Anda di halaman 1dari 6

Materi Persiapan Pemeriksaan Diagnostik

Oleh: Gita Kostania

Persiapan dan Pengambilan Specimen Urine


Bakteriologik Specimen Urine
Tujuan : untuk mendapatkan specimen urin yang memenuhi persyaratan untuk
pemeriksaan.
a. Urine porsi tengah ( wanita ) apabila dilakukan pada penderita sendiri
1) Penderita harus mencuci tangan memakai sabun, kemudian
dikeringkan dengan handuk
2) Tanggalkan pakaian dalam dan lebarkan labia dengan satu tangan
3) Bersihkan labia dan vulva dengan menggunakan kasa steril dengan
arah dari depan ke belakang
4) Bilas dengan air hangat dan keringkan dengan kasa steril yang lain.
Selama proses ini berlangsung labia harus terbuka lebar dan jari
tangan jangan menyentuh daerah yang sudah steril
5) Keluarkan urine, aliran urine yang pertama kali keluar dibuang dan
aliran urine berikutnya ditampung di dalam wadah yang sudah
disediakan
6) Pengumpulan urine selesai sebelum aliran urine habis
7) Wadah ditutup rapat dan segera dikirim ke laboratorium
b. Urine porsi tengah ( laki laki )
Jika pasien tidak sunat, maka kulit prepusium harus ditarik ke belakang
dan urine baru bisa dikeluarkan.
c. Urine kateter yang sudah terpasang
1) Lakukan disinfeksi pada bagian selang kateter yang terbuat dari karet
( jangan bagian yang terbuat dari plastic ) dengan alcohol 70 %
2) Aspirasi urine dengan menggunakan spuit sebanyak + 10 mL
3) Masukkan ke dalam wadah steril dan tutup rapat
4) Kirim segera ke laboratorium
d. Urine aspirasi suprapubik
Pengambilan urine harus dilakukan pada kandung kemih yang penuh.
1) Lakukan disinfeksi kulit di atas suprapubik dengan alcohol 70%
2) Aspirasi urine tepat di titik suprapubik menggunakan spuit sebanyak +
20 mL (dilakukan oleh petugas yang berwenang)
3) Masukkan ke dalam wadah steril dan tutup rapat
4) Kirim segera ke laboratorium

Prodi D-IV Kebidanan Poltekkes Surakarta Gita Kostania, S.ST.,M.Kes.

Page 1

Persiapan dan Pengambilan Specimen Cairan Pervagina


Pemeriksaan ini dilakukan pada wanita dengan gonorhea ( GO ), flour albus
banyak, kanker atau infeksi leher rahim, dan pada pria dengan GO.
Persiapan alat :
1) Tabung kimia steril berisi kapas lidi steril
2) Kapas lidi steril
3) Objek glass / kaca obyek
4) Bengkok berisi larutan disinfektan
5) Speculum ( untuk pemeriksaan papsmear )
6) Kapas sublimat dan sarung tangan
Prosedur :
Pada Wanita
1) Ibu jari dan telunjuk yang sudah mengenakan sarung tangan dibungkus
dengan kapas sublimat atau kasa membuka labia minora
2) Dengan kapas lidi diambil sekresi dari vagina kemudian dihapuskan pada
kaca obyek
3) Kapas lidi dibuang dalam bengkok dan kaca obyek dimasukkan dalam
cawan petri
4) Bila menggunakan tabung kimia, maka kapas lidi dimasukkan ke dalamnya
dan ditutup.
Pada Pria
1) Kalau mungkin pasien dianjurkan memegang penisnya sendiri
2) Dengan menggunakan kapas lidi ambil sekresi penis kalau prepusium ditarik
ke belakang lalu dihapuskan pada kaca objek
3) Bahan diberi label dan kirim ke laboratorium.

Prodi D-IV Kebidanan Poltekkes Surakarta Gita Kostania, S.ST.,M.Kes.

Page 2

Persiapan dan Pengambilan Specimen Sputum


Tujuan : untuk mendapatkan specimen sputum yang memenuhi persyaratan
untuk pemeriksaan bakteriologik.
Waktu Pengambilan : specimen yang terbaik adalah sputum yang pertama kali
dibatukkan pada waktu pagi hari, akan tetapi sputum yang diambil sewaktu juga
cukup representative.
Alat yang diperlukan : wadah steril bermulut lebar dan memiliki tutup yang baik
dengan kapasitas volume minimal 25mL.
Prosedur Pengambilan :
1. Pasien diberi penjelasan mengenai pemeriksaan dan tindakan yang akan
dilakukan dan jelaskan perbedaan antara sputum dan air ludah
2. Bila pasien mengalami kesulitan dalam mengeluarkan sputum, maka pasien
pada malam hari sebelumnya diminta untuk minum teh manis yang diberi
obat Glyceryl Guaikolat (GG) 200 mg
3. Sebelum pengambilan specimen pasien diminta untuk berkumur dengan air
4. Pasien berdiri tegak atau duduk tegak dan diminta untuk menarik nafas
dalam 2 3 kali, kemudian keluarkan nafas bersamaan dengan bentuk yang
kuat dan berulang kali sampai sputum keluar
5. Sputum yang keluar langsung ditampung di tempat dengan cara
mendekatkan wadah ke dekat mulut pasien dan segera ditutup rapat dan
dikirim ke laboratorium. Ciri sputum yang berkualitas baik adalah kental
purulen dan volumenya cukup untuk pemeriksaan yaitu 23mL.

Prodi D-IV Kebidanan Poltekkes Surakarta Gita Kostania, S.ST.,M.Kes.

Page 3

Persiapan dan Pengambilan Specimen Faeces


Tujuan : untuk mendapatkan specimen faeces yang memenuhi persyaratan
untuk pemeriksan bekteriologik.
a. Faeces segar
Pasien diharuskan BAK terlebih dahulu karena tinja tidak boleh tercemar
dengan urine. Kemudian pasien dianjurkan untuk langsung BAB di pot ( + 5
gram ) dan pot ditutup rapat.
b. Usap rectum
Usap rectum hanya dilakukan bila pasien tidak dapat memberikan
faecesnya, misalnya pada pasien yang sulit BAB, dehidrasi dan shock.
Prosedur :
1) Pasien dalam posisi tidur miring dengan satu kaki ditekuk atau bila perlu
dalam posisi menungging
2) Anus diregangkan dan anjurkan pasien untuk menarik nafas panjang,
kemudian masukkan lidi kapas steril yang sudah dibasahi, salin sedalam
+ 4 - 5 cm diputar sambil menekan dinding rectum
3) Tarik lidi kapas keluar dengan cara diputar sehingga ada sisa faeces
yang terbawa. Masukkan lidi kapas ke dalam media transport (Carry &
Blair) hinga seluruh bagian kapas terbenam ke dalam media, botol Carry
& Blair ditutup rapat.
Formulir permintaan pemeriksaan laboratorium sebaiknya memuat :
1) Tanggal permintaan
2) Tanggal dan jam pengambilan
3) Identitas pasien ( nama, umur, jenis kelamin, alamat ) dan identitas
specimen
4) Identitas pengirim
5) Diagnosis
6) Obat-obatan yang telah diberikan dan lama pemberian
7) Jenis specimen
8) Lokasi pengambilan specimen
9) Volume specimen
10) Pemeriksaan laboratorium yang diminta
11) Nama pengambil specimen.

Prodi D-IV Kebidanan Poltekkes Surakarta Gita Kostania, S.ST.,M.Kes.

Page 4

Persiapan dan Pengambilan Specimen Darah


Pengambilan darah untuk berbagai macam pemeriksaan laboratorium dapat
diambil dari pembuluh darah perifer, vena dan arteri. Pada orang dewasa diambil
dari ujung jari atau daun telinga bagian bawah. Sedangkan pada bayi dan anak
kecil dapat diambil pada ibu jari kaki atau tumit.
a. Perifer ( biasanya digunakan untuk pemeriksaan golongan darah, Hb, gula
darah, malaria dn filaria )
Persiapan alat :
1) Lanset darah / jarum khusus
2) Kapas alcohol
3) Kapas kering
4) Kaca objek atau alat pemeriksaan
5) Bengkok
Pelaksanaan :
1) Pasien diberitahu
2) Cuci tangan dan mengenakan handschoon
3) Pegang bagian yang akan ditusuk dan hapus kulit dengan kapas alcohol,
biarkan sebentar agar kering, baru kemudian ditusuk tegak dalam dengan
lanset
4) Darah yang baru keluar diusap dengan kapas kering dan tetes darah
berikutnya dipakai untuk pemeriksaan
5) Setelah selesai, bekas tusukan ditekan dengan kapas alcohol dan semua
peralatan dibereskan.
b. Vena
Persiapan alat :
1) Spuit
2) Kapas alcohol
3) Karet pembendung vena
4) Pengalas
5) Bengkok
6) Botol pemeriksaan
Pelaksanaan :
1) Pasien diberitahu dan alat didekatkan
2) Cuci tangan dan mengenakan handschoon
3) Pasang pengalas di bawah daerah yang akan diambil darahnya, kemudian
raba vena yang dimaksud dan karet pembendung dipasang, pasien
dianjurkan untuk mengepalkan tangannya
4) Kulit didisinfeksi dengan kapas alcohol, tegangkan kulit di atas vena
dengan jari tangan kiri dan jarum ditusukkan sampai ke dalam vena, lalu

Prodi D-IV Kebidanan Poltekkes Surakarta Gita Kostania, S.ST.,M.Kes.

Page 5

tarik penghisap sehingga darah masuk ke dalam tabung sebanyak yang


diinginkan
5) Letakkan kapas alcohol di ats jarum , lalu jarum diangkat den bekas
tusukan ditekan dengan kapas alcohol
6) Darah dipindahkan ke dalam botol yang tersedia, waktu memasukkan
darah botol agak dimiringkan dan jangan terlalu kuat menyemprotkan
darah ke dalam botol.
c. Arteri
Tujuan :
Untuk pemeriksaan jumlah dan macam-macam sel darah. Lokasi : arteri
femoralis dan fasacubiti.
Persiapan alat :
1) Spuit 2 cc, berisi heparin 0,1 cc
2) Kapas alcohol
3) Pengalas
4) Tutup jarum atau gabus steril
Pelaksanaan :
1) Pasien diberitahu, pakaian bawah dibuka dan pengalas dipasang
2) Cuci tangan dan mengenakan handschoon
3) Arteri femoralis diraba dengan ujung jari dan bila sudah jelas teraba,
lakukan disinfeksi pada bagian kulit
4) Udara dalam spuit dikeluarkan dan jarum ditusukkan dengan posisi tegak
lurus hanya sampai menembus kulit
5) Tegangkan kulit di atas arteri dengan telunjuk dan ibu jari kiri dan bila
denyut arteri telah teraba pada ujung jarum maka jarum sudah tepat
ditusukkan
6) Bila penusukannya tepat, maka pengisap spuit akan naik dengan
sendirinya karena tekanan dari dalam arteri
7) Setelah jumlah yang diinginkan cukup + 2 cc, jarum segera dicabut
8) Bekas tusukan ditekan dengan kapas alcohol selama + 5 menit
9) Ujung jarum ditutup dengan tutupnya atau gabus steril yang dimasukkan
10) Beri label pada spuit an segera kirimkan ke laboratorium bersama dengan
formulir, kemudian bereskan alat-alat.

Prodi D-IV Kebidanan Poltekkes Surakarta Gita Kostania, S.ST.,M.Kes.

Page 6