dalam
penelitian tentang metabolisme karbohidrat.

Siklus asam sitrat merupakan jalur metabolisme bersama untuk oksidasi molekul bahan bakar
seperti asam amino, asam lemak dan karbohidrat, juga berperan sebagai sumber bahan
pembangun untuk proses-proses biosintesis.Sebagian besar molekul masuk siklus asam sitrat
sebagai Asetil KoA.Dekarboksilasi oksidatif piruvat menjadi asetil koA merupakan penghubung

antara glikolisis dengan siklus asam sitrat. Pada eukariot, reaksi ini dan reaksi dalam siklus
berlangsung dalam mitokondria, sedangkan glikolisis berlangsung di sitosol (Stryer, L : 525).

Berikut adalah gambaran ringkas siklus asam sitrat:

Senyawa C4 (oksaloasetat) berkondensasi dengan senyawa C2 membentuk senyawa C6 (asam


trikarboksilat / sitrat). Reaksi dikatalisis oleh enzim sitrat sintase.
Sitrat mengalami isomerisasi menjadi isomer sitrat. Reaksi dikatalisis oleh enzim sitrat akotase.
Isomer sitrat kemudian mengalami dekarboksilasi oksidatif menjadi senyawa C5 (ketoglutarat). Reaksi dikatalisis oleh enzim isositrat dehidrogenase dan menghasilkan NADH
dan CO2.
Senyawa ini mengalami dekarboksilasi oksidatif lagi menjadi senyawa C4 (suksinil ko-A. Reaksi
dikatalisis oleh enzim -ketoglutarat dehidrogenase dan menghasilkan NADH dan CO2.
Senyawa C4 (suksinil ko-A) lalu dipecah menjadi suksinat (C4). Reaksi dikatalisis oleh enzim
suksinil koA sintase. Menghasilkan senyawa fosfat berenergi tinggi (GTP).
Suksinat (C4) dioksidasi menjadi fumarat (C4). Reaksi dikatalisis oleh enzim suksinat
dehidrogenase dan menghasilkan FADH2.
Fumarat (C4) mengalami hidrasi menjadi malat (C4). Reaksi dikatalisis oleh enzim fumarase.
Akhirnya malat (C4) dioksidasi menghasilkan kembali oksaloasetat (C4). Reaksi dikatalisis oleh
enzim malat dehidrogenase dan menghasilkan NADH.
2.5 Energi yang dihasilkan pada Metabolisme Karbohidrat

Metabolisme merupakan modifikasi senyawa kimia secara biokimia di dalam organisme dan sel.
Metabolisme mencakup sintesis (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) molekul organik
kompleks yang biasanya terdiri atas tahapan-tahapan yang melibatkan enzim. Metabolisme sel
mencakup semua proses kimia di dalam sel, tanpa metabolisme makhluk hidup tidak dapat
bertahan hidup.

Pada glikolisis aerob, energi ysng dihasilkan terinci sebagai berikut:

Hasil tingkat substrat

: +4P

Hasil oksidasi respirasi

: +6P

Jumlah

: 4P+6P = 10P

Dikurangi untuk aktivasi glukosa dan fruktosa 6P

: -2

Hasil akhir

: 10P-2P = 8P

Pada glikolisis anaerob, energi yang dihasilkan terinci sebagai berikut:

Hasil tingkat substrat

: +4P

Hasil oksidasi respirasi

: +0P

Jumlah

: 4P+0P = 4P

Dikurangi untuk aktifasi glukosa dan fruktosa 6P

: -2P

Hasil akhir

: 4P-2P = 2P

Pada siklus asam sitrat, energi yang dihasilkan terinci sebagai berikut:

Tiga molekul NADH, menghasilkan

: 3 X 3P = 9P

Satu molekul FADH2, menghasilkan

: 1 X 2P= 2P

Pada tingkat substrat

: 1P

Jumlah

: 12p

Satu siklus krebs akan menghasilkan energi 3P+3P+1P+2P+3P = 2P

Apabila dihubungkan jalur glikolisis, oksidasi piruvat, dan siklus krebs akan dapat kita itung
bahwa 1 mol glukosa jika dibakar sempurna (aerob) akan menghasilkan energi dengan rincian
sebagai berikut:

Glikolisis

: 8P

Oksidasi piruvat (2X3P)

: 6P

Siklus krebs (2X12P)

: 24P

Jumlah

: 38P

BAB III

PENUTUP

A.

Kesimpulan

Metabolisme karbohidrat adalah proses yang mencakup sintesis (anabolisme) dan penguraian
(katabolisme) molekul organik kompleks.
Glikolisis merupakan jalur utama metabolisme glukosa agar terbentuk asam piruvat, dan
selanjutnya asetil-KoA untuk dioksidasi dalam siklus asam sitrat (Siklus Krebs).
Glikogenesis adalah lintasan metabolisme yang mengkonversi glukosa menjadi glikogen untuk
disimpan di dalam hati.
Jika glukosa dari diet tidak dapat mencukupi kebutuhan, maka glikogen harus dipecah untuk
mendapatkan glukosa sebagai sumber energi. Proses ini dinamakan glikogenolisis.
Siklus asam sitrat adalah serangkaian reaksi kimia dalam sel, yaitu pada mitokondria, yang
berlangsung secara berurutan dan berulang, bertujuan mengubah asam piruvat menjadi CO2,
H2O dan sejumlah energi.
Kalau kita hubungkan jalur glikolisis, oksidasi piruvat dan siklus Krebs, akan dapat kita hitung
bahwa 1 mol glukosa jika dibakar sempurna (aerob) akan menghasilkan energi dengan rincian
sebagai berikut:
Glikolisis

: 8P

Oksidasi piruvat (2 x 3P)

: 6P

Siklus Krebs (2 x 12P)

: 24P

Jumlah

: 38

B.

Saran

Peranan karbohidrat dalam tubuh sangat penting terutama untuk kesehatan. Selain itu sebagai
mahasiswa, kita juga harus lebih banyak mengetahui dan mempelajari tentang berbagai hal yang
menyangkut molekul atau senyawa dalam tubuh, seperti karbohidrat sebab ini akan menjadi
acuan kita dalam memberikan pengajaran kepada peserta didik nantinya.

DAFTAR PUSTAKA

Campbell. 2002. Biologi Edisi kelima-jilid 2.Jakarta: Erlangga

Martoharsono, Soeharsono. 1978. Biokimia Jilid I. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

McKee, Trudy. McKee, James R. 2003. Biochemistry the Molecular Basis of Life Third Edition.
McGraw-Hill, Inc. New York.

Murray RK, Granner DK, Mayes PA, Rodwell VW, 2003, Biokimia Harper, Edisi XXV,
Penerjemah Hartono Andry, Jakarta: EGC

Poedjiani, Anna. Supriyanti, F. M. Titin. 2006. Dasar-Dasar Biokimia. Penerbit Universitas


Indonesia. Jakarta

Stryer L, 1996, Biokimia, Edisi IV, Penerjemah: Sadikin dkk (Tim Penerjemah Bagian Biokimia
FKUI), Jakarta: EGC

Wirahadikusuma, M., 1988.Metabolisme Karbohidrat dan Lemak, ITB, Bandung