Anda di halaman 1dari 18

PERKEMBANGAN HEWAN

GAMETOGENESIS

Dosen Pembimbing : LILIK MAWARTININGSIH, S.Pd, M.Pd.


Oleh : ARIS ALFIANSYAH
DWI OKTYANINGRUM
ALI MUSTOFA
2013-A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE (UNIROW)
TUBAN
Jalan raya manuggal no.61 tuban.Telp.(0356)322233
2016
KATA PENGANTAR

Tiada kata yang lebih indah selain puja dan puji syukur kehadirat Allah
SWT. Atas limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya, sehingga penulisan makalah ini
dapat berjalan dengan lancar dan diselesaikan dengan baik.
Ucapan terimakasih kami haturkan kepada Dosen pengampu mata kuliah
PERKEMBANGAN HEWAN, Ibu Lilik Mawartiningsih, S.Pd, M.Pd. yang
telah memberikan bimbingan kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini dengan baik dan benar.
Penulis sangat menyadari bahwa

dalam menyusun makalah ini masih jauh

dari kesempurnaan. Maka dari itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran
yang membangun, sehingga diharapkan bisa digunakan sebagai bahan
pembenahan yang lebih lanjut serta peningkatan kualitas dari makalah ini. dan
semoga makalah ini bermanfaat.

Tuban , 04 April 2016

Penyusun

DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL ...............................................................................................i
KATA PENGANTAR............................................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1

Latar

Belakang....................................................................................................1
1.2

Rumusan

Masalah...............................................................................................1
1.3 Tujuan Penulisan................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
2.1
Gametogenesis ...................................................................................................3
2.2

Prekusor

Sel

Gamet.............................................................................................3
2.3 Tahapan Gametogenesis.....................................................................................4

BAB III PENUTUP


3.1
Kesimpulan.......................................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berkembang biak merupakan salah satu ciri dari makhluk hidup yaitu
dengan melakukan reproduksi. Reproduksi pada manusia termasuk ke dalam
reproduksi seksual yaitu penciptaan keturunan melalui peleburan gamet haploid
untuk membentuk zigot (telur yang dibuahi), yang diploid (Campbell, 2004).
Tujuan utama melakukan reproduksi pada manusia, salah satunya adalah
melestarikan jenisnya agar tidak punah. Reproduksi melibatkan suatu sistem
dalam tubuh, yaitu yang pada manusia dibedakan menjadi sistem reproduksi pria
dan sistem reproduksi wanita. Salah satu yang termasuk dari sistem reproduksi
pria dan wanita adalah gametogenesis atau proses pembentukan sel-sel gamet.
Gametogenesis merupakan proses pembentukan, pembelahan, dan
pematangan sel-sel gamet sampai menjadi sel gamet yang siap berperan dalam
proses reproduksi. Pada pria disebut sebagai Spermatogenesis sedangkan pada
wanita disebut Oogenesis.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada makalah ini, yaitu:
1.
2.
3.
4.

Apa yang dimaksud dengan gametogenesis ?


Prekusor apa yang mendasari terbentuknya sel gamet ?
Bagaimana proses prekusor membentuk sel gamet ?
Bagaimana proses gametogenesis?
4

5. Bagaimana

hubungan

pembelahan

mitosis

dan

gametogenesis?

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuan dari pembuatan makalah ini, yaitu:
1. Mengetahui proses gametogenesis.
2. Mengetahui prekusor pembentuk sel gamet
3. Mengetahui proses pembelahan mitosis dan meiosis

meiosis

dengan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Gametogenenesis
Gamet dihasilkan dalam gonad.

Gamet jantan: spermatozoon (jamak:

spermatozoa) dihasilkan dalam gonad jantan, disebut testis. Gamet betina : ovum
(jamak: ova), dihasilkan dalam gonad betina, disebut ovarium. (Yatim;1994:15).
Gametogenesis merupakan proses pembentukan, pembelahan, dan pematangan
sel-sel gamet sampai menjadi sel gamet yang siap berperan dalam proses
reproduksi. Pada pria disebut sebagai Spermatogenesis sedangkan pada wanita
disebut Oogenesis.
2.2 Prekusor Sel Gamet

Asal Sel Kecambah Primordial


Sumber: http://aff.fkh.ipb.ac.id/

Perkembangan berawal dari pembuahan (fertilisasi), proses penyatuan


gamet pria, sperma, dan gamet wanita, oosit, untuk menghasilkan zigot. Gamet
berasal dari sel germinativum primordial (SGP, primordial germ cell) yang
terbentuk di epiblas selama minggu ke dua bergerak menuju dinding yolk sac.
Pada minggu ke 4-6, dalam perkembangannya sel kelamin kecambah berpindah /
migrasi dari yolk sac ke dinding tubuh dorsal yaitu ke arah jaringan gonad,
sehingga merangsang pembentukan gonad., tempat sel-sel ini sampai pada akhir
minggu kelima. Pembelahan mitotik meningkatkan jumlah sel ini sewaktu
bermigrasi dan juga ketika tiba di gonad. Sebagai persiapan untuk fertilisasi, sel
germinativum mengalami gametogenesis yang mencakup meiosis, untuk
mengurangi

jumlah

kromosom,

dan

sitodiferensiasi,

untuk

menentukan

pematangannya. (Sadler;2010:15).. Semenjak dari dalam kandungan sampai masa


pubertas nanti, sel-sel germinal primordial ini akan mengalami fase istirahat,
sampai suatu saat ketika lumen tubulus seminiferus telah sempurna dibentuk pada
pubertas, mereka akan berdiferensiasi menjadi spermatogonia.

Asal Sel Kecambah Primordial


Sumber: http://aff.fkh.ipb.ac.id/

Adapun jumlah sel-sel kelamin kecambah itu jutaan pada awalnya lalu
akan berkurang secara drastis setelah dilahirkan dan akan terus berkurang seiring
bertambahnya umur.
2.3 Tahapan Gametogensis
Gametogenesis terdiri dari 4 tahap, yaitu:
1. Proliferasi ( perbanyakan )
Tahap

perbanyakan

(proliferasi)

berlangsung

secara

berulang-

ulang.Gametogonium (sel induk gamet/ pada betina disebut oogonium pada jantan
disebut spermatogonium) membelah menjadi 2, 2 menjadi 4, 4 menjadi 8 dan
seterusnya.
Sel benih primordial berdiferensiasi menjadi gametangium, lalu
mengalami proliferasi untuk membentuk oosit gametosit I, siap memasuki periode
tumbuh. Pada mamalia masa proliferasi terjadi dalam kandungan induk.
2. Pertumbuhan
Pada tahap pertumbuhan ini gametangium akan tumbuh membesar
menjadi gametosit I. Pertumbuhan sangat memegang peranan penting,karena
sebagian besar dari substansi telur dipakai dalamperkembangan selanjutnya.
Diferensiasi juga terdapat pada periode tumbuh (spermatogenesis: diferensiasi
terjadi setelah pemasakan).
3. Pematangan
Pada proses ini terdapat 2 kali pembelahan meiosis. Setelah terjadi fase
pertumbuhan, gametosit I mengalami tahap pematangan, yang berlangsung secara
meiosis.Akhir meiosis I terbentuk gametosit II, dan akhir meiosis II terbentuk
gametid.
4. Perubahan Bentuk
Gametid dalam fase terakhir akan mengalami tahap perubahan bentuk
(transformasi) menjadi gamet.
8

Pada mamalia, selesia meiosis I pada betina, terjadi satu oosit II dan satu
polosit (badan kutub).Polosit jauh lebih kecil dari oosit, karena sitoplasma sedikit
sekali. Selesai meiosis II terjadi satu ootid dan satu polosit II. Sementara itu
polosit I membelah pula menjadi dua; tapi jarang terjadi, karena terburu
berdegenerasi. Polosit yang tiga buah itu nanti akan berdegenerasi lalu diserap
kembali oleh tubuh. Jadi pada betina 1 oosit tumbuh menjadi 1 ovum.(Wildan
yatim. 1990:16).

Dalam proses gametogenesis ini terjadi dua pembelahan yaitu mitosis dan
meiosis.
a. Mitosis
Mitosis adalah proses pembelahan satu sel untuk menghasilkan dua sel
anak secara genetik identik dengan sel induk. Setiap sel anak menerima
komplemen lengkap 46 kromosom. Sebelum suatu sel mengalami mitosis, setiap
kromosom mereplikasikan DNA. Selama fase replikasi ini, kromosom menjadi
snagat panjang, tersebar difus ke seluruh nucleus dan tidak dapat dikenali dengan
mikroskop cahaya. Tahapan pembelahan mitosis terdiri dari profase, metafase,
anafase dan telofase.
Tahap profase (fase terlama mitosis):
1) Kromatin memadat membentuk kromosom, lalu membentuk kromatid.
2) Sentrosom membelah menjadi 2 sentriol, kemudian menuju kutub yang
berlawanan.
3) Inti sel mulai menghilang.

Gambar: profase
Sumber: http://aff.fkh.ipb.ac.id/

Tahap metafase:
1) Kromatid

berjejer

di

ekuator

(bidang pembelahan).

2) Sentriol lalu menjulurkan benang spindel berupa mikrotubulus yang berikatan


dengan kinetokor tiap kromatid.

Gambar: metafase
Sumber: http://aff.fkh.ipb.ac.id/

Tahap anafase:
1) Kariokinesis (pembelahan inti), kromatid dan sentromernya membelah menjadi
kromosom.
2) Kromosom kemudian ditarik benang spindel menuju masing-masing kutub.
Gambar: anafase

10

Sumber: http://aff.fkh.ipb.ac.id/
Tahap telofase:
1) Inti sel mulai terbentuk.
2) Sentriol kembali menjadi sentromer.
3) Sitokinesis (pembelahan sel), diawali invaginasi/pelekukan ke dalam (sel hewan)
atau cell plate/pelekukan ke luar (sel tumbuhan).
Hasil akhir mitosis menghasilkan dua sel anakan dengan kromosom diploid
(2n).

gambar: telofase
Sumber: http://aff.fkh.ipb.ac.id/
Masing-masing sel anak menerima separuh dari bahan kromosom ganda
sehingga mempertahankan jumlah kromosom yang sama seperti sel induk.
(Sadler;2010:17)
b. Meiosis

11

Meiosis adalah pembelahan sel yang terjadi pada sel germinativum untuk
menghasilkan gamet pria dan gamet wanita, yaitu masing-masing sperma dan sel
telur. Meiosis memerlukan dua pembelahan sel, yaitu meiosis I dan meiosis II
untuk mengurangi jumlah kromosom menjadi jumlah haploid 23. Seperti pada
mitosis, sel germinativum pria dan wanita (spermatosit dan oosit primer) pada
awal meiosis I mereplikasikan DNA mereka sehingga setiap 46 kromosom
tersebut digandakan menjadi sister cromatid. Namun, berbeda dengan mitosis,
kromosom-kromosom homolog kemudian bergabung membentuk pasanganpasangan, suatu proses yang disebut sinapsis. Pembentukan pasangan bersifat
eksak dan titik dmei titik kecuali kombinasi XY. Pasangan-pasangan homolog
kemudian berpisah menjadi dua sel anak. Segera sesudahnya, terjadi meiosis II
yang memisahkan kromosom ganda (sister cromatid) tersebut. Karena itu, setiap
gamet mengandung 23 kromosom. Proses penting pada meiosis I adalah
crossover, yaitu pertukaran segmen kromatid antara pasangan kromosom yang
homolog. Segmen-segmen kromatin putus dan dipertukarkan sewaktu kromosom
homolog memisah.

Sewaktu terjadi pemisahan, titik-titik pertukara menyatu

untuk sementara dan membentuk struktur seperti huruf X (kiasma). Umumnya


terjadi sekitar 30 sampai 40 crossover (satu atau dua per kromosom) antara gengen yang terpisah jauh dari satu kromosom pada setiap pembelahan meiotik I.
Akibat pembelahan meiotik,
(a) variabilitas genetik ditingkatkan melalui tukar-silang yang menyebabkan
redistribusi bahan genetik, dan melalui distribusi acak kromosom homolog ke sel
anak; dan
(b) setiap sel germinativum

mengandung jumlah kromosom yang haploid

sehingga saat pembuahan humlah diploid 46 terpulihkan.Selama meiosis, satu


oosit primer menghasilkan empat sel anak, masing- masing dengan 22 kromosom
plus 1 kromosom X. namun, hanya satu dari sel anak ini berkembang menjadi
gamet dewasa, oosit; tiga sisanya badan polar, hanya mendapat sedikit sitoplasma
dan mengalami degenerasi pada perkembangan selanjutnya. Demikian juga, satu
spermatosit primer menghasilkanempat sel anak, dua dengan dengan 22

12

kromosom plus 1 kromosom X dan dua dengan 22 kromosom plus 1 kromosom Y.


namun, berbeda dengan pembentukan oosit, keempat sel tersebut berkembang
menjadi gamet matang. (Sadler;2010:17)
Tahapan pembelahan meosis tosis terdiri atas meiosis I dan meiosis II, masingmasing dengan tahap profase, metafase, anafase dan telofase.
Meiosis I adalah tahap reduksi kromosom.
Tahap profase I (fase terlama meiosis), dibagi lagi menjadi beberapa tahap:
1) Leptoten
Kromatin memadat membentuk kromosom.
2) Zigoten
-

Kromosom homolog saling berdekatan dan menempel (sinapsis).

Sentrosom membelah menjadi 2 sentriol, kemudian menuju kutub yang


berlawanan.

3) Pakiten
-

Kromosom homolog saling menempel membentuk struktur tetrad/bivalen dan


mengganda.

Pindah silang (crossing over) gen pada kromosom homolog terjadi pada kiasma,
yaitu bagian lengan dua kromosom yang saling menempel.

Gambar: crossing over


Sumber: http://aff.fkh.ipb.ac.id/
-

Pindah silang menyebabkan terbentuknya sel gamet dengan susunan gen baru.

13

4) Diploten
-

Pindah silang telah selesai dan kromosom homolog menjauh, namun masih ada
kiasma.

Inti sel mulai menghilang.

5) Diakinesis
-

Kromosom homolog sudah berpisah.

Inti sel telah menghilang.


Tahap metafase I:
1)

Kromosom homolog saling berhadapan di ekuator.

2)

Sentriol lalu menjulurkan benang spindel yang berikatan dengan tiap

kromosom homolog.
Tahap anafase I,
terjadi reduksi kromosom, kromosom homolog ditarik benang spindel
menuju masing-masing kutub.
Tahap telofase I:
1) Inti sel mulai terbentuk.
2) Sentriol kembali menjadi sentromer.
3) Sitokinesis (pembelahan sel) tahap awal.
Hasil akhir meiosis I menghasilkan dua sel anakan dengan kromosom haploid
(n), karena terjadi reduksi kromosom.
Interkinesis adalah jeda waktu antara meiosis I menuju meiosis II.
Meiosis II adalah tahap perbanyak sel anakan, dan tahapannya sama seperti
pembelahan mitosis.
Tahap profase II:
1) Kromatin memadat membentuk kromosom, lalu membentuk kromatid.

14

2) Sentrosom membelah menjadi 2 sentriol, kemudian menuju kutub yang


berlawanan.
3) Inti sel mulai menghilang.
Tahap metafase II:
1) Kromatid berjejer di ekuator.
2) Sentriol lalu menjulurkan benang spindel yang berikatan dengan tiap kromatid.
Tahap anafase II:
1) Kariokinesis (pembelahan inti), kromatid dan sentromernya membelah menjadi
kromosom.
2) Kromosom kemudian ditarik benang spindel.
Tahap telofase II:
1) Inti sel mulai terbentuk.
2) Sentriol kembali menjadi sentromer.
3) Sitokinesis (pembelahan sel).
Hasil akhir meiosis II menghasilkan empat sel anakan dengan kromosom
haploid (n).

15

Gambar : rangkaian proses meiosis


Sumber: http://aff.fkh.ipb.ac.id/

16

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Gametogenesis merupakan proses pembentukan, pembelahan, dan
pematangan sel-sel gamet sampai menjadi sel gamet yang siap berperan dalam
proses reproduksi. Pada pria disebut sebagai Spermatogenesis sedangkan pada
wanita disebut Oogenesis.
Gamet berasal dari sel germinativum primordial (SGP, primordial germ
cell) yang terbentuk di epiblas selama minggu ke dua dan yang bergerak menuju
dinding yolk sac. Selama minggu keempat, sel-sel ini mulai bermigrasi dari yolk
sac menuju gonad yang sedang terbentuk, tempat sel-sel ini sampai pada akhir
minggu kelima. Pembelahan mitotik meningkatkan jumlah sel ini sewaktu
bermigrasi dan juga ketika tiba di gonad. Sebagai persiapan untuk fertilisasi, sel
germinativum mengalami gametogenesis yang mencakup meiosis, untuk
mengurangi

jumlah

kromosom,

dan

pematangannya.

17

sitodiferensiasi,

untuk

menentukan

DAFTAR PUSTAKA
Campbell, N.A. 2004. Biology 4th Edition. Benyamin Cumming Publishing
Company, Inc, Redwood City.
http://aff.fkh.ipb.ac.id/ diakses pada tanggal 05 april 2016
Sadler,T.W.2010. Embriologi Kedokteran Langman, Edisi 10.Alih bahasa
dr.Brahm U. Pendit. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Wildan, Yatim. 1990. Reproduksi dan Embriologi. Tarsito: Bandung.

18