Anda di halaman 1dari 32

METABOLISME PROTEIN

DAN ASAM AMINO


Kelompok 4 :
1. Yoseanno Widi A A (4311413060)
2. Rahayu Handayani (4311413081)
3. Affrin Selviana N (4311413083)

DENATURASI PROTEIN
Denaturasi
protein
adalah
proses
perubahan
strukturlengkap
dan
karakteristik bentuk protein akibat dari
gangguan interaksi sekunder, tersier, dan
kuaterner
struktural
seperti
suhu,
penambahan garam, enzim ( Stoker,
2010)

MEKANISME
1. Denaturasi akibat panas
2. Denaturasi akibat asam / basa
3. Denaturasi akibat campuran logam
berat

Denaturasi akibat panas menyebabkan


molekul-molekul
yang
menyusun
protein bergerak dengan sangat cepat,
sehingga sifat protein yaitu hidrofobik
menjadi terbuka. Akibatnya, semakin
panas, molekul akan bergerak semakin
cepat dan memutus ikatan hidrogen
didalamnya.

Denaturasi akibat asam / basa terjadi


ketika adanya penambahan kadar
asam atau basa pada garam protein
yang dapat memutus kandungan
struktur dari protein tersebut karena
terjadi subtitusi ion negatif dan positif
pada garam dengan ion positif dan
negatif pada asam atau basa.

Denaturasi akibat campuran logam


berat pada protein, hal ini terjadi
karena ikatan sulfur pada protein
tertarik oleh ikatan logam berat
sehingga proses denaturasi terjadi
dengan adanya perubahan struktur
kandungan senyawa pada protein
tersebut saat ion pada protein bereaksi
dengan
ion
logam
berat
yang
tercampur didalamnya.

Beberapa faktor penyebab yang ditimbulkan dari


denaturasi, diantaranya (Hanny Vistanty, 2010) :
Perubahan pH : penggumpalan kasein
Panas : merusak ikatan hidrogen dan jembatan
gara
Radiasi : sinar X dan U.V
Pelarut organik : aseton, alkohol.
Garam-garam dari logam berat : Ag2+, Hg2+,
Pb2+
Pereaksi-pereaksi alkaloid : asam tannat, asam
pikrat bisa menggumpalkan protein
menurunkan infeksi.
Pereduksi : thioglikolat

KOAGULASI
Koagulasi merupakan suatu proses
penggumpalan partikel koloid karena
penambahan bahan kimia sehingga
partikel-partikel
tersebut
bersifat
netral
dan
membentuk
endapan
karena adanya gravitasi (Sugiono,
2007).

MEKANISME
Mekanisme koagulasi dapat dibagi
menjadi 2 bagian, yaitu (Sugiono, 2007):
1. Secara fisik
. pemanasan
. pengadukan
. pendinginan
2. Secara kimia
. menggunakan prinsip elektroforesis
. penambahan koloid
. penambahan elektrolit

Ada 4 faktor yang menyebabkan


koagulasi, diantaranya (Sugiono, 2007)
:
1. Perubahan suhu
2. Pengadukan
3. Penambahan ion dengan muatan
besar
4. Pencampuran koloid positif dan
koloid negatif

TAHAP KATABOLISME NITROGEN


ASAM AMINO
1. TRANSAMINASI
2. DEAMINASI
OKSIDATIF
3. TRANSPOR AMONIA
4. SIKLUS UREA

TRANSAMINASI
Transaminasi
adalah
proses
katabolisme
asam
amino
yang
melibatkan pemindahan gugus amino
dari asam amino yang satu ke asam
amino yang lainnya.

Dalam reaksi transaminasi ini gugus


amino
dari
suatu
asam
amino
dipindahkan kepada salah satu dari
tiga senyawa keto, yaitu asam piruvat,
a ketoglutarat atau oksaloasetat,
sehingga senyawa keto ini diubah
menjadi asam amino, sedangkan asam
amino semula diubah menjadi asam
keto.

Ada dua enzim penting dalam reaksi


transaminasi yaitu alanin transaminase
dan glutamat transaminase yang bekerja
sebagai katalis dalamreaksi berikut :

DEAMINASI
Deaminasi adalah suatu reaksi kimia
pada metabolisme yang melepaskan
gugus amina dari molekul senyawa
asam amino.
Reaksinya adalah sebagai berikut:
asam amino + NAD+ asam keto +
NH3

TRANSPOR AMONIA
Amonia bersifat toksik, jadi tidak diangkut
dlm bentuk bebas dari jaringan ekstrahepatik
Mekanisme utama :
1. Terjadi pada sebagian besar jaringan :
Enzim Glutamin sintetase akan mengubah
ammonia menjadi glutamin nontoksik
Glu + NH4+ + ATP

Gln + H 2O + ADP + Pi

glutamin sintetase

Glu = glutamat, Gln = glutamin

Glutamat
didapat dr -ketoglutarat (TCA
cycle) melalui reaksi transaminasi dgn asam amino lain
Glutamin diangkut dlm darah ke hati, ginjal
dan gut
Dlm hati
glutamin dihidrolisis untuk
melepas ammonia yg akan masuk siklus urea
Glutamin + H2O
Glutamat + NH4+
Dalam ginjal
glutaminase membebaskan
ammonia untuk diekskresikan dgn kelebihan
asam darah

2. Mekanisme yg terjadi di otot


* 30% dr amino Nitrogen yg dibentuk dr katabolisme protein dikirim ke hati sebagai alanin
* Siklus glukosa alanin
Glikolisis pada otot menghasilkan asam
piruvat,
piruvat akan mengalami transaminasi membentuk alanin
Piruvat + Glutamat
Alanin + -ketoglutarat
Kemudian Alanin diangkut ke hati, di hati terjadi
reaksi sebaliknya :
-ketoglutarat + Alanin
Glutamat + Piruvat

Glutamat kemudian mengalami


deaminasi oksidatif membentuk ammonia dan ketoglutarat.
Ammonia masuk siklus urea
Piruvat yg terbentuk mengalami
Glukoneogenesis di hati membentuk glukosa
kemudian di
angkut dalam darah kembali ke otot

SIKLUS UREA

REAKSI PERTAMA
Reaksi pertama adalah sintesis karbomoil fosfat
Kondensasi 1 mol masing-masing ion amonium,
karbon dioksida, dan fosfat (yang berasal dari
ATP) membentuk karbamoil fosfat dikatalisis
oleh karbamoil fosfat sintase, enzim yang
terdapat dalam mitokondria hati organisme
ureotelik.
Dua mol ATP yang dihidrolisis selama reaksi ini
menyediakan tenaga penggerak untuk sintesis
2 ikatan kovalen-ikatan amida dan ikatan
campuran asam karboksilat-asam fosfat
anhidrida dari karbamoil fosfat.

REAKSI KEDUA
Reaksi kedua adalah sintesis sitrulin.
Pemindahan gugus karbamoil dari
karbamoil fosfat ke ornitin, membentuk
sitrulin + Pi, dikatalisis oleh L-ornitin
transkarbamoilase mitokondria hati.
Reaksi sangat spesifik untuk ornitin dan
keseimbangan cenderung kuat ke sintesis
sitrulin.

REAKSI KETIGA
Reaksi
ketiga
adalah
sintesis
argininosuksinat.
Dalam reaksi argininosuksinat sintase,
aspartat dan sitrulin diikat bersamaan
melalui gugus amino aspartat.
Reaksi membutuhkan ATP dan
keseimbangan cenderung kuat ke sintesis
arginosuksinat.

REAKSI KEEMPAT
Reaksi keempat adalah pembelahan
argininosuksinat menjadi arginin dan fumarat.
Pembelahan reversibel arininosuksinat menjadi
arginin + fumarat dikatalisis oleh
argininosuksinase.
Reaksi berlangsung melalui mekanisme
pembuangan trans.
Fumarat yang dibentuk dapat dikonversi
menjadi oksaloasetat melalui reaksi fumarase
dan melat dehidrogenase dan selanjutnya
ditransaminasi untuk membentuk kembali
(regenerasi) aspartat.

REAKSI KELIMA
Reaksi kelima adalah pembelahan arginin
menjadi ornitin dan urea.
Reaksi ini menyempurnakan siklus urea
dan membentuk kembali (regenerasi
ornitin), substrat untuk reaksi 2.
Pembelahan hidrolitik gugus guanidino dari
arginin dikatalisis oleh arginase.
Arginase hati mamalia diaktifkan oleh Co2+
atau Mn2+, ornitin dan lisin merupakan
penghambat kuat yang bersaing dengan
arginin

SIKLUS UREA
1. Kondensasi dan aktivasi NH4+ dan HCO3- membentuk
carbamoyl fosfat. Reaksi ini terjadi di mitokondria dan
dikatalisis oleh cerbamoyl phospat.
2. Transfer gugus carbamoyl dari karbamoyl fosfat ke
ornithin membentuk citrulin. Reaksi ini terjadi di
mitokondria
dan
dikatalisis
oleh
ornithin
transkabamoiylase.
3. Penggabungan gugus amino dari aspartat ke citrulin
membentuk
argininosuksinat.
Enzim
yang
mengkatalisnya adalah arginino suksinat synthetase.
4. Pemecahan argininosuksinat menjadi arginin dan rangka
karbon
aspartat
menjadi
fumarat
oleh
enzim
argininosuksinase. Arginin merupakan prekusor dari urea.
Fumarat selanjutnya diubah kembali menjadi aspartat
melalui siklus krebs. Fumarat kemudian diubah menjadi
oxaloasetat yang selanjutnya mengalami transaminasi
membentuk aspartat.

Tahapan reaksi kimia pada siklus urea

DAFTAR ASAM AMINO PENYUSUN


PROTEIN :
Essesial :
Non-essensial :
Arginin
* Alanin
Histidin * Asparagin
Isoleusin
* Aspartat
Leusin
* Sistein
Lisin
* Glutamat
Metionin
* Glutamin
Fenilalanin * Prolin
Treonin
* Serin
Triptofan
* Tirosin
Valin * Hidroksilisin

PRODUK KHUSUS
ASAM AMINO
Glisin

PRODUK KHUSUS
heme, purin, glutathion, kre
atin, asam

glikokholat
Metionin
donor gugusan metil
Arginin
kreatin
Histidin
histamin
Triptofan
serotonin
Fenilalanin, Tirosin
melanin,
adrenalin, noradrenalin, tiroksin
Glutamat
GABA (Gamma