Anda di halaman 1dari 5

MenurutSelye(dalamSantrock,2003),stresadalahresponsumumterhadapadanyatuntutan

padatubuhberupasuatukeharusanuntukmenyesuaikandiri,dankarenanyakeseimbangantubuh
terganggu.Stresdiawalidenganreaksiwaspada(alarmreaction)terhadapadanyaancamanyang
ditandai oleh proses tubuh secara otomatis yang kemudian diikuti dengan reaksi penolakan
terhadap stressor dan akan mencapai tahap kehabisan tenaga (exhaution) jika individu tidak
mampuuntukterusbertahan.Faktorkuncidaristresadalahpersepsiseseorangdanpenilaian
terhadap situasi dan kemampuannya untuk menghadapi atau mengambil manfaat dari situasi
yangdihadapi(Lazarus,1984)
Selye (dalam Rice, 1992) menggolongkan stres menjadi dua golongan. Penggolongan ini
didasarkanataspersepsiindividuterhadapstresyangdialaminyayaitu:
a.Distress(stresnegatif)
Selye menyebutkan distress merupakan stres yang merusak atau bersifat yang tidak
menyenangkan.Stresdirasakansebagaisuatukeadaandimanaindividumengalamirasacemas,
ketakutan,khawatir,ataugelisahsehinggaindividumengalamikeadaanpsikologisyangnegatif,
menyakitkan,dantimbulkeinginanuntukmenghindarinya.
b.Eustress(strespositif)
Selyemenyebutkanbahwaeustressbersifatmenyenangkandanmerupakan
pengalamanyangmemuaskan. Eustress dapatmeningkatkankesiagaanmental,kewaspadaan,
kognisidanperformansiindividuuntukmenciptakansesuatu,misalnyamenciptakankaryaseni.
Taylor(1991)menyatakan,stresdapatmenghasilkanberbagairespon.Berbagaipeneliti
telah membuktikan bahwa responrespon tersebut dapat berguna sebagai indikator terjadinya
strespadaindividu,danmengukurtingkatstressyangdialamiindividu.Responstressdapat
terlihatdalamberbagaiaspek,yaitu:
1. Aspek fisiologis; dapat ditandai dengan meningkatnya tekanan darah, detak jantung,
detaknadi,dansistempernapasan.
2. Aspekkognitif;dapatterlihatlewatterganggunyaproseskognitifindividu,sepertipikiran
menjadikacau,menurunnyadayakonsentrasi,pikiranberulang,danpikirantidakwajar.

3. Aspek emosi; dapat muncul sangat luas, menyangkut emosi yang mungkin dialami
individu,sepertitakut,cemas,malu,marah,dansebagainya.
4. Aspektingkahlaku;dapatdibedakanmenjadifight,yaitumelawansituasiyangmenekan,
danflight,yaitumenghindarisituasiyangmenekan.

Dampakdaristressinidapatdibagimenjadidampaksecarafisikdanemosional.Secarafisik
stress juga berperan dalam menghambat pertumbuhan jaringan dan tulang, gangguan sistem
kekebalansehinggatubuhmenjadilebihrentanterhadappenyakit.Sedangkandampaksecara
emosional mereka yang stress hingga depresi cenderung menarik diri dari pergaulan dan
menyendiriyangpadagilirnnyamalahmenambahdepresinya.Gangguankesehatanfisikjangka
panjang, diasosiasikan dengan penurunan tingkat psychological wellbeing yang signifikan
(Shields&Price,2011dalamDewi2013).
Terkaitdenganhaltersebut,beberapapenelitimenggunakanistilah psychologicalwellbeing
untuk menjelaskan konsep kesehatan mental secara umum (Borden & Berlin dalam Hanum
2010).Namun,adapulapenelitilainnyayangmenggunakanistilahpsychologicalhealthuntuk
menjelaskankonsepkesehatanmental.
CarolDRyff(dalamKeyes,1995),yangmerupakanpenggagasteoriPsychologicalWellBeing
yangselanjutnyadisingkatdenganPWBmenjelaskanistilahPWBsebagaipencapaianpenuh
daripotensipsikologisseseorangdansuatukeadaanketikaindividudapatmenerimakekuatan
dan kelemahan diri apa adanya, memiliki tujuan hidup, mengembangkan relasi yang positif
denganoranglain,menjadipribadiyangmandiri,mampumengendalikanlingkungan,danterus
bertumbuhsecarapersonal.
Menurut Ryff (1989) gambaran tentang karakteristik orang yang memiliki kesejahteraan
psikologis merujuk pada pandangan Rogers tentang orang yang berfungsi penuh (fully
functioningperson),pandanganMaslowtentangaktualisasidiri(selfactualization),pandangan

Jung tentang individuasi, konsep Allport tentang kematangan, juga sesuai dengan konsep
Eriksondalammenggambarkanindividuyangmencapaiintegrasidibandingputusasa.PWB
dapatditandaidengandiperolehnyakebahagiaan,kepuasanhidupdantidakadanyagejalagejala
depresi (Ryff, 1995). Menurut Bradburn, dkk (dalam Ryff, 1989) kebahagian (hapiness)
merupakanhasildaridarikesejahteraanpsikologisdanmerupakantujuantertinggiyangingin
dicapaiolehsetiapmanusia.
Ryff menyebutkan bahwa PWB terdiri dari enam dimensi, yaitu penerimaan terhadap diri
sendiri,memilikihubunganyangpositifdenganoranglain,kemandirian,pengguasaanterhadap
lingkungan, memiliki tujuan dan arti hidup serta pertumbuhan dan perkembangan yang
berkelanjutan(Ryff&Keyes,1995).
AdabanyakfaktoryangberpengaruhterhadapPWBseseorang,sehinggatidaksemuaorang
memilikitingkatPWByangsama.
Beberapa cara pengukuran psychological wellbeing ini sudah banyak dikenal, di
antaranyaadalah:
a. Pengukuranberbasisweb:
1) Australian Centre on Quality of Life ( http://acqol.deakin.edu.au/instruments/
instrument.php)
2) PositivepsychologyCentre,UniversityofPennsylvania
(http://www.ppc.sas.upenn.edu/ppquestionnaires.htm)
3) AuthenticHappinesswebsite(http://www.authentichappiness.sas.upenn.edu)
b. Pengukurankesehatanmentalyangluasdigunakan:
1) WarwickEdinburghMentalWellbeingScale(WEMWBS)
2) GHQ12
3) PatientHealthQuestionnaire(PHQ9)QuickDepressionscale
4) CenterforEpidemiologicStudiesDepressionScale(CESD)
c. PengukuranAfekmental
1) PANAS(PositiveandNegativeAffectSchedule)
2) BradburnsAffectBalancescale
3) ExperienceSamplingMethod(ESM)
4) DayReconstructionMethod(KahnemanandKreuger)
d. PengukuranKepuasanhidup

1)
2)
3)
4)

SatisfactionwithLifeScale(SWLS)
TemporalSatisfactionWithLifeScale(TSWLS)
GlobalQualityofLifeAssessment
AustralianPersonalWellBeingIndex(PWI)
e. Pengukuranberbasiskebutuhan
1) BasicPsychologicalNeedsScale(Deci&Ryan)
2) ApproachestoHappiness(OTH)Scale
3) WHOQOL(100&BREF)
4) PsychologicalWellBeingScales(Ryffs)
5) CASP19
6) EuropeanSocialSurvey.Moduleonwellbeing
f. Pengukuranberdasarkanutilitaskesehatan
1)
2)
3)
4)

EQ5D
SF6D
QWB
HUI2andHUI3

WHO5wellbeingindexadalahsalahsatuinstrumentyangpalingbanyakdigunakan
dalammenilaikesejahteraanpsikologis subjektif.Sejakditerbitkan pertamakalipadatahun
1998,WHO5telahditerjemahkankedalamlebihdari30bahasadantelahdigunakandalam
studirisetdiseluruhdunia.DaripenelitianmetaanalisisyangdilakukanolehToppetal(2014)
didapatkan bahwa dari 213 artikel yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan untuk
dimasukkandalamreviewdiketahuibahwaWHO5memilikivaliditasklinimetrikyangtinggi,
memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi sebagai alat skrining untuk depresi, dan
penerapannyadibidangstudisangattinggi,sebagaimanadapatdilihatpadatabelberikut:

WHO5adalahkuesionersingkatyangterdiridari5pertanyaansederhanadannon
invasif, yang langsung mendeteksi tingkat kesejahteraan subjektif dari responden. skala ini
memilikivaliditasyangadekuatbaiksebagaialatskrininguntukdepresidansebagaiukuran
hasilsuatuujiklinisdantelahditerapkandengansuksessepenuhnyadiberbagaibidangstudi.