Anda di halaman 1dari 21

Metabolisme Mineral

Natasa Puteri D (103020056)


Windy Wulandari (103020057)
Nolla Pratitik (103020058)
Chandra Fitrayana (103020059)
Rosi Ayu Faiza (103020061)
Fillia Yurisa (103020062)
Ilma Indah Marinda (103020063)

Mineral
Merupakan elemen inorganik.
Fungsi:
sebagai kofaktor enzim yang
mengkatalisis reaksi.
Regulasi asam basa
konduksi syaraf.
muscle irritabilitas
struktur elemen dalam tubuh

Mineral
Makromineral

Mikromineral

Natrium

Zat Besi

Kalium

Seng

Klor

Selenium

Kalsium

Mangan

Fosfor

Tembaga

Magnesium

Iodium

Belerang

Molibdenum
Kobalt
Chromium
Silikon
Vanadium
Nikel
Arsen

Metabolisme Mineral
Mineral diperlukan bagi fungsi
fisiologik dan biokimia.
Makromineral: diperlukan dalam
jumlah yang lebih besar dari 100 mg/
hari.
Mikromineral ( trace element )
diperlukan dalam jumlah yang lebih
kecil dari pada 100 mg/hari.

Makro Mineral yang Esensial

Kalsium
Fungsi: unsur pembentuk tulang, gigi, dan
pengaturan fungsi sel dan impuls saraf.
Komponen integral dalam mekanisme
pembekuan darah
Metabolisme: absorbsi memerlukan
protein pengikat kalsium yang diatur
oleh vitamin D, hormon paratiroid dan
kalsitonin.
Penyakit: rakitis, osteomalasia dan
osteoporosis

Metabolisme kalsium dikontrol oleh hormon


yakni vitamin D. bila kadar kalsium darah
lebih rendah daripada normal maka kelenjar
paratiroid mengeluarkan hormon
paratormon. Sedangkan kelenjar tiroid
mengeluarkan hormon kalsitonin.
Kedua macam hormon ini akan meningkatkan :
a. Penyerapan kalsium oleh usus
b. Penyerapan kembali atau reabsopsi kalsium
oleh ginjal
c. Pelepasan kalsium oleh tulang sehingga
akan meningkatkan kadar kalsium dalam
darah

Penyerapan kalsium dari lumen


usus dan diteruskan ke saluran
darah, memerlukan proteinpembawa (Calsium-binding
protein) yang terdapat pada
dinding usus. Dari saluran darah,
kalsium disebarkan ke seluruh
jaringan tubuh yang
memerlukannya, misalnya tulang
dan gigi ; serta ke ginjal, cairan
ekstraseluler, dan saluran

Natrium
Konsentrasi Na rendah angiotensin dalam
darah aldosteron dari korteks adrenal
meningkatkan resorpsi Na+ oleh ginjal
kadar Na dalam darah normal

Natrium
Sebagian kecil natrium di serap dalam
lambung, tetapi sebagian besar diserap
secara cepat dalam usus kecil, penyerapan
ini dilakukan secara aktif dan memerlukan
energi. Natrium yang diserap
ditransportasikan oleh darah ke ginjal untuk
disaring dan di ekskresikan sehingga kadar
dalam darah tetap rendah sesuai dengan
kebutuhan tubuh. Metabolisme natrium oleh
ginjal dikontrol oleh hormon aldosteron.

Mikro Mineral

Yodium
Berhubungan dengan fungsi tiroid, bagian
dari tri dan tetraiodotironin (T3 dan T4).
T4 Tiroksin.
Metabolisme: Disimpan didalam tiroid
sebagai tiroglobulin.
Penyakit: Anak-anak; kretinism, Dewasa;
goiter dan hipotoroidism, miksedema
Gejala toksisitas: tirotoksikosis, goiter.
Sumber: Garam beryodium, makanan laut.

Dalam saluran pencernaan iodium


bahan makanan dikonversi menjadi I (mudah diserap ) bergabung dengan
pool iodida intra / ekstraseluler iodium
ke kelenjar tiroid untuk disimpan setelah
mengalami peroksidasi akan melekat
dengan tirosin dari tiroglobulin.
Tingkat bebasnya hormon tersebut
dimonitor oleh hipotalamus melalui TSH

Yodium
Konsentrasi T4 plasma jauh lebih
besar dari T3 tapi T3 lebih potensial
dan turnovernya lebih cepat.
T3 plasma dibuat dari T4 dengan jalan
deiodnasi dalam jaringan nontiroid.
Sebagian besar kedua bentuk ini
terikat pada protein plasma terutama
thyroid binding-globulin ( TBG ).

Iodium diserap dalam darah melalui saluran


pencernaan dan diambil oleh kelenjar tiroid, lalu
digunakan untuk sintesis hormon tiroksin. Tiroksin
masuk ke dalam darah, kemudian dibawa ke sel
untuk mengatur metabolisme. Di dalam kelenjar tiroid
iod tereduksi di oksidasi kemudian ditempelkan pada
posisi 3 dan 5 cincin benzen residu tirosil dalam
protein
tiroglobulin
sehingga
membentuk
monoiodotirosin (MIT). Dan iodotirosin (DIT), DIT +
DIT akan membentuk tiroksin (T4), sedangkan MIT
+ DIT akan membentuk hormon triidotrionin (T3).

Sekian,
terimakasih